MW08

MW08

"Lho bilang mau beli rumah, kok malah liat-liat mansion sih nik?" Ucap celline saat keduanya tengah melihat-lihat ruangan di mansion tersebut di temani oleh penjualnya.

"Gue cari di google nggak ada yang jual sesuai keinginan gue. Yah hanya mansion ini menurut gue yang paling tepat. Gimana lho suka?"

"Nggak usah ngaco deh lho. Beli rumah yang kecil aja, asal kamarnya dua gue nggak masalah"

"Nggak bisa gitu Cell. Rumah lho itu cukup besar, jadi kalo gue bawa lho pergi dari sana gue harus cari tempat yang sebesar itu bahkan lebih"

"Jadi bagaimana? Kalian tertarik untuk membeli mansion ini"

"Ya. Kami akan beli mansion ini"

"Kalo begitu kalian bisa tandatangani surat ini" ucap penjual itu menyondorkan pena dan kertas ke arah Niko

"Tanda tangan" ucap Niko

"Maksud lho gue yang harus tanda tangan?"

"Iya. Mansion ini milik lho sekarang"

Celline menandatangani surat itu.

"Apa ini nggak terlalu berlebihan? Harga mansion ini mahal banget lho. Bukannya lho kekurangan uang buat buka usaha. Kenapa malah buang-buang uang kayak gini"

"Itu urusan gue. Nggak usah di pikirin"

"Seperti yang kalian lihat mansion ini sudah kosong. Saya sudah mengeluarkan barang-barang saya satu Minggu yang lalu. Jadi kalian bisa segara pindah ke sini"

"Kalo boleh tahu kenapa bapak mau jual mansion ini? Nggak sayang gitu?" Tanya Celline

"Pekerjaan saya berpindah ke Singapura, dan mungkin akan menetap selamanya di sana. Sangat beruntung bertemu pembeli di saat terakhir. Karena saya satu jam lagi akan terbang ke Singapura. Mungkin mansion ini berjodoh dengan kalian " Niko dan celline hanya mengangguk-angguk

"Sepertinya juga begitu" ucap celline

"Saya transfer uangnya sekarang" ucap Niko. Setelah meneransfer yang itu, penjual amnsion itupun pamit pergi.

"NIKO..."

niko dan Celline langsung menoleh ke sumber suara.

"Zhea" ucap Niko terkejut melihat zhea berada di sana

"Kalian ngapain di sini?" Ucap exsel

"Kita baru beli mansion. Kalian ngapain di sini?" Ucap Niko

"Kalian yang beli mansion ini?"

"Iya. Kenapa?"

"Kita tentanggaan dong Sekarang. Mansion sebelah milik kita" ucap zhea

"What!" Pekik Celline

"Kalian tinggal di sini sejak kapan? Kok gue nggak tahu?" Ucap Niko

"Mansion ini sudah saya beli 2 bulan yang lalu saat saya melamar zhea. Dan kita baru pindah setelah menikah" jelas exsel

"Ada bagusnya juga gue tetanggan sama mereka. Mereka udah hancurin kebahagiaan gue, maka gue nggak bakal buat mereka lebih hancur lagi" batin Celline menyeringai

"Oh iya Cell gue minta maaf atas kejadian kemarin" ucap exsel

"Minta maafnya di tunda dulu, sekarang gue lagi sibuk pindahan. Atau kalian bisa datang ke mansion kita besok untuk minta maaf" ucap celline menarik Niko pergi dari sana.

"Gue nggak mau ya Cell sampai lho ngejar-ngejar dokter exsel lagi ataupun merusak rumah tangga mereka"

"Gue tuh benci sama mereka. Jadi gue nggak bakalan ngemis cinta lagi"

"Kalo sampai lho berbuat sesuatu yang nggak baik sama mereka, gue cabut janji gue yang tadi. Dan lho akan selamanya terikat sama gue"

"Kita lihat aja nanti"

"Gue nggak main-main sama ucapan gue Celline!"

Hari beranjak malam, Celine dan Niko baru selesai memindah barang-barang dari rumah Celline ke mansion.

Celline merebahkan dirinya di sofa dan memejamkan matanya. Sedari tadi kepalanya terasa pusing, Namun tetap dia paksa agar membantu Niko menata barang-barang.

"Capek?" Ucap Niko

"Lumayan"

"Istirahat di kamar aja"

"Gue pusing. Males jalan apalagi naik tangga"

"Lho sendirikan yang milih kamar di atas" Niko membenahi anak rambut Celline yang menutupi wajahnya. Namun hawa hangat dari tubuh Celline membuat punggung tangannya mendarat di dahi Celline untuk mengecek suhu tubuh wanita itu.

"Asataga Cell, lho demam lagi. Udha gue bilangkan tadi besok aja cari rumahannya? Ini malah keras kepala dan maksain pindahin semua barang hari ini juga"

"Gue tuh lagi sakit nik, nggak usah ngomel-ngomel"

"Kerumah sakit ya"

"Nggak mau. Di dalam koper gue ada kotak p3k, gue bisa minum obat aja. Nanti juga sembuh"

"Gue pesanin makanan dulu. Kita juga belum sarapan dari pagi Karena sibuk" ucap Niko langsung memesan makanan Kemudian mengambil kotak p3k dan selimut dari dalam koper Celline.

Niko menyelimuti Celline "tunggu bentar lagi ya. Sebentar lagi makannya pasti sampai dan lho bisa minum obat"

15 menit kemudian, Niko mengambil makanan mereka. Bersamaan dengan itu, exsel dan zhea datang ke mansion mereka.

"Jadi benar yang di katakan bibi, kalian langsung pindah hari ini" ucap zhea

"Masuk" ucap Niko

Zhea dan exsel pun ikut masuk.

"Duduk. Maaf nggak bisa kasih minum, soalnya nggak ada minuman apapun di sini. Ini juga kita pesan cukup buat makan kita aja" ucap Niko

"Kita maklumi kok. Kita juga sudah makan tadi. Ini juga sudah lewat jam makan malam" ucap exsel.

"Celline kenapa?" Tanya zhea

"Sakit dia. Cell, Celline" ucap Niko membangunkan Celline

Celline perlahan-lahan membuka matanya "pusing banget" ucapnya

"Makan dulu abis itu minum obat. Ada zhea dan dokter exsel di sini" ucap Niko membantu celline duduk

"Kalian nggak tahu adab bertamu ya? Jam berapa sekarang datang bertamu" ketus Celline

"Ah ya maaf. Itu tadi bibi bilang ada beberapa truk yang mengangkut barang. Jadi kita cuma memastikan apakah kalian benar-benar langsung pindah hari ini atau nggak. Maaf ya nik nggak bisa bantuin, soalnya kita juga baru balik dari rumah sakit" jelas zhea

"Nggak apa-apa kok"

"Ngomongnya udah kan? Kalo udah pulang sana gangguin waktu orang istirahat aja" ketus Celline lagi

"Kita ke sini mau minta maaf atas yang kemarin Cell"

"Gimana kalo gue nggak mau maafin kalian?"

"Cell" tegur Niko

"Kita salah jadi kita harus minta maaf. Apa yang harus kita lakuin agar lho maafin kita" ucap exsel

"Gampang. Talak zhea sekarang juga"

"CELLINE!" Teriak Niko dan exsel bersamaan

"Nggak usah teriak-teriak gue nggak budeg. Jika kalian nggak cerai gue nggak akan maafin kalian"

"Stop Cell. Lho benar-benar keterlaluan ya. Jika bukan karena zhea gue juga nggak akan ngemis-ngemis minta maaf sama lho kayak gini" ucap exsel emosi

"Gue nggak peduli. Silahkan pergi dari sini Sebelum gue tampar istri kesayangan lho ini kayak lho tampar gue kemarin"

"Celine, udah" ucap Niko mencoba sabar dan menenangkan Celline

"Nggak bakal ada tangan yang bisa lukai zhea jika saya masih hidup"

Celline hanya tersenyum sinis.

"Kalo gitu mau lho, lho bisa tampar gue sekarang. Karena gue dan exsel nggak mau hidup dengan rasa bersalah" ucap zhea tegas.

"Sayang...." ucap exsel protes

"Pilihan yang bagus" ucap celline bangkit dari duduknya dan bersiap untuk menampar zhea. Namun tangannya menggantung di udara karena Niko menahannya.

"Zhea, dokter exsel lebih baik kalian pulang sekarang" ucap Niko

"Lepasin gue nik. Gue harus balas apa yang mereka lakuin ke gue"

"Jika ingin membalas. Lho bisa nampar gue Celline. Kenapa harus zhea? Yang nampar lho waktu itu gue bukan zhea"

Celline menghempaskan tangan Niko secara kasar. "Bagus. Gue jadi bisa lampiasin rasa sakit hati gue ke orangnya langsung" ucap celline lagi-lagi melayangkan tangannya ke udara. Tapi Niko selalu saja menahannya.

"Udah deh kalian berdua jangan ikutan gila. Pergi dari sini SEKARANG!" ucap Niko penuh penekanan.

"Ayo sayang kita pergi dari sini" ucap exsel menarik tangan zhea. Dia tidak akan rela jika zhea di tampar. Tapi, jika zhea terpancing emosi Celline bukanlah tandingan untuk zhea. Itu juga yang exsel takutkan

Terpopuler

Comments

kalea rizuky

kalea rizuky

cellin kek lacurr aja ngejar2

2025-04-02

0

riyah

riyah

kapan nih di anjut lg udah kangen ka semangat terus ya

2023-07-13

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!