Aurora pun berjalan menuju dimana mobilnya terparkir. setelah sampai dan memasuki mobilnya, ia segera menjalankan kuda besinya menuju ke tempat yang bisa untuk menenangkan pikirannya itu
Setelah berkendara selama satu jam di jalanan, ia pun sampai di sebuah pantai yang cukup bagus untuk ia melepas penatnya
Segera ia menghampiri salah satu kedai yang ada di sana untuk membeli minuman kaleng dan melakukan pembayaran
Selesai melakukan pembayaran, Aurora pun melangkah menuju salah satu batu karang yang ada di sana. ia pun duduk di atas batu karang itu dan mulai menikmati senja yang mulai datang menyapanya
Aurora ingat, dulu ia sering sekali pergi ke pantai bersama ibunya dan bermain air bersama sampai waktu senja datang. tapi sekarang, ia hanya datang seorang diri di pantai tanpa sosok ibunya dan hanya di temani dinginnya angin malam itu
Aurora tidak sadar, bahwa ia sudah duduk di sana Berjam - jam lamanya. hingga tiba - tiba handphonenya berdering menandakan ada panggilan masuk . membuat ia sadar dari lamunannya dan segera melihat siapa yang menelfonnya. ternyata panggilan itu dari sang Oma, ia pun segera menekan tombol hijau di layar handphonenya
" Halo Oma, ada apa? " tanya Aurora
" Halo sayang, kamu dimana kenapa belum pulang sayang. ini sudah jam 8 malam, pulanglah nak. Oma tunggu. " ucap Oma dengan nada khawatir
" Ah iya Oma maaf, Aurora pulang sekarang. " ucap Aurora sambil mematikan panggilan itu
Aurora tidak menyangka jika ia sudah berjam - jam lamanya berada di pantai. Setelah panggilan berakhir ia pun melangkah meninggalkan pantai itu dan menuju dimana mobilnya berada. tapi sebelum ia sampai ke mobilnya, Aurora di hadang oleh para preman yang berjumlah 5 orang dengan tubuh kekar berotot. tapi itu tidak membuat Aurora ketakutan
" Hai cantik, ikut Abang yuk. " ucap salah satu preman diantara mereka
Tapi Aurora hanya diam dan terus melanjutkan langkahnya menuju kendaraannya tanpa memperdulikan para preman itu
Para preman yang merasa di acuhkan pun geram dengan sikap Aurora yang hanya diam dan tidak menjawab pertanyaannya malah tetap pergi melangkah meninggalkan mereka
" Kau tuli dan bisu yah." ucap preman yang satunya lagi
Tapi tetap saja Aurora tidak perduli dan tetap melangkah pergi dari sana sampai akhirnya perkataan preman itu pun mengusik pendengaran Aurora
" Dasar ******, berani sekali kau mengabaikan kami hah! " bentaknya pada Aurora
Aurora yang mendengar dirinya di katai ****** pun akhirnya mau tidak mau pun menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah para preman itu. ia hanya menaikkan salah satu alisnya tanpa mengucapkan satu kata pun
Para preman yang merasa di rendahkan dengan sikap yang di tunjukan oleh Aurora pun mulai emosi. dan salah satu dari kelima preman itu pun berkata
" Seret dan bawa dia ke tempat biasa, dan kita nikmati tubuhnya setelah itu buang dia. " ucap preman itu yang ternyata adalah ketua preman
" Baik bos, dengan senang hati. " ucap anak buahnya dengan serempak dan dengan senyum yang mengembang
" Kau tidak akan pernah bisa pergi dari sini sebelum kami menikmati tubuh indah mu. " ucap salah satu preman dengan air liur yang menetes
Aurora yang mendengar perkataan itu pun hanya tersenyum miring dan menantikan usaha mereka untuk membawanya
" Jangan buang waktu ku, kalau kau mampu membawa ku akan ku layani dirimu sampai kau tidak akan sadarkan diri karna rasa puas yang kau rasakan. " ucap Aurora dengan seringai yang tampak terlihat jelas di mata ketua preman itu
Ketua preman sempat ragu karna melihat senyum yang Aurora tunjukan. tapi karna mereka berlima dan Aurora sendiri akhirnya di tepis lah pikiran itu. dan menyuruh anak buahnya untuk segera membawa Aurora ke hadapannya
Para preman itu pun mendekati Aurora kecuali sang ketua, dia hanya berdiri sambil menunggu. Aurora yang melihat itu pun hanya bersikap tenang dan malah berpikir ini bagus untuk melatih ototnya lagi, karna ia sudah lama tidak berolahraga. saat para preman itu sudah dekat dengan Aurora dan ingin memegang tangannya Aurora dengan gerakan yang cepat langsung memukul para preman itu dengan membabi buta
Brugh ...
Aaargh ...
Bruakkk ...
Aaakh ...
Kreekk ....
Teriakan kesakitan para preman itu pun mulai terdengar nyaring dan membuat setiap orang yang masih ada di pantai itu pun mulai mendekat dan melihat apa yang sedang terjadi
Ketua preman yang melihat kemampuan beladiri gadis di depannya itu membuat tubuhnya gemetar ketakutan. bagaimana tidak, anak buahnya di kalahkan hanya dalam kurun waktu lima belas menit dan gadis ini hanya seorang diri. apa lagi ia mendengar suara tulang patah dari salah satu anak buahnya
" Am...ampun nona, ampuni kami nona. " ucap ketua preman dengan badan yang gemetar karna takut bernasib sama dengan anak buahnya
" mana keberanian mu yang tadi hah!? kenapa sekarang kau ketakutan. " ucap Aurora dengan tatapan tajamnya
ketua preman itu pun hanya bisa diam dan tidak berani menjawab pertanyaan Aurora karna ia sangat ketakutan. dan ia berjanji jika bertemu dengan gadis ini lebih baik pergi menjauh sebelum terlihat oleh matanya
" Baru segitu kau sudah takut, dasar buang waktuku saja. " ucap Aurora sambil berjalan mendekati ketua preman itu dan ...
Brugh ...
Bruakkk ...
Krakkk ...
Balasan untukmu karna sudah dengan berani menyebutku ****** dan berkata ingin menikmati tubuh ku." ucap Aurora sambil berlalu pergi dari tempat itu setelah melihat ketua preman itu tidak sadarkan diri
Wow siapa gadis ini, dia hebat sekali ...
Sudah cantik jago beladiri lagi ...
Idaman banget buat di jadiin istri nih ...
Begitulah kira - kira bisikan para pengunjung pantai yang melihat aksinya, dan ucapan terimakasih dari para pemilik kedai yang ada di sana karna sudah memberi pelajaran pada preman itu. karna para preman itu sangat meresahkan sekali di pantai ini. dan Aurora hanya menganggukkan kepalanya saja dan berlalu pergi dari sana
Setelah sampai di parkiran mobil, ia segera memasuki mobilnya dan mulai mengendarai kuda besi itu menuju mansion nya dengan kecepatan tinggi. sampai ia di sumpah serapah oleh para pengguna jalan lainnya karna mengendarai dengan laju yang cukup tinggi. dan aurora pun tidak peduli dengan apa yang mereka katakan
Jangan heran dengan kemampuan berkendara Aurora. karna ia adalah seorang pembalap yang paling di segani jika sudah berada di arena balap. tapi , tentu saja tidak ada yang tau dengan wajahnya. karna Aurora selalu memakai penutup kepala dan juga masker jika sudah berada di arena
Makanya, jika ia pulang seharusnya jarak tempuh dari pantai ke mansion membutuhkan waktu 1 jam. tapi karna ia sudah di telfon berkali - kali oleh sang Oma maka waktu yang ia tempuh menjadi tiga puluh menit saja dengan kecepatan di atas rata - rata
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 210 Episodes
Comments
Inez Anthi
btul skli
2024-03-08
0
Nayosha
kl Aurora jago beladiri kenapa ngga melawan waktu di selalu di siksa sm keluarga ayahnya...
2024-02-29
2
Anonymous
kan jagoan knp diem aja dihajar abang sama bpk’a
2023-10-31
0