Para Preman Pengganggu

Aurora pun berjalan menuju dimana mobilnya terparkir. setelah sampai dan memasuki mobilnya, ia segera menjalankan kuda besinya menuju ke tempat yang bisa untuk menenangkan pikirannya itu

Setelah berkendara selama satu jam di jalanan, ia pun sampai di sebuah pantai yang cukup bagus untuk ia melepas penatnya

Segera ia menghampiri salah satu kedai yang ada di sana untuk membeli minuman kaleng dan melakukan pembayaran

Selesai melakukan pembayaran, Aurora pun melangkah menuju salah satu batu karang yang ada di sana. ia pun duduk di atas batu karang itu dan mulai menikmati senja yang mulai datang menyapanya

Aurora ingat, dulu ia sering sekali pergi ke pantai bersama ibunya dan bermain air bersama sampai waktu senja datang. tapi sekarang, ia hanya datang seorang diri di pantai tanpa sosok ibunya dan hanya di temani dinginnya angin malam itu

Aurora tidak sadar, bahwa ia sudah duduk di sana Berjam - jam lamanya. hingga tiba - tiba handphonenya berdering menandakan ada panggilan masuk . membuat ia sadar dari lamunannya dan segera melihat siapa yang menelfonnya. ternyata panggilan itu dari sang Oma, ia pun segera menekan tombol hijau di layar handphonenya

" Halo Oma, ada apa? " tanya Aurora

" Halo sayang, kamu dimana kenapa belum pulang sayang. ini sudah jam 8 malam, pulanglah nak. Oma tunggu. " ucap Oma dengan nada khawatir

" Ah iya Oma maaf, Aurora pulang sekarang. " ucap Aurora sambil mematikan panggilan itu

Aurora tidak menyangka jika ia sudah berjam - jam lamanya berada di pantai. Setelah panggilan berakhir ia pun melangkah meninggalkan pantai itu dan menuju dimana mobilnya berada. tapi sebelum ia sampai ke mobilnya, Aurora di hadang oleh para preman yang berjumlah 5 orang dengan tubuh kekar berotot. tapi itu tidak membuat Aurora ketakutan

" Hai cantik, ikut Abang yuk. " ucap salah satu preman diantara mereka

Tapi Aurora hanya diam dan terus melanjutkan langkahnya menuju kendaraannya tanpa memperdulikan para preman itu

Para preman yang merasa di acuhkan pun geram dengan sikap Aurora yang hanya diam dan tidak menjawab pertanyaannya malah tetap pergi melangkah meninggalkan mereka

" Kau tuli dan bisu yah." ucap preman yang satunya lagi

Tapi tetap saja Aurora tidak perduli dan tetap melangkah pergi dari sana sampai akhirnya perkataan preman itu pun mengusik pendengaran Aurora

" Dasar ******, berani sekali kau mengabaikan kami hah! " bentaknya pada Aurora

Aurora yang mendengar dirinya di katai ****** pun akhirnya mau tidak mau pun menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah para preman itu. ia hanya menaikkan salah satu alisnya tanpa mengucapkan satu kata pun

Para preman yang merasa di rendahkan dengan sikap yang di tunjukan oleh Aurora pun mulai emosi. dan salah satu dari kelima preman itu pun berkata

" Seret dan bawa dia ke tempat biasa, dan kita nikmati tubuhnya setelah itu buang dia. " ucap preman itu yang ternyata adalah ketua preman

" Baik bos, dengan senang hati. " ucap anak buahnya dengan serempak dan dengan senyum yang mengembang

" Kau tidak akan pernah bisa pergi dari sini sebelum kami menikmati tubuh indah mu. " ucap salah satu preman dengan air liur yang menetes

Aurora yang mendengar perkataan itu pun hanya tersenyum miring dan menantikan usaha mereka untuk membawanya

" Jangan buang waktu ku, kalau kau mampu membawa ku akan ku layani dirimu sampai kau tidak akan sadarkan diri karna rasa puas yang kau rasakan. " ucap Aurora dengan seringai yang tampak terlihat jelas di mata ketua preman itu

Ketua preman sempat ragu karna melihat senyum yang Aurora tunjukan. tapi karna mereka berlima dan Aurora sendiri akhirnya di tepis lah pikiran itu. dan menyuruh anak buahnya untuk segera membawa Aurora ke hadapannya

Para preman itu pun mendekati Aurora kecuali sang ketua, dia hanya berdiri sambil menunggu. Aurora yang melihat itu pun hanya bersikap tenang dan malah berpikir ini bagus untuk melatih ototnya lagi, karna ia sudah lama tidak berolahraga. saat para preman itu sudah dekat dengan Aurora dan ingin memegang tangannya Aurora dengan gerakan yang cepat langsung memukul para preman itu dengan membabi buta

Brugh ...

Aaargh ...

Bruakkk ...

Aaakh ...

Kreekk ....

Teriakan kesakitan para preman itu pun mulai terdengar nyaring dan membuat setiap orang yang masih ada di pantai itu pun mulai mendekat dan melihat apa yang sedang terjadi

Ketua preman yang melihat kemampuan beladiri gadis di depannya itu membuat tubuhnya gemetar ketakutan. bagaimana tidak, anak buahnya di kalahkan hanya dalam kurun waktu lima belas menit dan gadis ini hanya seorang diri. apa lagi ia mendengar suara tulang patah dari salah satu anak buahnya

" Am...ampun nona, ampuni kami nona. " ucap ketua preman dengan badan yang gemetar karna takut bernasib sama dengan anak buahnya

" mana keberanian mu yang tadi hah!? kenapa sekarang kau ketakutan. " ucap Aurora dengan tatapan tajamnya

ketua preman itu pun hanya bisa diam dan tidak berani menjawab pertanyaan Aurora karna ia sangat ketakutan. dan ia berjanji jika bertemu dengan gadis ini lebih baik pergi menjauh sebelum terlihat oleh matanya

" Baru segitu kau sudah takut, dasar buang waktuku saja. " ucap Aurora sambil berjalan mendekati ketua preman itu dan ...

Brugh ...

Bruakkk ...

Krakkk ...

Balasan untukmu karna sudah dengan berani menyebutku ****** dan berkata ingin menikmati tubuh ku." ucap Aurora sambil berlalu pergi dari tempat itu setelah melihat ketua preman itu tidak sadarkan diri

Wow siapa gadis ini, dia hebat sekali ...

Sudah cantik jago beladiri lagi ...

Idaman banget buat di jadiin istri nih ...

Begitulah kira - kira bisikan para pengunjung pantai yang melihat aksinya, dan ucapan terimakasih dari para pemilik kedai yang ada di sana karna sudah memberi pelajaran pada preman itu. karna para preman itu sangat meresahkan sekali di pantai ini. dan Aurora hanya menganggukkan kepalanya saja dan berlalu pergi dari sana

Setelah sampai di parkiran mobil, ia segera memasuki mobilnya dan mulai mengendarai kuda besi itu menuju mansion nya dengan kecepatan tinggi. sampai ia di sumpah serapah oleh para pengguna jalan lainnya karna mengendarai dengan laju yang cukup tinggi. dan aurora pun tidak peduli dengan apa yang mereka katakan

Jangan heran dengan kemampuan berkendara Aurora. karna ia adalah seorang pembalap yang paling di segani jika sudah berada di arena balap. tapi , tentu saja tidak ada yang tau dengan wajahnya. karna Aurora selalu memakai penutup kepala dan juga masker jika sudah berada di arena

Makanya, jika ia pulang seharusnya jarak tempuh dari pantai ke mansion membutuhkan waktu 1 jam. tapi karna ia sudah di telfon berkali - kali oleh sang Oma maka waktu yang ia tempuh menjadi tiga puluh menit saja dengan kecepatan di atas rata - rata

Terpopuler

Comments

Inez Anthi

Inez Anthi

btul skli

2024-03-08

0

Nayosha

Nayosha

kl Aurora jago beladiri kenapa ngga melawan waktu di selalu di siksa sm keluarga ayahnya...

2024-02-29

2

Anonymous

Anonymous

kan jagoan knp diem aja dihajar abang sama bpk’a

2023-10-31

0

lihat semua
Episodes
1 Fakta Yang Sesungguhnya (REVISI)
2 Di Usir Dari Rumah (REVISI)
3 Tentang Ibu
4 Bertemu Dengan Kakek Dan Nenekku
5 Masa Lalu Dari Sang Ibu
6 Identitas Asli Dari Ibuku
7 Hari Esok Untuk Aurora
8 Para Preman Pengganggu
9 Penyesalan Sang Opa
10 Hari Pertama Untuk Aurora Di University
11 Mendapatkan Teman Baru
12 Memberi Pelajaran Pada Gadis Sombong
13 Masalah Xena
14 Keributan Di Rumah Xena
15 Memberi Pelajaran Pada Keluarga Xena
16 Xena Keluar Dari Rumah
17 Tinggal Di Panti
18 Sengketa Tanah Panti
19 Bertemu Wanita Gila Lagi
20 Rencana Membeli Sebuah Mansion
21 Perusahaan AL GROUP
22 Drama Perusahaan
23 Akhir Dari Wanita Gila
24 Mempelajari Semua Tentang Perusahaan
25 Seluk Beluk Awal Perusahaan Di Bangun
26 Rencana Pergi Ke Markas Besar
27 Memenuhi Tantangan Dari Opa
28 Ruang tersembunyi
29 Resmi Jadi Pemimpin Mafia
30 Tatto Serigala
31 Pagi Yang Cerah Untuk Aurora
32 Pria Bodoh
33 Berita Kematian Yang Di Palsukan
34 Sekelompok Lalat Kecil
35 Akhir Dari Para Pengganggu
36 Pengenalan Tokoh
37 Pemilik Baru Perusahaan Al Group
38 Tingkah Absurd Opa Damian
39 Lagi Lagi Wilona
40 Kedatangan Yang Di Tunggu
41 Naura Eveline
42 Persahabatan Yang Tulus
43 Menikmati Senja Sore Bersama Bian
44 Satu Keluarga Tidak Tahu Malu
45 Kegaduhan Di Panti
46 Menyadarkan Caca, Dia Terlalu Bodoh
47 Takdir Caca
48 Mengambil Lagi Apa Yang Menjadi Hak Nya
49 Takdir akhir Dari Keluarga Itu
50 Obrolan Tentang Mansion
51 Rencana Pergi Ke perusahaan Opa Damian
52 Menu Sarapan Yang Sederhana
53 Perdebatan Kecil
54 Perusahaan Opa
55 Damian John Smith
56 Kesempatan Untuk Kiara
57 CEO Baru Di Perusahaan DS Groups
58 Residence AL Smith
59 Kedai Es Krim
60 Pria Bodoh Itu Datang Lagi
61 Delvin Robertson
62 Menjemput Anak - Anak Panti
63 Pindah Ke Mansion
64 Pengaturan Mansion
65 Markas Mafia Werewolf
66 Kau Jual, Aku Beli. Delvin!
67 Memulai Penyerangan
68 Membabat Habis Mafia Tiger
69 Akhir Dari Mafia Tiger
70 Hadiah Spesial Untuk Sasa
71 Rencana Awal Balas Dendam
72 Perusahaan Light Company
73 Meretas Perusahaan Light Company
74 Mari Kita Mulai, Mahendra!
75 Ancaman Untuk Keluarga Sean
76 Keputusan Sean
77 Aksi Kejar - Kejaran
78 Makan Malam
79 Menyusup
80 Sudah Saatnya
81 Pernyataan Aurora
82 Persetujuan Kerjasama
83 Rencana Pergi Ke Negara A
84 Aku Kembali, Antonius!
85 Penyamaran Aurora
86 Racun
87 Kecerobohan Delano
88 Ancaman Untuk Keysa
89 Amarah Antonius
90 Membawa Marianna Ke Markas
91 Membahagiakan Para Sahabatnya
92 Serangan Mendadak Untuk Aurora
93 Akhir Dari Musuhnya
94 Akhir Hidup Marianna
95 Kekacauan Di Rumah Sakit
96 Kabar Buruk Untuk Antonius
97 Kemarahan Antonius
98 Rasa Penasaran
99 Perusahaan Antonius Berpindah Tangan
100 Berita Buruk
101 Ruang Pertemuan
102 Perdebatan Di Ruang Pertemuan
103 Kejutan Baru
104 Di Usir Dengan Paksa
105 Pergi Dari Mansion
106 Berita Penyerangan
107 Serangan Mafia Black
108 Menikmati Waktu Santai
109 Pengganggu
110 Tatapan Kagum
111 Perusahaan Almas
112 Hilangnya Aurora
113 Pencarian Aurora
114 Rasa Kecewa Aurora
115 Menemukan Lokasi Aurora
116 Perasaan Hangat
117 Awal mula
118 Beberapa Informasi
119 Bersikap Tenang
120 Aksi Dari Para Anggota Mafia Werewolf
121 Kenyataan Pahit
122 Menikmati Waktu Santai
123 Musuh Pengganggu
124 Markas Werewolf
125 Siksaan Untuk Antonius (REVISI)
126 Kematian Delano
127 Akhir Dari Rasa Dendamnya
128 Perdebatan Kecil Si Kembar
129 Rasa Sayang Untuk Aurora
130 Kebersamaan Aurora Dan Saga
131 Makan Malam
132 Seperti Orang Gila
133 Rumah Sakit
134 Perkelahian Antara Aurora dan Sasa
135 Butik
136 Perusahaan Al Groups
137 Rencana Busuk Sasa
138 Kampus ( REVISI )
139 Kedatangan Musuh
140 Aksi Nekat Aurora
141 Lagi - Lagi Kania
142 Bermimpi bertemu dengan Ibu
143 Kebersamaan Kita
144 Menyerang Markas Mawar Hitam
145 Berduel Dengan Rose
146 Masalah Baru
147 Mencari Bukti Kejahatan Keluarga Xena
148 Membeli Saham Perusahaan Dirgantara
149 Kemarahan Jason
150 Mendatangi Perusahaan Dirgantara
151 Akhir Dari Jason Dan Keluarganya
152 Makan Malam Bersama Delvin
153 Kabar Buruk
154 Menuju Markas Werewolf
155 Serangan Untuk Para musuhnya
156 Ruang Pertemuan
157 Membawa Si Kembar Kembali Ke Mansion
158 Berencana Menemui Si Kembar
159 Mengintrogasi Si Kembar
160 Masa Lalu Dari Si Kembar (1)
161 Masa Lalu Si Kembar (2)
162 Keributan Di Pagi Hari
163 Akhir Dari Wanita Sombong
164 Pelelangan (1)
165 Pelelangan (2)
166 Canda Tawa
167 Naura Ngambek! ( Revisi )
168 Fakta Yang Sebenarnya ( Revisi )
169 Makan Malam Di Mansion Alan ( Revisi )
170 Umpan Untuk Alan
171 Menyusun Rencana
172 Pria Gila
173 Jebakan Untuk Alan Dan Ibunya
174 Mulai Menyerang Markas Jun Shinji
175 Penyerangan Di Markas Jun Shinji
176 Membawa Jun Shinji Ke Markas Werewolf
177 Memberi Kejutan Untuk Di Kembar
178 Pengobatan Untuk Ayah Si Kembar
179 Menyembuhkan Paman Rendra
180 Melihat Sebuah Drama Keluarga
181 Akhir Dari Musuh Si Kembar
182 Hari Bahagia Untuk Pasangan Baru
183 Pertemuan Kania Dengan Pria Asing
184 Canda Tawa Di Pagi Hari
185 Keluarga kania
186 Angeline Sadar
187 Bertemu Dengan Kania
188 SiKap Diam Kania Yang Tiba - Tiba
189 Kejadian Yang Menimpa Kania
190 Tingkah Jahil Naura
191 Pertemuan Kania Dan Kedua Orang Tuanya
192 Hidup Dengan Keluarga Classter
193 Perdebatan Keluarga Classter
194 Pergi Bersama Angel
195 Kania Dalam Bahaya
196 Menyelamatkan Kania
197 Pencarian Aurora
198 Pria Misterius
199 Berita Buruk Untuk Para Sahabat Aurora
200 Aurora Sadar
201 Ada Apa Dengan Perasaan Aurora
202 Jalan - Jalan Di Sekitar Mansion
203 Jati Diri Kevin
204 Penjelasan Kevin
205 Kabar Buruk Setelah Sampai Di Mansion
206 PENGUMUMAN
207 Kondisi Oma Elena
208 Resmi Menjadi Sepasang Kekasih
209 Kebahagiaan Kevin
210 Amukan Aurora
Episodes

Updated 210 Episodes

1
Fakta Yang Sesungguhnya (REVISI)
2
Di Usir Dari Rumah (REVISI)
3
Tentang Ibu
4
Bertemu Dengan Kakek Dan Nenekku
5
Masa Lalu Dari Sang Ibu
6
Identitas Asli Dari Ibuku
7
Hari Esok Untuk Aurora
8
Para Preman Pengganggu
9
Penyesalan Sang Opa
10
Hari Pertama Untuk Aurora Di University
11
Mendapatkan Teman Baru
12
Memberi Pelajaran Pada Gadis Sombong
13
Masalah Xena
14
Keributan Di Rumah Xena
15
Memberi Pelajaran Pada Keluarga Xena
16
Xena Keluar Dari Rumah
17
Tinggal Di Panti
18
Sengketa Tanah Panti
19
Bertemu Wanita Gila Lagi
20
Rencana Membeli Sebuah Mansion
21
Perusahaan AL GROUP
22
Drama Perusahaan
23
Akhir Dari Wanita Gila
24
Mempelajari Semua Tentang Perusahaan
25
Seluk Beluk Awal Perusahaan Di Bangun
26
Rencana Pergi Ke Markas Besar
27
Memenuhi Tantangan Dari Opa
28
Ruang tersembunyi
29
Resmi Jadi Pemimpin Mafia
30
Tatto Serigala
31
Pagi Yang Cerah Untuk Aurora
32
Pria Bodoh
33
Berita Kematian Yang Di Palsukan
34
Sekelompok Lalat Kecil
35
Akhir Dari Para Pengganggu
36
Pengenalan Tokoh
37
Pemilik Baru Perusahaan Al Group
38
Tingkah Absurd Opa Damian
39
Lagi Lagi Wilona
40
Kedatangan Yang Di Tunggu
41
Naura Eveline
42
Persahabatan Yang Tulus
43
Menikmati Senja Sore Bersama Bian
44
Satu Keluarga Tidak Tahu Malu
45
Kegaduhan Di Panti
46
Menyadarkan Caca, Dia Terlalu Bodoh
47
Takdir Caca
48
Mengambil Lagi Apa Yang Menjadi Hak Nya
49
Takdir akhir Dari Keluarga Itu
50
Obrolan Tentang Mansion
51
Rencana Pergi Ke perusahaan Opa Damian
52
Menu Sarapan Yang Sederhana
53
Perdebatan Kecil
54
Perusahaan Opa
55
Damian John Smith
56
Kesempatan Untuk Kiara
57
CEO Baru Di Perusahaan DS Groups
58
Residence AL Smith
59
Kedai Es Krim
60
Pria Bodoh Itu Datang Lagi
61
Delvin Robertson
62
Menjemput Anak - Anak Panti
63
Pindah Ke Mansion
64
Pengaturan Mansion
65
Markas Mafia Werewolf
66
Kau Jual, Aku Beli. Delvin!
67
Memulai Penyerangan
68
Membabat Habis Mafia Tiger
69
Akhir Dari Mafia Tiger
70
Hadiah Spesial Untuk Sasa
71
Rencana Awal Balas Dendam
72
Perusahaan Light Company
73
Meretas Perusahaan Light Company
74
Mari Kita Mulai, Mahendra!
75
Ancaman Untuk Keluarga Sean
76
Keputusan Sean
77
Aksi Kejar - Kejaran
78
Makan Malam
79
Menyusup
80
Sudah Saatnya
81
Pernyataan Aurora
82
Persetujuan Kerjasama
83
Rencana Pergi Ke Negara A
84
Aku Kembali, Antonius!
85
Penyamaran Aurora
86
Racun
87
Kecerobohan Delano
88
Ancaman Untuk Keysa
89
Amarah Antonius
90
Membawa Marianna Ke Markas
91
Membahagiakan Para Sahabatnya
92
Serangan Mendadak Untuk Aurora
93
Akhir Dari Musuhnya
94
Akhir Hidup Marianna
95
Kekacauan Di Rumah Sakit
96
Kabar Buruk Untuk Antonius
97
Kemarahan Antonius
98
Rasa Penasaran
99
Perusahaan Antonius Berpindah Tangan
100
Berita Buruk
101
Ruang Pertemuan
102
Perdebatan Di Ruang Pertemuan
103
Kejutan Baru
104
Di Usir Dengan Paksa
105
Pergi Dari Mansion
106
Berita Penyerangan
107
Serangan Mafia Black
108
Menikmati Waktu Santai
109
Pengganggu
110
Tatapan Kagum
111
Perusahaan Almas
112
Hilangnya Aurora
113
Pencarian Aurora
114
Rasa Kecewa Aurora
115
Menemukan Lokasi Aurora
116
Perasaan Hangat
117
Awal mula
118
Beberapa Informasi
119
Bersikap Tenang
120
Aksi Dari Para Anggota Mafia Werewolf
121
Kenyataan Pahit
122
Menikmati Waktu Santai
123
Musuh Pengganggu
124
Markas Werewolf
125
Siksaan Untuk Antonius (REVISI)
126
Kematian Delano
127
Akhir Dari Rasa Dendamnya
128
Perdebatan Kecil Si Kembar
129
Rasa Sayang Untuk Aurora
130
Kebersamaan Aurora Dan Saga
131
Makan Malam
132
Seperti Orang Gila
133
Rumah Sakit
134
Perkelahian Antara Aurora dan Sasa
135
Butik
136
Perusahaan Al Groups
137
Rencana Busuk Sasa
138
Kampus ( REVISI )
139
Kedatangan Musuh
140
Aksi Nekat Aurora
141
Lagi - Lagi Kania
142
Bermimpi bertemu dengan Ibu
143
Kebersamaan Kita
144
Menyerang Markas Mawar Hitam
145
Berduel Dengan Rose
146
Masalah Baru
147
Mencari Bukti Kejahatan Keluarga Xena
148
Membeli Saham Perusahaan Dirgantara
149
Kemarahan Jason
150
Mendatangi Perusahaan Dirgantara
151
Akhir Dari Jason Dan Keluarganya
152
Makan Malam Bersama Delvin
153
Kabar Buruk
154
Menuju Markas Werewolf
155
Serangan Untuk Para musuhnya
156
Ruang Pertemuan
157
Membawa Si Kembar Kembali Ke Mansion
158
Berencana Menemui Si Kembar
159
Mengintrogasi Si Kembar
160
Masa Lalu Dari Si Kembar (1)
161
Masa Lalu Si Kembar (2)
162
Keributan Di Pagi Hari
163
Akhir Dari Wanita Sombong
164
Pelelangan (1)
165
Pelelangan (2)
166
Canda Tawa
167
Naura Ngambek! ( Revisi )
168
Fakta Yang Sebenarnya ( Revisi )
169
Makan Malam Di Mansion Alan ( Revisi )
170
Umpan Untuk Alan
171
Menyusun Rencana
172
Pria Gila
173
Jebakan Untuk Alan Dan Ibunya
174
Mulai Menyerang Markas Jun Shinji
175
Penyerangan Di Markas Jun Shinji
176
Membawa Jun Shinji Ke Markas Werewolf
177
Memberi Kejutan Untuk Di Kembar
178
Pengobatan Untuk Ayah Si Kembar
179
Menyembuhkan Paman Rendra
180
Melihat Sebuah Drama Keluarga
181
Akhir Dari Musuh Si Kembar
182
Hari Bahagia Untuk Pasangan Baru
183
Pertemuan Kania Dengan Pria Asing
184
Canda Tawa Di Pagi Hari
185
Keluarga kania
186
Angeline Sadar
187
Bertemu Dengan Kania
188
SiKap Diam Kania Yang Tiba - Tiba
189
Kejadian Yang Menimpa Kania
190
Tingkah Jahil Naura
191
Pertemuan Kania Dan Kedua Orang Tuanya
192
Hidup Dengan Keluarga Classter
193
Perdebatan Keluarga Classter
194
Pergi Bersama Angel
195
Kania Dalam Bahaya
196
Menyelamatkan Kania
197
Pencarian Aurora
198
Pria Misterius
199
Berita Buruk Untuk Para Sahabat Aurora
200
Aurora Sadar
201
Ada Apa Dengan Perasaan Aurora
202
Jalan - Jalan Di Sekitar Mansion
203
Jati Diri Kevin
204
Penjelasan Kevin
205
Kabar Buruk Setelah Sampai Di Mansion
206
PENGUMUMAN
207
Kondisi Oma Elena
208
Resmi Menjadi Sepasang Kekasih
209
Kebahagiaan Kevin
210
Amukan Aurora

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!