“Pak tua, kau, kau siapa? Mengapa kau bisa mengenalku. Dan apa maksudmu bahwa aku sekarang sudah memiliki elemental.” Alta bertanya dengan penuh emosi.
Tapi tubuhnya benar-benar tidak tahan akan sebuah kedinginan. Sehingga dia menggigil saat pak tua itu tidak melepaskan kristal yang membekukan dirinya sehingga membuat Altair merasa bahwa dirinya akan mati konyol karena kedinginan. Tapi dia haus akan penasaran tentang alasan yang tepat dari ribuan pertanyaan di pikirannya.
“Pak tua, sebelum menjawab, lepaskan aku! Aku berjanji tidak akan menyerangmu lagi!”
Pak tua itu menunjukkan senyumanmu, sehingga dia mengayunkan tangannya yang membuat es itu langsung mencair seketika, dan Alta terjatuh di atas tanah yang basah karena es meleleh itu.
Alta masih tertegun dan tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Beberapa waktu yang lalu dia mungkin hanya mengetahui kehebatan beberapa elemen yang ada di benua ini yaitu api, air, angin, tanah dan juga petir. Dan saat ini, dia bisa melihat pemandangan yang cukup spektakuler sehingga membuatnya tercengang berulang kali.
Baru kali ini dia bisa melihat elemen es dengan mata kepalanya sendiri. Selain itu, dia juga bisa melihat bahwa pria tua di hadapannya bukanlah sosok yang bisa diremehkan dengan mudah.
“Ku jelaskan dari awal, ini adalah lautan kesadaranmu. Dan aku, aku ada bersamaan dengan kau lahir. Lebih tepatnya aku adalah roh yang menemanimu dan berada di dalam dirimu semenjak kau lahir.” Jelas pria tua itu.
Dia sudah menjelaskannya, tapi Alta masih tidak bisa mempercayainya. Rasanya hal tersebut bagaikan sebuah dongeng tentang roh-roh kuno yang beredar. Hanya saja dia juga menyadari suatu masalah jika dia bukan roh, bagaimana bisa dia ada di tubuh Alta? Itu membuatnya semakin yakin bahwa pria tua itu memang roh.
“Dan aku sudah menjelaskan kenapa aku menahan elemenmu agar kau seperti orang cacat, karena dua alasan. Yang pertama, karena agar kau berlatih keras sehingga menempa fisik yang baik, dan yang kedua agar tidak ada seorangpun yang tahu bahwa kau adalah istimewa.” Sambungnya.
“Istimewa, istimewa bagaimana maksudmu pak tua?” Alta semakin penasaran.
“Bagaimana jika aku mengatakan, bahwa atribut keturunanku sama dengan atribut keturunanmu? Elemenku sama dengan elemenmu dimana kita memiliki api dan es?”
Alta kembali terkejut? Bagaimana mungkin dia bisa memiliki elemen es? Baiklah, jika itu api, Alta masih bisa menerimanya karena itu memang atribut keturunanya yang merupakan kekuatan dasar dari keluarga Shan. Tapi bagaimana dengan es? Mendengarnya saja, Alta menjadi berpikir keras sehingga mengakibatkan dia sakit kepala.
Memang ada sesuatu yang dijelaskan dan tidak dapat masuk ke dalam nalar. Tapi pada dasarnya dunia ini memiliki konsep di luar nalar dimana elemen bekerja dan memakan energi yang dinamakan chakra. Setiap elemen yang dikeluarkan tergantung atribut keturunan mereka dan tidak dapat diganggu gugat.
Jika ayah dan ibu mereka memiliki elemen api dan tidak memiliki yang lain , maka anaknya juga harusnya memiliki elemen api dan tidak memiliki yang lain. Itu adalah aturan dasar yang disebut sebagai atribut keturunan (Gen).
Tapi dia menyadari sesuatu jika salah satu orang tuanya sama sekali tidak memiliki elemen es. Atau elemen primer dari es adalah air dan angin. Setidaknya keduanya atau bahkan salah satu dari mereka sama sekali tidak memilikinya.
“Ba-bagaimana bisa itu terjadi? Ayah atau ibuku sama sekali tidak memiliki elemen tersebut.” Alta berpikir keras. Rasanya ini benar-benar tidak mungkin terjadi.
Bahkan dia berpikir bahwa ini bukanlah sebuah lautan kesadarannya seperti yang dikatakan oleh pak tua itu tadi. Melainkan ini hanyalah sebuah mimpi setelah dia mengalami kematian. Sedangkan pak tua itu semacam seorang malaikat yang akan menuntunnya ke alam baka dan memberikan sebuah informasi yang membuatnya senang agar dia bisa mati dengan tenang.
“Tapi nyatanya, kau memiliki elemen es, yang berarti kau juga memiliki sebuah atribut keturunan es. Tidak mungkin kau memiliki elemen tanpa adanya sebuah atribut keturunan tersebut. Mungkin ayah dan ibumu sama sekali tidak memiliki elemen itu, tapi bagaimana dengan kakekmu? Kakek buyutmu atau nenek dan nenek buyutmu?” Pak tua itu berkata dengan serius sambil menatap Alta.
“Lupakan saja, intinya kau dan aku memiliki elemen yang sama. Tapi, kau akan tahu setelah kau bangun dan menyelidikinya sendiri. Selain itu, kau bisa memanggilku Harold, pak tua Harold atau terserah bagaimana kau bisa memanggilnya.” Sambungnya.
Alta mengerti sekarang, jika bukan berasal dari gen atau atribut keturunan ayah atau ibunya, maka bisa jadi berasal dari kakek atau nenek atau buyutnya. Masalahnya, dia sama sekali tidak pernah membaca silsilah baik itu dari garis ayah atau mungkin garis ibu. Intinya, setelah dia bangun, dia akan menyelidikinya nanti.
Tapi kapan?
“Api: Pukulan Inferno!”
Sempat memikirkan dalam hati, tiba-tiba pak tua itu tiba-tiba bergerak ke arah Alta. Tangan pria tua itu mengumpulkan sebuah energi panas sehingga membentuk sebuah kobaran yang melapisi tinjunya. Hal tersebut dia lancarkan ke arah Alta.
Alta benar-benar terkejut, apalagi dia belum siap. Selain itu, ini jauh lebih menakutkan dibandingkan harus berhadapan dengan beberapa ekor serigala yang menakutkan. Tapi dia hanya bisa melompat mundur dengan penuh ketakutan. Pasalnya dia tidak tahu mengapa pria tua itu tiba-tiba menyerangnya.
“Lawanlah aku! Sekarang kau sudah memiliki elemental baik itu es ataupun api, kenapa kau tidak melakukannya sekarang?!” Teriak pria tua itu.
“Ini, ini mendadak. Pak tua Harold, kau seharusnya tidak melakukan hal ini secara tiba-tiba, aku bahkan sama sekali belum bisa mengendalikan konsep dasarnya. Sialan!” Alta merasa kesal saat dia menjadi bulanan secara terus menerus. Tapi wajahnya tiba-tiba menjadi kosong saat pak tua langsung mengarahkan tinjunya dengan cepat.
Apalagi dia juga tidak mungkin untuk terus mundur karena pak tua itu terus menerus bisa mengikutinya tanpa mengalah. Sehingga apa yang bisa dia lakukan hanyalah menyilangkan tangannya dan menerima tinju yang sudah dilapisi oleh elemen api tersebut.
Dengan suara "Buug," pukulan tinju yang kuat mendarat pada tangan yang disilangkan, menghasilkan bunyi yang berat dan menggetarkan. Apalagi ditambah dengan sentuhan api yang berkobar, membuat siapa saja yang melihatnya merasakan bahwa pukulan itu terlihat memukau.
Tapi berbeda dengan Alta, dimana dia terlempar ke belakang, membentur sebuah pohon dan hampir memuntahkan seteguk darah. Dia mengakui bahwa pukulan pak tua itu benar-benar cukup kuat. Apalagi lengan yang dia gunakan untuk menahan pukulan tersebut kini juga melepuh secara lebar karena serangan itu sama sekali tidak biasa.
Alta menggertakkan giginya. Jelas-jelas ini merupakan sebuah kecurangan karena dia diserang dalam kondisi belum siap dan juga belum menguasai elemen seperti yang dikatakan oleh pak tua tersebut.
“Kau, sialan. Aku sama sekali belum tahu bagaimana cara menggunakan elemennya. Pak tua, mohon bimbingannya.” Alta mengepalkan tinjunya.
“Mudah saja, setiap elementalist memiliki sebuah energi dalam yang disebut chakra. Chakra berpusat di dalam hati. Dan jika kau bisa mengalirkannya, maka kau akan bisa mengeluarkan elemen itu.” Harold menjelaskan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 191 Episodes
Comments
Saepullah Saep
pantap terus
2024-07-11
1
Jimmy Avolution
terus
2024-06-20
1
Sukmawati S Chaca
ohh, chakra, enggak sekalian ninjutsu,taijutsu,senjutsu?
2024-03-29
3