MW20

MW20

Niko terbangun. Di lihatnya, jam menunjukkan hampir 5 shubuh. Dia segera bangkit, saat ingin membuka pintu kamar dia menoleh ke arah Celline, kemudian berbalik arah untuk membangunkan Celline.

"Celline, Celline bangun"

"Huemm" gumam Celline malah menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya

"Celline bangun" ucap Niko menarik kasar selimut Celline

"Apaan sih akhhh!" Ucap celline kesal

"Ya bangun, udah shubuh ini"

"Yaelah baru shubuh juga. Ngapain ngebangun gue akh"

"Sholat shubuh dulu"

Mendengar itu Celline beranjak duduk. "Lho ngapain di kamar gue shubuh-shubuh gini hah! Pake nyuruh sholat segala. Kesambet lho iya"

"Udah gih mandi terus whudu biar nggak ngantuk lagi. Abis itu sholat"

"Kali mau sholat ya sholat aja, nggak usah ngajak-ngajak" ucap celline kembali berbaring

"Ya kan lho istri gue, wajar dong kalo gue ajakin sholat"

Karena kesal celline Kembali duduk "baru sekarang ngajak sholat setelah 3 bulan menikah, eh kemana aja lho selama ini hah, kalo mau tobat ya tobat aja nggak usah ngajak-ngajak. Pernikahan kita juga tinggal 2 bulan lagi, jadi nggak usah sok ngurusin hidup gue!"

"Ya, karena pernikahan kita tinggal 2 bulan lagi, gue mau sholat bareng sama lho. Kalo lho nggak nurut, perjanjian kita batal. Dan selamanya lho bakal jadi istri gue"

"Lho....!" Ucap celline menunjuk Niko, kemudian dengan cepat berlari masuk ke kamar mandi.

"Gue tungguin lho di kamar gue. Kita sholat bareng di sana" teriak Niko Sebelum keluar dari kamar Celline

15 menit kemudian, Celline ke kamar Niko dengan menggunakan mukena dan memegang sajadah.

Niko yang memang sedang menunggu Celline,. langsung melihat kearah pintu saat Celline masuk.

"Cantik" gumamnya pelan.

"Udah whudu?" Tanya Niko

Celline hanya mengangguk. Meskipun sudah mandi tapi dia masih merasa ngantuk. Niko mengambil alih sajadah Celline, dan menggelarnya di belakang sajadahnya.

"Kita mulai sholatnya ya. Tahan kantuknya, cuma 2 rakaat kok" ucap Niko

Mereka berdua kemudian melaksanakan sholat shubuh berjamaah untuk pertama kalinya. 5 menit kemudian, mereka berdua selesai sholat dan berdo'a.

Niko membalikkan badannya menghadap Celline, lalu menyondorkan tangannya.

"Apa?" Ucap celline binggung

"Salim. Udah sholat kok nggak Salim sama imamnya. Jangan nunggu lebaran dulu baru Salim ke suami, keluar rumah, pulang kerumah, sesudah sholat, harus Salim sama suami"

"CK, pernikahan kita juga nggak sampai lebaran kali" ucap celline dengan terpaksa mencium tangan Niko. Niko hanya tersenyum.

Celline ingin melepaskan mukenanya, namun di tahan oleh Niko.

"Jangan di lepas dulu. Lho cantik banget kalo lagi kayak gini" ucap Niko menahan pergerakan tangan Celline

"Aneh" ucap celline, namun dia tetap menuruti ucapan Niko tidak melepaskan cincinnya.

"Ngomong sebentar boleh?"

"Gue ngantuk nik. Nanti aja"

"Lah kok mau tidur lagi. Entar telat kerjanya"

"Masih ada waktu setengah jam buat tidur. Entar gue buat alarm. Kenapa sih?"

"Saat lho marah-marah kemarin dan nangis, perasaan lho gimana?"

"Gue marah tuh karena kesal sama tuh mantan dokter Adnan. Kalo nangis ya pasti sedih dong. Tapi, perasaan gue nggak nangis deh kemarin" ucap celline mengingat-ingat

"Lho yakin nggak nangis kemarin? Coba ingat-ingat lagi deh. Di jalan?"

"Ya, gue tuh emang nggak nangis kemari kemarin. Maksa banget sih. Lagian ngapain juga lho nanya di jalan? Emang gue pernah nangis di jalanan, malu-maluin banget"

"Lho benar-benar nggak ingat?"

"Lho ngomongin apaan sih sebenarnya? Siapa yang nangis di jalan? Cewek lho kali, bukan gue"

"Gue udah punya istri, masa punya cewek lagi"

Celline memutar bola matanya

"Yaudah lho tidur aja di sini. Gue mau masak dulu. Entar gue bangunin" ucap Niko beranjak melipat sajadahnya kemudian masuk ke ruang ganti untuk mengganti pakaian.

Sementara Celline merebahkan dirinya di atas kasur. Niko menoleh ke arah Celline sebentar, kemudian beranjak menuju dapur.

Celline malah tidak bisa memejamkan matanya, mengingat ucapan Niko.

"Niko ngomongin apa sih tadi? Nangis di jalan, kemarin? Gue nggak ngerasa nangis tuh. Mungkin, atau mungkin wanita lain yang dia liat nangis di jalan, dan nyangka itu gue. Tapi kemarin kan, gue sama dia, di restoran. Terus...." Celline mencoba mengingat-ingat kembali kejadian kemarin namun ingatannya hanya sebatas di saat dia dan SILYA adu mulut.

"Setelah itu apa ya? Kok gue nggak ingat sih? Kayak orang mabok aja gue. Tapi, perasaan gue nggak minum alkohol deh kemarin malam" sambungnya.

Inilah yang terjadi di masa lalu Celline. Dimana dia tidak akan mengingat apapun setelah sadar.

Karena tidak mendapatkan jawaban hang membuatnya frustrasi, Celline melepaskan mukenanya kemudian menyusul Niko ke dapur.

"Masak apa lho?" Ucap celline berdiri di samping Niko

"Omlet. Lho nggak jadi tidur?"

"Gara-gara lho banyak tanya, jadinya gue kepikiran dan nggak bisa tidur"

Niko menghentikan aktivitasnya, dia menatap Celline lekat, entah apa arti tatapannya.

"Ngapain lho liatin gue kayak gitu. Fokus masak, entar gosong lagi" ucap celline beranjak duduk di meja makan

15 menit kemudian, Niko selesai menyiapkan makanan untuk mereka berdua.

"Selamat makan" ucap celline antusias menyantap omlet buatan Niko

"Gimana?" Tanya Niko

"Lumayanlah. Tapi, masih enakan buatan gue sih"

"Kalo gitu, besok-besok gantian lho yang masakin gue"

"No problem. Oh ya, jam yang gue kasih ke lho kemarin itu nggak gratis ya!"

"Maksudnya?"

"Jam itu unlimited edition, gue belinya di Amerika, dan ya, lho pasti tahu harganya nggak murah dong?"

"Sebutin aja nominalnya. Gue transfer deh"

"Eitssss, bukan itu yang gue maksud"

"Terus?"

"Lho kan ngasih gue uang bulanan. Walaupun nggak pernah gue pake, tapi, nominal uang yang lho kasih selama 2 bulan itu kurang lebih hampir sama dengan harga jam tangan itu. Jadi, setelah kita bercerai nanti, gue hanya akan ngembaliin uang 3 bulan yang lho kasih ke gue"

"Gue nggak akan pernah ambil uang itu lagi. Sebelum kita benar-benar bercerai, gue akan pergi dan nggak akan muncul lagi di kehidupan lho" batin Niko

Terpopuler

Comments

riyah

riyah

💪💪

2023-08-07

0

riyah

riyah

pokoknya selalu menantikan kelanjutanya selalu semangat ka🤗💞💪

2023-08-07

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!