Aurora pun sampai di mansion nya dan langsung di sambut oleh sepasang paruh baya itu di depan pintu mansion dengan tatapan khawatir yang terlihat jelas di matanya
" kenapa jam segini baru pulang sayang, panggilan Oma juga tidak ada yang di angkat sama kamu nak? tanya Oma pada Aurora dengan ekspresi paniknya
Aurora yang melihat kekhawatiran itu pun tidak sadar jika ia meneteskan air matanya
" Sayang, kamu kenapa menangis. bilang sama Oma siapa yang membuatmu menangis seperti ini. " ucap Omanya dengan aura mencekam dan langsung menghapus air mata yang menetes di pipi sang cucu
" Aku tidak apa - apa Oma, Aurora hanya merasa terharu saja. karna semenjak ayah membawa wanita itu setelah ibu meninggal, tidak pernah ada lagi yang mengkhawatirkan ku seperti ini Oma. " ucap Aurora dengan sedikit tersenyum
" maaf kan kami sayang, mulai sekarang kamu punya Oma sama Opa nak. kalo ada yang kamu butuhkan bilang pada kami oke. ayo sekarang kita masuk sayang, di luar dingin. " ucap omanya
Sedangkan Opa yang mendengar perkataannya sang cucu pun mengepalkan tangannya dan merasa marah dengan kelakuan keluarga biadab itu. ia pun ikut berjalan masuk sambil bergumam
" aku janji akan membuat cucuku menjadi pemimpin yang paling di takuti dan di hormati. dan tentunya nya menjadi bumerang untuk kalian suatu saat nanti. dan jangan pernah mengharapkan belas kasih dari cucuku, Antonius. " ucap sang opa dalam hati
" Ya sudah berhentilah menangis sayang, calon pewaris masa cengeng sih. " ucap Opa berniat untuk menghibur sang cucu
" Em, aku janji gak akan nangis lagi opa. " ucap Aurora dengan tegas dan opa pun hanya mengangguk
" Kamu sudah makan sayang. " tanya Omanya
" Masih kenyang Oma, aku mau langsung ke kamar saja Oma. Aurora udah gerah banget ini badannya. " ucap Aurora
" Baiklah sayang, naiklah ke kamarmu dan istirahat yang cukup ya sayang. " ucap Oma sambil mencium kening Aurora dan lanjut di peluk Opanya
Setelah Aurora sudah tidak kelihatan lagi, mereka berdua pun juga ikut masuk ke dalam kamarnya
Aurora pun sampai di kamarnya dan melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. selang beberapa menit, ia pun selesai dengan ritual mandinya dan segera menuju ke walk in closet yang ada di kamar itu.
Setelah selesai memakai baju ia segera keluar kamar dan menuju dapur untuk membuat kopi susu kesukaannya dan membawa beberapa cemilan ke kamarnya. setelah selesai membuat kopi susu kesukaannya, ia pun kembali melangkah menuju kamarnya.
Aurora pun memasuki kamarnya dan menuju balkon kamar untuk menikmati semilir angin malam. ia duduk di kursi yang sudah ada di balkon itu sambil memandang jauh ke atas langit yang terlihat banyak bintang di sana
" Bu, Aurora kangen, kangen sama pelukanmu ibu. " ucap Aurora dengan tatapan sendu
Selang tiga puluh menit berlalu, setelah di rasa perasaannya cukup membaik ia pun berjalan masuk menuju tempat tidurnya. karna angin malam mulai menembus kulit putihnya.
Aurora pun merebahkan tubuh lelahnya di atas kasur dan mulai tertidur dengan nyenyak
Sedangkan di bawah sana, tepatnya lantai dasar bagian taman terdapat sang opa yang sedang duduk di sana dan melihat cucunya yang keluar kamar lalu duduk di bangku yang ada di balkon. pergerakan cucunya selalu ia perhatikan dengan baik, dari awal cucunya keluar dari kamar dan masuk kembali ke kamarnya ia mendengar apa yang di katakan oleh cucunya. sebenarnya ia sudah masuk ke kamarnya bersama sang istri, tapi ia tidak bisa tidur dan berjalan keluar untuk menghirup udara malam yang ada di taman itu
Sang opa menyesal karna dirinya dulu terlambat untuk datang menjemput anak beserta cucunya itu. Opa merasa gagal menjadi seorang ayah dan juga seorang kakek untuk melindungi mereka
" Alexa, maafkan Daddy sayang, karna Daddy telat untuk menemukan mu. seandainya tidak, kau pasti berada disini berkumpul bersama kami sayang. " ucap Opa dengan meneteskan air matanya
" Daddy janji sayang, akan menjaga putrimu dan membahagiakannya semampu yang Daddy bisa. Daddy akan mendidiknya agar ia bisa menjadi pemimpin yang hebat seperti dirimu semasa kamu hidup sayang. " Lanjut sang Opa
" Daddy kangen kamu nak, boleh tidak kamu datang ke mimpi Daddy Lexa sekali saja sayang. Opa ingin melihat wajah dan senyum cantikmu nak. " ucap sang opa yang semakin terisak
Setelah di rasa cukup baikan dengan perasaannya sendiri, sang Opa pun masuk ke dalam mansion dan menuju ke kamarnya untuk beristirahat. karna malam semakin larut dan angin tidak baik untuk tubuh renta nya
Sedangkan para Mafioso yang ada di sekitar Opanya merasa kasian melihat ketua mereka seperti itu. mereka sudah sering melihat ketua mereka selalu datang dan duduk di taman ini hanya karna merindukan mendiang anaknya. mereka hanya bisa berdoa yang terbaik untuk kebahagiaan semua keluarga ketua mereka termasuk nona nya
Waktu terus berjalan hingga sang matahari pun diam - diam masuk melalui celah kaca jendela. membangunkan seorang gadis yang sedang terlelap dalam mimpinya. gadis itu pun bangun dari tidurnya dan melangkah menuju kamar mandi, siapa lagi kalo bukan Aurora
Aurora pun memulai ritual mandinya. selang beberapa menit , ia pun selesai dan segera menuju ke walk in closet untuk memilih pakaian mana yang akan ia kenakan di hari pertama masuk kuliah
Setelah memakai pakaian yang ia rasa cocok, Aurora pun segera keluar kamar dan turun ke lantai dasar menggunakan lift. di meja makan sudah ada sepasang paruh baya yang sedang menunggu Aurora dengan sabar
" Kau cantik sekali seperti ibumu sayang. " ucap Oma dan di setujui oleh sang Opa
" Duduklah sayang, dan makanlah terlebih dahulu sebelum memulai harimu. " ucap sang Oma sambil mengambilkan makanan untuk Aurora
" Baik Oma. " ucap Aurora dan ia pun memakan sarapan paginya dengan mood yang sangat baik
Setelah beberapa menit sarapan pun telah selesai, sebelum Aurora beranjak dari kursinya sang opa lebih dulu berkata
" Mulai sekarang marga mu adalah Aurora Lexa Anderson Smith sayang. semua surat - surat yang terkait namamu sudah opa bereskan. jika ada yang tanya siapa marga mu jawab saja seusai yang opa katakan barusan nak. " ucap Opa dengan memandang wajah cantik cucunya
" Terimakasih Opa, tapi aku ingin semua orang tidak ada yang tahu dengan identitas ku. aku tidak ingin di manfaatkan oleh mereka dan juga agar aku bisa tahu mana kawan dan mana lawan." ucap Aurora dengan tegas
" Baiklah terserah mu saja sayang, oh iya sepulang kuliah kamu akan mulai belajar dengan Ken, paman Marko dan lainnya oke. " lanjut opa memberi tahu sang cucu
" Baik Opa, aku mengerti. aku pergi dulu Opa Oma. " pamit Aurora sambil berdiri dari kursinya dan melangkah pergi
" Jaga diri baik - baik sayang, kalo ada apa - apa hubungi kami nak. " ucap Oma pada sang cucu dan Aurora pun hanya menganggukkan kepalanya saja dan segera pergi
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 210 Episodes
Comments
Lindaaja Linda
semangat Aurora
2023-10-30
1
hani chaq
emang di negara K ada kang somay ya
2023-09-19
0
DARU YOGA PRADANA
Senang baca cerita ini!
2023-07-22
3