Semua pelayan yang mendengar perintah itu pun, mau tidak mau melangkah menuju Aurora untuk menarik paksa dan mengusir Aurora dari rumah ini. tapi belum sempat mereka melangkah suara Aurora kembali terdengar
" Selangkah saja kalian berani mendekat ke arahku, akan ku buat kalian semua merasakan apa yang ****** ini rasakan saat ini, atau mungkin lebih dari itu. " ucap Aurora dengan nada dinginnya di sertai aura yang mencekam
Akhirnya semua pelayan yang ada di rumah itu tidak ada yang berani mendekat ke arah Aurora selangkah pun. mereka terlalu takut akan bernasib sama seperti nona sasa
" Lepaskan anakku ******! " bentak ibu tirinya Xena yang melihat Sasa mulai kesusahan untuk bernafas
" Apa hak mu memerintah ku? aku sedari tadi tanya, dimana Xena tapi kalian berdua menguji kesabaran ku. dan dengan beraninya kau menyebutku ****** dengan mulut kotor mu itu. " ucap Aurora dengan tatapan tajamnya
Salah satu pelayan di sana memberanikan dirinya untuk maju mendekati Aurora dan berkata
" Apa nona temannya nona Xena. jika nona datang untuk mencari non Xena, ia sekarang berada di ruang kerja tuan besar nona. mari saya tunjukan ruangannya nona. " ucap wanita paruh baya itu
Setelah Aurora mendengar perkataan wanita paruh baya itu, Aurora segera melepaskan cekikan tangannya yang berada di leher Sasa. dan itu membuat Sasa jatuh terduduk dengan lumayan keras. setelah itu ia berjalan mengikuti pelayan tersebut
Brakkk ....
Beberapa saat kemudian mereka pun sampai di depan sebuah pintu yang terlihat kokoh. saat akan membukanya ternyata pintu itu terkunci dari dalam dan Aurora pun mengambil ancang - ancang untuk mendobrak pintu yang ada di depannya. tapi sebelum Aurora melakukannya, pelayan wanita paruh baya itupun berkata
" Nona tidak perlu mendobrak pintu itu, saya punya kunci cadangannya. sebentar saya ambilkan dulu nona . " ucap pelayan wanita paruh baya
Pelayan itu pun pergi untuk mengambil kunci cadangan. setelah pelayan itu kembali, ia langsung menyerahkan kunci tersebut pada Aurora. dan Aurora pun langsung menerimanya dan membuka pintu itu
Saat pintu sudah terbuka, terlihat lah pemandangan yang sangat memilukan. dan aurora pun mulai tersulut emosinya. ia langsung berjalan masuk ke arah 2 orang yang ada di dalam sana
" Bi, tolong bawa Xena dan obati dia terlebih dahulu, biar tua bangka ini menjadi urusanku. " ucap Aurora pada bibi pelayan itu dengan suara dinginnya
" Baik nona. " jawab bibi pelayan itu dan langsung berlari menghampiri nona mudanya yang sudah tidak sadarkan diri setelah mereka datang
Bibi pelayan itu pun langsung membawa Xena di bantu dengan satu orang lagi yang baru saja datang. mereka membawa Xena keluar dari ruangan itu untuk di obati lukanya agar tidak infeksi. setelah mereka berdua pergi, Aurora mulai melangkahkan kakinya lebih dekat lagi ke arah pria tua bangka itu
" Kau siapa hah! berani sekali membawa anakku sebelum aku menyelesaikan hukumannya. " ucap ayah Xena dengan amarah yang menggebu - gebu
" Kau tidak perlu tahu siapa aku, yang pasti aku akan membawa Xena keluar dari rumah terkutuk ini. " ucap Aurora sambil berjalan mendekati ayah Xena dengan aura dingin dan tatapan tajam yang siap untuk memangsa buruannya
Setelah Aurora sampai di depan ayah Xena, Aurora pun langsung memukuli ayah Xena tanpa sedikitpun belas kasih
Bughh ....
Brughhh ....
Krakkk ....
Ctashhh ....
Bruakkk ....
Setelah Aurora puas melampiaskan emosinya, ia pun keluar dari ruangan itu meninggalkan ayah Xena dalam kondisi yang mengenaskan. sebelum Aurora pergi, ia memberi peringatan pada ayah Xena
" Jangan pernah lagi kau muncul di hadapannya Xena. Jika sampai aku melihat kau mencoba mendekati atau mencelakai Xena lagi, aku ku habisi kau saat itu juga. berhati - hatilah mulai sekarang, karna suatu saat Xena akan datang padamu dan keluarga tersayang mu untuk menuntut balas dendam. " ucap Aurora dengan seringainya
Setelah Aurora keluar dari ruangan itu, di ruang tamu ia kembali melihat 2 wanita tadi tapi ia hiraukan dan menghampiri seorang pria paruh baya yang sedang membereskan ruang tamu itu.
" Paman, dimana Xena? " tanya Aurora pada penjaga gerbang yang ada di depan tadi
" No....nona Xena berada di kamarnya. mari saya antar nona. " ucap paman penjaga itu dengan sedikit takut setelah melihat aksinya
" Tidak perlu takut paman, saya tidak gigit paman kok. " ucap Aurora dengan sedikit kekehan untuk mencairkan kegugupan paman tersebut dan akhirnya ia kembali tersenyum setelah mendengar ucapan Aurora
Aurora pun berjalan di belakang paman itu. tapi yang membuat Aurora bingung, kenapa mereka berjalan ke arah dapur dan terus berjalan ke arah bangunan belakang.
Sepuluh menit kemudian, ia pun sampai di salah satu pintu kamar yang terbuka, ia melihat di sana terdapat Xena dan juga wanita paruh baya yang sedang mengobati lukanya Xena
" Silahkan masuk nona, ini adalah kamar non Xena. " ucap paman penjaga
" Bu, ini ada temannya non Xena. " lanjut paman penjaga
Aurora yang masih memikirkan tentang kamar Xena yang berada di belakang pun kini paham. bahwa, Xena memang tidak di izinkan tinggal di bangunan utama melainkan tinggal di bangunan yang di khususkan untuk para pelayan
" Ra masuk, tidak usah bingung seperti itu. aku memang tidur di sini. semenjak perubahan sikap mereka berdua padaku. " ucap Xena dengan senyuman tipis
Aurora yang mendengar penjelasan dari Xena pun hanya bisa menahan amarahnya. dan Aurora pun masuk ke kamar itu bersama paman penjaga yang sedari tadi menunggu Aurora di sampingnya
Setelah Aurora duduk di samping Xena, Xena mulai mengenalkan mereka berdua pada Aurora
" Paman, bibi ini Aurora teman kampus Xena, dan Aurora kenalin mereka adalah bibi Mei dan paman Budi. dua orang inilah yang selalu ada untukku Ra apapun yang terjadi. dan mereka berdua juga sudah ada saat ibuku baru tinggal di rumah ini. " ucap Xena memperkenalkan mereka
" Salam kenal nona Aurora. " ucap mereka berdua dengan serempak dan hanya di balas dengan anggukan kepala oleh Aurora
" Kau jadi pergi dari rumah ini? " tanya Aurora pada Xena sambil memandang wajah memar Xena
Melihat wajah Xena yang memar - memar seperti itu, mengingatkan Ia dengan dirinya saat itu
" Sebentar Ra, aku mau tanya dulu sama mereka berdua. " ucap Xena
" Paman, bibi Xena mau pergi dari rumah ini dan akan tinggal di panti asuhan tempat Cecil dan yang lainnya tinggal. apa kalian berdua mau ikut denganku atau tetap berada di sini. " ucap Xena pada dua pasang paruh baya itu
" Boleh kami ikut nona, tapi apa nanti tuan besar tidak akan marah dan tidak akan menyeret lalu menghukum non Xena. " Ucap bibi Mei tersebut
" Tidak perlu khawatir bi, aku yang akan menjamin kalian semua beserta orang - orang yang ada di panti asuhan. " ucap Aurora pada mereka berdua, bukan Xena yang menjawab melainkan Aurora dengan suara tegas dan penuh keyakinan
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 210 Episodes
Comments
Eric ardy Yahya
sama kayak Keluarga Aurora yang tidak tau malu itu. mereka suka banget Fitnah Aurora hanya karena Aurora lebih punya segalanya dibandingkan ular betina itu .
2024-02-06
1
Lindaaja Linda
Ayah Xena emang sudah dihasut oleh Sasa dan ibunya karena mereka ingin mengusai harta orang tua Xena
2023-10-31
1