MW10

MW10

Sore harinya Tasya benaran datang ke mansion Niko dan celline.

"Lho udah datang?" Ucap Niko membukakan pintu

"Heum. Apa kak celline masih sakit?"

"Masuk dulu. Dia ada di ruang tamu, sekarang udah mendingan" ucap Niko mengambil alih koper Tasya

"Celline, ini Tasya udah datang. Gue pergi dulu ada urusan. Kunci semua pintu kalo gue belum pulang jam delapan nanti malam"

"Kenapa? Lho mau tidur di kos-kosan lho lagi?"

"Nggak Cell. Gue punya kunci cadangnya kok. Gue ada janji, harus buru-buru pergi. Tasya, kamar lho di samping kamar Celline. Nanti biar Celline yang tunjukkin yah. Gue pergi dulu" uaco Niko berlalu pergi

"CK, dulu lho pergi dari rumah gue. Sekarang giliran Niko aja yang ngajak lho langsung mau tinggal di sini" ucap celline ketus

"Kalo kakak keberatan aku bakal pergi. Asal kakak tahu aja, kak Niko yang maksain aku tinggal sama kalian. Dia khawatir ninggalin kakak sendirian di sini terlebih lagi pekerjaannya yang sampai larut malam"

"Enak aja lho mau main pergi. Udah di sini kan? Jadi nggak bisa pergi lagi. Ikut gue, gue tunjukkin kamar lho"

CELINE membuat kamar yang tak jauh dari mereka tadi. "Ini kamar niko" ucapnya membukakan pintu

Tasya tidak heran jika Celline dan Niko tidak tinggal satu kamar. Karena pernikahan mereka yang mendadak itu. Apalagi mereka hampir bercerai padahal pernikahan mereka belum dua bulan.

"Terus? Ngapain kita di sini?"

"Lho yang nempatin kamar ini. Niko yang bakal nungguin kamar samping kamar gue"

Tasya hanya mengangguk. "Nggak ada barang-barang kak Niko kan di sini?"

"Gue cek dulu" ucap celline membuka lemari di kamar itu yang ternyata kosong.

"Nggak ada pakaian di sini" Celline melihat koper Niko dan membukanya

"Bagus deh kalo bajunya masih di dalam koper" ucap celline menutup kembali koper Niko

"Lho bisa langsung istirahat. Kamar gue ada di atas" ucap celline menarik koper Niko dan tak lupa membawa laptop suaminya sekalian.

Celline menarik koper itu menaiki tangga. Dia meletakkan laptop Niko di atas ranjang Kemudian beranjak ke kamarnya.

Sementara itu, Niko berada di restoran bersama Tiffany.

"Apa harga sewanya nggak bisa di kurang?"

"Lho nggak punya uang?" Ucap Tiffany

Niko hanya mengangguk "bukan nggak punya, hanya saja...."

"Oke gue ngerti. Gimana kalo kita kerja sama aja. Lho nggak usah sewa tempat itu, lho bisa pakai selama mungkin, asalkan hasil dari kelas balap lho itu bagi dua. Gimana?"

"Kalo gitu lebih baik gue cari tempat yang lain aja"

"Ayolah Nil kita saling tolong menolong. Gini aja deh, semua keperluan untuk balapan gue yang siapin. Lho hanya perlu ngajarin mereka aja?"

"Hasilnya bagi dua, apa lho nggak bakal rugi nantinya? Belum tentu juga bakal banyak orang yang akan masuk ke kelas balap ini"

"Gue yakin banyak orang yang mau daftar ke kelas balap lho. Lho itu kan idola anak muda zaman sekarang"

"Itu dulu. Tapi sekarang kan lho tahu sendiri, reputasi gue udah nurun karena pernikahan itu"

"Gue tetap optimis bakal banyak yang daftar di kelas balap lho. Gimana setuju dengan tawaran gue?"

Niko hanya mengangguk ragu.

"Oke. Sekarang kita tanda tangani surat ini"

"Surat apa?"

"Kontrak kerja sama. Nih baca dulu"

Niko membaca surat itu "astaga gue ngagk mungkin nggak aDil bagiin uangnya tif. Gue kira isi surat ini apaan tadi"

"Gue hanya mau ini jadi resmi aja. Kalo lho ingkar janji, lho bisa masuk penjara"

"Nggak bakal" ucap Niko menandatangani surat itu

"Sebenarnya gue nggak tahu apa yang ahrus gue lakuin nik. Jadi gue serahin aja semuanya ke lho. Jujur aja tempat ini awalnya akan di buka buat peternakan sama papa. Gue nggak ngerti bisnis jadi gue harap kerja sama kita ini berjalan dengan baik. Gue juga harus ngurusin perusahaan papa dan ninggalin dunia permodelan. Gue benar-benar pusing, gue takut gagal dan ngehancurin apa yang selama ini almarhum papa jaga selama ini"

"Lho pasti bisa tif. Zhea dulu sama kayak lho, buktinya dia bisa jadi CEO terbaik dalam waktu dua tahun kan? Dia berguru sama Zein, dan lho juga punya Zein yang selalu dukung lho kan? Jadi nggak usah takut, yakin aja"

"Gue nggak bisa selamanya bergantung sama Zein nik. Gue dan zhea juga beda kemampuannya. Zein juga sibuk dengan pekerjaannya nggak mungkin gue gangguin dia cuma untuk nanya hal-hal yang mendasar tentang bisnis"

"Gue juga nggak ngerti bisnis. Tapi, kalo misalkan lho ada yang nggak ngerti, lho bisa tanyain ke gue. Barang kali aja gue bisa bantu"

"Benar juga. Lho kan pintar, belajar sebentar udah pasti tahu. Nanti kalo Zein lagi jelasin sesuatu ke gue lho ikut aja kali ya, entar kalo gue nggak ngerti gue bisa tanya lho"

"Gue juga nggak sehebat itu tif"

Setelah berbincang-bincang dengan Tiffany, Niko langsung pulang ke mansion.

"Lho belum tidur?" Ucap Niko yang melihat Tiffany menonton tv

"Gue nungguin lho. Gue cuma mau bilang kamar atas lho yang nempatin. Dan Tasya yang bakal tidur di bawah. Barang-barang lho udah ada di sana"

"Nggak perlu nungguin kayak gini kalo cuma mau bilang itu aja. Lho bisa kirim pesan aja"

"Gue nggak kepikiran buat ngirim pesan ke lho. Lagian gue juga nggak bisa tidur"

"Apa lho demam lagi?"

"Nggak"

"Syukur deh. Kalo tahu lho belum tidur gue beliin makanan tadi"

"Gue udah masak tadi. Mau makan bareng?"

"Boleh. Tapi lho kan lagi nggak sehat kenapa masak?"

"Dari pada bosen nggak ngapa-ngapain"

"Tasya mana? Udah sarapan?"

"Ada di kamarnya. Dia juga udah makan tadi. Makanannya udah dingin, mau di panasin dulu?"

"Nggak perlu"

Celline hanya mengangguk lalu menyiapkan makanan ke atas meja. Keduanya lalu makan dengan lahap

"Masakan lho enak juga"

Celline tersenyum sinis. "Gue akan cari kerja besok"

"Pekerjaan di kantoran?"

"Heum"

____________

Di pagi harinya, ketiga penunggu mansion itu bersiap-siap ke tempat tujuan mereka masing-masing.

"Mau gue antar?" Tawar Niko

"Gue bisa naik taksi"

"Gimana dengan Tasya? Mau gue antar?"

"Nggak usah kak, ngerepotin entar"

Niko mengangguk "gue pergi duluan" ucapnya menaiki motor dan berlalu pergi

"Kayaknya gue harus beliin Celline mobil biar dia nggak terlambat ke tempat kerja. Lagian naik taksi juga sewaktu-waktu pasti akan telat Karen macet" batin Niko

Terpopuler

Comments

Zolojulo

Zolojulo

Semangat, thor.

Mampir juga ya... 😊

2023-07-18

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!