MW13

MW13

Saat Celline menunggu taksi di depan pagar mansion, dia melihat exsel dan zhea sedang bermesraan. Yang mana exsel Sebelum exsel berangkat bekerja, dia mencium seluruh wajah zhea, memeluk dan mengelus-elus perut zhea.

"Seharusnya gue yang berada di posisi zhea sekarang" batin Celline mengepalkan kedua tangannya.

"Senang banget kayaknya bahagia di atas penderitaan orang lain!" Ucap celline mendekati zhea saat exsel sudah pergi

" Gue emang lagi bahagia, tapi kebahagiaan gue itu nggak di dasari atas penderitaan yang lho bilang. Lho menderita karena perasaan lho sendiri" ucap zhea santai

"Kalo lho nggak ngerebut Alex dari gue, dia nggak mungkin jadi suami lho Sekarang. Wanita licik, pernikahan kalian terjadi itu karena kelicikan lho"

"Ngerebut? Gue nggak salah dengar? Lho dan exsel itu udah nggak ada hubungan lagi saat kita menikah. Dan karena kebodohan lho sendiri, lho kehilangan exsel"

Celline yang emosi ingin menjambak zhea, namun di tangannya di tahan oleh zhea.

"LEPASIN!"

"JANGAN NGUJI KESABARAN GUE YA CELL. JIKA LHO BUKAN ISTRINYA NIKO, DAN KARENA GUE NGEHORMATI NIKO SEBAGAI SAUDARA. UDAH GUE PATAHIN TANGAN LHO INI"

"MUNAFIK LHO. SAAT ADA ALEX LHO BERPURA-PURA SOK LEMAH LEMBUT PADAHAL ASLINYA KASAR DAN NGGAK TAHU DIRI"

"GUE SELAMA INI UDAH SABAR YA NGADEPIN OMONGAN LHO YANG SEMENA-MENA. JIKA EXSEL NGGAK NGELARANG GUE BUAT BERSIKAP KASAR, GUE BISA AJA BUNUH LHO"

"OH YA. KALO GITU BUNUH AJA GUE SEKARANG DARI PADA HARUS HIDUP SAMA NIKO"

"LHO JAGA OMONGAN LHO YA" TUNJUK ZHEA EMOSI SEMENTARA SATU TANGANNYA LAGI MENCENGKRAM KERASA TANGAN CELLINE.

"JAGA UCAPAN LHO. LHO YANG NGGAK PANTAS BUAT NIKO. LHO MAU GUE KASIH TAHU KENYATAANNYA, DARI SISI MANAPUN LHO DAN NIKO ITU UDAH BEDA. DAN GARA-GARA LHO, NIKO TERLIBAT BANYAK MASALAH"

"ada apa ini" ucap Niko menjauhkan zhea dan Celline. Niko melihat pergelangan tangan Celline yang kebiruan karena cengkraman zhea.

"LHO URUS NIH SAUDARA ANGKAT SIALAN LHO INI" UCAP CELLINE BERANJAK PERGI

"LHO NGGAK APA-APA KAN ZHE?"

"MAAF NIK, GUE KEBAWA EMOSI TADI"

"LAIN KALI LHO JANGAN DI LADENI LAGI. DIA ITU BENCI BANGET SAMA LHO. JAUHI AJA DIA, GUE TAKUT DIA NEKAD DAN TERJADI HAL BURUK SAMA LHO DAN KANDUNGAN LHO". ZHEA MENGANGGUK MENYETUJUI UCAPAN NIKO

__________

"Sialan!" Umpat Celline yang melihat tangannya membiru.

"Gue emang nggak pantas buat Niko. Kehidupan kita berbanding terbalik. Gue benar-benar sadar akan hal itu, TAPI KENAPA ITU TERASA MENJENGKELKAN SAAT ZHEA YANG MENGUCAPKANNYA. Gue harap 3 bulan cepat berlalu" ucapnya kemudian fokus bekerja

Zhea, exsel, Rere dan Rio mengunjungi mansion Niko.

"Kalian ayo masuk " ucap Tasya

Keempat orang itupun duduk di sofa.

"Kak Niko, kak. Ini ada saudara-saudara kakak berkunjung" teriak Tasya

"Kalian mau minum apa, biar aku buatin" sambungnya

"Apa aja deh Tasya" sahut zhea

"Oke tunggu bentar ya"

"Kalian. Kenapa nggak bilang dulu kalo mau datang" ucap Niko

"Bukannya apa-apa nik. Saat zhea bilang kalian tetanggaan gue minta Rio cari tempat tinggal sekitaran sini juga. Udah dari tiga hari yang lalu sih pindah-pindahin barang. Dan hari ini, kita resmi pindah. Jadinya kita bisa dekat terus"

"Kenapa nggak bilang kalo mau pindah. Gue bisa bantu-bantu kalo gitu" ucap Niko

"Iya, kita juga tidak di beritahu" sahut zhea

"Biar surprise. Lagi pula kan kita juga nyewa orang buat mindahin bareng-bareng"

Niko menerima telpon. "Kalian sudah di depan?"

"......"

"Baiklah saya ke sana sekarang" ucapnya memutuskan sambungan telpon

"Kalian tunggu di sini sebentar ya. Mau ambil paket dulu" ucap Niko. Yang hanya di angguki oleh keempatnya

"Nih dia minumannya" ucap Tasya

"Makasih" ucap Rere

"Kak Niko mana?"

"Ngambil paket katanya. Oh iya Celline mana?" Tanya Rere

"Belum pulang kerja"

"Dia kerja? Kerja apa?"

"Dia kerja di perusahaan kak Zein, sebagai asistennya"

"What! Kok Zein nggak cerita ya. Lho tahu tentang ini Zhe?"

"Gue juga baru tahu re"

Niko Kembali dan duduk di tempat semula.

"Mana paketnya?" Tanya Rere

"Baru pulang?" Ucap Niko bukannya menjawab ucapan Rere malah menanyai Celline.

Celline memutar bola matanya malas ketika melihat zhea dan sahabat-sahabatnya itu ada di mansionnya.

Celline mengabaikan pertanyaan Niko dan menaiki tangga

"Kalo di tanya tuh di jawab. Bukannya pergi, ngerti adab nggak sih" ketus Rere

Celline menghentikan langkahnya dan menatap Rere "menurut lho bertamu malam-malam di rumah orang itu adab yang baik?"

"Kita bertamu ke rumah saudara kita. Lagian ini juga belum larut malam baru setengah sembilan"

"Kalian tuh nggak ada tempat pertemuan yang lain apa, selain mansion gue?"

"Nggak usah sok ya lho. Mansion ini di beli pake duit Niko. Dan...."

"Sayang udah nggak usah di ladeni" ucap Rio memotong ucapan Rere

"Yang beli emang Niko. Tapi mansion ini sebagai mahar pernikahan kita. Itu artinya mansion ini milik gue. Dan, gue nggak mau lagi ya liat kalian datang ke sini"

"Celline..." Ucap Niko ingin protes

"Udah deh nik. Lebih baik lho diam atau lho usir sahabat-sahabat lho ini. Gue capek kalo harus berdebat juga sama lho" ucap celline beranjak pergi ke kamarnya

"Nggak usah di masukin kehati ucapan Celline. Kita tahu sendirikan..."

"Nggak apa-apa nik. Kita paham kok" sela zhea

Celline sampai di depan kamarnya. Saat ingin membuka pintu kamar, dia menerima telpon.

"Ada apa...."

"....."

"Gue udah sampai di rumah"

"....."

"WHAT! LHO GILA YA!" UCAP CELLINE BURU-BURU MENURUNI TANGGA

"Kenapa lagi tuh orang" ucap Rere yang melihat Celline terburu-buru menuruni tangganya

"Jangan gila deh lho. Gue udah sampai di rumah. Butuh waktu 30 menit lagi sampai di kantor"

"......"

"Akhhhhh" teriak Celline saat dia terpeleset dan hampir jatuh. Untungnya Niko dengan cepat menangkap tubuhnya..jika tidak, dia akan berguling jatuh menghitung tangga

"Hati-hati" ucap Niko

"Minggir" ucap celline mendorong Niko

"Lho mau kemana lagi? Bukannya baru pulang?" Ucap Niko menahan tangan Celline Sebelum Celline melangkah lebih jauh

"Gue harus bertemu klien. Kalo sampai gue telat, lho yang harus tanggung jawab. Karena lho nahan gue" ucap celline

"Ini kunci mobil. Aku sengaja beli mobil untuk kamu bekerja" ucap Niko meletakkan kunci mobil ke tangan Celline

"Gue nggak butuh!" Ucap celline menolak pemberian Niko itu.

"Iya-iya gue segera ke sana" ucap celline Kembali fokus ke yang nelpon dan beranjak pergi

"Jadi, paket yang lho bilang tadi itu mobil yang baru lho beli buat Celline?" Ucap Rere setelah membaca nota penerimaan

Niko hanya mengangguk

"Tapi kak Niko, Kaka Celline itu nggak bisa bawa mobil"

"Gue tahu Tasya. Tapi bisa belajar kan? Dan Sebelum dia bisa nyetir lho bisa nyetirin dia Sebelum ke kampus. Kan kamu bisa nyetir"

"Kak Celline itu bukannya nggak bisa nyetir kak. Dia itu cuma nggak bisa bawa mobil"

"Maksud lho?"

"Celline itu trauma. Waktu itu dia baru bisa bawa mobil, dia dan keluarganya berencana liburan sebagai hadiah Celline yang waktu itu juara umum di sekolahnya. Waktu itu, Celline baru kelas 1 SMA. sama seperti Tiffany, dia sekeluarga kecelakaan mobil. Kedua orang tuanya meninggal dan saat kecelakaan itu, dia yang nyetir. Kecelakaan itu membuatnya trauma sampai nggak berani lagi untuk nyetir" jelas exsel

"Tapi dok, jika Celline trauma kenapa dia biasa aja naik taksi?" Tanya Niko

"Dulu dia juga takut naik taksi ataupun kendaraan lainnya kecuali motor. Setahun kemudian, setelah pergi ke beberapa psikiater akhirnya dia bisa naik taksi tanpa rasa takut lagi. Waktu itu mentalnya benar-benar down dan hampir gila jika tidak cepat di tangani. Untungnya Tiffany tidak seperti itu"

"Kamu tahu dari mana cerita Celline ini? Apa dia yang cerita?" Tanya zhea

"Nggak sayang. Kebetulan saat itu mereka di bawa ke rumah sakit tempat aku bekerja. Tapi, sayangnya belum sempat di tangani kedua orang tua Celline udah meninggal. aku dan adnan yang mengurus serta membantu memakamkannya. Karena mereka nggak punya kerabat di sini. Waktu itu juga kan Celline down, jadi dia nggak bisa mengurusi pemakaman kedua orangtuanya. Jadi kami dari pihak rumah sakit yang membantu"

"Apa itu pertemuan dokter dan Celline untuk yang pertama kalinya?" Tanya Rio

"Jujur saja iya. Saat melihat keadaannya dulu saya merasa kasihan. Saya juga yang membantunya untuk pulih dan mencari psikiater terbaik. Karena hal itulah kami akhirnya bersama dulu" jujur exsel sambil merangkul bahu zhea. Dia ingin tidak ada yang di sembunyikan antara mereka. Terlebih lagi zhea sudah bertanya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!