Mattew menatap layar laptopnya yang memperlihatkan video seorang wanita cantik yang sedang bergandengan tangan dengan seorang pria bule dengan sangat mesra di pusat perbelanjaan.
Dia mengeraskan rahangnya, lalu menutup laptopnya dengan kasar. Jadi benar dugaannya kalau selama ini Becca—kekasihnya telah mendua darinya. Beberapa hari yang lalu saat dia batal berangkat ke Paris, ia memutuskan meminta bantuan temannya yang berada di sana untuk memata-matai Becca. Dan inilah hasilnya, dia melihat bukti perselingkuhan Rebecca dengan pria bule. Bukan hanya satu video saja yang dia dapatkan, akan tetapi masih banyak lagi, salah satunya adalah video saat Becca keluar dari kamar hotel dengan pria yang berbeda.
Mattew tidak menyangka kalau kekasihnya yang dia kenal sangat baik dan lemah lembut ternyata adalah seorang jallang yang suka gonta-ganti pasangan.
“Pantas saja selama ini kamu selalu banyak alasan saat aku memintamu pulang ke Indonesia.” Mattew sangat emosi karena dikhianati oleh sang kekasih, akan tetapi emosinya itu ternyata membuat hatinya merasa plong dan dia malah bersyukur karena sudah melihat kebusukan Becca.
Kini Mattew tahu siapa yang harus diperjuangankan dalam hubungan ini. Pria tampan tersebut keluar dari kamarnya, lalu menuju kamar ibunya karena dia ingin curhat kepada wanita yang sudah melahirkannya itu.
“Mami sibuk nggak?” tanya Mattew saat masuk ke dalam kamar orang tuanya, Ia melihat Melisa sedang duduk di depan meja rias sambil memakai skincare malam.
“Kalau masuk ke kamar orang itu ketuk pintu dulu!” Melisa tidak menjawab pertanyaan putranya, melainkan memarahi putra kesayangannya itu.
“Sorry.” Mattew menjawab sembari mendudukkan diri di tepian tempat tidur sambil menatap ibunya.
“Ada apa?” Melisa bertanya seraya menatap putranya dari pantulan cermin meja rias yang ada di hadapannya.
“Mau curhat, Mi, masalah Becca.”
“Ah, Mami nggak ada waktu mendengar curhatan kamu!” balas Melisa terus terang sambil memutar duduknya menghadap ke arah putranya setelah selesai memakai skincare.
“Mami, dengarkan dulu, ternyata Becca berselingkuh, Mi.” Matttew mengeluarkan uneg-unegnya kepada ibunya. Ia kira ibunya akan sangat terkejut mendengarnya, namun di luar prediksinya, ibunya itu terlihat biasa saja.
“Mami nggak kaget?” tanya Mattew.
“Nggak! Akhirnya kamu sadar juga kalau Becca itu bukan wanita yang baik buat kamu!”
“Maksud Mami? Mami sudah tahu kelakuan Becca di belakang aku?” tanya Mattew lagi tapi kali ini dibarengi dengan rasa terkejut yang luar biasa. Ia tidak menyangka kalau ibuya akan berkata seperti itu.
“Mami dan Papi sudah tahu sikap busuk Becca saat pertama kali kamu menjalin hubungan dengannya. Saat itu Mami dan Papi sedang ada acara di salah satu hotel, tapi bertepatan dengan itu kami melihat Becca jalan mesra dengan seorang pengusaha yang tak lain adalah teman Papi kamu.” Melisa menceritakan kejadian beberapa tahun yang lalu kepada putranya yang terlihat sangat terkejut dan juga syok.
“Tapi, kenapa kalian tidak menceritakan kepadaku?” rasa terkejut Mattew berubah menjadi aksi protes kepada ibunya.
“Ck! Memangnya kamu mau mendengar omongan orang tuamu ini?!” sindir Melisa pada putranya.
“Sangat sulit meyakinkan seekor lalat kalau bunga jauh lebih indah dari pada sampah,” lanjut Melisa masih menyindir putranya dengan sengit.
Sindiran Melisa begitu menohok dihatinya, membuat Mattew semakin merasa bodoh karena bertahun-tahun dia telah di bohongi oleh Becca dan lebih bodohnya lagi dia telah mengabaikan bunga indah seperti Lesta demi seonggok sampah yang tidak berguna dan berbau busuk.
“Tapi, Mami bersyukur karena kamu akhirnya sadar dan tahu kalau Becca itu bukan wanita yang baik untukmu.” Melisa menatap putranya dengan tatapan lembut.
“Maafkan aku karena sudah membuat Mami dan Papi kecewa. Tapi, sekarang aku tahu mana yang harus aku buang dan mana yang harus aku perjuangkan. Mami, boleh ‘kan kalau aku memperjuangkan dan mempertahankan hubunganku dengan Lesta?” tanya Mattew menatap ibunya dengan serius.
Melisa menjawab dengan anggukan kepala.
“Mami tidak marah? Bukankah selama ini Mami nggak suka sama Lesta?” Mattew menatap ibunya dengan lekat.
“Kata siapa Mami nggak suka sama Lesta!” balas Melisa lalu beranjak dari duduknya. “Mami sebenarnya suka sama Lesta. Lesta adalah gadis yang tangguh, baik, dan sangat mandiri. Tapi, karena rasa kecewa Mami kepada pamannya yang sudah menjebakmu dengan cara murahan, membuat Mami ikut kecewa dan kesal pada Lesta. Tapi, intinya Mami suka punya mantu kayak Lesta.” Penjelasan Melisa membuat senyuman Mattew mengembang.
“Makasih, Mami.” Mattew beranjak dari duduknya lalu mengecup pipi ibunya sebelum berpamitan keluar dari kamar tersebut. Mattew sangat bahagia karena dia sudah mendapatkan restu dari ibunya. Dan anehnya dia lansgung melupakan rasa sakit hatinya hanya dengan mengingat Lesta. Istri kecilnya itu sungguh luar biasa, karena tanpa ia sadari Lesta sudah berhasil menjungkir balikkan dunianya.
Mattew berjalan menuju paviliun karena Lesta kembali tidur di kamar pelayan karena tidak mau berdekatan dengannya. Akan tetapi, langkah Mattew terhenti saat melihat Lesta keluar dari kamar paviliun dengan penampilan yang sangat cantik dan membuat Mattew sampai tidak berkedip melihatnya.
Lesta memakai dress berwarna putih yang dibalut dengan cargidan dengan warna senada. Rambut panjangnya di biarkan terurai, dan wajahnya dibingkai dengan make-up tipis yang membuat gadis itu terlihat sangat cantik dan juga memepesona. Dan telapak kakinya di hiasi dengan flatshoes warna hitam senada dengan warna tas slempangnya.
“Mau ke mana?” tanya Mattew menghampiri Lesta yang berdiri mematung di depan pintu kamarnya. “Kamu dandan?” Mattew menatap bibir mungil kesukaannya itu di poles dengan lipstik berwarna pink.
“Bukan urusan kamu!” balas Lesta melanjutkan langkah kakinya, akan tetapi tangannya langsung di cekal oleh suaminya yang sangat menyebalkan itu.
“Aku berhak tahu semua urusan kamu, karena aku adalah suamimu!” tegas Mattew dengan nada penuh penekanan, dan menatap tajam istri kecilnya.
“Sudah aku katakan jangan pernah mengaturku!” balas Lesta menyentakkan tangannya hingga cekalan tangan itu terlepas, dia pun menatap tajam Mattew tanpa takut sama sekali, kemudian segera berlalu dari sana tanpa mengatakan apapun lagi dan mengabaikan Mattew yang terus meneriakinya.
“Sial!” Mattew mengumpat ketika teriakannya diabaikan oleh Lesta, maka dari itu dia segera mengikuti Lesta dari belakang.
*
*
“Sam, lama menunggu ya?” tanya sapa Lesta pada Sam yang menunggunya tidak jauh dari rumah mewah Mattew. “Waduh, kayaknya aku salah kostume,” ucap Lesta saat melihat motor sport temannya itu.
“Aku lupa memberitahumu kalau kita akan jalan pakai motor. Btw, kamu kerja paruh waktu di rumah mewah itu?” Sam menatap rumah mewah tersebut lalu beralih menatap Lesta yang terlihat sangat cantik pada malam minggu ini.
“Iya, aku kerja dan tinggal di rumah mewah itu,” bohong Lesta sambil tersenyum meringis. “Kalau begitu aku ganti pakaian dulu ya, nggak nyaman kalau naik motor tapi menggunakan dress kayak gini.” Lesta menelisik penampilannya yang sudah oke maksimal.
Sam mengerti dengan perasaan Lesta, kemudian ia melepaskan jaketnya lalu memberikannya kepada Lesta. “Kalau kamu ganti pakaian akan memakan waktu lama, karena film di bioskopnya lima belas menit lagi akan di mulai, jadi gunakan jaketku ini,” ucap Sam, menatap Lesta yang menerima jaketnya lalu naik ke jok belakang motornya.
Dari kejauhan, Mattew mengeraskan rahangnya dan mengepalkan kedua tangannya dengan kuat saat melihat pemandangan istrinya di bonceng oleh pria lain. Dia berjalan menghampiri istrinya, akan tetapi terlambat karena motor yang di naiki Lesta sudah melaju.
“Sialan!” umpat Mattew segera masuk ke dalam rumah untuk mengambil motornya, dia memutuskan mengikuti istrinya. Dia tidak rela kalau Lesta bersama dengan pria lain.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
Be snowman
rasakan panas kan kauu liat istri sama cowo lain .🫢🔥
2024-08-26
3
gerakan tambahan🤸🍋🌶️🥒🥕
sadar bagaimana, sadar itu ketika Matthew menyadarinya sendiri bagaiman sikap kekasihnya bukan dengan melihat bukti sebuah foto dan vidio baru dia sadar..andaikan itu semua gak ada apa bisa dikatakan sadar?
tdk lah!
orang akan dikatakan setiap tindakannya dan permintaanya tulus ketika dia dapat menyadari sendiri dan memutuskan bahwa si A lebih baik dari pada si B. kalau campur tangan orang lain membuatnya sadar..maka kesalahan lain kelak akan terselesaikan bukan atas keinginannya meski dia salah tapi campur tangan orng lain entah itus sebuah nasehat ataupun sebuah bukti.
2024-08-03
0
Mamath Kay
kasihan kasihan kasihan
2024-06-07
0