Beberapa hari kemudian, Alta masih tinggal di tempat ini dan belum memiliki keinginan untuk kembali.
Ada beberapa masalah, di antaranya dia belum memiliki titik terang bagaimana caranya dia bisa kembali. Dia sebenarnya ingin menanyakan hal itu kepada Hanzel atau Yasmine. Hanya saja, setiap dia menanyakan hal tersebut, itu membuat mereka berdua benar-benar sedih.
Mereka menganggap bahwa Alta akan kembali. Jadi untuk menghormati perasaan mereka, Alta berhenti menanyakannya. Lagipula Alta yakin mereka sama sekali tidak mengetahuinya kecuali dengan memanjat tebing yang curam. Sedangkan mereka sudah tua dan tidak memiliki kemampuan prima.
Bahkan jika itu orang muda, naik ke atas hal yang kurang memungkinkan. Tebing terjal dengan tingkat kemiringan yang tinggi membuat Alta pasti akan kesulitan untuk kembali.
Kali ini Alta berdiri di depan sebuah batu yang cukup besar. Ukurannya dua kali tinggi Alta dengan lebar kurang lebih sama dengan tingginya.
Dia berdiri di sini karena dia penasaran, apakah yang ada pada saat dia pingsan itu adalah hal yang nyata? Maksudnya, tentang dunia bawah sadar, roh yang melatihnya serta alasan dia tidak memiliki chakra elemental? itu membuatnya cukup penasaran.
Dalam dunia itu Alta mempelajari setidaknya tiga teknik elemen es dan juga tiga teknik elemen api. Kendati demikian, dia masih benar-benar tidak percaya bahwa dirinya bisa menggunakan kekuatan elemental.
Dia menghela napas, benar, ada hawa panas di dalam dirinya yang membuat dia tersenyum lebar. Chakra mengalir di tubuhnya, dia bisa merasakan sensasi itu sesuai yang dia latih selama tiga tahun di alam bawah sadar.
“Api: Basilisk Inferno!”
Tangan Alta merasakan hangat yang cukup. Dia merasakan ada sesuatu yang bergerak di tubuhnya bagaikan aliran sungai yang mengalir sehingga membuat dia merasa nyaman. Dan saat itu juga, ketika Alta mendorong tangannya, seekor ular atau kurang lebih seperti naga api keluar dari tangannya.
Berhembus keluar dengan energi panas yang cukup dahsyat, bergerak luar biasa cepat hingga membentur batu di hadapannya hingga hancur berkeping. Setelah itu teknik yang dikeluarkan oleh Alta juga menghanguskan puing-puing batu tersebut.
Alta merasa terkagum-kagum dengan kekuatan yang dia miliki. Dia memperhatikan setiap gerakan dan aliran energi dari naga api yang dihasilkan oleh kemampuannya. Dalam hati, dia merasa bersyukur bahwa semua latihan dan pelajaran yang dia dapatkan di alam bawah sadar benar-benar membawa perubahan pada dirinya.
"Tidak bisa dipercaya! aku benar-benar memiliki kekuatan elemen api!" ucap Alta dengan penuh kegembiraan. Dia merasakan kehangatan dan kekuatan yang memenuhi seluruh tubuhnya. Sensasi ini membuatnya semakin yakin bahwa apa yang dia alami di alam bawah sadar adalah nyata.
Dia menjadi benar-benar senang. Kehidupan sebagai julukan si sampah Alta benar-benar menghilang yang membuat dia sangat senang. Semua yang ada di alam bawah sadarnya juga benar adanya. Mulai dari roh bawaan lahir yang ada di dalam tubuhnya, serta diketahui bahwa dirinya telah memiliki 2 atribut keturunan yaitu elemental es dan juga elemen api.
Untuk elemen es, tiba-tiba dirinya juga benar-benar penasaran.
Sehingga dia mengangkat tangannya dan segera menggunakan teknik yang dia pelajari selama di alam bawah sadar.
“Es: Amarah Pekat Beku!”
Suhu sekitar tiba-tiba mendadak menjadi dingin. Altair merasa sedikit menggigil seolah dia berada di dalam musim dingin. Suhu udara juga berubah secara drastis yang membuat dia menoleh ke sekitarnya.
Dia melihat puluhan kristal es tajam tercipta di sekitarnya. Kristal es dengan panjang telapak tangan membuat siapapun akan menjadi ngeri dan menggigil. Apalagi serangan ini siap memberikan kerusakan drastis ke depan.
Dan yang benar saja, puluhan kristal es bergerak cepat ke arah depan.
Kristal es yang menyentuh objek tidak hanya sekedar memberi kerusakan, melainkan juga sedikit membekukan seperti tanah dan juga pohon di hadapan Alta.
Dia cukup yakin apabila serangan ini mengenai seseorang, maka benar-benar akan berakibat secara fatal karena selain memberikan kerusakan, maka juga akan membekukan area kecil.
“Keren! Ini benar-benar nyata!” Alta benar-benar senang. Lantas dia memukul-mukul pipinya berharap apa yang dia lihat kali ini bukan hanya sekedar mimpi seperti yang ada saat dia pingsan.
Dia tidak tahu bagaimana harus menyikapinya, perasaan senang juga cukup nyata baginya. Sekarang dirinya tinggal memikirkan bagaimana caranya untuk kembali ke atas dan membungkam mulut seseorang yang telah menghina dirinya.
Tapi sepertinya tidak untuk sekarang. Dia sudah terlanjur hidup nyaman tanpa tekanan selama beberapa hari ini.
Hari sudah sore, Alta berolahraga sejenak sebelum dia menuju mata air untuk mandi. Meskipun dirinya memiliki kekuatan elemental, tapi dia tetap untuk menempa fisiknya agar jauh lebih bugar dan berotot.
Karena selama ini, kekuatan yang menemani kehidupannya hanyalah kekuatan fisik, jadi Alta sama sekali tidak bisa melupakan kekuatan fisik nya yang membuat dia terus bersemangat untuk hidup.
Tepat saat itu juga, Alta mendengarkan sebuah teriakan yang cukup keras. Dia benar-benar cukup terkejut. Bagaimana tidak? yang hidup di tempat ini hanyalah dirinya dan dua orang tua itu dan tidak ada orang lain selain diri mereka.
Jadi teriakan itu kemungkinan berasal dari Yasmine.
Sehingga dengan tergesa-gesa Alta menuju ke asal suara tersebut. Dengan cepat berlari menuju sumber suara. Saat dia mendekati tempat asal teriakan, hatinya semakin berdebar. Ternyata, teriakan itu memang berasal dari Yasmine.
Dia melihat Yasmine terkapar di tanah, sedangkan Hanzel sedang berdiri dengan napas yang terengah-engah. Dan apa yang membuat Alta terkejut adalah, Hanzel tengah berhadapan dengan seekor kalajengking.
Alta melihat sekilas. Dimana Hanzel melompat ke arah kalajengking raksasa itu, dimana tangan Hanzel mengeluarkan sebuah elemen petir yang memberikan sebuah ledakan yang terdengar nyaring. Apalagi elemen petir itu benar-benar cukup kuat dan memberikan sambaran yang mampu menghanguskan area sekitar.
Sayangnya kalajengking itu memiliki elemen tanah, sehingga dia membentuk sebuah dinding tanah yang cukup tebal sehingga Hanzel tidak bisa menyerangnya.
“Bajingan kau binatang busuk!” Hanzel berteriak. Dia bergerak ke arah samping. Sayangnya kalajengking itu sudah menunggu dari balik dinding dengan mengayunkan ekornya untuk memberikan racun kepada Hanzel.
Hanzel membuka matanya lebar-lebar. Dia tidak mampu untuk bergerak lagi karena kondisinya yang melompat ke arah kalajengking tersebut. Sedangkan senjata kalajengking yang merupakan ekornya juga tengah mengarah ke arahnya yang membuat Hanzel tidak bisa berbuat apa-apa. Itu berakibat fatal, setidaknya dirinya akan tertusuk dan terbunuh.
“Sekali bintang busuk tetaplah binatang busuk.”
“Api: Pukulan Inferno!”
Sebuah gerakan cepat bagaikan membelah udara. Tinggal beberapa inci saja sengatan kalajengking itu mengenai Hanzel. Untungnya Alta sudah bergerak cepat, memberikan sebuah pukulan telak berapi kepada ekor kalajengking tersebut yang akan menyerang Hanzel.
Kalajengking itu mengeluarkan raungan kesakitan. Ekornya hampir terpotong, tapi dia juga terlempar jauh ke belakang.
Sedangkan Alta menatap hewan itu dengan cukup tajam. Ditambah tangan Alta juga mengeluarkan sebuah elemen api yang membentuk sebuah tinju sehingga dia memiliki sebuah kesan yang mengerikan.
“Darimana datangnya binatang ini?”
“Kemungkinan dari atas dan terjatuh ke tempat ini.” Hanzel terengah-engah. Itu wajar karena dia sudah tua.
...****************...
Jangan lupa untuk memberi donasi kepada Author, agar Author lebih bersemangat lagi
Dana: 085607230142
Bank Jago (542): 100340201797
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 191 Episodes
Comments
Ikram Dicky
Like 👍
2024-10-20
0
Jimmy Avolution
lanjut
2024-06-20
1
Anonymous
lanjut thor mungkin kaget kali hazel & yasmini si Alta mempunyai elemen api, lanjut thor apakah roh kalajengking akan memasuki ke tubuh Altair?
2024-02-11
2