" Sudah - sudah, kamu diam Merlin. dan silahkan nona Aurora duduk di bangku kosong yang ada di pojokan dekat jendela itu. karna pelajaran akan segera di mulai " ucap dosen tersebut
Tanpa menjawab perkataan sang dosen, Aurora pun langsung berjalan ke arah tempat duduk yang di tunjuk dosen tadi. selama pelajaran berlangsung Aurora sama sekali tidak memperhatikan apa yang sedang di terangkan oleh dosen yang ada di depannya. meski begitu, ia masih bisa mendengar apa yang sedang di ajarkan oleh dosen itu
Karna sebenarnya, Aurora sudah lulus kuliah di negara ia tinggal dulu. hanya saja ia merahasiakannya dari semua orang termasuk ayahnya. ia hanya ingin mengisi waktu luangnya saja sehingga ia berpikir untuk mengikuti kuliah lagi
tidak lama, pelajaran mereka pun selesai dan beberapa orang berhamburan keluar untuk pergi ke kantin atau yang lainnya. namun tidak dengan Aurora yang masih setia dengan posisi duduknya yang tetap memandang jauh keluar jendela kaca itu. sampai akhirnya beberapa orang mahasiswa atau mahasiswi pun mendekat ke arahnya
" Hai Aurora, boleh kenalan gak? " ucap salah satu gadis di antara mereka dan Aurora pun menganggukkan kepalanya saja sambil melihat ke arah mereka
" Boleh kita duduk di sini? tanya seorang laki - laki di antara mereka
" Silahkan saja. " sahut Aurora dengan acuh tak acuh
Setelah mereka berlima duduk di posisi masing - masih. mereka mulai memperkenalkan dirinya pada Aurora
" Namaku Cecilia Aster Abigail. kau bisa memanggilku Cecil." ucap Cecilia yang duduk di depan Aurora
" Kalo namaku Kania Elfira Zanette. panggil saja aku Kania. " ucap Kania dengan senyum yang mengembang
" Dan aku Xena fransisca. panggil aku Xena saja. " ucap Xena yang duduk di sebelah kanan Aurora
" Aku David Narendra. Panggil aku David saja. " ucap laki laki yang berdiri di samping Kania
" Kalo aku, Fabian Kavindra Abigail, panggil Bian saja. dan aku saudara kembar dari Cecilia atau kakak kandungnya. ucap Laki - laki satunya lagi
" Jadi bagaimana Ra, apa kamu mau bersahabat dengan kami berlima. " ucap Xena sambil memandang ke arah dirinya
Ketika mendengar perkataan Xena, Aurora sedikit terkejut karena mereka mau menjadikan dirinya salah satu sahabatnya mereka. padahal mereka tidak tau dengan identitas Aurora yang sebenarnya
Meski sifatnya dingin dan terlalu acuh pada sekitanya. tapi sebenarnya, Aurora adalah seorang gadis yang hangat dan ceria sebelum semua peristiwa naas itu terjadi.
Aurora berpikir, sebaiknya ia tidak menerima tawaran persahabatan tersebut. akan lebih baik ia sendiri karna sudah malas di hianati oleh orang terdekatnya dan fokus pada rencana balas dendamnya
Tapi saat ia akan menjawabnya, Aurora melihat keseriusan dan harapan di mata mereka berlima. dan akhirnya Aurora pun hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban atas permintaan mereka pada dirinya. dari pada menolak dan mematahkan harapan mereka
" Kalau kalian merasa nyaman berteman dengan ku silahkan saja. tapi jika ada yang berkhianat di belakang ku hati - hati saja untuk kalian. " ucap Aurora dengan tatapan tajam yang ia tujukan pada mereka
" Kalau begitu, sekarang kita sahabat yei. " ucap Kania dengan hebohnya
Setelah acara perkenalan selesai mereka pun mengajak Aurora untuk ikut ke kantin kampus. dan ajakan mereka di setujui oleh Aurora. mereka berenam pun akhirnya mulai berjalan keluar kelas dan melangkah menuju kantin kampus
Sesampainya mereka di kantin, mereka langsung mencari tempat yang kosong setelahnya mereka pun duduk. kecuali Bian dan David yang pergi untuk memesan makanan dan minuman untuk mereka. tidak lama kemudian mereka berdua pun datang sambil membawa banyak makanan dan minuman.
" Kenapa kalian banyak sekali memesan makanan ini? tanya Aurora pada David dan Bian
" Karna Kania suka sekali makan banyak Ra, jadi kami selalu membeli makanan yang cukup banyak. " ucap Xena menjelaskan pada Aurora
" iya benar Ra, Kania ini perutnya sudah seperti gentong penyimpanan air yang dapat menampung air yang banyak Ra. " ucap David dan mereka semua tertawa kecuali Aurora yang hanya tersenyum saja, sedangkan Kania hanya mengerucutkan bibirnya
Setelahnya, mereka pun mulai memakan makanan mereka sambil sesekali berbincang meskipun Aurora hanya menanggapinya dengan jawaban yang singkat. mereka mulai memahami pelan - pelan sifat Aurora yang dingin dan acuh tak acuh, tapi itu tidak jadi penghalang untuk mereka semua
Itu hiburan tersendiri bagi Aurora ketika melihat tingkah mereka berlima. Cecil yang cerewet, jail, dan blak - blakkan. Fira yang lembut, penyabar dan sedikit Lola, Xena yang galak dan tegas. Fabian yang irit bicara, judes, dan sedikit dingin. dan terakhir David laki - laki narsis dengan tingkat kepedean nya yang terlalu tinggi. tapi mereka juga kadang bertengkar dan kembali akrab seperti biasanya
Mereka sangat menikmati waktu mereka di kantin dengan bercanda dan tertawa bersama. tanpa Aurora sadari seulas senyum tipis terbit di bibirnya itu
Sesungguhnya, ia sangat merindukan momen - momen seperti ini bersama orang terdekatnya dulu. tapi selalu ia tutupi dengan sifat dinginnya dan mulai menutup hatinya untuk orang lain masuk ke kehidupannya
Tapi mungkin tidak lama lagi, ia akan merasa nyaman dengan pertemanan ini. karna Cecil dan yang lainnya adalah orang kedua yang dapat masuk dalam hidupnya tanpa harus berjuang keras untuk mendapatkan perhatian dari Aurora. karna Aurora merasa mereka sama dengannya
Saat sedang menikmati waktunya yang tidak lama lagi. mereka di kejutkan oleh seseorang yang menggebrak meja mereka
Brakk ....
" Heh anak baru, berani sekali kau mencari perhatian semua orang yang ada di kampus ini hah! " Bentak seorang gadis pada Aurora
Aurora hanya menatapnya datar dan setelah itu Aurora tetap melanjutkan makannya dengan santai. tapi tidak dengan Cecil dan Kania yang ketakutan melihat gerombolan gadis di depan mereka.
Mereka yang merasa di acuhkan oleh Aurora pun merasa geram dan langsung mendekati Aurora dan ingin menampar pipi Aurora. tapi sebelum itu terjadi, Aurora sudah lebih dulu menangkap tangan gadis itu lalu menghempaskan nya dengan kasar dan menatapnya dengan tajam
Gadis yang bernama Wilona itu pun merasa ketakutan hanya dengan melihat tatapan itu saja . Tapi ia tetap memberanikan diri untuk mempermalukan Aurora di depan semua orang yang ada di kampus ini
" Ka...kau hanya gadis beasiswa yang beruntung di terima di kampus ini. jadi jangan banyak tingkah disini. " ucap Wilona dengan suara gugupnya
" Memangnya kenapa, kalau aku mendapatkan beasiswa? " tanya Aurora dengan penuh penekanan di setiap katanya
" Kau hanya gadis beasiswa tapi sombong sekali. Wil dia bagus buat bahan bully kita karna dia sudah berani merebut perhatian semua orang yang seharusnya di tujukan untukmu. " ucap gadis lainnya yang ada di gerombolan itu
" Benar juga kau sa. kau, gadis beasiswa lebih baik sekarang kau bayarkan semua makananku dan teman - temanku. " Ucap Wilona dengan tatapan angkuhnya
Aurora hanya menatapnya dengan datar dan setelah itu, ia pun berkata
" Apa kau miskin? sepertinya tidak. pakaian yang kau pakai semua dari merek terkenal. " tanya Aurora pada Wilona
Dukung karya author terus ya, biar makin semangat updatenya. jangan lupa klik like dan yang lainnya yah. Terimakasih dan sekian 🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 210 Episodes
Comments
Deni permana
aku suka perempuan tangguh kya gini mantaap thor ,,semangat aku baca nya/Drool//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Ok/
2024-02-17
4
Lindaaja Linda
tantang terus Aurora jangan mau ditindas oleh Wilona songong yang sok berkuasa jika perlu singkirkan dia dari kesombongannya itu
2023-10-31
0