MW11
Celline sampai di perusahaan yang dia targetkan sedari dulu.
"Mau apa mbak?" Ucap salah satu karyawan di sana
"Gue mau ngelamar kerja jadi sektretarisnya direktur kalian"
"Maaf mbak. Nggak ada lowongan pekerjaan di sini"
"Jika begitu biarkan saya bertemu dengan direktur kalian"
"Maaf mbak. Mbak nggak bisa bertemu dengan tuan Zein kalau nggak ada janji"
"CK. Bilangin aja ke tuan lho itu, istrinya Niko mau ketemu"
"Tetap nggak bisa mbak"
"Lho nggak tahu siapa Niko? Dia pembalap internasional yang tuan kalian investasikan dua tahun lalu"
"Tetap nggak bisa mbak"
"Ada apa ini?" Ucap Raka yang kebetulan lewat di sana
"Mbak ini mau melamar jadi sekretarisnya tuan muda dan memaksa ingin bertemu dengannya"
"CK, lho buang-buang waktu kalo ke sini cuma buat itu. Cuma gue sekretaris Zein yang nggak bakalan tergantikan" ucap zein
"Kalo gitu pertemukan gue dengan dia. Dan kita lihat apa yang lho bilang itu benar atau nggak?"
"Boleh. Asal lho nggak nangis aja di tolak mentah-mentah entar"
Raka membawa Celline masuk ke ruangan Zein.
"Zein, ada yang ingin ketemu"
"Gue lagi sibuk" ucap Zein fokus ke layar monitornya
"Lho dengar sendirikan? Jadi lebih baik lho pergi dari sini" usir Raka
"Gue bisa nunggu sampai pekerjaannya selesai" ucap celline tanpa di persilahkan duduk di kursi yang berhadapan Dengan Zein.
"Mau apa lho ke sini?" Ucap Zein ketika melihat Celline dengan lancangnya duduk tanpa permisi
"Gue mau ngelamar jadi sekretaris lho"
"Gue nggak lagi nyari sekretaris. Ka, lho mau gue pecat dengan bawa dia kemari? Lho udah bosan kerja?"
"Dia maksa buat ketemu sama lho. Dan buat keributan dengan karyawan"
"CK, pergilah lho buang-buang waktu gue aja"
"Lho bisa lihat riwayat kerja gue dulu. Gue kelulusan Harvard, bekerja sebagai manager di salah satu perusahaan di sana dan gue juga tahu semua tentang perusahaan ini. Rival lho tuan seven dari K-group. Kalian lagi memperebutkan untuk menjadi perusahaan yang menginvestasikan dana ke setiap balapan kan? Perusahaan lho Sekarang emang lagi stabil. Gimana kalo gue dan Niko berada di pihak tuan seven? Peluang lho tinggal 50 persen untuk bisa berinvestasi. Perusahaan lho juga berkeuntungan besarkan dari acara balapan itu? Meskipun zhea, Rere dan Rio berada di pihak lho tetap saja, kebanding mereka Niko yang lebih hebat. Tapi, jika lho terima gue, lho nggak akan merasa terancam dan tuan seven secuil pun nggak bisa nandingin lho" jelas Celline
"Gue nggak pernah merasa terancam oleh siapapun" ucap Zein membaca data diri Celline
"Lho juga pernah bekerja sebagai pelayan restoran dan kasir minimarket"
"Heum. Saat SMA gue kerja sebagai pelayan restoran. Tahun pertama di Amerika gue bekerja sebagai kasir minimarket. 6 bulan bekerja sebagai karyawan biasa di perusahaan dan langsung di angkat sebagai manager. Bukankan itu hal yang hebat? Lho bakal rugi kalo nolak gue"
"Sudah bagus jadi maneger di sana kenapa malah memilih perusahaan saya?"
"Sebenernya alasan saya kembali adalah demi cinta. Tapi, saat gue SMA gue berkeinginan bekerja di sini suatu saat nanti. Sejak saat itu gue cari tahu lebih dalam lagi tentang perusahaan lho. Dan gue juga tahu perkembangan perusahaan lho ini sejak 5 tahun belakangan ini"
"Oke. Gue kasih lho waktu satu Minggu buat nunjukin kemampuan lho, apakah benar sehebat yang lho bilang atau cuma omong kosong doang. Gue juga akan gaji lho perharinya"
"Nggak perlu kasih gue uang apapun, Jika kemampuan gue di bawah standar lho setelah satu minggu"
"Baik. Lho bisa mulai bekerja hari ini, biar Raka yang jelasin apa yang harus lho lakuin"
"Lah Zein,terus gue gimana?" Protes Raka
"Kenapa takut tergantikan?" Ejek Celline
"Lho tenang aja ka, posisi lho tetap sama. Malah bagus juga kan buat lho kalo gue punya asisten dua. Lho nggak terlalu repot-repot amat"
"Benar juga. Kalo gitu kita langsung buat kontrak kerja aja sama dia" ucap Raka kesenangan
"Kita liat dulu kinerja kerjanya selama satu Minggu ini. Setelah itu baru buat kontraknya"
"Gue harap lho nggak ngecewain deh. Biar pekerjaan gue ada keringanannya. Bertahun-tahun jadi asistennya dia tersiksa banget gue"
"Heh. Lho jangan senang dulu. Lho malah akan jadi asisten pribadi gue. Dan bakal berada di samping gue 24 jam"
"Dari dulu juga gitu. Nggak sekalian aja lho gue mandiin"
"Berani lho! Mau gaji lho gue potong"
"Ah nggak-nggak. Silahkan lanjut bekerja. Gue harus jelasin pekerjaan dia dulu" ucap Raka mengalihkan pembicaraan dan langsung menyeret Celline keluar dari ruangan Raka.
Raka menunjukkan ruangan untuk Celline dan menjelaskan semua yang harus Celline lakukan.
"Lho ngerti kan?"
Celline hanya mengangguk
"Jangan buat gue kecewa lho. Awas aja kalo lho sampai di tolak oleh Zein"
"Gimana kalo ternyata gue jauh lebih hebat dari lho dan ngebantuin posisi lho"
"Gue rasa lho nggak bakalan mampu. Tapi jiak itu benar terjadi, jika di pikir-pikir ada bagusnya juga sih. Gue bisa istirahat yang tenang tanpa repot-repot ngurusin Zein lagi"
"Lho nggak takut jadi pengangguran?"
"Uang gue udah banyak"
"Sombong. Sebanyak apapun kalo nggak kerja bakal habis"
"Lho bakal tahu gimana repotnya jadi asisten Zein. Dan kita lihat berapa lama lho bakal bertahan. Selama ini dia nggak mau cari asisten lain karena cuma gue yang selalu ada dan ngertiin dia. Nyerinya gue udah kayak istrinya dia kemana-mana harus di temani"
"Oh gitu. Gue udah rekam ucapan lho tadi, mau gue kasih tahu Zein biar lho segera di pecat"
"Eh jangan-jangan. Gila lho ya"
"Katanya udah nggak butuh pekerjaan lagi"
"Ya kayak yang lho bilang tadi. Sebanyak apapun yang gue kalo nggak kerja bakal habis. Dari pada jadi gelandangan apalagi belum punya istri lebih baik gue kerja deh. Tersiksa jadi asisten Zein lebih baik kayaknya di bandingkan tersiksa nggak punya rumah dan nggak bisa makan"
"Hahaha. Takut kan lho. Tenang aja, gue becanda kok bilang ngerekam ucapan lho tadi"
____________
1 MINGGU KEMUDIAN, Celline resmi bekerja di perusahaan Zein. Dengan berhasil menunjukkan pada Zein bahwa dia layak berada di posisi itu.
"Saya harap, kamu ke sini murni ingin bekerja buka. Pengkhianat atau pun memata-matai saya"
"Itu tidak mungkin terjadi. Tenang saja"
"Saya akan mengalokasikan kamu apartemen dan mobil"
"Tidak perlu. Niko sudah membelikan ku mansion yang besar"
"Nah benar tuh. Laki lho kan banyak duitnya kenapa harus kerja?" Ucap raka
"Lho tahu dari mana dia banyak uang?"
"Orang mana sih yang nggak tahu Niko itu banyak uang. Dia udah jadi pembalap internasional selama 2 tahun, dan Sebelum itu dia juga ikut balapan dan selalu jadi juara. Uang hasil balapan itu nggak kecil Cell. Katanya jurusan Harvard itu aja nggak tahu"
"Oh iya Cell, gue juga sempat beberapa kali liat lho di lapangan balapan dan lho yang berdiri di tengah sebagai start kan?" Ucap zein
"Iyaps"
"Ternyata Ada kesamaan juga antara lho dan Niko"
"Oh iya Zein, lho ada janjian temu sama Tiffany"
"Kita berangkat sekarang. Celline lho juga ikut, ini mungkin juga akan menjadi pembelajaran buat lho"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 37 Episodes
Comments
riyah
selalu menanti kelanjutanya ka
2023-07-25
0