Masalah Xena

" Ingat ini Xena, setelah kau sampai di rumah kau akan habis di tangan papah. aku akan mengadukan mu karna berteman dengan berandalan macam dia. " tunjuk Sasa pada Aurora dan setelahnya ia pun pergi dari sana

Aurora yang mendengar ucapan dari Sasa pun mengalihkan pandangannya ke arah Xena, ia bertanya - tanya

" Tidak ada apa - apa Ra, percayalah. " ucap Xena dengan senyuman tipis

Aurora tau bahwa Xena berbohong, dan ia tidak suka ada kebohongan dalam persahabatan mereka. meski mereka baru berteman hari ini, tapi kalau Aurora sudah mau berteman tandanya mereka termasuk orang - orang terpilih dan penting bagi Aurora. karna tidak semuanya bisa masuk dalam hidupnya dan berteman dengannya

" Tidak mau menjelaskannya padaku? " tanya Aurora dan semuanya hanya diam termasuk Xena

Karna tidak mendapatkan jawabannya dari siapapun, akhirnya Aurora mengambil barang - barangnya dan siap melangkah pergi

" Kalau begitu, aku pergi. dan jangan harap kita berteman lagi. " ucap Aurora dengan nada dinginnya sambil melangkah pergi

Deggg .....

mereka semua yang mendengar ucapan Aurora pun seketika panik, lalu Xena pun berkata

" Baik Ra, aku akan jelaskan apa maksud dari perkataan Sasa tadi. " ucap Xena dengan pasrah

" Jadi dia adalah Sasa kakak tiri ku, ayahku menikah dengan ibunya setelah kematian ibu ku yang belum genap 1 bulan kala itu. dan semenjak mereka datang ke rumah dan menjadi bagian dari kami semuanya terlihat baik - baik saja. aku pun senang karna memiliki teman perempuan di rumah, tapi itu tidak bertahan lama Ra. setengah tahun pernikahan ayah dan ibu tiri ku, semuanya berubah. aku jadi tau sifat ibu dan kakak tiri ku saat mereka tidak sengaja terpergok olehku, mereka sedang merencanakan hal gila untuk mengusirku dari rumah. " ucap Xena dengan panjang lebar

" Dan semenjak itu, berbagai cara mereka lakukan agar aku bisa pergi dari rumah ini. mereka sering memfitnah ku di depan ayahku sampai ayahku mulai membenciku. saat ayahku tidak di rumah pun mereka akan memperlakukan ku seperti pembantu dan para pelayan di larang untuk membantuku. dan karna seringnya aku di fitnah yang tidak berdasar itu, ayahku semakin membenciku dan tidak pernah lagi bertegur sapa denganku Ra. jika aku salah sedikit saja di matanya aku akan langsung dapat hukuman darinya. " lanjut Xena dengan air mata yang mulai menetes

" Bahkan, aku bisa kuliah juga karna mendapatkan beasiswa dari kampus ini. bukan karna di biayai oleh ayahku Ra. ia lepas tangan dan tidak ingin membiayai semua kehidupanku. aku berjuang keras agar tetap hidup dan bertahan sama kerasnya dunia ini. " ucap Xena sambil menghapus air matanya

" Lalu untuk membeli semua keperluan mu bagaimana? dan kalo kamu tersiksa kenapa kau tidak pergi saja dari rumah itu. " tanya Aurora dengan heran

" Aku kerja Ra buat menuhin semua inginku, aku kerja bareng mereka juga. " ucap Xena

" Aku sudah pernah pergi dari rumah itu Ra dan tinggal bersama mereka di panti asuhan. tapi selalu berakhir di datangi ayahku lagi dan di seret untuk ikut pulang dengannya. kalau aku tidak mau ikut pulang dengannya, mereka semua yang ada di panti akan di celakai oleh papah ku. dan aku tidak mau itu semua terjadi Ra. " lanjut Xena dengan suara lirih

Aurora yang mendengar penjelasan Xena pun ikut merasa miris. ternyata nasib mereka pun sama tidak jauh beda dengan dirinya. Aurora pun geram dengan kelakuanmereka semua

" Tunggu, kalian berempat tinggal di panti asuhan dan kuliah dengan beasiswa juga? tanya Aurora pada mereka berempat

" I...iya Ra. apakah kamu masih mau bersahabat dengan kami? " tanya Kania dengan nada lirih ya

" Tidak .....

" Tuh kan, sudah aku bilang dari awal kalo Aurora tidak akan mau berteman dengan kita yang notabenenya hanya anak panti asuhan. sudahlah sekarang ayo kita pulang. " potong Bian dengan nada dinginnya padahal Aurora belum selesai bicara

" Baiklah, kalo kamu tidak mau lagi berteman dengan kami. kami akan menjauh darimu mulai sekarang Ra. maafkan kami ya, kami pergi dulu Ra. " ucap Cecil dengan suara lemahnya

Setelah Cecil menyelesaikan ucapannya, mereka semua pun segera membereskan barang - barangnya dan berlalu pergi. tapi sebelum mereka pergi Aurora pun berkata

" Hei tunggu, mau kemana kalian. aku kan belum selesai bicara udah di potong duluan sama Bian." ucap Aurora dengan nada dingin

" Kita udah tau kok Ra, kalo kamu engga akan mungkin mau berteman dengan kami setelah tau status kami semua. " ucap Bian dengan memalingkan mukanya

" Kata siapa aku jawab tidak mau berteman dengan kalian. tadi aku mau jawab tidak masalah yang penting kalian tidak pernah berkhianat dariku itu saja. eh malah langsung dipotong aja sama Bian. " ucap Aurora dengan menatap tajam Bian

" Cape juga ngomong panjang lebar gini hah. " batin Aurora

Mereka semua yang mendengar perkataan Aurora pun langsung berlari memeluk Aurora

" Yey terimakasih Ra, kau baik sekali. " ucap Kania sambil memeluk Aurora bersama Cecil dan juga Xena

" Wah terimakasih Aurora, aku senang akhirnya kita tetap berteman. " ucap David sambil merentangkan tangannya untuk ikut memeluk Aurora tapi langsung di tarik oleh Bian

" Eits mau kemana kamu? " tanya Bian

" Berpelukan lah bersama mereka, kok pake nanya sih. " ucap David dengan kesal

" Tidak boleh, kamu kan laki - laki David. " ucap Kania dengan sorot mata tajam yang malah terlihat lucu

" Baiklah kalo gitu, lebih baik sekarang kau Xena keluar saja dari rumah itu dan tinggal dulu bersama mereka untuk sementara. " ucap Aurora

" Tidak Ra, aku tidak mungkin membahayakan mereka semua yang ada di panti termasuk mereka berempat. " Ucap Xena dengan menolak saran dari Aurora

" Sudah nurut saja, soal papah kamu dan yang lainnya biar aku yang urus. " ucap Aurora

" Kalian berempat pulanglah dulu ke panti, aku akan temani Xena ambil barang - barangnya yang ada di rumahnya. nanti baru ku antar Xena ke tempat kalian. " lanjut Xena

" Aku tidak mau merepotkan mu Ra. itu tidak perlu di lakukan. " ucap Xena sambil memandang wajah Aurora

" Lalu kalo tidak sekarang, mau nunggu sampe kapan. sampe kamu mati karna di siksa papah mu terus begitu! sudah diam dan nurut saja padaku. " ucap Aurora dengan tatapan tajam

Dan mereka pun akhirnya setuju dengan ucapan Aurora demi kebaikan Xena juga. setelah mereka membereskan semuanya, mereka pun keluar dari ruang kelas itu dan mulai berjalan ke arah parkiran

Sesampainya mereka di parkiran, mereka berempat pun pamitan dengan Aurora dan juga Xena untuk pulang terlebih dahulu. tinggallah mereka berdua di parkiran

" Masuklah Xena, kita pulang ke rumahmu sekarang. " ucap Aurora sambil berjalan ke arah kemudi mobilnya tapi Xena hanya diam di depan pintu mobil

" Kenapa malah melamun sih, ayo Xena. " ucap Aurora

" Ini mobilmu, aku tidak pantas Ra menaiki mobil seperti ini. " ucap Xena yang merasa minder, dan Aurora yang mendengar itu pun geram

" Pantas atau tidaknya aku yang menentukan Xena, sekarang masuk dan duduklah di sini. kita pulang ke rumahmu sekarang! " Ucap Aurora penuh penekanan dan akhirnya Xena pun masuk ke dalam mobil itu

Terpopuler

Comments

Nayosha

Nayosha

kereeen Aurora sekarang membantu yg di tindas...kasih pelajaran semua tuh yg menindasnya....

2024-02-29

2

Yuan Li

Yuan Li

Mantul sih kalo teman2 barunya jadi bawahan Aurora

2024-02-27

0

Lindaaja Linda

Lindaaja Linda

Aurora orangnya baik mudah iba tapi bila ada yang mengusiknya siap-siap menghadapinya

2023-10-31

1

lihat semua
Episodes
1 Fakta Yang Sesungguhnya (REVISI)
2 Di Usir Dari Rumah (REVISI)
3 Tentang Ibu
4 Bertemu Dengan Kakek Dan Nenekku
5 Masa Lalu Dari Sang Ibu
6 Identitas Asli Dari Ibuku
7 Hari Esok Untuk Aurora
8 Para Preman Pengganggu
9 Penyesalan Sang Opa
10 Hari Pertama Untuk Aurora Di University
11 Mendapatkan Teman Baru
12 Memberi Pelajaran Pada Gadis Sombong
13 Masalah Xena
14 Keributan Di Rumah Xena
15 Memberi Pelajaran Pada Keluarga Xena
16 Xena Keluar Dari Rumah
17 Tinggal Di Panti
18 Sengketa Tanah Panti
19 Bertemu Wanita Gila Lagi
20 Rencana Membeli Sebuah Mansion
21 Perusahaan AL GROUP
22 Drama Perusahaan
23 Akhir Dari Wanita Gila
24 Mempelajari Semua Tentang Perusahaan
25 Seluk Beluk Awal Perusahaan Di Bangun
26 Rencana Pergi Ke Markas Besar
27 Memenuhi Tantangan Dari Opa
28 Ruang tersembunyi
29 Resmi Jadi Pemimpin Mafia
30 Tatto Serigala
31 Pagi Yang Cerah Untuk Aurora
32 Pria Bodoh
33 Berita Kematian Yang Di Palsukan
34 Sekelompok Lalat Kecil
35 Akhir Dari Para Pengganggu
36 Pengenalan Tokoh
37 Pemilik Baru Perusahaan Al Group
38 Tingkah Absurd Opa Damian
39 Lagi Lagi Wilona
40 Kedatangan Yang Di Tunggu
41 Naura Eveline
42 Persahabatan Yang Tulus
43 Menikmati Senja Sore Bersama Bian
44 Satu Keluarga Tidak Tahu Malu
45 Kegaduhan Di Panti
46 Menyadarkan Caca, Dia Terlalu Bodoh
47 Takdir Caca
48 Mengambil Lagi Apa Yang Menjadi Hak Nya
49 Takdir akhir Dari Keluarga Itu
50 Obrolan Tentang Mansion
51 Rencana Pergi Ke perusahaan Opa Damian
52 Menu Sarapan Yang Sederhana
53 Perdebatan Kecil
54 Perusahaan Opa
55 Damian John Smith
56 Kesempatan Untuk Kiara
57 CEO Baru Di Perusahaan DS Groups
58 Residence AL Smith
59 Kedai Es Krim
60 Pria Bodoh Itu Datang Lagi
61 Delvin Robertson
62 Menjemput Anak - Anak Panti
63 Pindah Ke Mansion
64 Pengaturan Mansion
65 Markas Mafia Werewolf
66 Kau Jual, Aku Beli. Delvin!
67 Memulai Penyerangan
68 Membabat Habis Mafia Tiger
69 Akhir Dari Mafia Tiger
70 Hadiah Spesial Untuk Sasa
71 Rencana Awal Balas Dendam
72 Perusahaan Light Company
73 Meretas Perusahaan Light Company
74 Mari Kita Mulai, Mahendra!
75 Ancaman Untuk Keluarga Sean
76 Keputusan Sean
77 Aksi Kejar - Kejaran
78 Makan Malam
79 Menyusup
80 Sudah Saatnya
81 Pernyataan Aurora
82 Persetujuan Kerjasama
83 Rencana Pergi Ke Negara A
84 Aku Kembali, Antonius!
85 Penyamaran Aurora
86 Racun
87 Kecerobohan Delano
88 Ancaman Untuk Keysa
89 Amarah Antonius
90 Membawa Marianna Ke Markas
91 Membahagiakan Para Sahabatnya
92 Serangan Mendadak Untuk Aurora
93 Akhir Dari Musuhnya
94 Akhir Hidup Marianna
95 Kekacauan Di Rumah Sakit
96 Kabar Buruk Untuk Antonius
97 Kemarahan Antonius
98 Rasa Penasaran
99 Perusahaan Antonius Berpindah Tangan
100 Berita Buruk
101 Ruang Pertemuan
102 Perdebatan Di Ruang Pertemuan
103 Kejutan Baru
104 Di Usir Dengan Paksa
105 Pergi Dari Mansion
106 Berita Penyerangan
107 Serangan Mafia Black
108 Menikmati Waktu Santai
109 Pengganggu
110 Tatapan Kagum
111 Perusahaan Almas
112 Hilangnya Aurora
113 Pencarian Aurora
114 Rasa Kecewa Aurora
115 Menemukan Lokasi Aurora
116 Perasaan Hangat
117 Awal mula
118 Beberapa Informasi
119 Bersikap Tenang
120 Aksi Dari Para Anggota Mafia Werewolf
121 Kenyataan Pahit
122 Menikmati Waktu Santai
123 Musuh Pengganggu
124 Markas Werewolf
125 Siksaan Untuk Antonius (REVISI)
126 Kematian Delano
127 Akhir Dari Rasa Dendamnya
128 Perdebatan Kecil Si Kembar
129 Rasa Sayang Untuk Aurora
130 Kebersamaan Aurora Dan Saga
131 Makan Malam
132 Seperti Orang Gila
133 Rumah Sakit
134 Perkelahian Antara Aurora dan Sasa
135 Butik
136 Perusahaan Al Groups
137 Rencana Busuk Sasa
138 Kampus ( REVISI )
139 Kedatangan Musuh
140 Aksi Nekat Aurora
141 Lagi - Lagi Kania
142 Bermimpi bertemu dengan Ibu
143 Kebersamaan Kita
144 Menyerang Markas Mawar Hitam
145 Berduel Dengan Rose
146 Masalah Baru
147 Mencari Bukti Kejahatan Keluarga Xena
148 Membeli Saham Perusahaan Dirgantara
149 Kemarahan Jason
150 Mendatangi Perusahaan Dirgantara
151 Akhir Dari Jason Dan Keluarganya
152 Makan Malam Bersama Delvin
153 Kabar Buruk
154 Menuju Markas Werewolf
155 Serangan Untuk Para musuhnya
156 Ruang Pertemuan
157 Membawa Si Kembar Kembali Ke Mansion
158 Berencana Menemui Si Kembar
159 Mengintrogasi Si Kembar
160 Masa Lalu Dari Si Kembar (1)
161 Masa Lalu Si Kembar (2)
162 Keributan Di Pagi Hari
163 Akhir Dari Wanita Sombong
164 Pelelangan (1)
165 Pelelangan (2)
166 Canda Tawa
167 Naura Ngambek! ( Revisi )
168 Fakta Yang Sebenarnya ( Revisi )
169 Makan Malam Di Mansion Alan ( Revisi )
170 Umpan Untuk Alan
171 Menyusun Rencana
172 Pria Gila
173 Jebakan Untuk Alan Dan Ibunya
174 Mulai Menyerang Markas Jun Shinji
175 Penyerangan Di Markas Jun Shinji
176 Membawa Jun Shinji Ke Markas Werewolf
177 Memberi Kejutan Untuk Di Kembar
178 Pengobatan Untuk Ayah Si Kembar
179 Menyembuhkan Paman Rendra
180 Melihat Sebuah Drama Keluarga
181 Akhir Dari Musuh Si Kembar
182 Hari Bahagia Untuk Pasangan Baru
183 Pertemuan Kania Dengan Pria Asing
184 Canda Tawa Di Pagi Hari
185 Keluarga kania
186 Angeline Sadar
187 Bertemu Dengan Kania
188 SiKap Diam Kania Yang Tiba - Tiba
189 Kejadian Yang Menimpa Kania
190 Tingkah Jahil Naura
191 Pertemuan Kania Dan Kedua Orang Tuanya
192 Hidup Dengan Keluarga Classter
193 Perdebatan Keluarga Classter
194 Pergi Bersama Angel
195 Kania Dalam Bahaya
196 Menyelamatkan Kania
197 Pencarian Aurora
198 Pria Misterius
199 Berita Buruk Untuk Para Sahabat Aurora
200 Aurora Sadar
201 Ada Apa Dengan Perasaan Aurora
202 Jalan - Jalan Di Sekitar Mansion
203 Jati Diri Kevin
204 Penjelasan Kevin
205 Kabar Buruk Setelah Sampai Di Mansion
206 PENGUMUMAN
207 Kondisi Oma Elena
208 Resmi Menjadi Sepasang Kekasih
209 Kebahagiaan Kevin
210 Amukan Aurora
Episodes

Updated 210 Episodes

1
Fakta Yang Sesungguhnya (REVISI)
2
Di Usir Dari Rumah (REVISI)
3
Tentang Ibu
4
Bertemu Dengan Kakek Dan Nenekku
5
Masa Lalu Dari Sang Ibu
6
Identitas Asli Dari Ibuku
7
Hari Esok Untuk Aurora
8
Para Preman Pengganggu
9
Penyesalan Sang Opa
10
Hari Pertama Untuk Aurora Di University
11
Mendapatkan Teman Baru
12
Memberi Pelajaran Pada Gadis Sombong
13
Masalah Xena
14
Keributan Di Rumah Xena
15
Memberi Pelajaran Pada Keluarga Xena
16
Xena Keluar Dari Rumah
17
Tinggal Di Panti
18
Sengketa Tanah Panti
19
Bertemu Wanita Gila Lagi
20
Rencana Membeli Sebuah Mansion
21
Perusahaan AL GROUP
22
Drama Perusahaan
23
Akhir Dari Wanita Gila
24
Mempelajari Semua Tentang Perusahaan
25
Seluk Beluk Awal Perusahaan Di Bangun
26
Rencana Pergi Ke Markas Besar
27
Memenuhi Tantangan Dari Opa
28
Ruang tersembunyi
29
Resmi Jadi Pemimpin Mafia
30
Tatto Serigala
31
Pagi Yang Cerah Untuk Aurora
32
Pria Bodoh
33
Berita Kematian Yang Di Palsukan
34
Sekelompok Lalat Kecil
35
Akhir Dari Para Pengganggu
36
Pengenalan Tokoh
37
Pemilik Baru Perusahaan Al Group
38
Tingkah Absurd Opa Damian
39
Lagi Lagi Wilona
40
Kedatangan Yang Di Tunggu
41
Naura Eveline
42
Persahabatan Yang Tulus
43
Menikmati Senja Sore Bersama Bian
44
Satu Keluarga Tidak Tahu Malu
45
Kegaduhan Di Panti
46
Menyadarkan Caca, Dia Terlalu Bodoh
47
Takdir Caca
48
Mengambil Lagi Apa Yang Menjadi Hak Nya
49
Takdir akhir Dari Keluarga Itu
50
Obrolan Tentang Mansion
51
Rencana Pergi Ke perusahaan Opa Damian
52
Menu Sarapan Yang Sederhana
53
Perdebatan Kecil
54
Perusahaan Opa
55
Damian John Smith
56
Kesempatan Untuk Kiara
57
CEO Baru Di Perusahaan DS Groups
58
Residence AL Smith
59
Kedai Es Krim
60
Pria Bodoh Itu Datang Lagi
61
Delvin Robertson
62
Menjemput Anak - Anak Panti
63
Pindah Ke Mansion
64
Pengaturan Mansion
65
Markas Mafia Werewolf
66
Kau Jual, Aku Beli. Delvin!
67
Memulai Penyerangan
68
Membabat Habis Mafia Tiger
69
Akhir Dari Mafia Tiger
70
Hadiah Spesial Untuk Sasa
71
Rencana Awal Balas Dendam
72
Perusahaan Light Company
73
Meretas Perusahaan Light Company
74
Mari Kita Mulai, Mahendra!
75
Ancaman Untuk Keluarga Sean
76
Keputusan Sean
77
Aksi Kejar - Kejaran
78
Makan Malam
79
Menyusup
80
Sudah Saatnya
81
Pernyataan Aurora
82
Persetujuan Kerjasama
83
Rencana Pergi Ke Negara A
84
Aku Kembali, Antonius!
85
Penyamaran Aurora
86
Racun
87
Kecerobohan Delano
88
Ancaman Untuk Keysa
89
Amarah Antonius
90
Membawa Marianna Ke Markas
91
Membahagiakan Para Sahabatnya
92
Serangan Mendadak Untuk Aurora
93
Akhir Dari Musuhnya
94
Akhir Hidup Marianna
95
Kekacauan Di Rumah Sakit
96
Kabar Buruk Untuk Antonius
97
Kemarahan Antonius
98
Rasa Penasaran
99
Perusahaan Antonius Berpindah Tangan
100
Berita Buruk
101
Ruang Pertemuan
102
Perdebatan Di Ruang Pertemuan
103
Kejutan Baru
104
Di Usir Dengan Paksa
105
Pergi Dari Mansion
106
Berita Penyerangan
107
Serangan Mafia Black
108
Menikmati Waktu Santai
109
Pengganggu
110
Tatapan Kagum
111
Perusahaan Almas
112
Hilangnya Aurora
113
Pencarian Aurora
114
Rasa Kecewa Aurora
115
Menemukan Lokasi Aurora
116
Perasaan Hangat
117
Awal mula
118
Beberapa Informasi
119
Bersikap Tenang
120
Aksi Dari Para Anggota Mafia Werewolf
121
Kenyataan Pahit
122
Menikmati Waktu Santai
123
Musuh Pengganggu
124
Markas Werewolf
125
Siksaan Untuk Antonius (REVISI)
126
Kematian Delano
127
Akhir Dari Rasa Dendamnya
128
Perdebatan Kecil Si Kembar
129
Rasa Sayang Untuk Aurora
130
Kebersamaan Aurora Dan Saga
131
Makan Malam
132
Seperti Orang Gila
133
Rumah Sakit
134
Perkelahian Antara Aurora dan Sasa
135
Butik
136
Perusahaan Al Groups
137
Rencana Busuk Sasa
138
Kampus ( REVISI )
139
Kedatangan Musuh
140
Aksi Nekat Aurora
141
Lagi - Lagi Kania
142
Bermimpi bertemu dengan Ibu
143
Kebersamaan Kita
144
Menyerang Markas Mawar Hitam
145
Berduel Dengan Rose
146
Masalah Baru
147
Mencari Bukti Kejahatan Keluarga Xena
148
Membeli Saham Perusahaan Dirgantara
149
Kemarahan Jason
150
Mendatangi Perusahaan Dirgantara
151
Akhir Dari Jason Dan Keluarganya
152
Makan Malam Bersama Delvin
153
Kabar Buruk
154
Menuju Markas Werewolf
155
Serangan Untuk Para musuhnya
156
Ruang Pertemuan
157
Membawa Si Kembar Kembali Ke Mansion
158
Berencana Menemui Si Kembar
159
Mengintrogasi Si Kembar
160
Masa Lalu Dari Si Kembar (1)
161
Masa Lalu Si Kembar (2)
162
Keributan Di Pagi Hari
163
Akhir Dari Wanita Sombong
164
Pelelangan (1)
165
Pelelangan (2)
166
Canda Tawa
167
Naura Ngambek! ( Revisi )
168
Fakta Yang Sebenarnya ( Revisi )
169
Makan Malam Di Mansion Alan ( Revisi )
170
Umpan Untuk Alan
171
Menyusun Rencana
172
Pria Gila
173
Jebakan Untuk Alan Dan Ibunya
174
Mulai Menyerang Markas Jun Shinji
175
Penyerangan Di Markas Jun Shinji
176
Membawa Jun Shinji Ke Markas Werewolf
177
Memberi Kejutan Untuk Di Kembar
178
Pengobatan Untuk Ayah Si Kembar
179
Menyembuhkan Paman Rendra
180
Melihat Sebuah Drama Keluarga
181
Akhir Dari Musuh Si Kembar
182
Hari Bahagia Untuk Pasangan Baru
183
Pertemuan Kania Dengan Pria Asing
184
Canda Tawa Di Pagi Hari
185
Keluarga kania
186
Angeline Sadar
187
Bertemu Dengan Kania
188
SiKap Diam Kania Yang Tiba - Tiba
189
Kejadian Yang Menimpa Kania
190
Tingkah Jahil Naura
191
Pertemuan Kania Dan Kedua Orang Tuanya
192
Hidup Dengan Keluarga Classter
193
Perdebatan Keluarga Classter
194
Pergi Bersama Angel
195
Kania Dalam Bahaya
196
Menyelamatkan Kania
197
Pencarian Aurora
198
Pria Misterius
199
Berita Buruk Untuk Para Sahabat Aurora
200
Aurora Sadar
201
Ada Apa Dengan Perasaan Aurora
202
Jalan - Jalan Di Sekitar Mansion
203
Jati Diri Kevin
204
Penjelasan Kevin
205
Kabar Buruk Setelah Sampai Di Mansion
206
PENGUMUMAN
207
Kondisi Oma Elena
208
Resmi Menjadi Sepasang Kekasih
209
Kebahagiaan Kevin
210
Amukan Aurora

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!