“Kau benar-benar sangat terampil dan berbakat. Bagaimana rasanya memiliki elemen es dan api? Juga elemen es yang bahkan tidak ada di benua ini?” Tanya pak tua Harold.
Alta mengangguk senang, dia menjawab, “Ini sangat memuaskan. Tapi pak tua, aku belum memaafkanmu sejak dulu bahwa penyebab apa yang terjadi denganku adalah dirimu.”
“Altair, semua yang ada di dunia ini tidak bisa didapatkan secara instan. Kau harus belajar tentang itu bahwa dunia itu terkadang tidak adil. Kadang dunia akan berpihak kepadamu, atau mungkin sama sekali tidak. Tidak selamanya sesuatu mengikuti kemauanmu. Selain itu, segala sesuatu yang ada di dunia ini ada sebab akibatnya.”
“Aku menyegel inti elemenmu ada sebab akibat. Kau memiliki atribut es yang sangat berharga, jika muncul sejak kau berumur 10 tahun, maka bisa saja kau akan dibunuh oleh orang terdekat. Jika kau menjadi kaisar, maka kau akan dipaksa untuk turun karena tidak sejalan dengan unsur negara api. Kau harus memikirkan hal itu.” Harold melanjutkan ucapannya.
Altair sungguh tidak mengerti sebenarnya apa yang pak tua Harold itu katakan. Hanya saja, intisari dari perkataan pak tua Harold bahwa di dunia ini ada sebab akibatnya. Selain itu, kenapa dia harus marah tentang segala sesuatu yang sudah terjadi? Bahkan selama tiga tahun dia sudah berdamai dengan pak tua Harold.
Kenapa dia marah tentang segala sesuatu yang di luar batas kemampuannya? Dia merenungi, bahwa segala sesuatu selain terdapat sebab juga akan terdapat akibat. Jika penyebab dia memiliki tubuh yang jauh lebih berotot karena dia fokus pada latihan itu, akibatnya maka dirinya memiliki kemampuan yang bahkan jarang dimiliki oleh orang-orang.
Hanya saja, saat ini dia memiliki kemampuan yang paling sempurna di antara rata-rata elementalist. Dan dia percaya diri akan hal itu. Sayangnya, masih ada seribu satu pertanyaan yang terlintas di pikirannya.
“Jika memang begitu, seharusnya kau tahu siapa orang yang memiliki gen elemen es yang diturunkan kepadaku?”
“Bukankah ku katakan bahwa segala sesuatu tidak bisa didapatkan secara instan Alta? Kau harus mencari tahunya sendiri siapa yang memiliki asal atribut elemen es yang diturunkan kepadamu.”
Secara bersamaan, Alta merasa bahwa dunia tempat ini seperti kehilangan warna, semuanya serba hitam putih secara perlahan. Dia mengucek matanya, berharap bahwa matanya sama sekali tidak ada sebuah kesalahan seperti dia mungkin sedang kelelahan?
Nyatanya tidak. Tidak ada masalah apapun yang ada pada matanya. Dia menatap pak tua Harold yang seolah tubuhnya perlahan menghilang. Semua pohon juga perlahan menghilang.
“A-apa yang terjadi ini?” Alta tampak kebingungan.
“Apa lagi? Tidak mungkin kau berada di dunia ini selamanya. Sudah waktunya kau keluar. Jika kau ingin belajar lagi, alam adalah gurumu, siapa saja bisa menjadi gurumu.” Harold berjalan, menyentuh pundak Alta dikala wujudnya sudah tidak begitu jelas.
Perlahan, tanpa diduga air mata Alta menetes. Perasaannya hancur lebur tidak tahu kenapa. Mungkin Harold adalah sosok bagi Alta yang sudah mendukungnya untuk melatih elemennya meski dia hanya sekadar roh bawaan dia lahir.
Yang jelas Harold adalah orang yang membuat Alta begitu percaya diri. Meski Harold adalah orang yang bertanggung jawab atas penghinaan yang diberikan kepada Altair, tapi Alta bisa menerima sebuah hasil yang membuat dia cukup percaya diri di masa depan.
“Terimakasih pak tua.”
Pyar
Semuanya hilang, kesadaran Alta juga menghilang bagaikan dirinya yang pingsan atau tidur. Hanya saja sebelum menghadapi kehilangan kesadarannya, mungkin dia harus menerima sebuah rasa sakit saat dia bangun di dunia nyata karena terakhir kali dia mengingat bahwa tubuhnya terjatuh hingga ke dasar jurang.
Minimal tulang punggungnya akan patah, atau mungkin ada beberapa bagian dari tubuhnya telah membusuk karena terluka. Hanya saja, tidak mungkin dia tinggal di alam bawah sadarnya bagaikan sebuah mimpi.
“Hah hah hah!”
Alta membuka matanya secara mendadak, napasnya terengah-engah. Jantungnya berdebar-debar sangat kencang. Dia seperti baru saja mendapatkan sebuah mimpi paling panjang yang membuat dia berkeringat dingin. Meski fakta yang sebenarnya bahwa itu bukanlah sebuah mimpi buruk.
Dia bangkit, melihat kondisi tubuhnya yang baik-baik saja. Dia menggerakkan tangannya, ini masih berfungsi, selain itu di seluruh tubuhnya juga tidak ada rasa sakit sama sekali yang membuat dia mengeluh.
Terakhir kali seingatnya, dia terjatuh dari ketinggian, masuk ke dalam jurang hingga membuat tulang punggungnya seperti remuk. Apalagi dia merasa organnya juga mengalami benturan yang cukup keras. Tapi siapa yang menyangka dia masih berdiri?
Tapi dia segera menyadari, bahwa tubuhnya seperti dililit oleh sebuah kain. Sehingga dia menyibakan bajunya dan mendapati bahwa tubuhnya bagaikan dibalut sebuah perban. Selain itu, itulah yang membuat dia berdiri tegak.
Dia juga berpikir, apakah semua itu nyata? Maksudnya tentang tiga tahun dia dilatih keras, elemen es, api pak tua Harold yang melatihnya, apakah itu memang terjadi di alam bawah sadarnya? Atau hanya sekedar mimpi yang tidak akan pernah terjadi?
Altair merasa pusing sekarang. Dia tidak tahu bagaimana harus menyikapinya untuk saat ini. Tapi dia berharap bahwa itu benar-benar terjadi. Jika tidak, maka akan ada rasa untuk menyakiti diri sendiri lagi.
“I-ini dimana?”
Altair melihat ke sekeliling, dia seperti merasa, Ini bukan tempat dimana dia jatuh! Selain itu dia berdiri di dekat sebuah kasur yang tidak terlalu empuk. Hingga dia menyadari bahwa dirinya berada di dalam rumah kayu dengan beberapa obor di sekitar. Ada juga meja reot dengan semangkuk obat beraroma pahit di atasnya.
Dia pun bingung, hingga akhirnya dia keluar dari kamar tersebut. Tapi ketika dia diluar, dia melihat bahwa ruangannya sedikit kotor. Kayu lapuk, jaring laba-laba di atas, hingga ada abu pembakaran bekas untuk memasak. Selain itu disampingnya juga ada ruangan lagi.
“Sepertinya ada seseorang yang menolongku. Panjang umur untuk orang baik.” Pikirnya sambil tersenyum lega.
Dia tidak bisa menganggap bahwa semua orang di dunia ini adalah orang jahat yang berperilaku tidak adil. Ada segelintir orang yang bersikap baik. Dan pasti itu ada!
Alter bukanlah orang yang tidak tahu diri. Pikirnya bahwa penghuni rumah ini mungkin tidak ada di sini sekarang karena dia tidak menemukan adanya seseorang di sini. Dia juga tidak tahu tentang pemilik asli yang sebenarnya yang juga membuatnya cukup penasaran.
Sebagai seorang pangeran, mungkin dia tidak ahli dalam urusan bersih-bersih. Tapi dia memiliki otot yang kuat untuk membersihkannya. Kayu-kayu yang lapuk yang berserakan itu dia kumpulkan di samping tungku pembakaran karena dia tahu pasti akan jadi bahan bakar pembakaran.
Jaring laba-laba yang ada di sudut atap juga dia bersihkan menggunakan kayu panjang yang ada disekitarnya. Mungkin dia sedikit mengeluh bahwa pemilik gubuk ini benar-benar sangat payah sehingga tidak mau membersihkan rumahnya.
Tidak, ini bukan rumah, bagaikan gudang atau mungkin kandang laba-laba lebih tepatnya. Dia dia mempertanyakannya, Bagaimana mereka bisa nyaman?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 191 Episodes
Comments
Saepullah Saep
mantap terussss
2024-07-11
1
Jimmy Avolution
ayo Thor
2024-06-20
0
Anonymous
banyak yang diperoleh Altair didunia roh dan memahami bahwa semua orang bertanggung jawab terhadap dirinya dan harus rendah diri
2024-02-11
2