Rubah yang melihat sosok Alta, dia menjadi ketakutan. Terlihat di wajahnya yang menjadi cukup prihatin di hadapan Alta. Rubah itu hanya bisa menyembunyikan wajahnya, sesekali dia juga terlihat mengintip dan memastikan tentang keadaan Alta itu sendiri.
“Sungguh kasihan.”
Alta lantas pergi, meninggalkan tempat tersebut. Itu membuat rubah itu sedikit lega dan kembali meringkuk. Baginya Alta adalah sebuah hal yang cukup berbahaya baginya. Meski sebenarnya, dia sendiri menyadari bahwa rubah itu juga berada dalam kondisi berbahaya, dimana dikurung di tempat yang minim sirkulasi udara.
Selama bertahun-tahun. Itu jelas, rubah itu sedikit tersiksa setidaknya selama puluhan tahun. Jika dia adalah seorang hewan biasa, tidak mungkin bisa bertahan selama ini atau yang terjadi dirinya menjadi sebuah bangkai.
Tidak ada yang mengetahui, mengapa dirinya terkurung. Hanya dirinya saja yang mengetahuinya. Namun, sungguh ironi ketika rubah itu menjadi hampir kurus dan tidak bisa berkembang.
Cahaya api menerangi rubah itu sekali lagi, dan rubah itu terkejut serta ketakutan. Tampaknya, Alta masih menimbulkan ketakutan pada rubah tersebut, membuatnya gemetar.
Alta mengepalkan tinjunya. Kobaran api meluap melapisi tangannya yang kekar. Kemudian Alta memukul besi penjara itu bagaikan sepatah kayu yang lapuk. Cukup mudah baginya walaupun dia menyadari bahwa besi itu benar-benar sangat keras.
Rubah itu meloncat mundur ke belakang. Raut wajahnya tidak bisa berbohong bahwa dia tidak ingin disentuh. Apalagi setelah menyadari bahwa Alta semakin seperti berbahaya setelah menghancurkan penjara tersebut.
“Jangan takut, ular penjaga itu sudah ku bunuh.”
“Makanlah ini.”
Alta tersenyum. Kemudian dia mengeluarkan sesuatu dari tas makanannya yaitu berupa buah-buahan yang terlihat segar dan cukup manis. Dia tidak tahu apa makanan alami dari rubah, hanya saja dia berusaha untuk membantu dengan cukup yakin karena melihat rubah itu cukup kelaparan.
Melihat reaksi Alta, serta perkataannya yang mengatakan bahwa ular itu sudah dibunuh olehnya, rubah itu sedikit tergerak dalam hatinya. Lagipula dia tadi juga mendengar suara gemuruh yang terelakkan.
Dia terpaksa untuk mencoba untuk mendekat. Selain itu, rubah juga tidak memiliki pilihan lain setelah dia mengendus buah-buahan yang ada di tangan Alta.
Memang terpaksa, tapi berjarak beberapa inchi, tidak ada ancaman yang diberikan oleh Alta. Sehingga dia memberanikan diri tanpa ragu. Membuka mulutnya dan menyantap buah tersebut sambil menatap Alta dengan sedikit was-was.
Alta tersenyum, dia lantas membelai rubah itu dengan cukup lembut. Awalnya rubah yang fokus untuk menyantap makanan itu terkejut dan langsung waspada dengan belaian Alta. Namun dia menikmatinya selepas Alta melakukannya dengan sangat lembut.
“Kenapa kau dipenjara?” Alta mulai berbicara.
Tapi .... rubah itu masih berada di tingkat paling rendah. Jadi sama sekali tidak mengeluarkan suara layaknya seorang manusia untuk berbicara. Jika rubah ini merupakan elemental beast yang tinggi maka hal yang wajar apabila bisa berbicara layaknya manusia.
Dan itu bisa dilakukan dengan cara memakan inti kristal elemental beast yang memiliki elemen yang sama.
Alta mulai berpikir tentang mengapa rubah ini dipenjara? Tapi setelah dia berbicara sendiri dia tidak mampu mengerti. Lagipula rubah ini terlihat tidak begitu mencolok, hanya saja, Alta sedikit tertarik.
Dia sedikit teringat bahwa elemental beast juga bisa melakukan ikatan kontrak dengan manusia. Setelah itu akan menjadi sebuah pendamping dan bisa dipanggil kapan saja apabila dalam keadaan terdesak. Namun apabila orang itu mati, maka hewan peliharaannya juga akan ikut mati.
Tidak berbanding terbalik dimana ketika hewan peliharaannya mati, maka orang itu akan mengalami luka dalam yang berat yang bahkan bisa membuat dirinya koma selama beberapa hari.
Maka dari itu, hanya beberapa elemental beast yang mungkin mau untuk menjadi hewan peliharaan seseorang. Banyak juga yang memilih untuk bertarung mati-matian apabila harus menjadi bawahan orang lain.
“Aku akan membawamu keluar. Hanya saja, aku sedikit tertarik denganmu dan ingin membawamu pergi kemana saja.” Alta berkata dengan lirih sambil menundukkan kepalanya.
Jujur bahwa dia ingin punya hewan peliharaan seperti rubah ini. Walaupun tidak terlalu kuat, tapi Alta memiliki keinginan tertentu. Mungkin karena rubah ini sedikit menggemaskan daripada hewan lain yang pernah dia lihat.
Mendengar perkataan Alta. Siapa yang berpikir rubah itu merespon, meski tidak bisa berbicara layaknya manusia, tapi rubah itu juga mengerti apa yang Alta katakan. Hingga hatinya sedikit tersentuh dengan mata yang mungil.
Rubah itu menggigit tangan Alta saat Alta membelainya. Itu membuat Alta sedikit kaget dan mengangkat tangannya secara tiba-tiba. Dia berdecak sedikit kesal.
“Kau menggigitku?”
Altair melihat lukanya yang berdarah. Dia tiba-tiba menatap mata rubah itu yang cukup mungil dan berkaca-kaca seolah menginginkan sesuatu. Awalnya Alta sendiri sama sekali tidak bisa mengerti apa yang rubah itu maksud. Hingga Alta mengerutkan dahinya, dia membuka mulutnya dan cukup paham.
“Kau, kau ingin menjadi tuanku? Kau membiarkan aku menjadikanmu hewan peliharaanku?”
Alta hampir tidak percaya. Rubah itu meletakkan kepalanya di atas tanah seolah memberikan sebuah isyarat yang cukup serius kepada Alta seperti yang dikatakan oleh Alta demikian.
Jelas-jelas Altair cukup senang. Dia ingin jungkir balik kegirangan karena mendapatkan sosok pet. Meski dia tidak tahu ini kurang berharga, tapi mungkin bisa dirinya menjadikan hewan ini sebagai hewan paling berharga di sisinya.
Sehingga dia tersenyum mengangguk dan mengalirkan darah di atas kepala rubah itu untuk melakukan proses upacara pengikatan kontrak. Lagipula syaratnya sudah terpenuhi untuk menjalin sebagai hewan peliharaan dan tuannya.
Dimana hewan yang akan dikontrak dan orang itu harus memiliki elemental yang sama. Jika rubah itu memiliki elemen api, maka Alta harus memiliki elemen api. Begitupun sebaliknya. Kendati demikian, meski Alta memiliki elemen es, itu bukanlah masalah karena dia sudah memiliki elemen api yang sesuai dengan rubah itu.
Darah diteteskan. Dalam hati Alta dia ingin menjadikan rubah itu sebagai hewan peliharaan. Begitupun rubah itu yang ingin menjadikan Alta sebagai tuannya. Jika persetujuan di hati mereka sudah terukir, maka prosesnya akan bisa berlangsung.
Cahaya bersinar berwarna merah di tanah. Membentuk sebuah lingkaran dan mengelilingi rubah itu. Rubah itu tampak cukup senang dan melihat sekelilingnya yang tampak seperti dibungkus cahaya api yang mempesona.
Sementara Alta menunggu, dia memutuskan untuk menutup matanya karena cahaya yang menyilaukan. Barulah, beberapa detik kemudian, dia melihat cahaya itu menghilang, memperlihatkan rubah itu yang berdiri dengan energik.
Untuk kesekian kalinya dia hampir tidak percaya. Rubah di depannya sudah menjadi hewan peliharaannya. Sehingga Alta kembali membelai rubah itu dan menggaruk-nggaruknya dengan hewan peliharaannya yang baru sambil tersenyum senang.
“Ah ya nama! Tidak mungkin aku tidak memberikan hewan peliharaanku nama. Emm, siapa ya?” Alta berpikir sejenak.
“Seba, Sebas, Siba, Shiba?” Alta memilih beberapa nama. Namun rubah itu kegirangan saat mendengar nama terakhir yang dipilih oleh rubah tersebut.
“Shiba? Baiklah, sekarang namamu adalah Shiba!”
***************
EMm Assalamualaikum para pembaca, gimana kabar kalian? semoga sehat selalu ya.
Selamat datang di karya tidak berguna author ini. dan semoga kalian menjadi terhibur dan suka. Selain itu, maafkan author karena jarang upload. itu karena Author harus mempersiapkan diri untuk menjadi mahasiswa baru di salah satu Universitas.
Namun jangan khawatir, author akan terus update setelah ini. Sertakan like dan komentar agar author lebih bersemangat dalam meneruskan cerita ini. terimakasih.
Author cinta kalian semua.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 191 Episodes
Comments
Mamat Stone
442
2024-08-08
0
Jimmy Avolution
terus
2024-06-20
1
Anonymous
Gila Alta sdh punya hewan kontrak sepertinya dengan rubah emas dan dikasih. nama shiba, lanjut thor
2024-02-11
1