"Aduh! Kenapa Becca?!" Seru Billy memasuki kamar Becca yang terus berteriak seperti orang kerasukan.
“Lihat ini!” Becca menyerahkan ponselnya kepada managernya itu.
Billy menatap serius semua foto yang terpampang di ponsel Becca. Dia pun sama terkejut.
“Bagaimana ini terjadi? Padahal aku sudah menyewa bodyguard untuk melindungimu serta mengusir para paparazi agar tidak memotretmu,” ucap Billy seraya membekap mulutnya dengan salah satu tangannya, dan tangan satunya lagi memegang ponsel Becca.
“Aku rasa Mattew sengaja mengirim mata-mata ke sini untuk memantauku,” ucap Becca seraya mengusap wajahnya dengan kasar.
“Mattew? Jadi semua foto ini dari Mattew?” Billy semakin terkejut mendengarnya. Tapi, tidak berselang lama dia tersenyum tipis sambil berkata, “jadi dia sudah mengetahui kalau kamu berselingkuh? Bukankah itu bagus, jadi kamu nggak perlu susah payah untuk menghindarinya lagi!”
“Tidak bisa begini, Billy, karena Mattew termasuk pohon uangku!” balas Becca.
“Oh My God, benar juga.” Billy bergumam seraya mendudukkan diri di tepian tempat tidur, menatap Becca yang tampak resah. “Jadi, bagaimana? Tidak mungkin ‘kan kalau kamu terbang ke Indonesia meninggalkan pekerjaanmu demi Mattew?” pertanyaan Billy malah menjadi sebuah ide yang briliant bagi Becca.
“Ah, itu dia! Siapkan tiket penerbangan ke Indonesia, Billy! Aku ingin cuti selama 1 minggu!” titah Becca menggebu-nggebu.
“Kau gila! Tidak bisa Becca, kamu tidak bisa meninggalkan Kota Paris sampai kontrakmu habis! Aku tidak akan menuruti permintaanmu!” balas Billy dengan tegas menolak keinginan Becca.
“Billy, please ...” mohon Becca.
“Pergilah ke Indonesia, tapi kamu harus membayar penalti jutaan dolar!”
Mendengar ucapan Billy, tentu saja Becca langsung mengurungkan niatnya, karena membayar penalti sebanyak itu sama saja menghancurkan karirnya sendiri. “Baiklah, aku akan menahan diriku sampai dua bulan ke depan!”
*
*
Lesta dan Sam baru keluar dari ruang teater. Gadis tersebut terlihat sangat ceria karena dia sangat suka dengan genre film yang di tonton.
“Makasih ya, Sam,” ucap Lesta pada Sam yang berjalan di sampingnya.
“He he he, gue yang harusnya bilang kayak begitu, soalnya lu mau jalan bareng sama gue,” balas Sam sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia merasa sedikit grogi berdekatan dengan Lesta, apalagi hari ini Lesta kelihatan sangat cantik.
“Aku mau ke toilet dulu ya, kamu tunggu di sini,” ucap Lesta saat mereka berdua sudah berada di luar bioskop.
“Oke.” Sam menjawab sembari mengacungkan salah satu jempol tangannya pada Lesta yang sudah berjalan ke arah toilet yang tidak jauh dari bioskop tersebut. Sam tersenyum karena saat berada di dalam bioskop tadi dia sempat berpegangan dengan Lesta, dan juga sempat foto bersama setelah film selesai di putar.
Sam membuka ponselnya, memilih foto terbaiknya dengan Lesta lalu mempostingnya di instagram pribadinya dengan caption dan hastag; akhirnya bisa nge-date bareng doi**#malamminggumanis**.
Baru saja di posting, unggahan foto Sam sudah di banjiri love dan juga komentar patah hati dari para fans-nya.
Sam terkekeh membaca setiap komentar dari para penggemarnya, namun dia sama sekali tidak berniat komentar mereka, kemudian ia segera memasukkan lagi ponselnya ke dalam kantong celana saat menyadari kalau Lesta sudah sangat lama berada di toilet.
*
*
“Lepas!” Lesta menyetakkan tangannya yang di tarik Mattew saat dia baru keluar dari toilet wanita.
“Aku nggak akan pernah melepaskanmu dan juga tidak akan pernah mengizinkanmu pergi dengan pria lain lagi!” balas Mattew sambil terus menarik tangan Lesta menuju lift yang tidak jauh dari sana.
“Kamu keterlaluan! Sam menungguku di depan bioskop!” geram Lesta saat dia di paksa masuk ke dalam lift oleh suaminya itu, bahkan tasnya pun di sita oleh Mattew.
Mattew merogoh ponsel Lesta lalu menyerahkannya kepada istrinya, “kamu bisa mengirimkan pesan kepadanya, tanpa harus menemuinya lagi!” ucap Mattew penuh penekanan dan paksaan.
Lesta menyambar ponselnya, lalu ia mengirimkan pesan kepada Sam serta menyampaikan mohon maaf kepada temannya itu.
Sam masih bersabar menunggu Lesta di depan bioskop. Dia tidak menyadari kalau Lesta telah di bawa pergi oleh Mattew. Tidak berselang lama, ponsel yang ada di kantong celanannya bergetar, bertanda kalau ada pesan masuk. Sam merogoh kantongnya, mangambil ponsel tersebut lalu membuka pesan yang ternyata dari Lesta.
*“Sam, maafkan aku. Aku harus pulang lebih dulu, karena majikanku menghubungiku dan memintaku agar segera pulang. Sekali lagi maafkan aku.” *
Kurang lebih seperti itu pesan yang di kirimkan oleh Lesta.
Sam menghembuskan nafas kasar setelah membaca pesan dari Lesta. Dia juga merasa bersalah karena sudah membawa Lesta keluar rumah dalam waktu yang lumayan lama. Akhirnya Sam segera beranjak dari sana, keluar dari mall tersebut menuju parkiran yang ada di basment. Dia pulang sendirian.
*
*
Lesta menatap punggung lebar itu dengan sengit, dia melipat kedua tangannya di depan dada, enggan berpegangan pada suaminya yang sedang fokus mengendari motor.
“Lesta, pegangan!” seru Mattew seraya menoleh ke samping agar suaranya di dengar oleh istrinya yang sedang marah.
“Ogah!” balas Lesta.
“Nanti kamu jatuh!”
“Bodo amat!” balas Lesta lagi masih marah pada suaminya yang suka berbuat semaunya kepada dirinya.
Mattew menjadi bingung sendiri menghadapi Lesta yang sedang marah kepadanya, karena dia tidak tahu harus bagaimana membujuk Lesta.
“Kamu sudah makan malam belum?” tanya Mattew sedikit berseru kepada Lesta agar mendengar suaranya yang terbawa angin.
“Nggak lapar!”
“Mau makan apa?” tanya Mattew lagi, karena Lesta menjawab ‘nggak lapar’ berarti istrinya itu belum makan malam.
“Terserah!” sungut Lesta.
Mattew menggembuskan nafasnya kasar, menghadapi istri kecilnya yang sedang marah ternyata memerlukan kesabaran yang super ekstra, terlebih lagi dia harus paham dan peka dengan jawaban istrinya itu yang mengandung sebuah jebakan.
Kata ‘Terserah’ adalah kata mematikan untuk seorang suami kalau tidak memahami apa yang diinginkan oleh istrinya.
“Gini amat ya kalau nikah sama bocil,” gumam Mattew sambil terus menarik gas motornya menuju taman kota.
“Kok di taman kota?” protes Lesta.
“Lah, katanya terserah. Di sini banyak yang jualan bakso dan juga yang lainnya,” jelas Mattew seraya melepaskan helm full face yang menutupi kepala dan wajah tampannya.
“Ish! Masa nggak peka sih! Dan nggak hafal sama kebiasaan istri sendiri kalau tidak akan kenyang kalau belum makan nasi!” Lesta benar-benar sangat jengkel pada Mattew yang tidak mengerti keinginannya.
“Astaga!” Mattew garuk-garuk kepala sambil menoleh ke belakang menatap istrinya yang manyun lima senti meter.
“Minta di cium itu bibir pakai di manyun-manyunin kayak begitu?”
“Mending di cium sama badak dari pada di cium sama kamu!” balas Lesta lalu turun dari motor tersebut menuju gerobak bakso.
Mattew menjadi gregetan dan gemas pada istri kecilnya itu.
“Sabar ... sabar ... orang sabar nggak jadi di rasuki setan!” geramnya lalu mengikuti istrinya yang sudah memesan bakso.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
Dyah Oktina
kasihan sam.. jega lesta
2024-12-12
0
Nana Niez
🤣🤣🤣🤣
2024-11-23
0
Mainah Inah
😅😅😅
2024-06-12
0