"Arghhh!!!! Husss .... hussss .... jangan dekat-dekat!" teriak Lesta masih menutup mata sambil mengibaskan salah satu tangannya mengusir Mattew agar tidak mendekatinya. Melihat tingkah Lesta yang ketakutan pada dirinya membuat Mattew semakin gencar menggoda istri kecilnya itu.
Mattew naik ke atas tempat tidur lalu menarik salah satu tangan Lesta lalu meletakkan di sela pahanya. "Kenalan dulu sama Elang," bisik Mattew di dekat telinga Lesta.
"Arghhh!!!" Lesta berteriak histeris saat merasakan tangan memegang sesuatu yang kenyal tapi keras. Seketika itu dia langsung membuka kedua matanya. "ARGGHHHHHHHH!!!!!" teriak Lesta lagi dengan sekuat tenaga saat melihat paruh burung elang milik suaminya dalam genggaman tangannya. Lesta langsung menarik tangannya dan mengusapkan telapak tangannya ke atas permukaan sprei seolah dia jijik dan geli dengan benda tersebut.
Suara teriakan Lesta sampai menembus ke lantai bawah, membuat Melisa dan Ansel sedang bersantai langsung berlari ke kamar putra mereka.
"Mattew, ada apa?!" seru Melisa dan Ansel sambil menggedor pintu kamar tersebut.
Mattew langsung mengambil celananya dan segera memakainya. Gagal deh hari ini mau memperkenalkan si Elang pada Sarangnya.
Lesta menutup wajahnya dengan bantal. Rasa malu dan juga takut bercampur menjadi satu di dalam dada, karena seumur hidupnya dia baru melihat hal yang seperti itu.
Ceklek!
Mattew membuka pintu kamar setelah selesai memakai celana. Dia tersenyum meringis menatap kedua orang tuanya yang menyembulkan kepala ke dalam kamar.
"Apa yang kamu lakukan kepada Lesta?!" omel Melisa sambil mendorong putranya agar tidak menghalangi jalannya. Ia menatap Lesta yang berada di atas ranjang sambil menutup muka dengan bantal.
"Aku nggak ngapa-ngapain kok." Bohong Mattew, menatap kedua orang tuanya yang menghampiri Lesta. Hatinya ketar-ketir, takut kalau Lesta mengadu, bisa tamat riwayatnya kalau itu terjadi.
Melisa menarik bantal yang di gunakan Lesta untuk menutupi wajahnya, "Lesta kamu kenapa?" tanya Melisa pada menantunya.
"Takut dan geli," jawab Lesta jujur menatap kedua mertuanya secara bergantian.
"Takut dan geli sama apa?" Kedua orang itu bertanyaan bersamaan, menatap Lesta yang terlihat takut.
"Takut sama burungnya Pak Mattew," jawab Lesta dengan polosnya.
"Hah?!"
"Burung yang ada bulunya." Lesta memperjelas ucapannya, membuat Melisa dan Ansel tercengang dan tidak berselang lama kedua orang itu paham dengan pembicaraan Lesta.
Ansel menatap tajam putranya sambil berseru, "Mattew kamu ingin mati ya!!!"
"Ampun, Pi! Habisnya nggak tahan!" Mattew memberikan alasan lalu segera melarikan diri dari amukan kedua orang tuanya.
"Sini kau! Dasar guru cabul!" umpat Ansel mengejar Mattew yang terus berlari menuruni anak tangga.
Melisa mengulurkan tanganya pada Lesta, akan tetapi gadis itu hanya menatapnya saja karena takut kepadanya.
"Tidak apa-apa," ucap Melisa, barulah setelah ia mengatakan hal tersebut, Lesta menyambut uluran tangannya.
"Jangan takut dengan hal itu. Karena suatu saat nanti kamu harus melayani Mattew secara batin," jelas Melisa pada Lesta yang terlihat bingung.
Melihat kebingungan menantunya, Melisa pun akhirnya menjelaskan tugas seorang istri dengan jelas dan sangat detail, agar menantunya itu paham.
"Terima kasih, Nyonya," ucap Lesta menundukkan kepala saat Melisa menyelipkan anak rambutnya ke belakang telinganya.
"Aku minta maaf, atas sikapku yang selama ini kasar kepadamu. Tidak seharusnya aku meluapkan rasa kecewaku kepadamu. Karena di sini kamu juga menjadi korban pamanmu." Melisa berkata penuh kesungguhan, membuat Lesta tercengang mendengarnya.
Setelah diam beberapa saat, Lesta tersenyum menggapi ucapan Melisa. "Aku paham dengan perasaan Anda, Nyonya. Anda pasti kecewa dan terkejut ketika mengetahui jika saya dan Pak Mattew telah dinikahkan secara paksa oleh pamanku yang jahat itu. Dan aku pun meminta maaf kepada Anda, karena ulah pamanku semua menjadi kacau seperti ini," ucapan gadis polos itu berhasil menyentuh relung hati Melisa yang paling dalam.
"Sudah aku duga kalau kamu ini adalah gadis yang baik dan cocok untuk Mattew," puji Melisa.
"Lalu kekasih Pak Mattew bagaimana?" Pertanyaan Lesta membuat Melisa langsung terdiam.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
Phurie Rahayu
burung yang ada rambutnya kali less 🤣🤣🤣
2025-03-14
0
Be snowman
wkwkwkwkwkwkwk 😭😭😭🤣🤣🤣
2024-08-26
2
Kalele Femmy
😂😂😂😇😇😇
2024-07-10
1