Penyesalan Sang Opa

Aurora pun sampai di mansion nya dan langsung di sambut oleh sepasang paruh baya itu di depan pintu mansion dengan tatapan khawatir yang terlihat jelas di matanya

" kenapa jam segini baru pulang sayang, panggilan Oma juga tidak ada yang di angkat sama kamu nak? tanya Oma pada Aurora dengan ekspresi paniknya

Aurora yang melihat kekhawatiran itu pun tidak sadar jika ia meneteskan air matanya

" Sayang, kamu kenapa menangis. bilang sama Oma siapa yang membuatmu menangis seperti ini. " ucap Omanya dengan aura mencekam dan langsung menghapus air mata yang menetes di pipi sang cucu

" Aku tidak apa - apa Oma, Aurora hanya merasa terharu saja. karna semenjak ayah membawa wanita itu setelah ibu meninggal, tidak pernah ada lagi yang mengkhawatirkan ku seperti ini Oma. " ucap Aurora dengan sedikit tersenyum

" maaf kan kami sayang, mulai sekarang kamu punya Oma sama Opa nak. kalo ada yang kamu butuhkan bilang pada kami oke. ayo sekarang kita masuk sayang, di luar dingin. " ucap omanya

Sedangkan Opa yang mendengar perkataannya sang cucu pun mengepalkan tangannya dan merasa marah dengan kelakuan keluarga biadab itu. ia pun ikut berjalan masuk sambil bergumam

" aku janji akan membuat cucuku menjadi pemimpin yang paling di takuti dan di hormati. dan tentunya nya menjadi bumerang untuk kalian suatu saat nanti. dan jangan pernah mengharapkan belas kasih dari cucuku, Antonius. " ucap sang opa dalam hati

" Ya sudah berhentilah menangis sayang, calon pewaris masa cengeng sih. " ucap Opa berniat untuk menghibur sang cucu

" Em, aku janji gak akan nangis lagi opa. " ucap Aurora dengan tegas dan opa pun hanya mengangguk

" Kamu sudah makan sayang. " tanya Omanya

" Masih kenyang Oma, aku mau langsung ke kamar saja Oma. Aurora udah gerah banget ini badannya. " ucap Aurora

" Baiklah sayang, naiklah ke kamarmu dan istirahat yang cukup ya sayang. " ucap Oma sambil mencium kening Aurora dan lanjut di peluk Opanya

Setelah Aurora sudah tidak kelihatan lagi, mereka berdua pun juga ikut masuk ke dalam kamarnya

Aurora pun sampai di kamarnya dan melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. selang beberapa menit, ia pun selesai dengan ritual mandinya dan segera menuju ke walk in closet yang ada di kamar itu.

Setelah selesai memakai baju ia segera keluar kamar dan menuju dapur untuk membuat kopi susu kesukaannya dan membawa beberapa cemilan ke kamarnya. setelah selesai membuat kopi susu kesukaannya, ia pun kembali melangkah menuju kamarnya.

Aurora pun memasuki kamarnya dan menuju balkon kamar untuk menikmati semilir angin malam. ia duduk di kursi yang sudah ada di balkon itu sambil memandang jauh ke atas langit yang terlihat banyak bintang di sana

" Bu, Aurora kangen, kangen sama pelukanmu ibu. " ucap Aurora dengan tatapan sendu

Selang tiga puluh menit berlalu, setelah di rasa perasaannya cukup membaik ia pun berjalan masuk menuju tempat tidurnya. karna angin malam mulai menembus kulit putihnya.

Aurora pun merebahkan tubuh lelahnya di atas kasur dan mulai tertidur dengan nyenyak

Sedangkan di bawah sana, tepatnya lantai dasar bagian taman terdapat sang opa yang sedang duduk di sana dan melihat cucunya yang keluar kamar lalu duduk di bangku yang ada di balkon. pergerakan cucunya selalu ia perhatikan dengan baik, dari awal cucunya keluar dari kamar dan masuk kembali ke kamarnya ia mendengar apa yang di katakan oleh cucunya. sebenarnya ia sudah masuk ke kamarnya bersama sang istri, tapi ia tidak bisa tidur dan berjalan keluar untuk menghirup udara malam yang ada di taman itu

Sang opa menyesal karna dirinya dulu terlambat untuk datang menjemput anak beserta cucunya itu. Opa merasa gagal menjadi seorang ayah dan juga seorang kakek untuk melindungi mereka

" Alexa, maafkan Daddy sayang, karna Daddy telat untuk menemukan mu. seandainya tidak, kau pasti berada disini berkumpul bersama kami sayang. " ucap Opa dengan meneteskan air matanya

" Daddy janji sayang, akan menjaga putrimu dan membahagiakannya semampu yang Daddy bisa. Daddy akan mendidiknya agar ia bisa menjadi pemimpin yang hebat seperti dirimu semasa kamu hidup sayang. " Lanjut sang Opa

" Daddy kangen kamu nak, boleh tidak kamu datang ke mimpi Daddy Lexa sekali saja sayang. Opa ingin melihat wajah dan senyum cantikmu nak. " ucap sang opa yang semakin terisak

Setelah di rasa cukup baikan dengan perasaannya sendiri, sang Opa pun masuk ke dalam mansion dan menuju ke kamarnya untuk beristirahat. karna malam semakin larut dan angin tidak baik untuk tubuh renta nya

Sedangkan para Mafioso yang ada di sekitar Opanya merasa kasian melihat ketua mereka seperti itu. mereka sudah sering melihat ketua mereka selalu datang dan duduk di taman ini hanya karna merindukan mendiang anaknya. mereka hanya bisa berdoa yang terbaik untuk kebahagiaan semua keluarga ketua mereka termasuk nona nya

Waktu terus berjalan hingga sang matahari pun diam - diam masuk melalui celah kaca jendela. membangunkan seorang gadis yang sedang terlelap dalam mimpinya. gadis itu pun bangun dari tidurnya dan melangkah menuju kamar mandi, siapa lagi kalo bukan Aurora

Aurora pun memulai ritual mandinya. selang beberapa menit , ia pun selesai dan segera menuju ke walk in closet untuk memilih pakaian mana yang akan ia kenakan di hari pertama masuk kuliah

Setelah memakai pakaian yang ia rasa cocok, Aurora pun segera keluar kamar dan turun ke lantai dasar menggunakan lift. di meja makan sudah ada sepasang paruh baya yang sedang menunggu Aurora dengan sabar

" Kau cantik sekali seperti ibumu sayang. " ucap Oma dan di setujui oleh sang Opa

" Duduklah sayang, dan makanlah terlebih dahulu sebelum memulai harimu. " ucap sang Oma sambil mengambilkan makanan untuk Aurora

" Baik Oma. " ucap Aurora dan ia pun memakan sarapan paginya dengan mood yang sangat baik

Setelah beberapa menit sarapan pun telah selesai, sebelum Aurora beranjak dari kursinya sang opa lebih dulu berkata

" Mulai sekarang marga mu adalah Aurora Lexa Anderson Smith sayang. semua surat - surat yang terkait namamu sudah opa bereskan. jika ada yang tanya siapa marga mu jawab saja seusai yang opa katakan barusan nak. " ucap Opa dengan memandang wajah cantik cucunya

" Terimakasih Opa, tapi aku ingin semua orang tidak ada yang tahu dengan identitas ku. aku tidak ingin di manfaatkan oleh mereka dan juga agar aku bisa tahu mana kawan dan mana lawan." ucap Aurora dengan tegas

" Baiklah terserah mu saja sayang, oh iya sepulang kuliah kamu akan mulai belajar dengan Ken, paman Marko dan lainnya oke. " lanjut opa memberi tahu sang cucu

" Baik Opa, aku mengerti. aku pergi dulu Opa Oma. " pamit Aurora sambil berdiri dari kursinya dan melangkah pergi

" Jaga diri baik - baik sayang, kalo ada apa - apa hubungi kami nak. " ucap Oma pada sang cucu dan Aurora pun hanya menganggukkan kepalanya saja dan segera pergi

Terpopuler

Comments

Lindaaja Linda

Lindaaja Linda

semangat Aurora

2023-10-30

1

hani chaq

hani chaq

emang di negara K ada kang somay ya

2023-09-19

0

DARU YOGA PRADANA

DARU YOGA PRADANA

Senang baca cerita ini!

2023-07-22

3

lihat semua
Episodes
1 Fakta Yang Sesungguhnya (REVISI)
2 Di Usir Dari Rumah (REVISI)
3 Tentang Ibu
4 Bertemu Dengan Kakek Dan Nenekku
5 Masa Lalu Dari Sang Ibu
6 Identitas Asli Dari Ibuku
7 Hari Esok Untuk Aurora
8 Para Preman Pengganggu
9 Penyesalan Sang Opa
10 Hari Pertama Untuk Aurora Di University
11 Mendapatkan Teman Baru
12 Memberi Pelajaran Pada Gadis Sombong
13 Masalah Xena
14 Keributan Di Rumah Xena
15 Memberi Pelajaran Pada Keluarga Xena
16 Xena Keluar Dari Rumah
17 Tinggal Di Panti
18 Sengketa Tanah Panti
19 Bertemu Wanita Gila Lagi
20 Rencana Membeli Sebuah Mansion
21 Perusahaan AL GROUP
22 Drama Perusahaan
23 Akhir Dari Wanita Gila
24 Mempelajari Semua Tentang Perusahaan
25 Seluk Beluk Awal Perusahaan Di Bangun
26 Rencana Pergi Ke Markas Besar
27 Memenuhi Tantangan Dari Opa
28 Ruang tersembunyi
29 Resmi Jadi Pemimpin Mafia
30 Tatto Serigala
31 Pagi Yang Cerah Untuk Aurora
32 Pria Bodoh
33 Berita Kematian Yang Di Palsukan
34 Sekelompok Lalat Kecil
35 Akhir Dari Para Pengganggu
36 Pengenalan Tokoh
37 Pemilik Baru Perusahaan Al Group
38 Tingkah Absurd Opa Damian
39 Lagi Lagi Wilona
40 Kedatangan Yang Di Tunggu
41 Naura Eveline
42 Persahabatan Yang Tulus
43 Menikmati Senja Sore Bersama Bian
44 Satu Keluarga Tidak Tahu Malu
45 Kegaduhan Di Panti
46 Menyadarkan Caca, Dia Terlalu Bodoh
47 Takdir Caca
48 Mengambil Lagi Apa Yang Menjadi Hak Nya
49 Takdir akhir Dari Keluarga Itu
50 Obrolan Tentang Mansion
51 Rencana Pergi Ke perusahaan Opa Damian
52 Menu Sarapan Yang Sederhana
53 Perdebatan Kecil
54 Perusahaan Opa
55 Damian John Smith
56 Kesempatan Untuk Kiara
57 CEO Baru Di Perusahaan DS Groups
58 Residence AL Smith
59 Kedai Es Krim
60 Pria Bodoh Itu Datang Lagi
61 Delvin Robertson
62 Menjemput Anak - Anak Panti
63 Pindah Ke Mansion
64 Pengaturan Mansion
65 Markas Mafia Werewolf
66 Kau Jual, Aku Beli. Delvin!
67 Memulai Penyerangan
68 Membabat Habis Mafia Tiger
69 Akhir Dari Mafia Tiger
70 Hadiah Spesial Untuk Sasa
71 Rencana Awal Balas Dendam
72 Perusahaan Light Company
73 Meretas Perusahaan Light Company
74 Mari Kita Mulai, Mahendra!
75 Ancaman Untuk Keluarga Sean
76 Keputusan Sean
77 Aksi Kejar - Kejaran
78 Makan Malam
79 Menyusup
80 Sudah Saatnya
81 Pernyataan Aurora
82 Persetujuan Kerjasama
83 Rencana Pergi Ke Negara A
84 Aku Kembali, Antonius!
85 Penyamaran Aurora
86 Racun
87 Kecerobohan Delano
88 Ancaman Untuk Keysa
89 Amarah Antonius
90 Membawa Marianna Ke Markas
91 Membahagiakan Para Sahabatnya
92 Serangan Mendadak Untuk Aurora
93 Akhir Dari Musuhnya
94 Akhir Hidup Marianna
95 Kekacauan Di Rumah Sakit
96 Kabar Buruk Untuk Antonius
97 Kemarahan Antonius
98 Rasa Penasaran
99 Perusahaan Antonius Berpindah Tangan
100 Berita Buruk
101 Ruang Pertemuan
102 Perdebatan Di Ruang Pertemuan
103 Kejutan Baru
104 Di Usir Dengan Paksa
105 Pergi Dari Mansion
106 Berita Penyerangan
107 Serangan Mafia Black
108 Menikmati Waktu Santai
109 Pengganggu
110 Tatapan Kagum
111 Perusahaan Almas
112 Hilangnya Aurora
113 Pencarian Aurora
114 Rasa Kecewa Aurora
115 Menemukan Lokasi Aurora
116 Perasaan Hangat
117 Awal mula
118 Beberapa Informasi
119 Bersikap Tenang
120 Aksi Dari Para Anggota Mafia Werewolf
121 Kenyataan Pahit
122 Menikmati Waktu Santai
123 Musuh Pengganggu
124 Markas Werewolf
125 Siksaan Untuk Antonius (REVISI)
126 Kematian Delano
127 Akhir Dari Rasa Dendamnya
128 Perdebatan Kecil Si Kembar
129 Rasa Sayang Untuk Aurora
130 Kebersamaan Aurora Dan Saga
131 Makan Malam
132 Seperti Orang Gila
133 Rumah Sakit
134 Perkelahian Antara Aurora dan Sasa
135 Butik
136 Perusahaan Al Groups
137 Rencana Busuk Sasa
138 Kampus ( REVISI )
139 Kedatangan Musuh
140 Aksi Nekat Aurora
141 Lagi - Lagi Kania
142 Bermimpi bertemu dengan Ibu
143 Kebersamaan Kita
144 Menyerang Markas Mawar Hitam
145 Berduel Dengan Rose
146 Masalah Baru
147 Mencari Bukti Kejahatan Keluarga Xena
148 Membeli Saham Perusahaan Dirgantara
149 Kemarahan Jason
150 Mendatangi Perusahaan Dirgantara
151 Akhir Dari Jason Dan Keluarganya
152 Makan Malam Bersama Delvin
153 Kabar Buruk
154 Menuju Markas Werewolf
155 Serangan Untuk Para musuhnya
156 Ruang Pertemuan
157 Membawa Si Kembar Kembali Ke Mansion
158 Berencana Menemui Si Kembar
159 Mengintrogasi Si Kembar
160 Masa Lalu Dari Si Kembar (1)
161 Masa Lalu Si Kembar (2)
162 Keributan Di Pagi Hari
163 Akhir Dari Wanita Sombong
164 Pelelangan (1)
165 Pelelangan (2)
166 Canda Tawa
167 Naura Ngambek! ( Revisi )
168 Fakta Yang Sebenarnya ( Revisi )
169 Makan Malam Di Mansion Alan ( Revisi )
170 Umpan Untuk Alan
171 Menyusun Rencana
172 Pria Gila
173 Jebakan Untuk Alan Dan Ibunya
174 Mulai Menyerang Markas Jun Shinji
175 Penyerangan Di Markas Jun Shinji
176 Membawa Jun Shinji Ke Markas Werewolf
177 Memberi Kejutan Untuk Di Kembar
178 Pengobatan Untuk Ayah Si Kembar
179 Menyembuhkan Paman Rendra
180 Melihat Sebuah Drama Keluarga
181 Akhir Dari Musuh Si Kembar
182 Hari Bahagia Untuk Pasangan Baru
183 Pertemuan Kania Dengan Pria Asing
184 Canda Tawa Di Pagi Hari
185 Keluarga kania
186 Angeline Sadar
187 Bertemu Dengan Kania
188 SiKap Diam Kania Yang Tiba - Tiba
189 Kejadian Yang Menimpa Kania
190 Tingkah Jahil Naura
191 Pertemuan Kania Dan Kedua Orang Tuanya
192 Hidup Dengan Keluarga Classter
193 Perdebatan Keluarga Classter
194 Pergi Bersama Angel
195 Kania Dalam Bahaya
196 Menyelamatkan Kania
197 Pencarian Aurora
198 Pria Misterius
199 Berita Buruk Untuk Para Sahabat Aurora
200 Aurora Sadar
201 Ada Apa Dengan Perasaan Aurora
202 Jalan - Jalan Di Sekitar Mansion
203 Jati Diri Kevin
204 Penjelasan Kevin
205 Kabar Buruk Setelah Sampai Di Mansion
206 PENGUMUMAN
207 Kondisi Oma Elena
208 Resmi Menjadi Sepasang Kekasih
209 Kebahagiaan Kevin
210 Amukan Aurora
Episodes

Updated 210 Episodes

1
Fakta Yang Sesungguhnya (REVISI)
2
Di Usir Dari Rumah (REVISI)
3
Tentang Ibu
4
Bertemu Dengan Kakek Dan Nenekku
5
Masa Lalu Dari Sang Ibu
6
Identitas Asli Dari Ibuku
7
Hari Esok Untuk Aurora
8
Para Preman Pengganggu
9
Penyesalan Sang Opa
10
Hari Pertama Untuk Aurora Di University
11
Mendapatkan Teman Baru
12
Memberi Pelajaran Pada Gadis Sombong
13
Masalah Xena
14
Keributan Di Rumah Xena
15
Memberi Pelajaran Pada Keluarga Xena
16
Xena Keluar Dari Rumah
17
Tinggal Di Panti
18
Sengketa Tanah Panti
19
Bertemu Wanita Gila Lagi
20
Rencana Membeli Sebuah Mansion
21
Perusahaan AL GROUP
22
Drama Perusahaan
23
Akhir Dari Wanita Gila
24
Mempelajari Semua Tentang Perusahaan
25
Seluk Beluk Awal Perusahaan Di Bangun
26
Rencana Pergi Ke Markas Besar
27
Memenuhi Tantangan Dari Opa
28
Ruang tersembunyi
29
Resmi Jadi Pemimpin Mafia
30
Tatto Serigala
31
Pagi Yang Cerah Untuk Aurora
32
Pria Bodoh
33
Berita Kematian Yang Di Palsukan
34
Sekelompok Lalat Kecil
35
Akhir Dari Para Pengganggu
36
Pengenalan Tokoh
37
Pemilik Baru Perusahaan Al Group
38
Tingkah Absurd Opa Damian
39
Lagi Lagi Wilona
40
Kedatangan Yang Di Tunggu
41
Naura Eveline
42
Persahabatan Yang Tulus
43
Menikmati Senja Sore Bersama Bian
44
Satu Keluarga Tidak Tahu Malu
45
Kegaduhan Di Panti
46
Menyadarkan Caca, Dia Terlalu Bodoh
47
Takdir Caca
48
Mengambil Lagi Apa Yang Menjadi Hak Nya
49
Takdir akhir Dari Keluarga Itu
50
Obrolan Tentang Mansion
51
Rencana Pergi Ke perusahaan Opa Damian
52
Menu Sarapan Yang Sederhana
53
Perdebatan Kecil
54
Perusahaan Opa
55
Damian John Smith
56
Kesempatan Untuk Kiara
57
CEO Baru Di Perusahaan DS Groups
58
Residence AL Smith
59
Kedai Es Krim
60
Pria Bodoh Itu Datang Lagi
61
Delvin Robertson
62
Menjemput Anak - Anak Panti
63
Pindah Ke Mansion
64
Pengaturan Mansion
65
Markas Mafia Werewolf
66
Kau Jual, Aku Beli. Delvin!
67
Memulai Penyerangan
68
Membabat Habis Mafia Tiger
69
Akhir Dari Mafia Tiger
70
Hadiah Spesial Untuk Sasa
71
Rencana Awal Balas Dendam
72
Perusahaan Light Company
73
Meretas Perusahaan Light Company
74
Mari Kita Mulai, Mahendra!
75
Ancaman Untuk Keluarga Sean
76
Keputusan Sean
77
Aksi Kejar - Kejaran
78
Makan Malam
79
Menyusup
80
Sudah Saatnya
81
Pernyataan Aurora
82
Persetujuan Kerjasama
83
Rencana Pergi Ke Negara A
84
Aku Kembali, Antonius!
85
Penyamaran Aurora
86
Racun
87
Kecerobohan Delano
88
Ancaman Untuk Keysa
89
Amarah Antonius
90
Membawa Marianna Ke Markas
91
Membahagiakan Para Sahabatnya
92
Serangan Mendadak Untuk Aurora
93
Akhir Dari Musuhnya
94
Akhir Hidup Marianna
95
Kekacauan Di Rumah Sakit
96
Kabar Buruk Untuk Antonius
97
Kemarahan Antonius
98
Rasa Penasaran
99
Perusahaan Antonius Berpindah Tangan
100
Berita Buruk
101
Ruang Pertemuan
102
Perdebatan Di Ruang Pertemuan
103
Kejutan Baru
104
Di Usir Dengan Paksa
105
Pergi Dari Mansion
106
Berita Penyerangan
107
Serangan Mafia Black
108
Menikmati Waktu Santai
109
Pengganggu
110
Tatapan Kagum
111
Perusahaan Almas
112
Hilangnya Aurora
113
Pencarian Aurora
114
Rasa Kecewa Aurora
115
Menemukan Lokasi Aurora
116
Perasaan Hangat
117
Awal mula
118
Beberapa Informasi
119
Bersikap Tenang
120
Aksi Dari Para Anggota Mafia Werewolf
121
Kenyataan Pahit
122
Menikmati Waktu Santai
123
Musuh Pengganggu
124
Markas Werewolf
125
Siksaan Untuk Antonius (REVISI)
126
Kematian Delano
127
Akhir Dari Rasa Dendamnya
128
Perdebatan Kecil Si Kembar
129
Rasa Sayang Untuk Aurora
130
Kebersamaan Aurora Dan Saga
131
Makan Malam
132
Seperti Orang Gila
133
Rumah Sakit
134
Perkelahian Antara Aurora dan Sasa
135
Butik
136
Perusahaan Al Groups
137
Rencana Busuk Sasa
138
Kampus ( REVISI )
139
Kedatangan Musuh
140
Aksi Nekat Aurora
141
Lagi - Lagi Kania
142
Bermimpi bertemu dengan Ibu
143
Kebersamaan Kita
144
Menyerang Markas Mawar Hitam
145
Berduel Dengan Rose
146
Masalah Baru
147
Mencari Bukti Kejahatan Keluarga Xena
148
Membeli Saham Perusahaan Dirgantara
149
Kemarahan Jason
150
Mendatangi Perusahaan Dirgantara
151
Akhir Dari Jason Dan Keluarganya
152
Makan Malam Bersama Delvin
153
Kabar Buruk
154
Menuju Markas Werewolf
155
Serangan Untuk Para musuhnya
156
Ruang Pertemuan
157
Membawa Si Kembar Kembali Ke Mansion
158
Berencana Menemui Si Kembar
159
Mengintrogasi Si Kembar
160
Masa Lalu Dari Si Kembar (1)
161
Masa Lalu Si Kembar (2)
162
Keributan Di Pagi Hari
163
Akhir Dari Wanita Sombong
164
Pelelangan (1)
165
Pelelangan (2)
166
Canda Tawa
167
Naura Ngambek! ( Revisi )
168
Fakta Yang Sebenarnya ( Revisi )
169
Makan Malam Di Mansion Alan ( Revisi )
170
Umpan Untuk Alan
171
Menyusun Rencana
172
Pria Gila
173
Jebakan Untuk Alan Dan Ibunya
174
Mulai Menyerang Markas Jun Shinji
175
Penyerangan Di Markas Jun Shinji
176
Membawa Jun Shinji Ke Markas Werewolf
177
Memberi Kejutan Untuk Di Kembar
178
Pengobatan Untuk Ayah Si Kembar
179
Menyembuhkan Paman Rendra
180
Melihat Sebuah Drama Keluarga
181
Akhir Dari Musuh Si Kembar
182
Hari Bahagia Untuk Pasangan Baru
183
Pertemuan Kania Dengan Pria Asing
184
Canda Tawa Di Pagi Hari
185
Keluarga kania
186
Angeline Sadar
187
Bertemu Dengan Kania
188
SiKap Diam Kania Yang Tiba - Tiba
189
Kejadian Yang Menimpa Kania
190
Tingkah Jahil Naura
191
Pertemuan Kania Dan Kedua Orang Tuanya
192
Hidup Dengan Keluarga Classter
193
Perdebatan Keluarga Classter
194
Pergi Bersama Angel
195
Kania Dalam Bahaya
196
Menyelamatkan Kania
197
Pencarian Aurora
198
Pria Misterius
199
Berita Buruk Untuk Para Sahabat Aurora
200
Aurora Sadar
201
Ada Apa Dengan Perasaan Aurora
202
Jalan - Jalan Di Sekitar Mansion
203
Jati Diri Kevin
204
Penjelasan Kevin
205
Kabar Buruk Setelah Sampai Di Mansion
206
PENGUMUMAN
207
Kondisi Oma Elena
208
Resmi Menjadi Sepasang Kekasih
209
Kebahagiaan Kevin
210
Amukan Aurora

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!