" Aku membantumu bukan untuk mendapatkan balas Budi darimu, tapi karna memang mau membantumu lepas dari keluarga itu termasuk ayahmu Xen. jadilah kuat dan balas kan dendam mu.
" Baik Ra, aku akan menjadi kuat dan membalaskan semuanya. aku tidak akan menjadi beban mu, dan tetap di sampingku Ra.temani aku sampai kapan pun. " ucap Xena dengan memandang wajah Aurora yang tanpa ekspresi itu.
" Nanti aku suruh orang - orang Opa untuk mengajari kalian dan yang lainnya. agar kalian pantas berdampingan denganku. kau mengerti maksudku bukan. " ucap Aurora pada Xena, dan Xena pun menganggukkan kepalanya.
Setelah berkendara di jalan yang memakan waktu sampai 45 menit, akhirnya mereka semua sampai di panti asuhan harapan kasih.
Aurora dan yang lainnya pun keluar dari dalam mobilnya, dan mulai berjalan ke arah pintu masuk dengan bibi mei yang membantu Xena untuk berjalan. Di depan pintu panti asuhan sudah ada para sahabatnya dan juga ibu panti. mereka menyambutnya dengan senyuman tulus dan dengan tangan terbuka.
Aurora yang melihat senyum mereka dan juga sebagian anak - anak remaja kisaran umur sembilan sampai dua belas tahun pun merasa terharu. karna mereka yang bukan siapa - siapa menyambut mereka bagaikan keluarganya sendiri.
" Selamat datang Aurora, Xena, bibi dan paman. " ucap mereka berempat
" Selamat datang semuanya, mari masuk. " ajak ibu panti tersebut
" Terimakasih bu. " ucap Aurora dan yang lainnya
Aurora dan yang lainnya pun masuk ke dalam panti itu dan Aurora melihat di sana banyak anak - anak yang sedang main bersama.
" Silahkan duduk semuanya. " ucap ibu panti mempersilahkan mereka semua untuk duduk
Setelah mereka semua duduk, sedangkan Aurora sibuk menjelajahi setiap lorong panti yang terlihat oleh matanya dan berguman
" ini sangat tidak layak untuk tempat tinggal mereka semua termasuk bayi - bayi yang masih kecil. " batin Aurora
Ibu panti pun pamit ke belakang untuk membuatkan minuman dengan di bantu Cecil dan juga Kania. selang beberapa menit kemudian ibu panti pun kembali bersama Kania dan Cecil sambil membawa kudapan manis dan juga minuman segar untuk mereka semua.
" Maaf ya, hanya ini saja yang ada. " ucap ibu panti pada Aurora dan yang lainnya
" Tidak apa - apa bu, ini sudah lebih dari cukup. terimakasih." ucap Xena dengan tersenyum manis
Mereka semua pun menikmati kudapan manis dan minuman itu sambil bercanda ria, tapi tidak dengan aurora. ia lebih memilih diam dan melihat interaksi semua anak - anak yang ada di sana.
" Kalian kok lama sih kesini nya. " tanya Cecil dan di angguki yang lainnya
" Iya maaf nona, tadi kami mengobati luka non Xena terlebih dulu di rumah non. " ucap bibi mei
" Luka bi? apa Xena kena pukul lagi bi. " tanya Kania dengan panik dan di jawab anggukkan kepala oleh bibi mei
" Astaga Xena, coba kami lihat. uh Xena lukamu lebih parah dari yang biasanya. apakah ini sakit Xena? " tanya Kania dengan panik
Semua orang yang mendengar pertanyaan dari Kania pun menepuk jidat mereka dengan serempak. mereka tidak habis pikir , kenapa pertanyaan sekonyol itu keluar dari mulutnya. padahal sudah terlihat jelas luka yang Xena miliki ada yang sampai menganga
" Sebenarnya apa yang terjadi kali ini padamu Xen. apa Sasa mengadu hal yang tidak - tidak lagi pada ayahmu? " tanya Bian dengan perasaan yang marah karena sahabatnya di perlakukan seperti itu.
" Biar bibi yang menjelaskan saja non. " ucap bibi Mei menawarkan diri
" lebih baik bibi bawa Xena dan paman untuk istirahat saja di dalam. kalian pasti cape, biar Aurora saja yang menjelaskan semuanya. " ucap Aurora
" Bu, saya titip mereka bertiga di sini dulu ya. tenang saja kalian akan aman dan tidak akan ada yang datang untuk mengganggu kalian. " ucap Aurora dan Bu panti pun mengangguk
" Nak Aurora benar Bu, lebih baik kalian istirahat saja dulu di dalam. mari saya antar ke dalam. " ucap ibu panti
" Baiklah aku akan istirahat lebih dulu, ayo bibi paman kita masuk. terimakasih untuk hari ini Ra. " ucap Xena dengan tulus dan Aurora pun mengangguk
Mereka pun masuk ke dalam untuk istirahat, di sana hanya tersisa Aurora, Cecil dan yang lainnya
" Ayo Ra, sekarang jelaskan semuanya dari awal pada kami. " ucap David yang sudah tidak sabar dan Aurora pun menatapnya dengan tatapan dingin
" ish iya iya maaf , habisnya udah penasaran banget sama kejadiannya. " dan mereka semua pun hanya bisa geleng kepala saja
Sebelum Aurora menjelaskan segalanya, ia pun mengambil nafas sebanyak - banyaknya lalu ia hembuskan dengan kasar dan mulai berkata
" Jadi gini, saat aku dan Xena baru saja turun dari mobil dan melangkah ke arah pintu rumah Xena, Xena pun berniat membuka pintu. tapi pintu itu sudah terbuka lebih dulu dari arah dalam, dan keluarlah 3 orang yang kalian pasti tau siapa mereka " ucap Aurora dan mereka pun mengangguk.
" Baru saja aku dan Xena akan mengucapkan salam, sudah lebih dulu dihadiahi sebuah tamparan untuk Xena dan langsung menyeret Xena masuk ke dalam di ikuti dua wanita itu. aku nyoba buat nyusul masuk ke dalam malah bertemu dengan 2 wanita yang tadi ada di depan sedang duduk di ruang tamu sambil tersenyum puas. ku tanya di mana Xena tidak ada yang mau jawab. ya sudah aku cekik saja itu Sasa. " lanjut Aurora dan mereka pun terkejut dengan pengakuan Aurora.
" Lalu bibi dateng dan nunjukin Xena ada dimana. aku buka pintu itu dan terlihat Xena sedang merintih kesakitan karna sedang di cambuk. darah menetes sampai ke lantai, padahal lukanya sudah terlihat parah. tapi tua bangka itu masih terus melanjutkan cambukan nya dan yang ku lihat ayah xena akan menusuk Xena dengan pisau yang ada di ruangan itu. untung saja aku cepat datang kalau tidak entahlah. " ucap Aurora dengan panjang lebar.
" Lalu apa yang kamu lakukan pada ayah Xena Ra? " tanya David pada Aurora
" Aku melakukan hal yang sama dengan apa yang dia lakukan pada Xena. tapi aku tidak menusuk atau pun menggores nya. " ucap Aurora dengan ekspresi datarnya.
" Kenapa engga di tusuk sekalian saja Ra? " ucap Bian
" Karna itu bukan tugasku, itu tugas xena. biarkan Xena yang membalaskan semuanya dengan tangannya sendiri. Xena lebih pantas daripada aku. " ucap Aurora dengan wajah datar dan mereka semua pun mengangguk mengerti
Aurora pun meminum air yang masih ada di meja itu, karna ia merasakan haus setelah menjelaskan dengan panjang lebar.
" Boleh aku berkeliling di sekitar sini? " tanya Aurora pada mereka semua
" Boleh Ra, mau kami temani? " sahut Cecil pada Aurora
" iya temani aku berkeliling, aku juga ingin bertanya dan semoga kalian bisa menjawabnya. " ucap Aurora sambil memandang mereka.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 210 Episodes
Comments
Nayosha
bagus lah semuanya mau di latih sm Aurora u/ bergabung di mafia...tapi Aurora sepertinya mau bantu Panti asuhan supaya tempat tinggalnya lebih layak....
2024-02-29
0
Lindaaja Linda
Semoga Aurora bisa membantu keadaan kondisi panti yang kurang layak dihuni ini
2023-10-31
0