Alta berdiri di hadapan tungku api yang cukup panas. Sepertinya dia sedang memasak sesuatu. Dan itu memang. Di sampingnya duduk seorang Yasmine yang sedang mengaduk sesuatu.
Kala itu juga, Alta mencoba untuk mengobrol sesuatu dengan nenek Yasmine.
“Bagaimana bisa nenek berada di tempat ini? aku yakin kakek dan nenek sudah berada di tempat ini selama beberapa tahun.”
Yasmine tersenyum. Kerutan wajahnya terlihat sangat jelas. Dia juga menjawab, “Nenek lupa bagaimana bisa ada di sini dan selama berapa tahun nenek di sini. Hanya saja, saat nenek lahir, kaisar Fang Ama sudah menjabat, dan mungkin nenek di tempat ini juga pada pemerintahan kekaisaran Fang Ama.”
“Fang Ama?”
Alta mencoba mengingat. Tidak, awalnya dia berpikir kaisar Fang Ama adalah seorang kaisar yang memimpin wilayah negeri air karena memiliki nama depan Fang. Sayangnya itu salah, Fang Ama merupakan bagian dari keluarga Ama yang memimpin kekaisaran petir pada zamannya.
Alta mencoba menghitungnya, sekarang adalah era sudah berganti. Apa yang dia ingat Fang Ama adalah kakek dari kaisar negara petir yang sekarang. Sedangkan pergantian kaisar petir seingatnya terjadi sepuluh tahun yang lalu.
Dan yang paling berkesan, Fang Ama memberikan jabatan kekaisaran langsung kepada cucunya yang berumur 20 tahun tanpa melalui putra Fang Ama terlebih dahulu. Itu membuat sebuah pertanyaan yang cukup lebar tentang kejadian hal itu. Ada yang mengatakan bahwa putra Fang Ama sudah meninggal dan menyisakan cucu sebagai pewarisnya.
Fang Ama sepertinya memiliki masa jabatan yang cukup panjang, tapi entah dia tidak tahu seberapa panjang dia menjadi seorang kaisar. Karena katanya ketika Alta lahir, Fang Ama sudah menjadi kaisar sebelumnya selama beberapa tahun.
Sekarang umur Alta adalah lima belas tahun, sedangkan kakek nenek ini berada di sini semenjak Fang Ama menjadi seorang kaisar. Jadi bisa dibilang, mereka sudah ada di tempat ini selama puluhan tahun.
“30 tahun, mungkin?” Alta asal menebaknya.
“Mungkin, intinya nenek lupa.”
Alta benar-benar terkejut. Mereka hidup di tempat ini selama tiga puluh tahun? Itu adalah hal yang cukup luar biasa. Tidak sembarang orang bisa hidup tanpa orang lain yang membuat mereka berdua sendirian.
“Apakah kakek dan nenek memiliki seorang putra sebelum berada di sini?” Tanya Alta.
Nenek Yasmine menundukkan kepalanya. Dia kemudian menjawab dengan lirih. “Iya, kami memiliki seorang putra. Bahkan mungkin kami juga sudah memiliki cucu.”
Alta yang melihat reaksi nenek, dia benar-benar merasa bersalah. Dia tidak tahu itu justru membuat nenek Yasmine merasa cukup sedih. Sehingga Alta memilih untuk tidak membalasnya.
“Apa yang kalian bicarakan. Alta, minumlah obat yang kakek buat, itu akan membuatmu jauh lebih baik lagi.” Hanzel datang dengan membawa mangkuk dari kayu yang berisi cairan dengan bau menyengat.
Bahkan Alta sendiri menutup hidungnya karena bau obat itu benar-benar sangat menyengat yang membuat dia benar-benar tidak begitu tahan dan ingin muntah. Sayangnya dia tidak ingin membuat Hanzel merasa tersinggung dengan responnya. Jadi dia menerima obat tersebut.
“Haha, meski terlihat sangat menyengat, tapi itu akan membuat dirimu merasa cukup enak badan.” Hanzel meyakinkan Alta, meskipun Alta terlihat agak ragu..
Alta mengangguk ragu-ragu dan mengambil obat tersebut dari tangan Hanzel. Dia menatap cairan tersebut dengan perasaan campur aduk. Apa obat ini benar-benar akan membuatnya merasa lebih baik? Dia tidak pernah mengkonsumsi obat dengan bau yang begitu kuat sebelumnya.
"Dalam, dalam satu tegukan," kata Yasmin dengan lembut, memberikan dorongan semangat pada Alta.
Merasa sedikit terpaksa, Alta memutuskan untuk mempercayai mereka. Dia memegang mangkuk kayu itu dengan erat dan menutup matanya. Dengan perasaan berdebar-debar, dia meminum obat tersebut dalam satu tegukan panjang.
Rasa obat yang menyengat langsung menyapu tenggorokannya. Alta menahan napas sejenak karena sensasi yang tidak biasa itu. Tapi kemudian, sesuatu yang aneh mulai terjadi. Dia merasakan kehangatan yang menyusup ke seluruh tubuhnya, dan sensasi yang tak terduga mulai menghilangkan rasa sakit dan lelah yang dia rasakan.
Alta terkejut. Obat itu benar-benar bekerja! Dia membuka matanya dan melihat ke arah Hanzel dan Yasmin dengan penuh harapan.
"Bagaimana perasaanmu, Alta?" tanya Yasmin dengan senyum lembut di wajahnya.
“Aku merasa jauh lebih berenergi dibandingkan dengan sebelumnya. Dalam tubuhku benar-benar sangat hangat. Terimakasih kakek.”
"Tidak perlu berterima kasih, Alta. Kami hanya ingin membantu," kata Hanzel dengan rendah hati.
Alta merasa terharu oleh kebaikan hati pasangan tua ini. Meskipun mereka tinggal di tempat terpencil dan hidup sederhana, mereka tidak ragu untuk membantu orang lain. Ini benar-benar menginspirasi baginya.
Hanya saja, bagaimanapun caranya dia harus keluar dari tempat ini. Dia memiliki seorang keluarga, jadi tidak mungkin dia membuat ayah dan ibunya larut dalam kesedihan yang cukup mendalam.
Bagaimanapun Alta sudah menghilang selama tiga bulan. Tidak mungkin orang tuanya tidak cemas dengan kehilangan dirinya. Meski dirinya sama sekali tidak berguna, tapi mereka benar-benar menyayangi Alta bagaimanapun kondisinya.
Lagipula, orang tua mana yang tega melihat anaknya menderita? Jikapun ada orang tua itu sama sekali tidak bermoral dan merupakan orang tua yang cukup buruk.
“Makan siang telah siap dihidangkan.” Yasmine berkata.
Mereka akhirnya makan siang bersama.
Meski di tempat ini bukanlah sebuah area kekaisaran atau tempat yang dipenuhi oleh bahan makanan yang serba ada, tapi makanan Yasmine tidaklah buruk. Alta mengakui, bumbu yang dirasakan benar-benar sangat sedap dengan aroma yang cukup melimpah.
Dia sangat yakin bahwa makanan ini mungkin tidak kalah jauh sedap dengan makanan yang ada di luar. Meski hanya menggunakan bahan yang ada di sekitar saja.
Setelah makan siang bersama, Hanzel dan Yasmin membawa Alta berkeliling sekitar tempat tinggal mereka. Mereka mengenalkannya pada tumbuhan-tumbuhan obat dan sumber air terdekat yang sudah menjadi bagian dari kehidupan mereka sehari-hari.
Pohon-pohon dan tumbuhan lain di sini hidup dengan menjulang tinggi dan sangat besar. Bahkan ada beberapa pohon yang memiliki batang yang cukup tebal. Mungkin memerlukan lima orang untuk bisa memeluk batang pohon tersebut.
"Kalian berdua benar-benar hidup dengan alam, ya?" Tanya Alta kagum, melihat betapa dekatnya mereka dengan alam di sekitar sana.
Yasmin tersenyum lembut, "Kami sudah hidup di sini sejak kami masih muda, tak terhitung berapa lama. Tapi kami cukup bahagia dengan hidup sederhana ini."
"Hidup di sini membuat kami merasa dekat dengan alam, dan kami belajar menghargai segala anugerah yang diberikan oleh alam ini," Tambah Hanzel dengan wajah berseri-seri.
“Meski ini adalah dasar jurang, tapi matahari juga sanggup untuk menembus. Jadi tidak ada yang namanya kegelapan.” Ujar Yasmine sambil menatap ke atas.
Altair mengerti. Dia baru teringat bahwa dirinya berada di dasar jurang dengan lebar yang mungkin melebihi 1 km antar tebing. Belum lagi panjangnya yang tak terukur. Hanya saja, jika dia ingin kembali bagaimana dia naik ke permukaan? Itu membuat Alta bingung.
Alta mendengarkan dengan antusias. Baginya, kehidupan yang sederhana dan berdampingan dengan alam ini terdengar sangat menarik. Dia merasa terinspirasi oleh kisah hidup Hanzel dan Yasmin yang penuh dengan ketenangan.
...****************...
Jangan lupa untuk memberi donasi kepada Author, agar Author lebih bersemangat lagi
Dana: 085607230142
Bank Jago (542): 100340201797
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 191 Episodes
Comments
Saepullah Saep
jossss
2024-07-12
1
Jimmy Avolution
gaskeun
2024-06-20
0
Anonymous
belajar hidup sederhana karena altair akan menjadi kaisar sehingga dia nanti akan memahami rakyatnya
2024-02-11
2