"Tidak perlu khawatir bi, aku yang akan menjamin kalian semua beserta orang - orang yang ada di panti asuhan. " ucap Aurora pada mereka berdua, bukan Xena yang menjawab melainkan Aurora dengan suara tegas dan penuh keyakinan.
" Kalo seperti itu, kita akan ikut nona Xena kemanapun. iya kan pak? " tanya bibi mei sambil meminta persetujuan sang suami .
" Iya bu, kita akan ikut pergi karna kami sudah berjanji untuk terus berada di dekatnya non Xena. " ucap paman Budi.
" Baik kalo begitu, sekarang bereskan barang - barang kalian. " ucap Aurora.
" Bu biarkan bapak yang membereskan barang - barang kita, ibu bereskan barang - barang non Xena saja. kasian nona masih sakit - sakit badannya. " ucap paman Budi, dan bibi mei pun mengangguk.
Sepasang paruh baya itu pun mulai membereskan semuanya agar mereka segera keluar dari rumah ini.
" Bi, tolong ambil kotak sedang yang ada di bawah kolong kasur ini, mau saya bawa juga bi. itu peninggalan dari mamah. " ucap Xena dan bibi mei pun mengambil kotak itu dan menyerahkan nya pada Xena.
Sedangkan di ruang tamu masih ada 2 wanita tersebut, ayah Xena beserta dokter yang sedang mengobati mereka bertiga. setelah selesai dokter itu pun pamit pada keluarga itu.
" Papa harus kasih pelajaran sama temannya Xena itu pah. pokoknya harus! " ucap Sasa dengan rengekan.
" Papah pasti akan kasih pelajaran sama mereka, terutama gadis berandalan itu tapi tidak sekarang, karna kita butuh rencana yang matang untuk membalas semua perbuatan mereka sayang. sabar dulu, untuk saat ini kita diam saja dulu. biarkan mereka lengah baru kita bergerak sayang. " ucap ayah Xena sambil menenangkan Sasa.
Kita kembali lagi ke posisi Aurora dan yang lainnya. setelah semua barang sudah di bereskan , mereka pun berdiri dan siap untuk melangkah keluar dari rumah bak neraka ini.
" Xen, biar aku bantu kamu jalan. " ucap Aurora menawarkan diri untuk membantu Xena berjalan. karna Xena jalannya sedikit pincang.
" tidak perlu nona, biar non Xena saja aja yang bantu jalannya. non Aurora jalan aja di depan kami, biar suami bibi yang bawa semua barang - barangnya. " ucap bibi mei.
" Baiklah bi, tapi aku akan bantu bawa barangnya. tidak ada protes, sekarang ayo kita keluar dari sini. " ucap Aurora sambil membatu membawa barang - barang mereka.
" Terimakasih nona, kau baik sekali. " ucap paman Budi dengan tersenyum dan Aurora hanya mengangguk saja.
Mereka pun mulai berjalan menuju pintu keluar dan itu harus melewati ruang tamu. dan saat mereka sudah sampai di ruang tamu, masih terdapat 3 orang di sana yang sedang duduk sambil mengobati luka - luka memar yang mereka dapat dari Aurora.
Aurora dan yang lainnya tidak menghiraukan mereka yang ada di sana, dan tetap melangkah menuju dimana mobil Aurora terparkir.
" Dasar miskin, tidak tau sopan santun. main pergi saja dan tidak pamit. kalian pikir kalian siapa hah! " ucap ibu tiri Xena.
" Iya benar tuh mah, mereka memang miskin. kuliah aja karena beasiswa. ha ....ha ... " ucap Sasa sambil tertawa dengan keras.
" Ingat ini Xena, setelah kamu keluar dari rumah ini kau bukan anakku lagi. dan bukan pemilik marga Dirgantara lagi. ku hapus kamu dari hak waris ku! " ucap ayah Xena yang bernama Jason Dirgantara, dan dua wanita itu pun tersenyum puas setelah mendengar ucapan yang keluar dari mulut Jason.
" Aku memang sudah melepas marga Dirgantara di belakang namaku, setelah aku tahu bahwa kau menduakan istrimu atau mendiang ibuku. kau membawa dua wanita ular itu dan menikahinya setelah ibuku meninggal, tanpa aku tau bahwa meninggalnya ibuku karna ulah perselingkuhan kalian berdua. " ucap Xena dengan nada dinginnya.
" Kau menduakan istrimu tanpa memperdulikan perasaannya yang saat itu merasa kecewa dan sakit hati karna kau menghianati cintanya. saking kecewanya ibuku, ia sampai sakit - sakitan dan tidak lama ia meninggal dunia. saat meninggal pun kau tidak ada di sampingnya, kau malah sibuk bercinta dengan wanita yang kau pungut dari jalanan. sejak saat itulah sakit hatiku berubah menjadi dendam yang sangat mendalam. " Lanjut Xena dengan tatapan tajam yang ia tujukan pada Jason ayah Xena.
" Kurang ngajar, kau bilang aku dari jalanan? jangan sok tahu kamu. " ucap ibu tiri Xena .
" Memang benar bukan, kau dan Sasa hanya seorang pengamen yang tidak sengaja menolong ayahku yang saat itu habis di rampok oleh preman dan mendapatkan luka tusuk. kau memanfaatkan kesempatan itu untuk bisa masuk ke dalam kalangan orang - orang kaya bukan. jadi, di sini siapa yang miskin aku atau kau ******? " sahut Xena dengan senyum mengejek.
Deg ....
" ingat ini ibu tiri ku tersayang, suatu saat nanti akan ku kembalikan dirimu dan juga anakmu ke tempat asal kalian berada. dan untukmu tuan Dirgantara yang terhormat , aku tidak lagi menganggap mu sebagai ayahku setelah kau dengan secara tidak langsung ikut andil dalam kematian mendiang ibuku. suatu saat nanti aku akan kembali untuk mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku dan membalaskan dendam ku dan juga ibuku. baik - baik lah kalian setelah ini " lanjut Xena dengan suara tegas tanpa ada air mata yang menetes.
Deggg .....
Deg .....
Deg ...
Aurora yang mendengar itu pun hanya tersenyum miring, ia puas dengan sikap Xena yang tegas dan mampu meluluh lantahkan perasaan mereka. apa lagi setelah melihat raut muka dari dua wanita itu.
Setelah mengatakan semuanya, mereka pun melanjutkan langkahnya menuju mobil Aurora berada. saat mereka sampai, mereka langsung masuk ke dalam mobil. dan setelah semua sudah duduk dengan baik, Aurora mulai menjalankan kuda besinya menuju panti asuhan itu.
Di dalam mobil, terjadi keheningan yang sangat tidak nyaman bagi mereka bertiga tapi tidak berlaku untuk Aurora. bibi pun yang merasa canggung dengan keheningan itu pun mulai berkata untuk memecah kesunyian yang ada di dalam mobil itu.
" Nona, terimakasih sudah datang tepat waktu dan menolong non Xena. kalo tidak ada nona Aurora mungkin non Xena sudah jatuh sakit karna terlalu lama mendapatkan hukuman itu dari tuan Jason. " ucap bibi mei dengan ucapan yang tulus.
Aurora yang mendengar itu pun melihat bibi mei sekilas lalu melihat ke depan lagi sambil berkata.
" Tidak perlu berterima kasih padaku bi, Xena sahabatku. sudah seharusnya bukan, aku membantunya. " ucap Aurora dengan wajah datar .
" Ra terimakasih banyak untuk hari ini, aku berhutang budi padamu. aku akan menuruti semua keinginan mu mulai sekarang, kecuali materi. karna aku tidak memiliki harta banyak, hanya kotak ini saja peninggalan ibuku. " ucap Xena sambil memandang kotak itu.
" Memang kotak apa itu? " tanya Aurora pada Xena
" disini ada beberapa kartu dan yang lainnya milik ibuku. " ucap Xena dengan memandang wajah Aurora dengan senyuman.
" Kalo itu menurutmu memang barang yang sangat penting, simpan itu baik - baik. " ucap Aurora masih dengan wajah datarnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 210 Episodes
Comments
Nayosha
Nasib keluarga Aurora dan Xena sama banget....cocoklah mereka jadi partner genster mafia nya...buat membasmi keluarganya yg kejam
2024-02-29
1
Yuan Li
Sepertinya ibu Xena teman ibu Rora
2024-02-27
0
SweetiePancake
Si rora ekspresinya selalu datar sedatar tembok🗿
2024-02-14
0