Mubazir

"Apa?!" Lesta terkejut bukan main saat manager-nya memberitahukan kalau dia di pecat. "Salah saya apa, Pak?" tanya Lesta, kedua matanya  berkaca-kaca, menahan tangis.

"Kamu nggak salah, Lesta. Hanya saja kafe ini sedang mengurangi pekerja paruh waktu," jelas Manager-nya itu.

Kedua mata Lesta mengedar, menatap semua karyawan kafe yang sedang  bekerja melayani pelanggan, di antara mereka ada beberapa orang yang bekerja paruh waktu seperti dirinya.

"Hanya saya yang di pecat?" Lesta bertanya dengan nada bergetar,  tidak menyangka kalau nasibnya akan se-tragis ini. Hidupnya sudah susah kini bertambah susah.

"Maaf." Manager tersebut meminta maaf lalu memberikan amplop yang berwarna coklat kepada Lesta. "Ini gaji kamu, beserta bonusnya."

Lesta menerima amplop tersebut dengan hati yang sangat sakit, "terima kasih," lirih Lesta seraya menundukkan kepala, dadanya begitu terasa sangat sesak. "Saya permisi, Pak," pamit Lesta.

"Iya, semoga kamu mendapatkan pekerjaan baru yang lebih baik dari ini." Manager tersebut menepuk pundak Lesta beberapa kali, memberikan semangat.

Lesta tersenyum getir menanggapinya, lalu segera beranjak dari sana. Gadis itu memasukkan amplop coklat itu ke dalam tasnya. Ia menghela nafas kasar ketika sudah berada di depan kafe. Ia menyetop angkot yang akan melintas, lalu segera naik ke angkot tersebut. Hatinya gusar, dia sedang berada di masa yang sulit, namun tidak ada yang bisa dia ajak berbagi keluh kesah, dia butuh bahu untuk bersandar saat ini.

"Ya Tuhan, kenapa nasibku sekarang menjadi seperti ini," gumam Lesta, sangat sedih,

Gadis itu pun akhirnya memutuskan pulang ke rumah pamannya untuk menenangkan diri. Akan tetapi, setelah sampai di rumah pamannya, dia semakin menelan ludahnya dengan kasar, saat tetangganya memberitahukan kalau rumah tersebut sudah di jual, dan paman Rusli sudah pindah entah ke mana.

Lesta segera menghapus air matanya yang menetes di pipi. Tidak ada tempat berpulang kecuali rumah Mattew--suaminya.

"Apakah ini takdir yang sudah Engkau gariskan untukku, Tuhan? Kenapa begitu kejam?" lirih Lesta seraya berjalan di atas trotoar, berulang kali ia menghembuskan nafasnya dengan kasar, berharap rasa sesak di dalam dadanya berkurang.

"Engkau memberikan cobaan kepadaku sangat berat, tapi aku tahu jika Engkau sudah menyiapkan sebuah kebahagiaan setelah aku berhasil melewati cobaan dari-Mu." Lesta berusaha untuk menguatkan dirinya sendiri. Dia adalah gadis yang kuat, dan tidak akan mudah menyerah begitu saja.

Rintik-Rintik air hujan mulai berjatuhan membasahi bumi pada sore hari itu. Lesta mendongak ke atas seraya menengadahkan kedua tangannya, merasakan air hujan yang turun semakin deras. Bibirnya tersenyum, kedua matanya terpejam, membiarkan tubuhnya basah kuyup di guyur hujan, berharap hujan membawa segala lara dan derita yang selama ini dia rasakan.

Setitik rasa bahagia ia rasakan saat ini, karena hujan memberikan sebuah ketenangan untuknya.

Dari seberang jalan, ada sepasang mata yang sejak tadi memperhatikan Lesta. Ya, sepasang mata itu adalah Mattew.

Pria tersebut segera memutar stir mobilnya menuju seberang jalan hingga melanggar overboden. Ia sampai mendapatkan umpatan dari pengendara lain karena pelanggaran yang ia lakukan, tapi dia tidak mempedulikannya.

Matteew segera mengambil payung dari jok belakang, keluar dari dalam mobil dan menghampiri Lesta yang masih berdiri kehujanan.

"Apa-apaan kamu ini! Nanti bisa sakit!" omel Mattew ketika dia sudah memayungi Lesta, lalu menarik Lesta agar masuk ke dalam mobilnya.

Lesta terkejut, tapi dia tidak bisa menolak paksaan Mattew. Ia hanya pasrah ketika dirinya di tarik paksa masuk ke dalam mobil.

Mattew membuang payungnya lalu segera masuk ke dalam mobil, duduk di balik kemudi.

"Kamu sudah gila ya!" amuk Mattew seraya melepaskan jaketnya, dan memasangkan ke badan Lesta. Entah kenapa dia cemas dan panik saat melihat istrinya itu kehujanan sampai menggigil seperti ini. "Kalau kamu nanti sakit bagaimana?!" Rencananya dia akan nongkrong bersama teman-temannya, namun ia mengurungkan niatnya saat melihat Lesta kehujanan.

"Bapak kenapa peduli sama aku?" lirih Lesta menatap Mattew dengan tatapan yang sulit di artikan.

"Siapa yang peduli sama kamu! Jangan ge-er! Aku hanya tidak ingin muridku sakit dan akhirnya tidak masuk sekolah!" elak Mattew seraya menyalakan mesin mobilnya.

"Iya, mana mungkin Bapak peduli sama aku," lirih Lesta dengan nada sedih, dan masih di dengar oleh Mattew. Akan tetapi pria tersebut pura-pura tuli.

"Hacim .... hacim ..." Lesta sejak tadi bersin-bersin dan badannya pun mulai menggigil.

"Apa aku bilang, kalau kamu itu pasti akan sakit dan menyusahkan orang!" Mattew menambah kecepatan mobilnya, dalam hati sangat mencemaskan istrinya, akan tetapi bibirnya selalu kurang ajar dan melontarkan kata-kata kasar.

Lesta tidak menyahut, ia memejamkan kedua mata seraya melipat kedua tangannya di dada saat rasa dingin dan panas mulai menyerang tubuhnya.

20 menit kemudian, mobil yang di kendarai Mattew sudah sampai di halaman rumah mewahnya. Ia keluar dari mobil dengan tergesa, lalu membuka pintu sisi kanan. Ia menatap Lesta yang terpejam, lalu beralih menyentuh kening gadis tersebut yang terasa sangat panas.

"Dia demam." Mattew segera mengangkat tubuh istrinya ala bridal style lalu memasuki rumah sambil berteriak memanggil kepala pelayan.

"Bi Darmi!!!" teriak Mattew sambil berjalan menapaki tangga menuju kamarnya.

"Iya, Tuan," sahut Bi Darmi datang tergopoh-gopoh dari arah dapur.

"Siapkan alat kompres! Sekarang!" titah Mattew penuh ketegasan.

"Iya, siap." Bi Darmi menatap Lesta yang digendong Mattew dengan sekilas, sebelum ia kembali ke dapur untuk menyiapkan alat kompres.

*

*

Mattew merebahkan istrinya di atas tempat tidur mewahnya, kemudian ia melepaskan tas dan kedua sepatu Lesta. ia menatap Lesta dengan rasa panik, karena wajah Lesta terlihat pucat dan tubuhnya menggigil.

Tidak berselang lama Bi Darmi memasuki kamar tersebut setelah mengetuk pintu beberapa kali.

"Tuan, Lesta kenapa?" Bi Darmi ikut cemas seraya meletakkan mangkuk kaca yang berisi air hangat dan kain kompres di atas nakas.

"Kehujanan. Bibi bantu lepas pakaiannya, aku tunggu di luar," ucap Matteew.

"Nggak ah, seharusnya Tuan sendiri yang melepaskan pakaian Lesta 'kan Tuan suaminya ... aku akan mengambilkan pakaiannya dulu." Bi Darmi segera kabur keluar kamar untuk mengambil pakaian Lestari yang ada di paviliun.

"Aduh, Bibi!" Mattew garuk-garuk kepala, ia bingung antara ingin membuka semua pakaian Lesta atau tidak. Setelah beberapa menit berpikir, akhirnya ia memutuskan untuk melepaskan semua pakaian istri kecilnya. Dengan sangat hati-hati ia membuka satu persatu kancing seragam yang di kenakan oleh Lesta.

"Aku nggak ngintip." Mattew membuka salah satu matanya, ketika seragam berwarna putih itu sudah terbuka lebar memperlihatkan dua gundukan kenyal yang dibalut dengan kaca mata busa berwarna hitam yang sangat kontras dengan kulit putih dan mulus milik Lesta.

"Oh My God!" Mattew segera menutup matanya, kemudian membuka sebelah matanya lagi, sepertinya mubazir kalau tidak di lihat.

Dasar mesum! umpat Author.

Terpopuler

Comments

Soraya

Soraya

enggak ngintip cuma liat doang ya Mat

2025-03-21

0

Mamath Kay

Mamath Kay

apa hukuman lesta masih berlanjut.... trus apa pak guru akan putus dengan kekasih nya

2024-06-07

0

Agustina Kusuma Dewi

Agustina Kusuma Dewi

q pernah, diposisi loe les..
menangis diantara deraan hujan
kuluapkan semua, pasrah itu saja
krn nikmat nantinya yg terpetik dr semua hal yg terjadi
krn Allah takkan tutup mata, dan melampoi beban umatnya
kita kuat, kog..
cha yo

2024-05-29

0

lihat semua
Episodes
1 Salah Paham
2 Terjebak dalam situasi rumit
3 Tamat Riwayatnya!
4 Menguji Iman
5 Diabaikan
6 Ditampar kenyataan
7 Sikap Melisa
8 Mubazir
9 Kamu bukan pembantu, tapi istriku!
10 Rungkat
11 Akan menceraikannya
12 Pengeroyokan
13 Aku berhak atas dirimu!
14 Pindah Kamar
15 Tetaplah bersyukur
16 Kebenaran Tentang Becca
17 Semua sudah berakhir!
18 Mending di cium Badak!
19 Perkara Burung
20 Masih Perkara Burung.
21 Bobok bareng yuk!
22 Si Elang
23 Pusing atas bawah
24 Cemburu
25 Hari Pertama
26 Pedofil
27 Si Emprit
28 Mattew yang narsis
29 Oppa!
30 Panggilan Sayang
31 Hadiah Spesial
32 Hadiah Spesial (part 2)
33 Bersambung
34 Nggak Jadi!
35 Resiko Menikahi Bocil
36 Rebecca
37 Gaskeun!!!
38 Kita Impas!
39 Candu
40 Pelayan Hot
41 Dia Hamil!
42 Dia sudah menikah?
43 Sabar
44 Kabur!
45 Sampai Muntah
46 Rencana Jual Rumah
47 Jadi Kambing Hitam
48 Keributan kecil
49 Bertemu dengan Becca
50 Aksi Lesta mengusir Becca
51 Cuma 15 Miliyar
52 Menjemur Baju Sexy
53 Pakai Helm Dobel
54 Pusing dan Lemas
55 Karya Baru Emak (Mendadak Menjadi Mommy)
56 Kabar Buruk
57 Lagi Isi?
58 Bubar ... Bubar
59 Lagi Itu ...!
60 Periksa ke dokter kandungan.
61 Masa Lalu Buruk
62 Tetap semangat!
63 Sebesar biji kacang hijau
64 Ngidam
65 Tak Sabar Bertemu Bestie
66 Naik Turun
67 Surga adalah tempat terindah untukmu, Becca
68 Selene Fernandes
69 Pemakaman Becca
70 Surat Wasiat Becca
71 Marvel Clark (TAMAT)
72 Ucapan terima kasih dari Emak
73 Karya Baru Emak (Glad to see you again)
74 KARYA BARU EMAK (SEXY OLD BODYGUARD)
75 Karya Baru Emak (STUCK WITH A MR. XANDER)
76 Karya Baru Emak (It's Okay If You Forget Me)
77 KARYA BARU EMAK (PERFECT HONEYMOON)
78 Karya Baru Emak Otor (DEEPEST LOVE IN THE DEEPEST SEA)
79 Karya Baru Emak (Tonight You're Sleeping With Me)
80 Karya Baru Emak (Tonight You're Sleeping With Me)
81 PENARI PANAS TUAN MAFIA (KISAH GLAMOUR SUDAH RILIS)
82 Karya baru emak, BU GURU, JADI MOMMY-KU!
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Salah Paham
2
Terjebak dalam situasi rumit
3
Tamat Riwayatnya!
4
Menguji Iman
5
Diabaikan
6
Ditampar kenyataan
7
Sikap Melisa
8
Mubazir
9
Kamu bukan pembantu, tapi istriku!
10
Rungkat
11
Akan menceraikannya
12
Pengeroyokan
13
Aku berhak atas dirimu!
14
Pindah Kamar
15
Tetaplah bersyukur
16
Kebenaran Tentang Becca
17
Semua sudah berakhir!
18
Mending di cium Badak!
19
Perkara Burung
20
Masih Perkara Burung.
21
Bobok bareng yuk!
22
Si Elang
23
Pusing atas bawah
24
Cemburu
25
Hari Pertama
26
Pedofil
27
Si Emprit
28
Mattew yang narsis
29
Oppa!
30
Panggilan Sayang
31
Hadiah Spesial
32
Hadiah Spesial (part 2)
33
Bersambung
34
Nggak Jadi!
35
Resiko Menikahi Bocil
36
Rebecca
37
Gaskeun!!!
38
Kita Impas!
39
Candu
40
Pelayan Hot
41
Dia Hamil!
42
Dia sudah menikah?
43
Sabar
44
Kabur!
45
Sampai Muntah
46
Rencana Jual Rumah
47
Jadi Kambing Hitam
48
Keributan kecil
49
Bertemu dengan Becca
50
Aksi Lesta mengusir Becca
51
Cuma 15 Miliyar
52
Menjemur Baju Sexy
53
Pakai Helm Dobel
54
Pusing dan Lemas
55
Karya Baru Emak (Mendadak Menjadi Mommy)
56
Kabar Buruk
57
Lagi Isi?
58
Bubar ... Bubar
59
Lagi Itu ...!
60
Periksa ke dokter kandungan.
61
Masa Lalu Buruk
62
Tetap semangat!
63
Sebesar biji kacang hijau
64
Ngidam
65
Tak Sabar Bertemu Bestie
66
Naik Turun
67
Surga adalah tempat terindah untukmu, Becca
68
Selene Fernandes
69
Pemakaman Becca
70
Surat Wasiat Becca
71
Marvel Clark (TAMAT)
72
Ucapan terima kasih dari Emak
73
Karya Baru Emak (Glad to see you again)
74
KARYA BARU EMAK (SEXY OLD BODYGUARD)
75
Karya Baru Emak (STUCK WITH A MR. XANDER)
76
Karya Baru Emak (It's Okay If You Forget Me)
77
KARYA BARU EMAK (PERFECT HONEYMOON)
78
Karya Baru Emak Otor (DEEPEST LOVE IN THE DEEPEST SEA)
79
Karya Baru Emak (Tonight You're Sleeping With Me)
80
Karya Baru Emak (Tonight You're Sleeping With Me)
81
PENARI PANAS TUAN MAFIA (KISAH GLAMOUR SUDAH RILIS)
82
Karya baru emak, BU GURU, JADI MOMMY-KU!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!