Bangun Dalam Keajaiban

Alta menggertakkan giginya, dia sudah mencoba untuk berteriak tapi tidak ada seorangpun yang merespon. Sejenak, dia berpikir bahwa apabila dia berteriak, maka itu justru akan memancing para elemental beast yang lain untuk mengejar dirinya.

Sesekali dia melihat kebelakang, siapa yang menyangka serigala Alpha itu mengeluarkan sebuah elemen petir dari mulutnya? Alta terkejut, dia lantas melompat ke samping untuk menghindari serangan itu. Untungnya, setelah elemen itu dilepaskan, Alta berhasil menghindar ke samping terlebih dahulu sebelum petir itu menyambar sebuah petir dan menghasilkan sebuah ledakan besar.

Alta berguling-guling dengan ketakutan penuh, dia bisa melihat di depannya terdapat beberapa serigala yang akan menyerang dirinya.  Dia sebenarnya ingin melawan, tetapi tangannya benar-benar menjadi sakit secara tiba-tiba sehingga dia kemungkinan tidak akan bisa melawan dengan cara memukul.

“Serigala jelek! Pergilah!” Alta berteriak sambil menyeret dirinya ke belakang. Wajahnya pucat seputih kertas kosong tanpa noda. Dia dalam posisi skak mat dengan melihat beberapa ekor serigala yang meneteskan air liur.

Saat Alta menyeret dirinya sendiri, dia pikir bahwa hidupnya hanya akan menjadi santapan dari para serigala. Ternyata tidak, DI belakangnya terdapat sebuah jurang curam yang tidak terlihat dasarnya sama sekali. Sehingga saat ini dia memiliki dilema yang besar, tentang bagaimana dia harus menyikapinya.

Apakah dia harus menjadi santapan, atau terjun ke dalam jurang curam itu? Pikirannya benar-benar kacau. Tapi tidak mungkin dia harus berpikir atau mengambil keputusan dalam waktu yang cukup lama.

Serigala itu menyadari bahwa di belakang Alta adalah sebuah jurang yang cukup curam. Sehingga dia tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk segera melompat ke arah Alta sebelum Alta melompat ke dalam jurang tersebut.

Alta bergidik ketakutan, melihat tingkah serigala itu dia langsung melompat ke arah jurang tanpa berpikir panjang. Dia sudah berpikir, setidaknya jika dia sudah mati, maka dia akan mati dalam satu langkah, benturan keras di dasar jurang itu akan membuatnya mati dalam sekejap meskipun harus merasakan rasa sakit sejenak.

Daripada dia harus mati karena digigit secara brutal dan menjadi makanan dan berakhir menjadi sebuah kotoran.

Para serigala itu menggertakkan giginya melihat mangsanya yang memilih untuk melompat. Padahal mereka menyadari bahwa manusia itu tadi benar-benar lemah karena sama sekali tidak membalas serangan mereka.

Di sisi lain, Alta menatap ke atas. Matanya penuh kekosongan dan berpikir bahwa hidupnya akan berakhir mengenaskan seperti ini. Tapi, hidup sekalipun juga tidak akan berguna, sehingga membuat dirinya sadar diri bahwa matipun lebih baik.

Semakin dia terjun ke dalam, maka dia semakin menyadari bahwa keadaan semakin gelap di sekelilingnya. Cahaya mulai pudar dan dia sudah masuk ke jurang terlalu dalam. Dia memejamkan matanya dan tersenyum, setidaknya kematiannya kali ini tidak akan ada orang yang mencibirnya langsung di dekatnya.

“Maafkan aku, ayah, ibu.”

Braaak!

Sebuah benturan keras membuat Alta berteriak kesakitan. Tulang punggungnya seperti patah yang membuat dia baru saja ditimpa ribuan ton gajah. Darah menyembur dari mulutnya, dan yang pasti kesadarannya mulai menghilang dan dia sama sekali tidak sadarkan diri. Tapi di sisi lain, napasnya masih normal. Dan dia sama sekali belum meninggal.

…………..

“Angkat kepalamu bocah!”

Alta membuka matanya dengan perasaan terkejut, napasnya terengah-engah dan keringatnya bercucuran. Pikirannya juga tidak stabil seolah dia baru saja merasakan sebuah mimpi buruk yang begitu besar. Bahkan saat dia bangun dia juga sama sekali tidak bisa merasakan apakah ini dunia nyata atau mimpi?

Masalahnya saat dia bangun, dia merasakan bahwa dia berada di tengah hutan. Bukan sebuah jurang seperti yang ada di pikirannya saat tadi. Selain itu, kepalanya juga benar-benar sangat sakit saat dia mencoba mengingat hal-hal samar itu tadi.

Saat itu, dia bisa melihat seorang pria tua yang sedang mengasah sebuah pedang dengan hati-hati. Itu membuat dia memicu sebuah ketakutan dan rasa was-was. Tapi kemudian, pria tua itu menghela napas dan menatapnya.

Wajahnya terlihat berkerut dengan kumis dan rambut berwarna putih yang merupakan uban. Sorot matanya benar-benar tajam, memancarkan sebuah pupil mata berwarna biru indah yang memukau.

“Tenangkan dirimu, kau berada di dalam dirimu sendiri.”

“Bagaimana bisa?” Alta bertanya dengan berhati-hati. Meski dia sedikit takut apabila pria tua itu benar-benar menyerang dirinya.

“Aku yang menahan agar elemenmu tidak keluar seolah kau adalah orang yang cacat.”

Alta yang mendengar hal itu, dia benar-benar terkejut. Dia menggertakkan giginya begitu kesal, yang kemudian dia langsung berdiri dan menghilangkan ketakutannya. Kemudian, dia melesat ke arah pria tua itu dan mengepalkan sebuah tangannya.

Ia meleastkan sebuah pukulan yang begitu kuat, wajahnya merah karena amarah. Dia cacat, dan penyebabnya adalah sosok yang ada pada dirinya sendiri. Sosok yang sama sekali tidak begitu jelas dia siapa, tapi yang pasti Alta ingin membunuhnya.

“Sial! Kau benar-benar sosok bajingan yang ada pada diriku!”

Belum pukulan itu mengenainya, pria tua itu menjorokkan salah satu kakinya ke depan. Sehingga menghasilkan sebuah kristal es yang mengarah ke arah Alta dan langsung menguncinya.

Es tersebut terlihat begitu dingin, bahkan embun es itu membentuk sebuah asap tebal. Di dalamnya terdapat Alta yang terkunci dan sama sekali tidak bisa bergerak dan hanya menyisakan kepalanya yang keluar dan masih bisa bergerak.

“E-elemen es?” Wajah Alta diam membeku. Dia sendiri tahu bahwa elemen es adalah elemen yang bisa dibilang tidak ada di benua tempat tinggalnya. Hanya ada beberapa orang yang bisa membangkitkan elemen es di benua ini dengan catatan bahwa dia memiliki darah keduanya.

Sebagai misalnya, seseorang memiliki ayah yang merupakan elementalist angin, sedangkan ibunya merupakan elementalist air. Itu tidak menutup kemungkinan bahwa kedua elemen orang tua menurun kepada anaknya. Dan anaknya yang bisa menguasai dua elemen, bisa menciptakan elemen baru. Seperti air dan angin yang digabungkan, maka akan membentuk es.

Maka dari itu, beberapa kelemahan dan kelebihan elemen sebenarnya tidak berlaku dalam beberapa kondisi. Jika ada elemen yang berlawanan seperti api dan air, sebenarnya tidak sepenuhnya berlawanan dan bertolak belakang. Hanya saja, jika berada di tangan orang yang tepat, maka akan membentuk elemen baru, elemen uap.

“Dengarkan aku! Jika aku tidak melakukan yang seperti ini, aku tidak bisa melihatmu bangkit. Mencoba untuk melatih fisik sehingga menghasilkan fisik yang lebih kuat. Jika kau memiliki elemen semenjak awal, kau hanya akan mengandalkan elemen itu.” Pria tua itu berkata.

“Altair, ini sudah waktunya. Sekarang kau sudah memiliki elemen, di sisi lain kau juga memiliki kekuatan fisik yang baik, sehingga kau akan menjadi seorang elementalist sejati.”

Altair mengerti, tampaknya ini juga ada manfaat dibaliknya. Jika dia memiliki elemen semenjak awal, maka dia tidak akan termotivasi untuk menjadi kuat dengan melatih fisiknya. Dan, lagi pula semuanya sudah berlalu, jadi tidak ada gunanya untuk marah.

Tapi, dia tercengang. Pria tua itu mengenalnya! Di sisi lain, dia terkejut bahwa pria tua itu mengatakan bahwa .... dia sekarang sudah memiliki kekuatan elemental!

“Si …. siapa kau?”

Terpopuler

Comments

Saepullah Saep

Saepullah Saep

oke terrrrrus

2024-07-11

1

Jimmy Avolution

Jimmy Avolution

gaskeun

2024-06-20

0

Anonymous

Anonymous

nah skrg Altair tau bahwa dia mempunyau elemental, namun ada yang menahan yang bertujuan agar altair mempunyai fisik yang kuat sebagai pondasi dikemuduan hari, lanjutya thor💪💪💪💪💪🌟🌟🌟

2024-02-11

3

lihat semua
Episodes
1 Pangeran Sampah
2 Memutus Pertunangan
3 Pelampiasan Amarah
4 Bangun Dalam Keajaiban
5 Atribut Keturunan: Elemental dan Pertarungan
6 Panas dan Dingin
7 Konflik Keluarga Kekaisaran
8 Harold Vs Altair
9 Kembali ke Realitas Nyata
10 Penghuni Rumah Ini
11 Kehidupan Sederhana
12 Darimana Datangnya Binatang Ini?
13 Melawan Elemental Beast Kalajengking
14 Jalan Keluar
15 Langkah Masuk
16 Ular Penjaga
17 Menjaga Sesuatu
18 Hewan Peliharaan
19 Akhirnya Keluar
20 Inti Elemental Beast
21 Berjalan ke Arah Barat
22 Enevi Ama
23 Ada Saja Gangguan
24 Raja Rimba?
25 Melanjutkan Ekspedisi
26 Sampai di Negeri Petir
27 Izin Masuk
28 Ego dan Kaisar
29 Pangeran Sulung
30 Menjual Kalung
31 Gangguan Lagi
32 Dari Kesalahpahaman, Menjadi Teman
33 Dia Kira Nenek-nenek
34 Tak Bergerak Menyaksikan Konfrontasi
35 12 Jam
36 Menyelamatkan Hanya Sekadar Perlu
37 Dimana Eleria?
38 Aku Tidak Menyelamatkanmu, tapi Menyelamatkan Nenekku
39 Buronan Kerajaan
40 Akhirnya Berhasil Keluar dari Kekaisaran
41 Jamur Lingzhi dan Astragalus
42 Akan Sampai
43 Hanya Sekadar Gangguan Kecil
44 Harapan di Atas Rasa Sakit
45 Jalur Kehidupan
46 Identitas Mereka
47 Nenek Harus Hati-hati
48 Perjalanan Pulang
49 Mereka Telah Kembali
50 Gempar
51 Kebahagiaan di Atas Bumi Petir
52 Cerita Hanzel
53 Permintaan Altair
54 Teknik Terlarang
55 Khawatir
56 Hari Kompetisi
57 Kompetisi Pertama: Lyra Fang
58 Sedikit Diremehkan
59 Babak Kedua
60 Altair Vs Han Shan
61 Amarah Tan Shan
62 Istirahat Tak Tenang
63 Bantuan Yang Sedikit Berguna
64 Penentu
65 Ego Vs Lyana Arad
66 Pangeran dan Pangeran, Putri dan Putri
67 Ego Vs Zabuto Arad
68 Altair Vs Lyra
69 Elemental Es
70 Memberikan Kepastian
71 Pamit Pergi
72 Elemental Beast: Arachane
73 Ekor 2
74 Lari Shiba!
75 Menuju Pulau Celestia
76 Para Petinggi Benua
77 Mentor Pembimbing
78 Great Warrior
79 Latihan Pertama
80 Teknik Berpedang
81 Kekaisaran Glacia?
82 Keberangkatan Mereka
83 Rubah itu Hilang!
84 Misi Mencari Tahu Siapa itu Ego (Opsional untuk dibaca)
85 Apa Yang Terjadi Pada Ego?
86 Menyegel Rubah
87 Satu Langkah Di Depan Astral
88 Semua Telah DiRencanakan
89 Konflik Petinggi Benua
90 Sampai di Pulau Volare
91 Gemuruh
92 Serangan dari Dua Sisi
93 Melihat Yokko
94 Rayn Pengkhianat
95 Altair Vs Nolan
96 Melepaskan Shiba
97 Rencana Buruk yang Gagal
98 Kembali Menyegal Shiba
99 Takdir Istimewa
100 Takdir Istimewa (2)
101 Satu Satunya Pewaris
102 Penjelasan Thorne
103 Berita Buruk
104 Kehancuran Pasif
105 Flashback
106 Datang Bak Pahlawan
107 Shiese Membeku
108 Kegilaan, Hilang Akal, Amarah
109 Pelampiasan Amarah
110 Prioritas Altair untuk Pergi
111 Pertarungan Sederhana
112 Asal Muasal Petinggi Benua
113 Tunduk
114 Glacias Empire, Artik continent
115 Pengumuman gak penting penting amat
116 Sedikit Sejarah
117 Pewaris Satu-satunya
118 Ada yang Pergi
119 Suasana Baru
120 Kerusuhan Sedikit
121 Publikasi
122 Tantangan
123 Altair Glacia
124 Lima Tahun - Mengejar Penyusup
125 Marquis Kurang Berguna
126 Penjelasan Tak Masuk Akal
127 Efek yang Masih Bertahan Lama
128 Akan Memimpin Perang
129 Deklarasi Perang!
130 1 Vs 3? Bukan Masalah
131 1 Vs 3? Masalah Bagi Mereka
132 Strategi Perang (1)
133 Strategi Perang (2)
134 Medan Perang (1)
135 Medan Perang (2)
136 Medan Perang (3)
137 Medan Perang (4)
138 Hanya Wyvern
139 Bukan Hal Sepele
140 Pasukan Mundur
141 Mencoba Menundukkan Wyvern
142 Menang Kekuatan
143 Sebab dan Akibat
144 Diplomasi
145 Menolak Damai
146 Menolak Damai (2)
147 Kesepakatan Spontan
148 Tak Bisa Berkompromi
149 Janji Kepada Kieran
150 Mati Secara Terhormat atau Terhina?
151 Genosida Memang Pantas
152 Yokko!
153 Yokko (2)
154 4 Tahun yang Lalu
155 Kirin dan Uron
156 Lanjut Genosida
157 Uhuk uhuk!!
158 Pertarungan Laksamana (2)
159 Pertarungan Laksamana (3)
160 Bocah Tengil
161 Aku kembali
162 Rencana Konyol Pangeran
163 Kemenangan
164 Iron FrostKnight
165 Jika kalian lupa alur cerita, tidak perlu membaca ulang!
166 Tsune Buronan
167 Menuju Kekaisaran Enetropia
168 Enteropia
169 Akankah Kita Berurusan dengan Kaisar?
170 Berita yang Menyebar
171 Distrik Lin
172 Investasi
173 3 Keuntungan Sekaligus
174 Reuni Kieran
175 Berhadapan dengan Tsune
176 Altair vs Kitsune
177 Altair vs Kitsune (2)
178 Kau Sudah Tumbuh Dewasa
179 Selesai Nolan
180 Perintah Berhadapan dengan Kaisar
181 Berhadapan dengan Kaisar
182 Kaisar Terkuat Ke 5 Katanya
183 Mode Tempur
184 Tak Terelakkan
185 Ritter x Kieran
186 Calon Kaisar Terkuat ke Lima
187 Lenidas
188 Firasat Buruk
189 Kekacauan
190 Ang-ang
191 Project Astral
Episodes

Updated 191 Episodes

1
Pangeran Sampah
2
Memutus Pertunangan
3
Pelampiasan Amarah
4
Bangun Dalam Keajaiban
5
Atribut Keturunan: Elemental dan Pertarungan
6
Panas dan Dingin
7
Konflik Keluarga Kekaisaran
8
Harold Vs Altair
9
Kembali ke Realitas Nyata
10
Penghuni Rumah Ini
11
Kehidupan Sederhana
12
Darimana Datangnya Binatang Ini?
13
Melawan Elemental Beast Kalajengking
14
Jalan Keluar
15
Langkah Masuk
16
Ular Penjaga
17
Menjaga Sesuatu
18
Hewan Peliharaan
19
Akhirnya Keluar
20
Inti Elemental Beast
21
Berjalan ke Arah Barat
22
Enevi Ama
23
Ada Saja Gangguan
24
Raja Rimba?
25
Melanjutkan Ekspedisi
26
Sampai di Negeri Petir
27
Izin Masuk
28
Ego dan Kaisar
29
Pangeran Sulung
30
Menjual Kalung
31
Gangguan Lagi
32
Dari Kesalahpahaman, Menjadi Teman
33
Dia Kira Nenek-nenek
34
Tak Bergerak Menyaksikan Konfrontasi
35
12 Jam
36
Menyelamatkan Hanya Sekadar Perlu
37
Dimana Eleria?
38
Aku Tidak Menyelamatkanmu, tapi Menyelamatkan Nenekku
39
Buronan Kerajaan
40
Akhirnya Berhasil Keluar dari Kekaisaran
41
Jamur Lingzhi dan Astragalus
42
Akan Sampai
43
Hanya Sekadar Gangguan Kecil
44
Harapan di Atas Rasa Sakit
45
Jalur Kehidupan
46
Identitas Mereka
47
Nenek Harus Hati-hati
48
Perjalanan Pulang
49
Mereka Telah Kembali
50
Gempar
51
Kebahagiaan di Atas Bumi Petir
52
Cerita Hanzel
53
Permintaan Altair
54
Teknik Terlarang
55
Khawatir
56
Hari Kompetisi
57
Kompetisi Pertama: Lyra Fang
58
Sedikit Diremehkan
59
Babak Kedua
60
Altair Vs Han Shan
61
Amarah Tan Shan
62
Istirahat Tak Tenang
63
Bantuan Yang Sedikit Berguna
64
Penentu
65
Ego Vs Lyana Arad
66
Pangeran dan Pangeran, Putri dan Putri
67
Ego Vs Zabuto Arad
68
Altair Vs Lyra
69
Elemental Es
70
Memberikan Kepastian
71
Pamit Pergi
72
Elemental Beast: Arachane
73
Ekor 2
74
Lari Shiba!
75
Menuju Pulau Celestia
76
Para Petinggi Benua
77
Mentor Pembimbing
78
Great Warrior
79
Latihan Pertama
80
Teknik Berpedang
81
Kekaisaran Glacia?
82
Keberangkatan Mereka
83
Rubah itu Hilang!
84
Misi Mencari Tahu Siapa itu Ego (Opsional untuk dibaca)
85
Apa Yang Terjadi Pada Ego?
86
Menyegel Rubah
87
Satu Langkah Di Depan Astral
88
Semua Telah DiRencanakan
89
Konflik Petinggi Benua
90
Sampai di Pulau Volare
91
Gemuruh
92
Serangan dari Dua Sisi
93
Melihat Yokko
94
Rayn Pengkhianat
95
Altair Vs Nolan
96
Melepaskan Shiba
97
Rencana Buruk yang Gagal
98
Kembali Menyegal Shiba
99
Takdir Istimewa
100
Takdir Istimewa (2)
101
Satu Satunya Pewaris
102
Penjelasan Thorne
103
Berita Buruk
104
Kehancuran Pasif
105
Flashback
106
Datang Bak Pahlawan
107
Shiese Membeku
108
Kegilaan, Hilang Akal, Amarah
109
Pelampiasan Amarah
110
Prioritas Altair untuk Pergi
111
Pertarungan Sederhana
112
Asal Muasal Petinggi Benua
113
Tunduk
114
Glacias Empire, Artik continent
115
Pengumuman gak penting penting amat
116
Sedikit Sejarah
117
Pewaris Satu-satunya
118
Ada yang Pergi
119
Suasana Baru
120
Kerusuhan Sedikit
121
Publikasi
122
Tantangan
123
Altair Glacia
124
Lima Tahun - Mengejar Penyusup
125
Marquis Kurang Berguna
126
Penjelasan Tak Masuk Akal
127
Efek yang Masih Bertahan Lama
128
Akan Memimpin Perang
129
Deklarasi Perang!
130
1 Vs 3? Bukan Masalah
131
1 Vs 3? Masalah Bagi Mereka
132
Strategi Perang (1)
133
Strategi Perang (2)
134
Medan Perang (1)
135
Medan Perang (2)
136
Medan Perang (3)
137
Medan Perang (4)
138
Hanya Wyvern
139
Bukan Hal Sepele
140
Pasukan Mundur
141
Mencoba Menundukkan Wyvern
142
Menang Kekuatan
143
Sebab dan Akibat
144
Diplomasi
145
Menolak Damai
146
Menolak Damai (2)
147
Kesepakatan Spontan
148
Tak Bisa Berkompromi
149
Janji Kepada Kieran
150
Mati Secara Terhormat atau Terhina?
151
Genosida Memang Pantas
152
Yokko!
153
Yokko (2)
154
4 Tahun yang Lalu
155
Kirin dan Uron
156
Lanjut Genosida
157
Uhuk uhuk!!
158
Pertarungan Laksamana (2)
159
Pertarungan Laksamana (3)
160
Bocah Tengil
161
Aku kembali
162
Rencana Konyol Pangeran
163
Kemenangan
164
Iron FrostKnight
165
Jika kalian lupa alur cerita, tidak perlu membaca ulang!
166
Tsune Buronan
167
Menuju Kekaisaran Enetropia
168
Enteropia
169
Akankah Kita Berurusan dengan Kaisar?
170
Berita yang Menyebar
171
Distrik Lin
172
Investasi
173
3 Keuntungan Sekaligus
174
Reuni Kieran
175
Berhadapan dengan Tsune
176
Altair vs Kitsune
177
Altair vs Kitsune (2)
178
Kau Sudah Tumbuh Dewasa
179
Selesai Nolan
180
Perintah Berhadapan dengan Kaisar
181
Berhadapan dengan Kaisar
182
Kaisar Terkuat Ke 5 Katanya
183
Mode Tempur
184
Tak Terelakkan
185
Ritter x Kieran
186
Calon Kaisar Terkuat ke Lima
187
Lenidas
188
Firasat Buruk
189
Kekacauan
190
Ang-ang
191
Project Astral

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!