MW16

MW16

Celline kembali ke mansion, dia mencari sesuatu di kamarnya.

"Waktu itu gue simpan di mana ya" gumam Celline membuka laci satu persatu. Akhirnya, Celline menemukan apa yang dia cari di lipatan bajunya. Kotak hitam segi empat.

"Gue harus cepat!" Ucapnya berlari menuruni tangga.

Celline masuk ke dalam taksi dan langsung menuju salon.

Saat memasuki salon, yang ternyata cukup ramai. Beberapa dari mereka berbisik-bisik melihat Celline.

"Eh, itu cewek yang lagi viral itu kan? Yang katanya ngejebak seorang pembalap dan akhirnya menikah. Sekarang, malah menggoda pengusaha"

"Niko itu idola gue. Bisa-bisanya tuh cewek pakai cara licik ngejebak Niko. Dan sekarang, malah selingkuh sama pengusaha lagi. Nggak tahu diri banget"

"Iya tuh. Mana PD banget lagi. Kalo gue jadi dia, gue pasti ngurungin diri di kamar"

"Orang kayak dia mana tahu artinya malu"

Celline mengepalkan kedua tangannya, dia tidak ingin berantem sekarang karena bukan waktu yang tepat dan dia juga lagi buru-buru. Celline masuk ke ruang VVIP di sana.

Setelah selesai di dandani dan melakukan perawatan, Celline terlihat sangat cantik dan anggun dengan dress berwarna merah panjang dan sepatu yang senada.

Saat keluar dari ruangannya, lagi-lagi Celline mendengar bisikan-bisikan negatif tentangnya.

"Cantik banget ternyata. Tapi, mau secantik apapun murah ya tetap murah kan?"

"Pantas aja kak Niko sama pengusaha itu tergoda"

"Cantik sih cantik. Tapi kalo kecantikannya di salah gunakan ya tetap aja murah kan?"

"Cantiknya nggak jauh beda dari Tiffany"

"Tapi masih cantikan nona zhea sih menurut gue. Soalnya dia itu cantiknya natural, nggak kayak dia di oles make up baru cantik"

"Kenapa nggak gunain kecantikan dia itu ke hal positif aja. Kan dia bisa tuh jadi model kayak Tiffany. Apalagi Tiffany udah keluar dari dunia model dan merintis usaha almarhum papanya. Jadi kan nggak ada saingannya"

Celline ingin sekali menjambak rambut ke lima remaja itu. Sayangnya, dia harus cepat pergi dari sana Sekarang.

"Cihh, sok-sok'an bandingin Tiffany sama zhea dengan gue yang jelas-jelas jauh beda" batin Tiffany kembali masuk ke dalam taksi

___________

Sementara itu, di lain tempat, acara pembukaan kelas balap Niko akan segera di buka.

"Bagiamana persiapannya?" Ucap Tiffany

"Baru datang?"

"Heum. Gue ke sini sama sein dan Raka"

Niko mengangguk kemudian berucap "persiapannya oke semua. Tinggal nunggu waktu lagi"

"Selamat ya nik, akhirnya impian lho selama ini jadi kenyataan" ucap Rio memeluk niko

"Thank you bro. Baru datang?"

"Ya, biasalah nungguin my queen dandan dulu" ucap Rio menyindir Rere

"Dandan itu perlu Yo. Lagian kita juga nggak telat. Ini tuh moment penting, wajib di apresiasi. Kita juga harus foto-foto buat kenang-kenangan. Masa iya entar gue kelihatan Kumal di foto" ucap Rere

"Iya sayang iya. Nggak usah emosi dulu dong. Entar cepat tua, dan aku nikah lagi"

"Enak aja! Kalo sampai itu terjadi, gue potong punya lho. Biar nggak bisa kasih keturunan"

"Becanda sayang. Kamu itu nggak ada yang bisa gantiin" ucap Rio memeluk Rere. Sementara Niko dan Tiffany hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala melihat interaksi pasangan itu.

"Congratulation nik, atas pembukaan usaha lho. Semoga lancar dan banyak yang minat ya" ucap zhea yang abru datang

"Pastinya. Jangan lupa entar, masukin anak lho ke kelas balap gue. Biar bisa sehebat omnya" ucap Niko

"Bisa dia atur. Do'akan saja zhea dan baby-nya sehat sampai melahirkan" sahut exsel

"Oh iya Zhe, gue belum NGUCAPIN selamat atas kehamilan lho. Selamat ya, bentar lagi jadi orang tua aja lho" ucap Zein

"Makasih. Lho sama Tiffany kapan nikahnya?" Goda zhea

"Lah kok jadi bawa-bawa gue sih? Udah diam nih gue dari tadi"

"Tunggu aja kabar baiknya" ucap Zein melirik Tiffany

"Dari dulu juga kita udah nunggu kabar baiknya. Tapi, sampai sekarang, belum ada tuh tanda-tanda kabar baik akan terdengar" ucap Raka

Zein menginjak kaki Zein karena kesal dengan ucapan sahabat sekaligus tangan kanannya itu.

"Selamat ya kak Niko. Semoga usaha lancar" ucap Tasya yang datang bersama dengan Adnan

"Lho, Celline mana? Dia nggak datang?" Ucap Rere

"Eh, para wartawan udah pada nunggu tuh. Karena kalian udah pada datang, kita mulai aja acaranya" ucap Niko mengalihkan pembicaraan

"Semua orang pada datang? Tapi istrinya sendiri belum datang. Fiks mah ini, tuh cewek nggak bakalan datang" ucap Rere

"Gawat juga kalo Celline nggak datang. Gimana kita mau ngelurusin scandal kalian nanti kalo dia nggak ada" ucap Raka

"Kita tunggu aja. Acara juga baru di mulai kan?"

"Lho kayaknya setia banget ya sama kata menunggu. Kalo sampe dia nggak datang gimana? Entar gue juga yang harus mikir kalo udah ke pepet"

"Itu gunanya gue bawa lho ke sini" ucap Zein santai

"CK". Raka berdecak kesal

Niko naik ke atas panggung, " mohon perhatian semuanya. Sebelumnya, saya ingin mengucapkan terimakasih kepada kalian semua yang hadir hari ini. Terimakasih juga pada para reporter dan wartawan yang datang secara sukarela untuk meramaikan pembukaan usaha saya ini. Sebelum memotong pita, saya akan memperkenalkan partner kerja saya dalam membangun usaha ini. Dia adalah Tiffany DIRLYA. Mari kita sambut dia untuk naik ke atas panggung. Karena kita berdua yang akan memotong pitanya agar adil" ucap Niko

Zhea, exsel, Rere dan Rio terkejut mendengar hal itu. Karena Niko, tidak memberi tahu mereka apapun selain hari pembukaan bisnisnya hari ini.

"What! Tiffany partner kerjanya Niko?" Ucap Rere speechless

"Kenapa? Kalian baru tahu?" Ucap zein

"Niko nggak pernah cerita apapun ke kita soal bisnisnya ini" sahut zhea

"Salah kalian sebagai orang terdekat kenapa nggak nanya?" Ucap Zein

"Saya jadi tambah yakin, scandal hari ini pasti berhubungan Dengan acara ini. Nggak mungkinkan, kalian benaran bertukar pasangan dengan berselingkuh dan di ketahui media?" ucap exsel

"Gue sama Tiffany sih nggak ada hubungan. Jadi, kita bebas dekat dengan siapapun. Mungkin yang selingkuh itu, Niko dan celline. Wajar sih kalo mereka punya pilihan lain, kan mereka nikah karena paksaan" ucap Zein asal

"Gue nggak percaya apapun yang media beritakan, kecuali gue dengar Niko ataupun Celline sendiri yang bilang" ucap zhea

"Ya. Nggak mungkin juga kan, Niko suka sama Tiffany. Waktu masih kuliah aja, Tiffany itu benci banget sama kita. Jadi nggak mungkinlah mereka punya hubungan"

"Cinta dan benci itu beda tipis re. Jangan salah dulu"

"Lho nuduh Niko selingkuh? Fiks nih, udah pasti lho jadi simpanan Celline ini"

"Dihh. Cellinenya aja kali yang naksir sama gue"

"Udah-udah kok jadi berantem sih. Jangan sampai pembicaraan kalian terdengar para reporter, bisa jadi scandal lagi nanti" ucap exsel

"Seru aja sel godain istri lho sama sih Rere ini. Sorry sebelumnya. Sorry juga Yo. Kalian belum terbiasa aja kali ya liat keakraban kita"

"Kita tuh nggak akrab. Lho nya aja yang sok asik dan gangguin kita terus dulu" ucap Rere

"Nah, ini baru benar" sahut Raka

"Hahaha" Niko terkekeh.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!