Apa kau miskin? sepertinya tidak. pakaian yang kau pakai semua dari merek terkenal. " tanya Aurora pada Wilona
Semua orang yang ada di kampus itu pun tercengang dengan kata - kata yang keluar dari mulut Aurora. mereka tidak menyangka bahwa akan ada mahasiswi yang berani menantang Wilona. selama ini semua orang takut padanya, karna ayahnya Wilona adalah salah satu pemegang saham di kampus ini
" Kurang ngajar kau ******, aku tidak miskin. ayahku adalah salah satu pemegang saham di kampus ini dan seorang pembisnis di negara ini, tentu aku kaya. " ucap gadis yang bernama Wilona dengan amarah yang menggebu - gebu karna dirinya di katai miskin oleh mahasiswi baru seperti Aurora
" Segera minta maaf padaku jika kamu ingin selamat, jika tidak segera minta maaf kau dan teman - temanmu akan di keluarkan dari kampus ini. " ucap Wilona dengan nada angkuhnya
" Dan kalian tidak akan pernah bisa di terima di kampus mana pun, karna siapapun yang di keluarkan dari kampus ini sudah di blacklist. " lanjut Wilona dengan tatapan puas setelah melihat reaksi mereka semua yang ketakutan kecuali Aurora dan Bian
" Ra, segeralah minta maaf padanya. " bisik Kania dengan guratan takut yang sangat kentara di wajahnya
" Untuk apa minta maaf padanya, itu tidak perlu Nia. " ucap Aurora pada Kania
" Kita lihat siapa yang akan keluar dari kampus ini Wilona. " ucap Aurora dengan senyum seringainya
Wilona yang mendengar itu pun tidak bisa menahan amarahnya, ia melangkahkan kakinya mendekati meja itu dan mengambil salah satu gelas dan langsung menyiramkannya ke kepala aurora
Byurr ....
Salah satu minuman yang ada di meja itu pun membasahi kepalanya Aurora, dan pelakunya adalah Wilona.
Aurora yang di perlakukan seperti itu pun, akhirnya berdiri lalu melangkah ke hadapan Wilona dan tanpa basa - basi lagi ia langsung memukul wilona. karna pukulan yang di terima Wilona dari Aurora mengakibatkan dirinya jatuh menabrak meja yang ada di belakangnya hingga terbelah.
Bruakkk .....
Brakk ....
Akkhhhh ...
Dan Wilona pun jatuh pingsan karna pukulan yang ia terima. melihat perbuatan Aurora, seisi kantin menjadi heboh. pasalnya Aurora orang pertama yang berani memperlakukan Wilona seperti itu. dan teman - teman Wilona hanya bisa berdiri mematung tanpa bisa membantu Wilona, mereka akhirnya hanya bisa pergi sambil membawa Wilona ke UKS untuk di obati
Melihat teman - temannya hanya diam Aurora pun menegurnya
" Sampai kapan kalian akan bengong seperti itu. " tanya Aurora
Dan mereka semua pun mulai sadar dan langsung heboh
" Oh astaga Ra, bagaimana ini kalau Wilona melaporkannya pada orangtuanya? " tanya Cecil dengan panik
" Cecil benar Ra, nanti kita bisa di keluarkan dari kampus ini atau beasiswa kita di cabut Ra. " sahut David dengan muka pucat pasi
" Laporkan saja aku tidak takut, dan kalian tidak perlu khawatir oke. " ucap Aurora menenangkan mereka
" Tapi Ra, kalo kita di keluarkan dari kampus ini, tidak akan ada yang mau menerima kita di kampus lain. " ucap Xena
" Sudah diam lah, itu tidak akan terjadi pada kita. lebih baik kita pergi sekarang. " ajak Aurora pada mereka semua
Dan mereka pun berjalan kembali ke kelas kecuali Aurora. Karna Aurora akan ke toilet untuk membersihkan dirinya terlebih dulu
Aurora pun memisahkan diri dari mereka dan membelokkan dirinya ke toilet. setelah dirasa dirinya sudah bersih, ia pun pergi dari toilet itu menuju ke atap kampus. ia sudah tidak berminat untuk kembali ke kelasnya
Setelah sampai di atap kampus, Aurora duduk di salah satu kursi yang ada di sana. ia menikmati semilir angin yang menerpa wajahnya sambil mendengarkan music yang ada di handphonenya
" Setelah ini kehidupan yang sesungguhnya akan di mulai, tunggu kedatangan ku ayah tersayang. " ucap Aurora dengan seringai nya
Saat Aurora sedang menikmati waktunya, tiba - tiba ada suara di samping kiri Aurora
" Aku salut padamu, karna kau berani dengan Wilona yang notabenenya termasuk anak yang berpengaruh di negara ini. " ucap seorang pria
Aurora yang mendengar suara lain pun membuka matanya dan melihat sekilas ke arah pria tersebut. dan Aurora kembali dengan aktivitasnya tanpa menghiraukan pria di sampingnya.
Karna merasa tidak ada tanggapan dari gadis di sebelahnya, ia pun berbicara kembali
" Boleh tau namamu? tanya pria itu dan lagi - lagi Aurora hanya diam saja sampai akhirnya kesabaran pria tersebut pun habis dan langsung menarik airpods yang ada di telinga Aurora. dan cara tersebut memang berhasil
Aurora yang merasa terusik pun, menatap pria tersebut dengan tajam dan itu tidak berpengaruh untuk pria itu
" Aku tidak takut dengan tatapan mu itu. " ucap pria itu dengan senyum mengejek
" Apa mau mu? " tanya Aurora dengan suara dinginnya
" Aku hanya ingin berkenalan denganmu. siapa namamu? " ucap pria itu sambil menyodorkan tangannya berharap di sambut baik oleh Aurora
" Aurora. " jawab Aurora dengan singkat dan tanpa membalas jabatan tangan dari pria itu
" Aku Lucas Mattew Howard, senang berkenalan denganmu. " ucap Lucas
Aurora hanya diam dan tidak merespon sama sekali, dia terlalu malas meladeni sesuatu yang tidak penting baginya. setelah sekian lama hening, Aurora pun membuka matanya dan langsung berdiri dari duduknya dan siap melangkah pergi dari sana.
" Kau mau kemana? " ucap Lucas yang ternyata masih berada di sana, Aurora pun melihat ke arahnya dan berkata
" Pulang " sahut Aurora dengan singkat
Aurora pun melangkah pergi dari atap kampus menuju kelasnya untuk mengambil barang - barangnya, meninggalkan Lucas sendiri di sana. Aurora tidak perduli dengan laki - laki itu
Sedangkan Lucas sendiri yang merasa di tinggalkan hanya bisa pasrah, ia berpikir mungkin pesonanya telah hilang. jadi tidak mempan untuk gadis itu.
" Hanya dia yang tidak tertarik denganku, gadis aneh tapi aku suka. " ucap Lucas dan pada akhirnya ia pun ikut pergi dari atap kampus
Sesampainya Aurora di depan pintu kelas, ia di kejutkan dengan suara tamparan yang cukup keras di susul dengan suara teriakan. Aurora yang mendengar itupun langsung membuka pintu, dan terlihatlah di sana ada Wilona dan juga teman - temannya yang sedang bertengkar satu sama lain dengan teman - temannya. sedangkan David dan Bian entah dimana
" Aurora yang melihat itu pun langsung naik pitam. ia mendekati Wilona dan teman - temannya. dan langsung memukuli mereka tanpa ampun
Brakk .....
Brughhh .....
Ahhh ....
Krak ....
Aurora tidak akan memberi ampun pada mereka karna telah mengganggu teman temannya,. Aurora bagai orang yang berbeda jika sudah seperti itu. David dan Bian pun datang dan melihat Aurora yang sedang mengamuk seperti orang yang tidak sadar. mereka berdua berlari ke arah Aurora untuk menghentikan tindakannya
" Ra sudah cukup, mereka sudah babak belur Ra. " ucap Xena dengan memeluk Aurora dari belakang
" Kau berani pada kami hah ******! " ucap Sasa dengan suara kerasnya
" Buat apa aku takut pada kalian, punya apa kalian? cuma bisa mengadu pada orang tua saja kau begitu bangga. " ucap Aurora dengan tatapan tajam nya
" Mending kalian pergi sekarang, sebelum Aurora kembali memukuli kalian atau tulang - tulang kalian akan patah kalau tetap disini . " ucap Bian dengan suara dinginnya
Wilona dan teman - temannya yang merasakan aura mencekam keluar dari tubuh mereka pun merinding dan hanya bisa pergi dari sana sebelum itu semua terjadi. tapi sebelum Sasa keluar dari ruang kelas itu, ia pun berucap
" Ingat ini Xena, setelah kau sampai di rumah kau akan habis di tangan papah. aku akan mengadukan mu karna berteman dengan berandalan macam dia. " tunjuk Sasa pada Aurora dan setelahnya ia pun pergi dari sana
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 210 Episodes
Comments
Eric ardy Yahya
pantas saja Sasa lemah , ternyata dimanja sejak kecil . udah lemah sok cantik lagi , kuharap sih Sasa dan Wilona yang pertama kali akan mendapat penderitaan
2024-02-06
1
Lindaaja Linda
Sok berani Wilona mau berkuasa dikampus hanya karena orang tuanya mensnam saham pada kampus yang miliknya kakek dan neneknya Aurora kalau tak malu kalau Wilona yang akan dikeluarkan dari kampus kalau siapa sebenarnya Aurora
2023-10-31
2
Metro Kdw
sok sok an dia
2023-10-26
1