“Hanzel, bukankah kau memungut bahan makanan terlalu banyak? Gerobaknya akan penuh, dan kita tidak akan bisa membawa kayu yang cukup banyak nantinya.” Seorang nenek-nenek tua yang menarik gerobak memasang wajah cemberut. Tapi itu tidak terlalu kelihatan karena kerutan di wajahnya.
“Yasmin jangan khawatir, kamu yang akan menarik gerobaknya, aku akan memikul lebih banyak kayu bakar lagi. Aku masih bisa. Lagipula itu bukan bahan makanan, melainkan bahan obat untuk seseorang yang kita temui tiga bulan yang lalu.” Kakek-kakek itu menjawabnya. Dia tersenyum seolah tanpa beban.
“Baiklah aku mengerti, hanya saja jangan terlalu banyak memikirkan orang lain dan mengabaikan dirimu sendiri.”
Hanzel mengangguk. Dia tahu meski istrinya dan dirinya mungkin berusia renta, tapi pasangan itu saling mengerti. Bahkan hidup terpencil seperti dengan kehidupan yang saling melengkapi membuat mereka tidak berbeda dengan anak-anak muda pada umumnya.
Tiga bulan yang lalu mereka menemukan Theo tergeletak dengan kemungkinan bertahan hidup yang cukup rendah. Karena mereka tahu bahwa anak laki-laki ini kemungkinan jatuh dari atas atau permukaan. Apalagi mereka sempat melihat tulang anak itu yang hancur.
Jelas jika dia hidup maka keajaiban benar-benar terjadi. Masalahnya jatuh dari jurang bukanlah sesuatu hal yang dianggap enteng.
Mereka hidup di dasar jurang selama bertahun-tahun. Mungkin karena terjebak saat mereka masih muda dulu. Untungnya masih ada tumbuhan yang ada dan sinar matahari yang mampu menembus, sehingga mereka masih bertahan hidup hingga saat ini.
Dan baru kali ini mereka menemukan seseorang pemuda yang terjatuh ke dalam jurang curam bagaikan tebing tinggi. Dan yang membuat mereka heran, anak itu masih bisa bernapas!
Hanzel kembali fokus dengan pekerjaannya. Dia mengumpulkan kayu dan mengikatnya menggunakan serat pohon.
“Aku akan memikulnya, tolong bantu aku.” Hanzel meminta sambil berjongkok dan berusaha untuk menaikkan batang kayu di pundaknya.
Yasmin lantas mengangguk. Dia membantu mengangkat bongkahan kayu ke pundak Hanzel dengan sekuat tenaga. Meski mereka telah renta, mereka melakukan ini selama bertahun-tahun dan sudah melakukannya secara terbiasa.
Yasmin menyeret gerobak setelah dia membantu Hanzel. Mereka akhirnya berjalan pulang. Jaraknya mungkin tidak terlalu jauh, setidaknya tidak akan membuat mereka kelelahan nantinya.
Mereka akhirnya telah sampai di sebuah tempat, tidak lain adalah rumahnya. Hanya saja, saat mereka masuk, mereka melihat seseorang pemuda tampan yang menoleh ke arah mereka. Dimana pemuda itu baru saja melakukan sesuatu.
Selain itu, rumah mereka juga jauh lebih tertata. Padahal mereka sendiri tidak memiliki kesempatan untuk membersihkannya sehingga membuat rumah mereka bagaikan gudang penyimpanan yang tak tertata.
Mereka menjadi tersenyum, bahagia, apalagi perasaan mereka menjadi tenang saat rumah mereka menjadi lebih nyaman. Selain itu, mereka juga senang saat anak muda yang mereka tolong juga berdiri dengan tegak dan mungkin yang membersihkan ini semua.
“Kau, kau sudah sembuh? Akhirnya!” Kata Yasmin dengan cukup senang.
Alta menoleh, pikirnya bahwa pasutri tua renta ini adalah pemilik dari rumah ini. Sehingga dia cukup senang saat pemiliknya kembali. Hanya saja, Alta tidak tahu harus berbuat apa.
Selama tiga bulan orang-orang di depannya merawat kondisinya. Sehingga dia bukanlah orang yang tidak tahu terimakasih. Membersihkan tempat ini juga merupakan bentuk rasa terima kasihnya.
“Maafkan diriku karena telah merepotkan kalian untuk merawatku. Aku tidak tahu bagaimana caranya mengucapkan rasa terimakasih, jadi aku berinisiatif untuk membantu kalian.” Katanya sambil membungkukkan setengah badannya.
“Aku senang kau bisa bertahan selama tiga bulan. Apa kau baik-baik saja?” Tanya Hanzel cukup penasaran.
“Aku baik-baik saja.”
Sepertinya Alta juga heran mengapa dirinya tidak merasakan rasa sakit. Seharusnya tulangnya patah karena insiden itu, tapi siapa yang berpikir dia baik-baik saja? Selama tiga tahun di alam bawah sadar, mungkinkah semua itu nyata dan berpengaruh di dunia luar selama tiga bulan?
Dia menjadi bingung.
Selain itu dia juga menjadi bingung tentang mengapa pasangan suami istri tua renta itu bisa berada di tempat ini sendirian? Baiklah, memang ini sepertinya jauh dari para elemental beast
Tidak ada orang lain, hanya mereka berdua. Juga mengandalkan alam di sekitar yang membuat Alta tidak yakin apakah jika dirinya yang ada di sini bertahun-tahun, apakah dia bisa bertahan?
Hanzel dan Yasmine menghampiri Alta. Mereka mencoba melihat kondisi Alta yang baik-baik saja. Hanya saja mereka cukup terkejut saat menyadari ternyata tidak ada hal yang buruk bagi Alta. Jelas itu bagaikan sebuah keajaiban karena seharusnya Alta akan mengalami kelumpuhan.
“Ba-bagaimana kau bisa baik-baik saja? Tidak lupakan, itu seharusnya adalah hal yang cukup baik.” Hanzel tersenyum puas. Dia langsung merangkul tubuh Alta seolah tidak begitu percaya dengan apa yang dia lihat sebelumnya.
“Tolong duduklah, aku akan memasakkan makanan. Selain itu aku juga akan meracik obat agar kau merasa lebih baik.” Kata Yasmine sambil berjalan ke arah tungku api yang sudah dibersihkan.
“Terimakasih nenek, sepertinya Anda tidak perlu meracik obat.” Alta menolaknya, kemudian dia melanjutkan ucapannya lagi. “Aku akan menolong Anda untuk memasak.”
“Oh ya, ngomong-ngomong, siapa namamu? Mengapa kau bisa terjatuh ke tempat seperti ini?” Tanya Hanzel penasaran.
“Namaku adalah Altair. Aku sebelumnya hanya tersesat dan akibatnya dikejar oleh gerombolan serigala, hanya saja aku tidak memperhatikan jalan dan pada akhirnya jatuh di tempat ini. Itulah yang ku ingat tiga bulan yang lalu.” Alta lantas menyentuh kepalanya. Dia seperti agak pusing untuk mengingatnya.
Masalahnya dia bagaikan bermimpi seperti selama tiga tahun, sehingga ingatannya juga sepanjang tiga tahun lamanya. Meski dia masih belum yakin apakah mimpi itu memang seperti alam bawah sadarnya? Tapi sepertinya memang iya, meski dia sukar untuk mencobanya.
“Kau benar-benar terkena sebuah kesialan.”
“Begitulah kakek. Hanya saja, kenapa kalian bisa berada di tempat ini juga?”
Alta mengerutkan dahinya. Mereka sama sekali tidak mengenal Alta sebagai seorang pangeran kekaisaran. Itu artinya, mereka berada di sini jauh lebih lama dibandingkan dengan umurnya yang berusia 16 tahun.
Hidup dalam isolasi dan sama sekali tidak mengenal dunia luar. Mereka seharusnya akan tertekan. Tapi nyatanya, Alta bisa melihat wajah mereka yang sumringah dan sama sekali tidak menunjukkan rasa yang penuh mengeluh. Mereka hidup apa adanya.
Sayangnya dia juga penasaran mengapa kakek nenek ini bisa berada di tempat ini. Apa mungkin juga mereka jatuh? Sayangnya itu adalah hal yang tidak masuk akal karena mereka tampak sehat. Jika mereka jatuh, setidaknya mereka tidak akan bisa bertahan.
“Itu rahasia. Aku tidak ingin mengungkapkannya.” Jelas Hanzel.
Itu membuat Alta mengerutkan dahinya. Dia tidak tahu mengapa kakek nenek itu seperti sedang menyembunyikan sesuatu. Mereka seolah tidak ingin mengatakannya tentang mengapa mereka bisa berada di tempat ini.
Meski demikian, Alta mengangguk. Itu pasti ada penyebab mengapa mereka sama sekali tidak mengatakannya. Dan Alta sama sekali tidak akan memaksanya.
...****************...
Jangan lupa untuk memberi donasi kepada Author, agar Author lebih bersemangat lagi
Dana: 085607230142
Bank Jago (542): 100340201797
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 191 Episodes
Comments
Saepullah Saep
lanjut
2024-07-12
1
Jimmy Avolution
terus
2024-06-20
0
herry bjb
orang pinsan 3 bulan...meskipun berlatih di bawah alam sadar tapi seharusnya tetap gak menghitung waktu di dunia luar...authornya ni masih pemula begitupun yg memplagiatnya
2024-06-09
0