" Apa mereka sudah tau tentang kematian ibuku? " tanya Aurora
" Sudah nona, bahkan beberapa kali tuan besar dan nyonya besar mendatangi pemakaman nyonya Alexa. " ucap Kendrick dengan nada sopan
" Lalu kenapa mereka tidak menemui ku dan membawa ku bersama mereka?, mereka pasti tau kondisi ku di rumah setelah ibu meninggal bukan. " ucap Aurora dengan aura yang sangat mencekam
" Maaf nona, tuan dan nyonya besar sudah beberapa kali datang ke perusahaan tuan Antonius dan bertemu dengannya. Tuan besar sudah pernah meminta ijin secara baik- baik untuk membawa nona tapi tidak di ijinkan dan selalu di halangi oleh tuan Antonius agar nona tidak bisa bertemu dengan tuan besar. jadi tuan besar hanya bisa menunggu sampe nona datang ke negara ini. karna jika tuan besar memaksa, mereka takut tuan Antonius akan menyiksa nona seperti biasanya. karna tuan Antonius tidak pernah tau dengan identitas nyonya Alexa, dan akan bahaya untuk nona kedepannya kalo sampai tuan Antonius tau. " ucap Kendrick dengan panjang lebar
" Hm benar juga, kalo begitu apa saya bisa bertemu dengan Kakek nenek saya? " ucap Aurora
" Bisa nona. " jawab Kendrick
" Kalo begitu kita makan siang dulu sebelum pergi kak. " ucap Aurora dengan datar
" Panggil Ken saja nona, saya tidak pantas di panggil seperti itu oleh nona. " ucapnya dengan nada lirih
" Diam , jangan protes dan patuhi saja perintah ku. kau lebih tua dari ku bukan, sekarang kau pesan makan siangnya. " ucap Aurora dengan hawa yang sangat dingin
" Aura ini seperti nyonya Alexa saat sedang marah, sangat menakutkan. aku tidak akan berani mencari masalah dengan nona. " batin Ken
Kendrick pun memesan makan siang untuk porsi dua orang. setelah menunggu beberapa menit akhirnya makanan yang mereka pesan pun datang. mereka berdua makan dalam diam tanpa ada yang bicara, hanya terdengar dentingan alat makan yang saling bersentuhan
Selesai makan, mereka pun segera pergi dan meninggalkan restoran tersebut. Aurora pergi menuju kamar hotelnya untuk mengambil barang - barangnya, sedangkan Ken menunggu Aurora di lobby hotel
Setelah selesai berkemas, Aurora segera keluar dari kamar hotelnya menuju dimana lift berada agar segera sampai di lobby dan tidak membuang waktu
Sesampainya di lobby, Aurora lalu mengembalikan kunci pada pihak resepsionis hotel. Dan setelahnya mereka pergi menuju mobil Ken yang ada di parkiran
Ken pun mulai menjalankan mobil tersebut ke mansion tuan besarnya. selama empat puluh lima menit berkendara akhirnya mereka sampai di mansion yang sangat megah dengan pagar besi yang menjulang tinggi
Sebelum Kendrick turun dari mobil, gerbang tersebut sudah terbuka dengan lebar. karna satpam yang berjaga di pos dekat gerbang sudah hafal dengan mobil tuan Kendrick orang kepercayaan tuan besar
Sejauh mata memandang , di setiap sudut rumah terdapat para pria bersenjata lengkap. Aurora bertanya - tanya siapa sebenarnya identitas sang ibu dan ke dua orang tua dari sang ibu
Setelah sampai di depan pintu mansion, Kendrick segera turun dari mobilnya dan berlari ke pintu samping untuk membukakan pintu mobil itu. Aurora terkejut karna melihat semua orang yang sedang berbaris untuk menyambutnya termasuk para pria bersenjata yang Aurora liat tadi.
" Nona kita sudah sampai, silahkan turun nona. " ucap Kendrick dengan sopan
" Ah iya, maaf - maaf aku malah diam saja di dalam mobil. Terimakasih. " ucapnya setelah sadar dari lamunannya
Baru juga Aurora menurunkan satu kakinya sudah terdengar seruan kata dari para pria bersenjata itu dan para pelayan yang berbaris untuk menyambutnya
" Selamat datang di rumah ini nona muda. " ucap mereka semua dengan serempak sambil membungkuk kan badannya
Semakin terkejut lah Aurora dengan reaksi mereka setelah kedatangannya. setelah sadar Aurora pun turun dari mobil dan segera berjalan menuju ke pasangan paruh baya yang sedang berdiri di depan pintu.
" Selamat datang cucuku. " ucap pasangan paruh baya tersebut dengan senyuman yang teduh
" Ter... terimakasih tuan dan nyonya. " ucap Aurora dengan terbata
" Panggil saja opa dan Oma sayang. " ucap mereka berdua yang tak lain adalah Damian John Smith dan Elena olivia Anderson, seraya memeluk sang cucu bersamaan
" Lebih baik masuk dulu sayang, pasti cucu kita lelah. ucap sang opa
" Ah ya, aku lupa. karna terlalu merindukannya. ayo sayang kita masuk. " ajak Oma pada Aurora
Mereka pun berjalan masuk ke dalam mansion mewah itu menuju ruang tamu. mereka saling melepas rindu sebentar dengan Aurora. meski ia tidak pernah bertemu dengan mereka sama sekali, tapi kata hatinya mengatakan kalau mereka adalah orang baik
" Baiklah sayang, kau istirahatlah dulu di kamarmu ya. kepala pelayan yang akan mengantarkan mu ke kamar yang akan kamu tempati. " ucap sang Oma sambil mengelus kepala Aurora dengan sayang
" Turunlah nanti saat makan malam tiba nak. " ucap opanya pada Aurora dan di balas anggukan olehnya
" Mari nona saya antar, permisi tuan nyonya ." ucap kepala pelayan dengan menundukkan kepalanya sambil undur diri di hadapan sepasang paruh baya itu
Aurora hanya mengangguk dan berjalan mengikuti kepala pelayan menuju kamarnya yang ada di lantai tiga. setelah sampai di depan pintu kamar, kepala pelayan pun mempersilahkan Aurora untuk masuk ke dalam kamarnya
" Silahkan masuk nona ini kamarnya, saya pamit ke belakang untuk menyelesaikan pekerjaan saya nona. jika nona butuh sesuatu tinggal pencet saja tombol yang ada di samping ranjang itu nona. " ucap sang pelayan dengan menundukkan kepalanya
" Ya silahkan paman dan terimakasih. " ucap Aurora tanpa melihat ke arah kepala pelayan karna matanya sedang menjelajahi kamar itu
Kepala pelayan yang bernama pak Toni pun tertegun karna di panggil paman oleh sang majikan. tapi setelahnya ia pun tersenyum kembali sambil undur diri dari kamar nona nya
" Cukup bagus, dan aku suka. " lirih Aurora
Setelah kepala pelayan tersebut keluar dari kamar Aurora, ia pun merebahkan tubuhnya sebentar hingga tak sadar ia pun ketiduran
Saat malam tiba, ketukan pintu pun terdengar di kamar Aurora. hingga membuat sang empu kamar terbangun dari tidur nyenyak nya. ia pun berjalan menuju pintu kamar dan membukanya
" Kenapa? " tanya Aurora pada pelayan itu
" Sudah malam nona dan waktunya untuk makan malam. nona sudah di tunggu di meja makan sama tuan besar dan nyonya besar. " ucap pelayan itu
" Baik bibi, aku akan membersihkan diri dulu setelah itu baru turun. " jawab Aurora sambil menutup pintu setelah pelayan itu telah pamit pergi
Beberapa menit kemudian Aurora pun selesai dengan ritual mandinya. ia bergegas memakai pakaian biasa agar tidak membuat sepasang paruh baya itu menunggu lama
Aurora turun menggunakan lift untuk cepat sampai di lantai dasar. ia pun sampai di lantai dasar yang langsung menghubungkan lift itu ke ruang makan. di sana terlihat sudah ada sepasang paruh baya yang menatapnya dengan senyuman manis mereka
Aurora pun segera berjalan menghampiri meja makan tersebut
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 210 Episodes
Comments
Al^Grizzly🐨
jika melihat model kamarnya teringat lagi nonton Drakor..lupa judulnya..yg semua serba pakai suara jika membuka atau menutup.
2024-03-10
0
Yuan Li
Keturunan Sultan tapi kakeknya mafia
2024-02-27
1
Deliza Yuseva
Keluarga Sultan .
2024-02-23
0