Minggu sore.
Mattew yang sedang duduk di teras rumah sangat terkejut saat melihat mobil mewah berwarna putih berhenti di depan rumah Lesta pada sore hari itu. Dia sangat hafal mobil tersebut yang tak lain milik orang tuanya. Ia segera beranjak dari duduknya, karena firasatnya tidak baik.
Benar saja tidak berselang lama pasangan suami istri keluar dari mobil tersebut lalu berjalan menuju rumah sederhana milik Lestari.
"Ma-mami ... Papi!' Mattew hampir tidak bisa bernafas ketika melihat kehadiran kedua orang tuanya. Bagaimana bisa orang tuanya tahu kalau dirinya berada di rumah Lestari? pikir Mattew.
Atau jangan-jangan orang tuanya juga tahu tentang pernikahannya?
"Kaget lihat Mami dan Papi di sini?" Melisa menatap tajam putranya yang berdiri di ambang pintu.
"Mami kok bisa tahu aku ada di sini?" Mattew balik bertanya dan hal itu membuat kedua orang tuanya semakin jengkel.
Melisa mengeluarkan ponselnya, lalu menjelaskan kalau tadi pagi ia menghubungi ponsel Mattew akan tetapi yang menjawab panggilannya adalah orang lain. Hal ini membuat Melisa curiga dan mencecar orang tersebut, akhirnya sebuah fakta terungkap jika ponsel Mattew di sita Pak RT karena putranya itu telah ketahuan mesum dengan seorang gadis SMA dan akhirnya Mattew di nikahkan dengan gadis tersebut. Hal ini tentu saja membuat Melisa dan Ansel sangat terkejut, pantas saja hampir satu minggu ini mereka datang ke Apartemen putranya akan tetapi Mattew selalu tidak ada.
Mattew merasa geram dengan Pak RT karena sudah berani mengaktifkan ponselnya. Tapi, salahnya dia juga karena tidak pernah memasang pengaman di ponselnya. Kini kedua orang tuanya sudah tahu kalau dirinya telah menikah dengan Lestari. Mattew mempersilahkan masuk kedua orang tuanya ke dalam rumah tersebut.
Melisa dan Ansel mendudukkan diri di sofa sambil mengedarkan pandangannya di setiap sudut rumah tersebut.
"Jadi benar kalau kamu menikahi gadis SMA itu? Murid kamu sendiri?" cecar Ansel pada putranya.
"Iya, ini semua hanya kesalahpahaman. Mi. Aku nggak melakukan apa-apa sama dia, kalian percaya sama aku 'kan? Aku nggak mungkin berbuat macam-macam pada muridku sendiri." Mattew menjelaskan kepada orang tuanya.
"Kalau hanya kesalahpahama kenapa kamu tidak menolak dan menjelaskan kepada mereka?!" kesal Melisa pada putranya.
"Aku sudah berusaha, tapi mereka tetap tidak menerima penjelasanku!" balas Mattew sambil menghela nafas kasar.
"Ini sangat tidak masuk di akal!" Ansel menimpali.
"Maka dari itu aku akan menyuruh kalian untuk menyelidik semua ini. Aku juga curiga kalau aku dijebak." Mattew setuju dengan perkataan ayahnya.
"Jangan khawatir, aku akan menyuruh salah satu anak Papi untuk menyelidiki semua ini." Ansel menjawab dengan mantap.
"Lalu di mana wanita itu?" tanya Melisa.
"Dia bekerja paruh waktu di Kafe. Dan Pamannya juga pergi sejak tadi pagi belum pulang," jawab Mattew.
"Karena kamu sudah terlanjur menikahi dia maka bawa dia ke rumah!" Melisa mengatakan dengan tegas kepada putranya.
"Nggak! Aku nggak mau, bahkan aku sudah berencana menceraikannya setelah ponsel dan identitasku kembali!" Mattew menolak keinginan orang tuanya.
"Mattew! Mami nggak suka kalau kamu mempermaikan sebuah pernikahan! Meski kalian menikah dengan cara yang salah! Tapi, Mami dan Papi tidak mau ada perceraian! Bisa kualat kamu nanti!" Melisa memarahi putranya habis-habisan.
"Benar kata Mamimu, kamu nggak boleh mempermainkan pernikahan," sahut Ansel setuju dengan istrinya.
"Kalau aku membawa Lesta ke rumah, apakah kalian akan menerima kehadirannya?" tanya Mattew menatap kedua orang tuanya bergantian.
"Tergantung!" jawab Melisa ambigu.
"Ck! kalau begitu aku nggak mau bawa dia ke rumah! Titik nggak pakai koma!" ucap Mattew keras kepala.
"Oke, kamu juga tidak boleh kembali ke rumah! Ayo, Pi, kita pulang!" Melisa beranjak dari duduknya sembari menarik tangan suaminya, lalu ia melirik putranya yang terlihat gamang.
"Wah! Sepertinya kalian kompak ingin menyiksakku! Oke, aku akan membawa dia pulang ke rumah!" ucap Mattew pada akhirnya menyetujui keputusan kedua orang tuanya.
Setelah mendengar keputusan putranya, Melisa dan Ansel pamit pulang.
Lesta pulang kerja tepat jam 9 malam.
Gadis cantik itu memasuki rumah dengan langkah gontai. Hari ini sungguh melelahkan karena kafe akan selalu ramai saat malam minggu.
"Baru pulang?" tanya Mattew pada Lesta yang duduk di ruang tamu sambil bersandar di sandaran kursi.
"He-em. Bapak sudah makan?" Lesta balik bertanya.
"Belum, bikinin nasi goreng sama telor ceplok!" titah Mattew tanpa memedulikan Lesta yang terlihat kelelahan.
"Emangnya nggak bisa masak sendiri?" gerutu Lesta tapi masih di dengar olah Mattew.
"Mau jadi istri durhaka kamu!" Mattew menatap tajam Lesta. "Buruan!" kesalnya karena istri kecilnya itu tidak kunjung bernajak dari duduk.
"Ck! Iya!" balas Lesta seraya bangkit dari duduknya, berjalan menuju dapur dengan langkah malas.
"Paman belum pulang ya?" seru Lesta dari dapur, karena sejak pulang ia tidak melihat pamannya.
"Nggak tahu dan nggak mau tahu!" sahut Mattew yang duduk di ruang makan, menatap punggung Lesta yang sedang membuat nasi goreng untuknya.
"Ck! Dasar keterlaluan!" kesal Lesta sambil menoleh ke belakang sambil mengacungkan spatula kepada Mattew.
"Bodo amat!" Mattew melotot tajam kepada Lesta.
Dua nasi goreng sudah tersaji di atas meja makan, Mattew dan Lesta mulai makan bersama.
"Besok siap-siap," ucap Mattew ketika dia akan beranjak dari ruang makan.
"Mau ke mana?" tanya Lesta.
"Honey moon, masa gitu aja tanya!" Mattew menjawab dengan nada sengit.
"Hah?" Lesta terkejut seraya menyilangkan kedua tangannya di depan dada. Mendengar kata Honey moon membuat otak Lesta menjadi traveling ria.
TUK!
TUK!
Mattew mengetuk kepala Lesta beberapa kali, sembari berkata, "dasar otak mesum! aku nggak doyan sama badan kamu yang kerempeng yang kayak orang cancingan!" umpat Mattew lalu segera pergi dari ruang makan itu.
"Ish! Aku juga nggak doyan sama Om-Om kayak kamu!" seru Lesta sangat kesal, entah suaminya dengar atau tidak umpatannya karena Mattew sudah keluar dari ruang makan tersebut.
Lesta segera membereskan piring bekas makan mereka, setelah pekerjaannya selesai ia menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Selesai mandi, Lestari keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk menuju kamarnya.
"Hei!!!" teriak Mattew kepada Lesta saat memasuki kamar hanya mengenakan handuk saja.
"Apa? Membuatku terkejut saja," jawab Lesta sambil berjalan menuju lemari, mengambil pakaiannya.
"Cepat pakai bajumu!" Mettew segera menutup kedua matanya. Jantungnya berdetak tidak karaun saat melihat tubuh Lesta yang putih bersih dan montok.
Gadis ini benar-benar menguji nyali dan imanku! geram Mattew di dalam hati.
***
Katanya nggak tertarik sama Lestari yang kayak orang cacingan? Wk wk wk wk.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
🏠⃟ᴬʸᵃⁿᵏરuyzⷦzⷩ𝐀⃝🥀
hahahahhahah
2025-03-05
0
alsava
seru 🤗
2024-12-26
0
s
mempermainkan
2024-12-10
0