Shiba, nama rubah itu adalah Shiba. Tampak kegirangan saat rubah itu diberi nama dan menjadi hewan peliharaan bagi Alta. Meski dia masih dibilang lemah, namun dalam hatinya benar-benar sangat serius dia ingin melindungi Alta sepenuh hati.
“Yosh, sekarang kita lanjutkan perjalanan.” Alta tersenyum senang. Dia menggendong tasnya kembali dan meletakkan Shiba di atas pundaknya.
Namun respon Shiba benar-benar tak terduga. Dia menolak, dan justru berubah menjadi hembusan api dan melesat ke perut Alta. Itu adalah suatu hal yang mengejutkan sehingga Alta langsung memejamkan matanya dan membukanya perlahan.
Terlihat di tempat yang gelap namun dia masih melihat Shiba duduk meringkuk. Ini adalah tempat elemental beast di dalam tubuhnya. Sehingga membuat Alta tersenyum dan kembali fokus ke dunia nyata.
Dia kembali melanjutkan perjalannya, mungkin rasanya tidak akan terlalu jauh. Hanya saja dia masih menggunakan instingnya tentang seberapa jauh jangkaun yang akan dia lalui. Dan diam saja bukan solusi yang terbaik. Dua minggu, dua minggu dia harus kembali ke tempat ini untuk membawa setidaknya seorang tabib dari desa yang mengerti racun kalajengking.
Jalan lika-liku dia lalui, biasanya dirinya juga menemukan jalan yang terjal ke atas. Memang sedikit sulit, untung saja dia sanggup untuk melewatinya.
Hingga sebuah gua yang tampak dari luar, tapi gua itu sama sekali tidak menempel di dinding. Melainkan bagaikan sumur yang menjorok ke bawah.
Sebuah tangan menggapai permukaan, Alta tersenyum senang sambil menarik dirinya sendiri. Siapa yang berpikir? Dirinya telah keluar dari tempat ini dengan senang hati.
“Akhirnya! Aku bisa keluar!” Alta tampak kegirangan saat dia menginjakkan kakinya. Udara segar dia hirup dengan penuh kenikmatan. Hanya saja, sekarang keadaan hampir gelap atau menandakan bahwa hari mulai malam hari. Itu menandakan bahwa dirinya berada di gua itu dalam kurun waktu satu hari penuh.
Dan dia harus beristirahat lagi untuk hari esok. Namun, mungkinkah dia bisa beristirahat di tempat yang rawan seperti ini? tidak mungkin Alta harus waspada sepanjang malam. Itu bukan bagian dari istirahatnya.
Mengesampingkan hal itu dulu, Alta mengeluarkan bekal terakhirnya dari tasnya. Sebelumnya dia duduk di sebuah pohon untuk bersandar dan melepaskan penat. Barulah dia mencoba untuk nyaman memakan makanan dari Hanzel.
“Shiba, kau bisa keluar. Berapa lama kau tidak menghirup udara segar di sini? Ku pikir bertahun-tahun.” Alta berkata kepada Shiba yang ada di dalam diri Alta.
Mendapatkan perintah dari Alta, Shiba keluar dengan senang. Awalnya udara semakin panas, titik-titik api berkumpul di sekeliling Alta dan berkumpul menjadi satu titik. Membentuk seekor rubah dengan bentuk api terlebih dahulu, barulah tercipta rubah dengan wujud yang sebenarnya.
Alta tampak berkaca-kaca saat rubah itu seperti mengeluarkan air mata. Itu membuat Alta mengerti tentang sudah berapa lama dia dipenjara. Rasanya sungguh membahagiakan melihat hewan peliharaan itu terlihat senang.
Sehingga Alta membelai Shiba dengan lembut. Shiba menjadi senang dan mengelus-ngeluskan kepalanya pada tangan Alta. Seolah menunjukkan terimakasih, dan Alta mengerti hal itu.
“Aku nanti akan mencarikanmu makanan. Dan juga inti elemental beast berjenis api.”
Merasa sebagai tuan yang bertanggung jawab, dia berkeinginan kuat untuk membantu hewan peliharaannya mencapai potensinya. Maka dari itu dia akan berinisiatif berburu hewan berjenis elemen api untuk menjadi makanan bagi Shiba. Walaupun itu mungkin akan sedikit sulit karena pada malam hari semua hewan akan sangat agresif sehingga tidak menutup kemungkinan bahwa Alta tidak hanya akan melawan satu hewan saja.
Untuk saat ini, Alta benar-benar harus istirahat terlebih dahulu. Mungkin setengah jam bukanlah sebuah masalah.
Beberapa waktu berlalu, Alta bisa lebih bersemangat lagi meskipun suasana sudah benar-benar cukup gelap. Dia tahu meski keadaan gelap yang mana itu membuat keadaan hewan elemental jauh lebih aktif dibandingkan dengan biasanya.
Apalagi hewan yang notabene benar-benar memiliki insting untuk berburu pada malam hari. Seperti sejenis kucing besar.
“Ada apa?” Alta menatap Shiba yang memelototi sesuatu di depannya. Itu membuat Alta menjadi sedikit bingung. Apalagi Shiba terlihat seperti sangat agresif hingga langsung membuat ekornya terbakar seperti sedang berwaspada.
“Ah ya.” Dia sekarang mengerti. Shiba sedang merasakan hawa keberadaan binatang lainnya yang tengah mendekat. Tidak, mungkin saja saat ini tengah bersembunyi di semak-semak sesuai dengan apa yang ditatap oleh Shiba itu sendiri.
Seperti tertangkap basah, sebuah hewan bergerak dengan sangat cepat ke arah Shiba dan juga Alta. Itu secara refleks membuat Alta harus melompat ke samping begitupun dengan Shiba.
“Manusia, sudah lama aku tidak mencium bau manusia.”
Alta sedikit terkejut, dan tidak terlalu begitu. Hewan itu bisa bicara yang menandakan sudah tumbuh dewasa. Kemampuannya sudah setara dengan manusia. Walaupun begitu, Alta sendiri tidak terlalu panik karena dia sendiri telah membunuh ular penjaga.
Meski dia tahu bahwa ular itu sama sekali tidak mengeluarkan layaknya manusia, tapi ular itu juga termasuk elemental beast tingkat dewasa di hadapan Alta. Kekuatannya sungguh tidak bisa diremehkan, apalagi ular tersebut memiliki ukuran yang cukup luar biasa. Mungkin ular itu hanya sedikit malas untuk berbicara.
“Sebaiknya kera sepertimu lebih baik diam daripada berbicara layaknya manusia.”
Alta bergerak, menyalakan api di tangannya dan melepaskannya tepat di hadapan kera itu. Iya, kebenaran mengatakan bahwa hewan yang menyerang Alta baru saja adalah seekor kera yang merupakan tingkat dewasa.
Penting untuk diingat bahwa tingkat dewasa pada hewan ini tidak ditentukan oleh usia mereka, tetapi oleh kekuatan yang mereka miliki. Ada kemungkinan bahwa hewan bisa tumbuh dewasa dengan cepat jika memiliki kekuatan yang luar biasa.
Berbeda halnya dengan Shiba. Secara fisik mungkin dia adalah rubah dewasa karena memiliki ukuran normal. Namun sebenarnya Shiba masih berada di tingkat anak-anak. Dan bagaimana membuat binatang elemental itu dewasa? Inti elemental yang sama.
Kembali ke pertarungan, dimana Alta melemparkan bola api dari jarak yang cukup dekat, kera itu menciptakan semburan api dari mulutnya. Dari jarak yang dekat pula. Rasanya itu tidak mungkin untuk menghindar. Dan apabila ada orang lain yang melihatnya akan menganggap Alta celaka.
“Es: Dinding Es!”
Untung saja secara tepat waktu sebuah dinding es tercipta. Menahan semburan api dari jarak yang dekat sehingga Alta tidak menerima luka apapun itu.
“Ah kebetulan sekali. Aku juga mencari hewan elemental berjenis api. Siap-siaplah!” Alta muncul di balik dinding es. Dia tersenyum nyengir dengan cukup senang.
Masalahnya dia tidak perlu repot-repot lagi untuk mencari elemental beast jenis api. Siapa yang menyangka targetnya akan datang sendiri?
“Akaha aku tidak salah dengar? Aku yang akan memakanmu manusia!”
Kera itu tiba-tiba berubah wujud. Dimana bulu abu-abunya tiba-tiba berubah menjadi api dan terbakar secara instan. Sehingga kera itu bagaikan diselimuti oleh sebuah api yang membara. Mungkin hanya menyisakan bagian tubuhnya yang tak berbulu seperti telapak tangan dan wajahnya saja yang tidak terbakar.
Panas membara, dinding es Alta yang ada di sampingnya mencair. Api yang menjadi bulu kera menerangi keadaan hingga sejauh bebarapa meter.
“Sial, ini tambah ....”
Wushh!
Belum selesai berbicara, Alta justru fokus di atas kera itu. Dia malah cukup terkejut saat melihat sesuatu yang cukup epik dan fenomenal dibandingkan dengan kera yang membakar dirinya itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 191 Episodes
Comments
Mamat Stone
396
2024-08-08
0
Jimmy Avolution
lanjut
2024-06-20
1
Ana Dasuki
keren
2024-02-13
1