Sedangkan di ruang kerja, masih terdapat dua pasang paruh baya. mereka sedang membicarakan masa depan cucunya. mereka merasa sudah semakin tua, dan tidak akan memiliki waktu luang untuk menemani keseharian Aurora.
" Semoga kita masih di beri kesempatan untuk membahagiakan cucu kita sayang." ucap Oma.
" Ku harap begitu. kita tidak pernah memiliki kesempatan, untuk melihat tumbuh kembang Aurora saat masih kecil hingga sebesar ini. apalagi dengan semua peristiwa yang terjadi padanya, ia semakin dingin dan terlihat acuh pada sekitar." ucap Opa dan di setujui oleh omanya.
" Ya sudah, lebih baik sekarang kita istirahat. tubuh renta kita sudah tidak seperti dulu lagi, saat masih bisa membasmi para tikus di sekitar kita." ajak Omanya disertai kekehan kecil
" Kau benar, ayo kita istirahat. " ucap Opa sambil berjalan ke arah pintu
Malam semakin larut, dan para penghuni mansion sudah mulai terlelap satu - persatu.
Waktu terus berjalan hingga pagi menjelang menggantikan malam. semua orang pun mulai beraktivitas seperti biasanya.
Namun, di sebuah kamar terlihat seorang gadis yang masih tertidur di bawah selimut dengan nyaman. dia Aurora, karna semenjak ayahnya menikah lagi dia tidak pernah merasakan rasa nyaman yang seperti ini.
Tiba - tiba terdengar ketukan pintu dari luar kamarnya, dengan terpaksa ia bangun dan berjalan ke arah pintu untuk membukanya.
" Kenapa mbak? " tanya Aurora pada pelayan itu
" Maaf nona sudah pagi, saya di perintahkan untuk membangunkan nona agar segera bersiap dan ikut sarapan pagi bersama tuan besar. " ucap pelayan itu
" Baiklah, terimakasih." kata Aurora
" Sama - sama nona saya kembali dulu ke bawah untuk melanjutkan pekerjaan saya, permisi. " jawab pelayan itu seraya membungkukkan badannya sedikit dan Aurora hanya menganggukkan kepalanya saja.
Setelah pelayan itu pergi, ia pun segera menutup pintu dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. selang beberapa menit Aurora pun selesai bersiap dan segera turun ke lantai bawah.
Sesampainya Aurora di ruang makan, ia melihat di sana tidak hanya ada sang Opa dan Omanya, melainkan ada empat orang lainnya yaitu Kendrick, 2 laki - laki lain dan seorang wanita.
Melihat kedatangan Aurora, empat orang itu pun berdiri dan membungkukkan badannya sambil berkata
" Selamat pagi nona. " ucap mereka dengan serempak dan Aurora hanya mengangguk saja
" duduk sayang. kita sarapan dulu, setelah itu opa akan memperkenalkan mereka padamu. " ucap Opa dan kembali berkata pada mereka berempat untuk duduk kembali
Mereka semua pun duduk dan mulai memakan sarapan paginya. setelah beberapa saat, mereka selesai dengan semua makanan yang tersaji di meja makan itu.
" Sayang perkenalkan pria paruh baya ini adalah ayah dari Kendrick yang bernama Marko Natanael. orang kepercayaan Opa sekaligus asisten pribadi opa. " ucap Opa dengan suara tegasnya.
" Sedangkan Kendrick adalah anak dari pasangan Marko dan mendiang Raisa. ken juga seorang asisten pribadi milik ibumu, sekaligus wakil CEO di perusahaan ibumu. ibumu tidak pernah muncul di publik untuk memperkenalkan siapa dirinya, karna ia menghindari para musuh yang mengincar keluarga kami." lanjut opa Damian.
" Dan yang dua orang itu adalah, William dan juga Clara. mereka salah satu petinggi di mafia werewolf." ucap opa Damian menatap wajah sang cucu.
" Ah begitu rupanya, baiklah opa. semoga kita bisa bekerja sama untuk kedepannya. " ucap Aurora dengan wajah datarnya.
" Astaga ekspresi nona muda sangat datar melebihi nyonya Alexa." ucap mereka semua dalam benaknya.
" Mulai besok, kamu sudah bisa masuk kuliah sayang." ucap oma Elena.
" Siap Oma, memang aku akan kuliah di mana?" tanya Aurora.
" University of Smith sayang. " kata Oma dan Aurora hanya mengangguk saja, ia sudah tau kampus itu milik Opanya jadi tidak perlu bertanya lagi.
Setelah percakapan yang lumayan panjang itu, Aurora meminta izin untuk pergi hari ini agar ia bisa membeli semua keperluannya untuk kuliah.
" Boleh aku pergi hari ini?" tanya Aurora.
" Silahkan sayang, dengan Ken .....
Sebelum Opa menyelesaikan ucapannya, sudah lebih dulu di potong oleh Aurora.
" Tidak Opa, aku akan pergi sendiri tanpa di temani atau di kawal oleh siapapun. jika Opa melakukannya, aku akan pergi dari sini dan tidak akan kembali lagi." ucap Aurora dengan tatapan tajam yang ia tunjukan pada sang Opa.
" Baiklah sayang silahkan, Opa tidak bisa apa - apa. " jawab opa Damian dengan pasrah setelah mendengar ancaman dari sang cucu.
" Ini sayang untuk kamu belanja." ucap Omanya seraya menyerahkan satu kartu black card nya pada Aurora.
" Tidak perlu Oma, aku ada." jawab Aurora sambil menolak pemberian sang Oma.
" Ambil sayang, Oma tidak menerima penolakan sama sekali. sedangkan punya kamu simpan saja." ucap Oma tanpa mau di bantah.
Setelah perdebatan kecil itu, ia pun pamit untuk kembali ke kamarnya dan bersiap - siap. setelah semuanya siap, ia pun melangkah menuju garasi untuk memilih satu dari banyaknya kendaraan yang ada di sana.
Dan pilihan Aurora jatuh pada sebuah kendaraan Lamborghini Aventador. ia memasuki mobilnya dan mulai mengendarai mobil itu, dan keluar menuju mall yang ada di kota ini.
Di sepanjang perjalanan hampir semua orang melihat mobil yang di kendarai oleh Aurora. karna mobil tersebut termasuk dalam golongan mobil termahal di dunia. namun namanya juga Aurora, pastinya ia tidak akan perduli.
Selang lima belas menit berkendara, akhirnya ia sampai di salah satu mall terbesar di kota ini. ia pun memarkirkan mobilnya.
Aurora pun segera menuju mall untuk mulai berbelanja kebutuhan dirinya. Aurora melangkah memasuki mall itu, dan seketika semua mata memandangnya dengan tatapan iri dan juga kagum. tapi sekali lagi, apakah Aurora perduli dan jawabannya tentu tidak.
Aurora pun mulai berkeliling untuk membeli semua keperluan nya esok hari. setelah semua sudah ia beli , barulah Aurora menuju salah satu restoran yang ada di mall ini hanya sekedar untuk memesan minuman dan kudapan manis.
Aurora memasuki restoran itu dan sekali lagi, Aurora menjadi obyek yang tidak boleh untuk di lewatkan. hampir semua pengunjung restoran melihat kearahnya dengan tatapan kagum. ia pun terlihat acuh dan menuju tempat duduk yang berada di pojokan restoran.
Siapa dia, cantik sekali ...
Dia mau gak yah, jadi menantu saya jeng ...
Begitulah kira - kira ucapan yang Aurora dengar. setelah ia duduk di kursi dengan nyaman, Aurora mulai memesan kudapan manis beserta minumannya.
Selang beberapa menit, pesanannya pun datang dan segera ia memakan nya. sepuluh menit kemudian, semua makanan telah habis. ia pun berdiri dari duduknya, dan berjalan menuju meja kasir untuk melakukan pembayaran dan berlalu pergi keluar dari mall ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 210 Episodes
Comments
Arin
sy pling suka baca novel klo peran cweny kya gni..semoga nanti psngy juga yg lebih tegas ya thor☺️
2023-11-22
7
Lindaaja Linda
jangan pedulikan mereka Aurora tetap maju kedepan jangan pernah lengah masa depanmu adalah tujuan untuk membalaskan sakit hati ibumu
2023-10-30
0
dita18
semoga Aurora ttp jd perempuan yang tangguh truss & tdk mau di tindas oleh siapa pun..
2023-10-23
1