MW03
Hari beranjak siang, Celline ingin ke kamar mandi dia perlahan-lahan mencoba untuk berdiri. Niko yang masih tidur itu pun terbangun ketika Celline hampir saja jatuh dan berpegangan padanya.
"Mau kemana?" Ucap Niko yang masih setengah sadar itu.
Celline tidak menjawab, dengan langkah perlahan-lahan dia menuju kamar mandi. Sementara Niko mengikutinya dari belakang.
"Biar gue bantu" ucap Niko ketika Celline keluar dari kamar mandi
"Nggak usah sok peduli, gue kayak gini juga gara-gara lho!"
Niko memilih untuk diam dan mengikuti langkah Celline.
"Gue mau pulang" ketus Celline setelah kembali duduk di brankar
"Nanti sore dokter bilang udah boleh pulang" ucap Niko. Sebenernya Celline tak perlu sampai menginap di rumah sakit karena kaki Celline luka tidak terlalu dalam. Namun Niko yang merasa bersalah telah mengurung Celline di ruang cctv memutuskan untuk wanita itu tetap di rawat
"Gue mau pulang sekarang!"
"Gue bayar administrasinya dulu" ucap Niko mengalah dan beranjak pergi.
Karena bosan Celline menyalakan tv karena ruangannya adalah ruangan VVIP. Semua saluran tv menanyakan pernikahan Rio, Rere zhea dan exsel. Niko juga menjadi sorotan karena menghindari wartawan dan tidak membawa istrinya. Celline juga masuk pemberitaan dengan menjadi pelayan yang di kejar-kejar satpam.
"Kita berdua sama-sama menderita dari pernikahan ini nik. Jika lho nggak mau nalak gue, gue yang akan gugat cerai lho. Lho itu orang yang baik, dan gue nggak mau terus menerus kayak gini sama lho" gumam Celline mematikan tv.
"Ayo kiya pulang" ucap Niko
Celline hanya mengangguk, Niko pun membantu celline. Kali ini Celline tak menolaknya.
Saat berada di parkiran, ternyata ada beberapa fans Niko di sana dan mengerumuni mereka.
"Kak Niko kenapa ada di sini? Apa Kakak sakit?"
"Kak Niko masih memakai pakaian yang sama di pernikahan zhea, profesor exsel dan Rio, Rere. Apa kak Rio belum pulang ke rumah?"
"Kak Rio terlihat sangat kelelahan"
Pertanyaan dari para fans bertubi-tubi.
"Saya tidak apa-apa, TERIMAKASIH atas perhatiannya"
"Ini istri dadakan kak Niko? Masih kalah cantik sama kak Rere dan kak zhea"
"Benar banget tuh. Pakai cara kotor buat nikahin idola kita"
Celine yang mendengar itupun menjadi emosi. Niko mengenggam tangan Celline agar Celline tak membuat masalah.
"Tolong perhatikan ucapan kalian. Sekarang dia istri saya, jika kalian benar-benar mengidolakan saya kalian pasti juga bisa menghormatinya kan?" Ucap Niko
"Kak Niko keren banget. Beruntung banget tuh cewe bisa dapetin kak Rio"
"Kalo nikahin kakak dengan memperlihatkan tubuh dan semudah itu, udah dari dulu aku lakuin agar kakak menikahiku"
Niko hanya tersenyum masam mendengar ucapan para fansnya.
"Kak Niko boleh minta foto nggak?"
"Tolong jangan ambil foto apapun untuk saat ini. Permisi" ucap Niko buru-buru menghidupkan motornya dan beranjak pergi dari sana. Sebelum para fansnya Mengambil foto-fotonya dan Celline. Bukannya Niko tidak ingin wajah celline terlihat di media, namun ini demi kebaikan wanita itu.
Sesampainya di rumah, Niko memapah Celline ke kamarnya. "Yang terjadi tadi jangan terlalu di pikirin" ucapnya saat celkine sudah duduk di ranjang
"Kenapa? Lho takut gue kepikiran terus depresi? Heh, Jangan harap!"
"Baguslah kalo gitu. Inilah alasannya gue ngelarang lho keluar"
Celline memutar bola matanya malas.
"Gue pergi dulu ada urusan, nggak lama kok"
"Hem"
Niko pergi ke kos-kosannya. Dia mandi untuk menyegarkan tubuh yang terasa sangat lengket. Sebenernya dia bisa saja mandi di rumah Celline jika kunci kamar yang Celline berikan padanya tidak hilang, entah bagaimana dia menghilangkan kunci itu. Seingatnya malam itu dia tidur di sofa, dan menyimpan kunci itu di kantong jaketnya
Seusai mandi dan berpakaian, Niko pergi ke restoran membeli makanan terlebih dahulu sebelum kembali ke rumah Celline.
"Cell, ini gue bawain makanan" ucap Niko mengetuk-ngetuk pintu kamar Celline
"Masuk aja" teriak Celline dari dalam. Niko pun membuka pintu dan melangkah masuk kedalam.
Niko mengeluarkan makanan dan minuman dari dalam plastik.
"Lho baru selesai mandi? Rambut lho masih basah"
Niko hanya mengangguk
"Lho nggak jadi keluar?"
"Udah balik Cell, kan gue bilang bentar doang"
Celline hanya mengangguk. Tanpa bicara lagi keduanya makan dengan keheningan.
Tiba-tiba ponsel Niko berdering, melihat nama Rio yang tertera di layar. Niko langsung menjawab panggilan itu
" Ada apa?"
".........."
"Oke. Kalian tunggu aja di sana. Gue yang akan antar kalian ke bandara besok" ucap Niko dan panggilan pun terputus
"Besok pagi gue akan ngantar mama papa, Rere Rio, zhea dan dokter exsel ke bandara. Mereka akan pergi honeymoon"
Mendengar exsel akan honeymoon dengan zhea membuat hati Celline terasa tercabik-cabik. Membayangkan mereka bermesraan berdua dan melakukan hal lebih lainnya. Padahal keduanya sudah menikah 2 tahun yang lalu, namun rasa sakit, kecewa, cemburu selalu saja datang ketika mendengar ataupun melihat exsel bersama zhea.
"Gue nggak nanya" ucap celline ketus dan menyudahi makannya
"Gue hanya cerita Cell. Gue juga mungkin akan pulang larut malam besok"
"Terserah! Gue mau istirahat" ucap celline merebahkan dirinya
"Istirahatlah, obatnya jangan lupa di minum" ucap Niko membereskan sisa makanan mereka kemudian keluar dari kamar Celline.
Niko merebahkan tubuhnya ke sofa dia memikirkan bagaimana dia dan Celline kedepannya. "Gue tahu lho tertekan dengan semua ini Cell, Gue juga sama kayak lho. Kalo aja kita nggak nikah waktu itu, mungkin ceritanya akan berbeda. Tapi, jika pernikahan itu tidak terjadi, gue takut lho bakal lakuin hal yang gila cell. Jika waktu itu lho benaran tidur sama dokter exsel masa depan lho akan lebih hancur lagi dari Sekarang. Lho mungkin makin tergila-gila mengejar dokter exsel. Lho bakal di hina sana sini sama penggemar zhea. Nggak hanya itu, lho, zhea dan dokter exsel akan sama menderitanya. Maaf, demi kebahagiaan zhea dan dokter exsel lho harus ngorbanin perasaan dan terluka. Gue hanya nggak ingin hidup lho sia-sia dan harga diri lho hancur dengan terus-menerus mengejar suami orang. Lho itu orang yang pintar dan berprestasi Cell, lho juga kelulusan luar negeri. Gue nggak mau hasil belajar lho selama di Amerika hancur hanya karena cinta lho ke dokter exsel. Hidup lho udah berat, kerja demi untuk bertahan hidup dan membayar biaya kuliah. Walaupun lho mendapat beasiswa, itu Hanya membantu separuh biaya yang harus di keluarkan"
"Gue nggak tahu apa yang harus gue lakukan sama lho di masa depan. Lho benar, cinta itu sama sekali nggak ada diantara kita. Atas ijab yang udah gue ucapin waktu itu, gue Janji akan jagain lho seperti gue jagaian zhea selama ini. Jika lho udah nggak cinta lagi sama dokter exsel dan lho udah nemuin laki-laki yang lho cintai gue akan lepasin lho seperti yang lho mau" ucap Niko lalu memejamkan matanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 37 Episodes
Comments