" Ingat ini Xena, setelah kau sampai di rumah kau akan habis di tangan papah. aku akan mengadukan mu karna berteman dengan berandalan macam dia. " tunjuk Sasa pada Aurora dan setelahnya ia pun pergi dari sana
Aurora yang mendengar ucapan dari Sasa pun mengalihkan pandangannya ke arah Xena, ia bertanya - tanya
" Tidak ada apa - apa Ra, percayalah. " ucap Xena dengan senyuman tipis
Aurora tau bahwa Xena berbohong, dan ia tidak suka ada kebohongan dalam persahabatan mereka. meski mereka baru berteman hari ini, tapi kalau Aurora sudah mau berteman tandanya mereka termasuk orang - orang terpilih dan penting bagi Aurora. karna tidak semuanya bisa masuk dalam hidupnya dan berteman dengannya
" Tidak mau menjelaskannya padaku? " tanya Aurora dan semuanya hanya diam termasuk Xena
Karna tidak mendapatkan jawabannya dari siapapun, akhirnya Aurora mengambil barang - barangnya dan siap melangkah pergi
" Kalau begitu, aku pergi. dan jangan harap kita berteman lagi. " ucap Aurora dengan nada dinginnya sambil melangkah pergi
Deggg .....
mereka semua yang mendengar ucapan Aurora pun seketika panik, lalu Xena pun berkata
" Baik Ra, aku akan jelaskan apa maksud dari perkataan Sasa tadi. " ucap Xena dengan pasrah
" Jadi dia adalah Sasa kakak tiri ku, ayahku menikah dengan ibunya setelah kematian ibu ku yang belum genap 1 bulan kala itu. dan semenjak mereka datang ke rumah dan menjadi bagian dari kami semuanya terlihat baik - baik saja. aku pun senang karna memiliki teman perempuan di rumah, tapi itu tidak bertahan lama Ra. setengah tahun pernikahan ayah dan ibu tiri ku, semuanya berubah. aku jadi tau sifat ibu dan kakak tiri ku saat mereka tidak sengaja terpergok olehku, mereka sedang merencanakan hal gila untuk mengusirku dari rumah. " ucap Xena dengan panjang lebar
" Dan semenjak itu, berbagai cara mereka lakukan agar aku bisa pergi dari rumah ini. mereka sering memfitnah ku di depan ayahku sampai ayahku mulai membenciku. saat ayahku tidak di rumah pun mereka akan memperlakukan ku seperti pembantu dan para pelayan di larang untuk membantuku. dan karna seringnya aku di fitnah yang tidak berdasar itu, ayahku semakin membenciku dan tidak pernah lagi bertegur sapa denganku Ra. jika aku salah sedikit saja di matanya aku akan langsung dapat hukuman darinya. " lanjut Xena dengan air mata yang mulai menetes
" Bahkan, aku bisa kuliah juga karna mendapatkan beasiswa dari kampus ini. bukan karna di biayai oleh ayahku Ra. ia lepas tangan dan tidak ingin membiayai semua kehidupanku. aku berjuang keras agar tetap hidup dan bertahan sama kerasnya dunia ini. " ucap Xena sambil menghapus air matanya
" Lalu untuk membeli semua keperluan mu bagaimana? dan kalo kamu tersiksa kenapa kau tidak pergi saja dari rumah itu. " tanya Aurora dengan heran
" Aku kerja Ra buat menuhin semua inginku, aku kerja bareng mereka juga. " ucap Xena
" Aku sudah pernah pergi dari rumah itu Ra dan tinggal bersama mereka di panti asuhan. tapi selalu berakhir di datangi ayahku lagi dan di seret untuk ikut pulang dengannya. kalau aku tidak mau ikut pulang dengannya, mereka semua yang ada di panti akan di celakai oleh papah ku. dan aku tidak mau itu semua terjadi Ra. " lanjut Xena dengan suara lirih
Aurora yang mendengar penjelasan Xena pun ikut merasa miris. ternyata nasib mereka pun sama tidak jauh beda dengan dirinya. Aurora pun geram dengan kelakuanmereka semua
" Tunggu, kalian berempat tinggal di panti asuhan dan kuliah dengan beasiswa juga? tanya Aurora pada mereka berempat
" I...iya Ra. apakah kamu masih mau bersahabat dengan kami? " tanya Kania dengan nada lirih ya
" Tidak .....
" Tuh kan, sudah aku bilang dari awal kalo Aurora tidak akan mau berteman dengan kita yang notabenenya hanya anak panti asuhan. sudahlah sekarang ayo kita pulang. " potong Bian dengan nada dinginnya padahal Aurora belum selesai bicara
" Baiklah, kalo kamu tidak mau lagi berteman dengan kami. kami akan menjauh darimu mulai sekarang Ra. maafkan kami ya, kami pergi dulu Ra. " ucap Cecil dengan suara lemahnya
Setelah Cecil menyelesaikan ucapannya, mereka semua pun segera membereskan barang - barangnya dan berlalu pergi. tapi sebelum mereka pergi Aurora pun berkata
" Hei tunggu, mau kemana kalian. aku kan belum selesai bicara udah di potong duluan sama Bian." ucap Aurora dengan nada dingin
" Kita udah tau kok Ra, kalo kamu engga akan mungkin mau berteman dengan kami setelah tau status kami semua. " ucap Bian dengan memalingkan mukanya
" Kata siapa aku jawab tidak mau berteman dengan kalian. tadi aku mau jawab tidak masalah yang penting kalian tidak pernah berkhianat dariku itu saja. eh malah langsung dipotong aja sama Bian. " ucap Aurora dengan menatap tajam Bian
" Cape juga ngomong panjang lebar gini hah. " batin Aurora
Mereka semua yang mendengar perkataan Aurora pun langsung berlari memeluk Aurora
" Yey terimakasih Ra, kau baik sekali. " ucap Kania sambil memeluk Aurora bersama Cecil dan juga Xena
" Wah terimakasih Aurora, aku senang akhirnya kita tetap berteman. " ucap David sambil merentangkan tangannya untuk ikut memeluk Aurora tapi langsung di tarik oleh Bian
" Eits mau kemana kamu? " tanya Bian
" Berpelukan lah bersama mereka, kok pake nanya sih. " ucap David dengan kesal
" Tidak boleh, kamu kan laki - laki David. " ucap Kania dengan sorot mata tajam yang malah terlihat lucu
" Baiklah kalo gitu, lebih baik sekarang kau Xena keluar saja dari rumah itu dan tinggal dulu bersama mereka untuk sementara. " ucap Aurora
" Tidak Ra, aku tidak mungkin membahayakan mereka semua yang ada di panti termasuk mereka berempat. " Ucap Xena dengan menolak saran dari Aurora
" Sudah nurut saja, soal papah kamu dan yang lainnya biar aku yang urus. " ucap Aurora
" Kalian berempat pulanglah dulu ke panti, aku akan temani Xena ambil barang - barangnya yang ada di rumahnya. nanti baru ku antar Xena ke tempat kalian. " lanjut Xena
" Aku tidak mau merepotkan mu Ra. itu tidak perlu di lakukan. " ucap Xena sambil memandang wajah Aurora
" Lalu kalo tidak sekarang, mau nunggu sampe kapan. sampe kamu mati karna di siksa papah mu terus begitu! sudah diam dan nurut saja padaku. " ucap Aurora dengan tatapan tajam
Dan mereka pun akhirnya setuju dengan ucapan Aurora demi kebaikan Xena juga. setelah mereka membereskan semuanya, mereka pun keluar dari ruang kelas itu dan mulai berjalan ke arah parkiran
Sesampainya mereka di parkiran, mereka berempat pun pamitan dengan Aurora dan juga Xena untuk pulang terlebih dahulu. tinggallah mereka berdua di parkiran
" Masuklah Xena, kita pulang ke rumahmu sekarang. " ucap Aurora sambil berjalan ke arah kemudi mobilnya tapi Xena hanya diam di depan pintu mobil
" Kenapa malah melamun sih, ayo Xena. " ucap Aurora
" Ini mobilmu, aku tidak pantas Ra menaiki mobil seperti ini. " ucap Xena yang merasa minder, dan Aurora yang mendengar itu pun geram
" Pantas atau tidaknya aku yang menentukan Xena, sekarang masuk dan duduklah di sini. kita pulang ke rumahmu sekarang! " Ucap Aurora penuh penekanan dan akhirnya Xena pun masuk ke dalam mobil itu
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 210 Episodes
Comments
Nayosha
kereeen Aurora sekarang membantu yg di tindas...kasih pelajaran semua tuh yg menindasnya....
2024-02-29
2
Yuan Li
Mantul sih kalo teman2 barunya jadi bawahan Aurora
2024-02-27
0
Lindaaja Linda
Aurora orangnya baik mudah iba tapi bila ada yang mengusiknya siap-siap menghadapinya
2023-10-31
1