MW04

Celline terbangun karena merasa haus, dilihatnya jam di dinding menunjukkan pukul 05:45.

"Udah pagi" gumamnya.

Celline mengerakkan kakinya "untung udah nggak terlalu sakit" ucapnya Kemudian perlahan-lahan berdiri dan berjalan.

Celline dengan hati-hati menuruni tangga. Di lihatnya Niko tidur di sofa.

"Kenapa dia tidur di sini? Kenapa nggak di kamar aja" gumamnya

"Nik"

"Niko"

"Nikoo" ucap celline menoel-noel kaki Niko

Niko pun terbangun "ada apa? Lho butuh sesuatu" Ucapnya beranjak duduk

"Lho ngapain tidur di sini? Kenapa nggak di kamar aja?"

"Maaf Cell. Sebenarnya kunci kamar itu hilang"

"Hilang? Gimana bisa"

"Malam saat lho ngasih gue kunci itu, gue nggak tidur di kamar karena terlalu lelah untuk membersihkannya. Jadinya gue tidur di sini, paginya gue pergi dan kunci itu hilang gitu aja. Gue udah cari-cari di Pakaian yang gue pakai hari itu tetap nggak ada, mungkin terjatuh saat gue di perjalanan menuju kos-kosan pagi itu"

"Terus gimana caranya lho mandi dan ganti baju?"

"Untuk pakaian kan emang gue nggak bawa satupun malam itu. Dan untuk mandi, gue balik ke kos-kosan"

"Emang lebih baik kita itu cerai nik. Dengan gitu lho nggak capek-capek lagi bolak-balik ke sini ke kos-kosan lho!"

"Kok jadi Malah bahas cerai sih Cell. Sampai kapanpun gue nggak akan ceraiin lho"

"Kenapa? Nggak ada alasan juga pertahanin pernikahan ini nik"

"Jika sudah waktunya, gue pasti ceraiin lho tapi nggak sekarang!"

"Waktu? Emangnya apa yang lho tunggu? Oh atau jangan-jangan lho nikahin gue karena takut kesepian karena sahabat-sahabat lho udah nikah dan lho nggak ada temannya lagi, Dan agar lho nggak di ledek sama mereka dan nggak di tanya-tanya wartawan kapan lho akan nikah? Atau lho gunain gue buat ngelupain zhea? atau nunggu lho bisa jatuh cinta sama cewek lain baru setelah itu lho mau buang gue? Gitu?. Licik lho ya nik, lho manfaatin gue tanpa mikir gimana rasanya....."

"CUKUP CELLINE! gue nggak mau pagi-pagi kayak gini harus debat sama lho. Gue ada urusan dan gue harus pergi sekarang" ucap Niko pergi meninggalkan Celline.

"Kalo lho nggak mau nalak gue, maka gue yang akan gugat cerai lho nik" ucap celline, dia kembali menaiki tangga menuju kamar rasa hausnya hilang karena pertengkaran dengan Niko.

Sesampainya di kamar, Celline mencari nomor pengadilan agama di google setelah dapat diapun menelepon mereka untuk mengurus perceraian.

_________

3 hari berlalu, Niko tidak kembali lagi ke rumah Celline karena dia sibuk mencari tempat untuk membuka kelas balapannya terlebih lagi dia pulang selalu larut malam. Bukannya dia mau menghindari Celline, hanya saja percuma rasanya jika dia kembali ke rumah Celline saat larut malam karena Celline sudah pasti tidak akan membukakan pintu untuknya.

Siang itu ketika hendak pergi, tiba-tiba Raka mendatangi kos-kosannya.

"Apa yang membuat tuan Raka datang ke sini?" Ucap Niko

"Tidak perlu seformal itu bicaranya. Langsung saja ya, karena sudah tidak punya banyak waktu lagi. Waktu itu kamu bilang zhea honeymoon di Paris. Bolehkah aku meminta alamatnya?"

"Untuk apa? Apa Zein berencana untuk mengacaukan honeymoon mereka"

"Bukan seperti itu, ini urgent Niko"

"Lantas apa?"

"Tiffany sekeluarga kecelakaan dua hari yang lalu. Makanya waktu itu saya tanya kamu dimana zhea"

"Apa? Kenapa baru bilang sekarang? Terus Gimana keadaan mereka?"

"Om Dimas meninggal saat kecelakaan itu. Tiffany sendiri baru sadar. Sementara Tante lara, saat ini sedang kritis dan dokter bilang tidak bisa tertolong lagi. Dia terus-menerus memanggil nama zhea, untuk itulah Zein memerintahkan gue untuk menjemput zhea"

"Akan aku kirimkan alamatnya sekarang"

"Tapi, apakah zhea mau pulang nantinya? Gue nggak terlalu yakin akan hal itu. Lagi pula gue nggak tahu harus beralasan apa agar dia mau kembali"

"Gue akan telepon dokter exsel dan ceritain semuanya. Lho langsung jemput mereka aja, gue juga akan minta dokter exsel bohong dengan bilang kalo gue kecelakaan. Gue yakin zhea pasti pulang. Di rumah sakit mana Tiffany berada?"

" Blue hotspital. Baiklah kalo gitu gue pergi dulu" ucap Raka beranjak pergi dan Niko pun langsung menuju rumah sakit.

Saat Niko pergi, Celline datang ke kos-kosan niko untuk mengambil buku nikah mereka sebagai pelengkap untuk dia menggugat cerai Niko.

"Nggak ke kunci. Apa Niko ada di dalam?" Karena buru-buru Niko lupa mengunci kos-kosannya. Ini seperti keberuntungan bagi Celline.

celline membuka pintu perlahan-lahan. Sebelum masuk, Celline melihat ke sekelilingnya dan tidak ada Niko di sana. Celline pun melangkah masuk.

"Nggak ada orang" ucap celline setelah memeriksa sekeliling.

Ada dua kamar di sana, Celline membuka salah satu kamar itu di lihatnya kamar itu kosong dan seperti tak di tempati.

"Kayaknya ini bukan kamar Niko" ucap celkine Kemudian beralih masuk ke kamar satunya lagi.

Celline mencari-cari buku nikah mereka di kamar Niko. Bahkan kamar Niko jadi berantakan karenanya

"Celline menemukan kertas pembayaran pada wartawan, pembayaran hotel, dan 2 motor"

"Jadi, Niko juga membiayai pernikahan mereka? Kenapa banyak sekali pembayaran pada wartawan dan dengan jumlah uang yang cukup tinggi" gumamnya. Celline melihat tanggal pembayaran Alda wartawan itu tidak sama. Dia juga teringat Niko pernah mengatakan bahwa dia mengeluarkan uang cukup besar untuk menyogok wartawan agar tidak mengekspos foto setengah telanjang Celline ke media.

"Jadi dia memang membayar dengan harga yang sangat tinggi. Udah sepantasnya sih, gue bahkan nggak dapat mahar apapun dari dia. Jika dia nggak ngegagalin rencana gue, dia juga nggak akan ngeluarin uang sebesar ini"

Celline membaca kertas yang lainnya "ternyata, dia kekurangan uang buat buka usaha. Tapi masih sok-sokan ngasih gue uang dan bantuin bayarin pernikahan ketiga sahabatnya itu bahkan hadiah-in mereka motor lagi" ucap celline tak mau ambil pusing dia pun kembali mencari buku nikah mereka

Setelah lama mencari akhirnya dia menemukan buku nikah itu "ini dia. Lebih baik gue langsung pergi deh Sebelum Niko kembali" ucap Celline langsung beranjak pergi. Sebelum ke kos-kosan niko, Celline menemui penghulu dan datang ke kantor KUA dekat hotel tempat pernikahan sahabat-sahabat Niko dulu, sebenarnya tempat pernikahan mereka juga, karena mereka juga menikah di hotel itu.

Keesokan harinya, setelah membantu memakamkan dan menyiapkan tahlilan untuk mendiang mama zhea, yang langsung meninggal setelah kedatangan zhea kemarin, Niko baru kembali ke kos-kosannya.

"Kenapa kamar gue jadi berantakan kayak gini? Apa ada maling? Tapi tidak ada sesuatu yang berharga di sini" ucap Niko tanpa menaruh curiga apapun akan Celline yang diam-diam mengambil buku nikah mereka.

Niko membereskan kembali kamarnya, setelah selesai dia membaringkan tubuhnya yang lelah.

"Kurang kerjaan banget tuh maling. Maling di kos-kosan, mana ada barang berharga. Tapi gimana caranya dia masuk ya? Apa waktu gue pergi gue lupa tutup pintu kos-kosan? Ah, gue ingat, gue nggak sempat ngunci pintunya" Niko langsung bangkit untuk memeriksa ruang tengah yang mana di sana banyak tersimpan pialanya dan piagam penghargaannya.

"Nggak ada satupun yang hilang. Bahkan, semuanya tetap di tempat semula. Maling itu gabut atau gimana sih? Dia udah pasti nggaj dapetin apapun. Tapi jika dia memang mau maling, kenapa nggak nyuri piala-piala ini buat di jual?" Ucap Niko menebak-nebak

"Ah udahlah pusing gue mikirnya. Syukur deh kalo nggak ada yang hilang. Gabut kali tuh maling" ucapnya kembali ke kamar dan mengistirahatkan tubuh.

_______

Seminggu berlalu, Niko tetap tidak kembali ke rumah Celline. Dia sibuk membantu dan beres-beres diacara tahlilan di mansion Tiffany. Sementara di siang harinya, dia tetap mencari tempat yang strategis dengan harga yang sedikit murah untuknya membuka usaha.

Pukul sebelas malam, Niko Kembali ke kos-kosannya. Dia menemukan amplop berwarna coklat saat membuka pintu. Itu adlaha surat perceraian yang Celline letakkan tadi siang.

"Apa ini?" Ucap Niko membuka amplop itu. Betapa terkejutnya Niko saat membaca isi surat itu

"CELLINE!" ucapnya sambil meremas kertas itu

Terpopuler

Comments

riyah

riyah

lanjut sering" up ya ka

2023-06-21

0

Anne Soraya

Anne Soraya

lanjut

2023-06-21

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!