MW07

MW07

Celline" ucap Niko menepuk-nepuk wajah celline

"Badannya sangat panas" ucap exsel Kemudian membaringkan Celline di ranjang

Niko pergi kedapur mencari baskom dan handuk kecil untuk mengompres celline

"GUE MINTA MAAF CELL, LHO BOLEH BENCI GUE SESUKA HATI LHO, GUE EMANG PANTAS DAPETIN ITU. TAPI CELL, BERTAHANLAH SEBENTAR LAGI, SAMPAI LHO BENAR-BENAR LUPAIN DOKTER EXSEL DAN NGGAK BAKAL GANGGU MEREKA. GUE AKAN TALAK LHO SAAT ITU JUGA" ucap Niko setelah mengompres Celline

Niko membereskan kamar CELINE. Walau tidak tahu letak barang-barang itu dimana, setidaknya kamar itu Kembali rapih sekarang. Dia juga menyapu pecahan-pecahan parfum Celline di lantai. Setelah itu dia kembali mengompres Celline.

Dilihatnya secara dekat bekas cakaran di wajah celline, lalu di elus-elusnya lembut.

"Dokter exsel tega banget nampar lho, apalagi wajah lho udah luka kayak gini. Maaf ya Cell, gue emang bukan orang yang tepat buat lho, gue sadar itu. Dekat sama gue hanya buat hidup lho susah dan tertekan. Tapi Cell, bertahanlah sedikit lagi setelah itu gue benaran nggak bakalan muncul lagi di hidup lho. GUE JANJI" ucapnya lalu tanpa sadar mencium lama dahi Celline. Saat sadar, dia segera menjauhkan dirinya dari Celline

"Apa yang udah gue lakuin?" tanyanya pada diri sendiri.

jam menunjukkan pukul 01:45 dini hari, Niko berusaha untuk tetap terjaga karena panas tubuh Celline tidak turun-turun meski dia terus mengompresinya.

Celline perlahan-lahan membuka mata, Karena pusing dia kembali memejamkan matanya.

"Lho udah bangun? Mau ke rumah sakit?"

Celline hanya menggeleng lemah

"Minum obatnya dulu Cell, agar panasnya turun. kalo besok pagi tetap nggak turun gue bakal bawa lho ke rumah sakit"

Celline membuka matanya Niko membantu celline minum obatnya.

"Cepat sembuh" ucap Niko Mengelus-elus rambut Celline. Sementara Celline kembali memejamkan matanya.

Rasa kantuk kembali datang, dan kali ini Niko tidak bisa menahannya lagi. Terlebih lagi ini sudah pukul 4 subuh.

_______________

Celline terbangun dan sudah merasa agak baikan. Saat membuka mata yang pertama kali yang dia lihat adalah Niko yang sedang tertidur duduk di sampingnya.

Celline mendorong tubuh Niko sehingga Niko jatuh ke lantai. Niko yang kaget pun langsung terbangun. "akhh" ringisnya

"Pergi lho nik. Gue nggak mau lagi liat lho ada di rumah gue!" Teriak Celline. Celline sepertinya lupa Niko menjaganya semalaman. Dan rasa benci menutup semua kebaikan Niko dimatanya

Bukannya marah, Niko malah mengecek suhu tubuh Celline dengan punggung tangannya. "Syukurlah panasnya udah turun"

"Jangan sentuh GUE!"

Niko hanya mengangguk

"Tunggu apa lagi lho, pergi dari rumah gue!"

"Gue akan pergi, tapi hanya sebentar. Dan gue akan tetap tinggal di sini karena lho tinggal di sini. Pilihannya ada dua, gue tinggal di sini, atau lho ikut gue tinggal di kos-kosan?"

"Jangan mimpi! Gue nggak Sudi tinggal di tempat yang pernah di tempati zhea"

"Itu artinya kita tetap tinggal di sini. Berhentilah mengusir, karena gue nggak akan pergi kalo lho nggak ikut. Karena lho istri gue, jadi lho harus ikut kemanapun gue pergi" ucap Niko beranjak pergi

Niko kembali ke kos-kosannya, untuk mandi. Setelah itu dia memasukkan barang-barangnya ke koper untuk di pindahkan ke rumah Celline.

Niko menarik kopernya memasuki rumah Celline. Pemandangan pertama kali yang Niko lihat rumah itu sangat berantakan. Dan Celline sedang melempar-lempar fotonya dengan exsel yang ada di ruangan itu. Sebegitu cintanya Celline dengan exsel, bahkan di seluruh ruangan rumahnya ada fotonya bersama exsel saat mereka pacaran dulu. Saat putus dengan exsel dan tinggal di Amerika selama 4 tahun, dia tidak pernah pacaran atau dekat dengan laki-laki manapun karena ingat akan janjinya dan exsel akan menikah setelah dia kembali.

"Celline" ucap Niko menahan tangan Celline saat Celline ingin melempar pas bunga

"LEPASIN! NGGAK USAH SENTUH GUE!"

"lho masih sakit Cell, udah ya. Entar yang ada lho tambah sakit"

"PERSETANAN DENGAN RAGA DAN FISIK GUE YANG SAKIT. HATI GUE BAHKAN BEKALI-KALI LIPAT SAKITNYA NIK. APA LHO PERNAH NGERASAIN DI BENCI SAMA ORANG YANG SANGAT LHO CINTAI? NGGAK KAN. SAKIT NIK, SANGAT SAKIT. TATAPAN ITU, AMARAH ITU DAN TAMPARAN ITU BENAR-BENAR BUAT GUE HANCUR NIKO"

"Gue tahu" ucap Niko menarik Celline ke pelukannya

Celline menolak pelukan Niko dan mendorong suaminya itu. "Apa yang lho tahu hah! Lho itu nggak tahu apa-apa. Jadi Berhentilah sok tahu dan peduli. GUE BENCI LHO! SEMUA INI JUGA BERAWAL DARI LHO. SEANDAINYA LHO MAU NIKAH SAMA ZHEA DULU, KITA NGGAK AKAN NIKAH DAN ALEX JADI MILIK GUE. GUE BENCI LHO NIKO, BENCI SANGAT BENCI" teriak Celline sambil memukul-mukul dada Niko.

Niko memilih untuk diam dan membiarkan Celline melampiaskan kemarahan padanya. Dari pada Celline menghancurkan seisi rumahnya itu.

Lelah memukul Niko dan kehabisan tenaga, Celline terjatuh kelantai sambil menangis.

"Lho itu baik nik, tapi kenapa hanya demi zhea lho jadi jahat kayak gini ke gue. Lho ancam gue dan ngikat gue dengan pernikahan konyol ini. Apa salah gue sama lho nik? APA?" Lagi-lagi Celline berteriak, kali ini tepat di wajah Niko. Karena suaminya itu berjongkok di hadapannya

"Maaf Cell, karena pernikahan ini buat lho menderita. Tapi gue benar-benar nggak bisa nalak lho sekarang. Gue nggak bisa. Lho bisa minta apa aja, asal jangan perceraian. Kita punya waktu 3 bulan kan? Setelah tiga bulan kita bisa kembali ke pengadilan dan mengatakan tidak ada ke cocokkan. Dan saat itu juga gue bakal talak lho"

"Lho serius?" Tanya Celline menghapus kasar air matanya

Niko mengangguk "gue harap lho benar-benar benci sama dokter exsel, dan melupakannya dalam waktu 3 bulan ini" batin Niko

"Lho nggak bohong kan nik?"

"Gue serius Celline dan gue janji sama lho"

"Pinjam hp lho"

"Buat apa?" Ucap Niko tetap meminjamkan hpnya

"Ulangi kata-kata lho tadi. Gue akan rekam. Gue nggak mau lho pura-pura lupa setelah 3 bulan nanti"

"Gue nggak akan lupa cell"

"Yaudah ngomong buruan"

Akhirnya Niko menuruti keinginan Celline. "Gue janji bakal cerain dan talak lho setelah 3 bulan Celline Olivia"

Celline tersenyum mendengar ucapan Niko dia berhenti merekam dan mengirim suara Niko itu ke wa nya.

"Kalo lho udah janji kayak gini, gue jadi lega setidaknya gue nggak seumur hidup terikat pernikahan konyol ini. Kita masih bisa berteman sama seperti di Amerika dulu"

"Bukannya lho benci sama gue"

"Benci. Tapi karena lho udah janjian perceraian buat gue, gue bisa kurangin kadar bencinya"

"Gue emang pantas di benci" ucap Niko memaksakan senyumannya

"Gue nggak mau lagi tinggal di sini"

"Kenapa?" Ucap Niko mengernyitkan dahinya

"Rumah ini penuh kenangan bersama Alex"

"Gue bakal cari rumah buat lho. Anggap aja sebagai mahar pernikahan kita"

"Gue setuju. Kapan kita akan cari rumahnya?"

"Besok"

"Kenapa harus besok? Kenapa nggak hari ini?"

"Lho masih sakit Cell"

"Gue tambah sakit lagi, kalo berlama-lama di rumah ini"

"Oke. Kita cari rumahannya sekarang"

Terpopuler

Comments

kalea rizuky

kalea rizuky

di cerita ini entah kok g suka ma zhea

2025-04-02

1

riyah

riyah

Alhamdulillah akhirnya up lg q udah nungguin lama banget kirain gak di lanjut lg ceritanya tp ternyata masih
semangat terus ka up nya q selalu menantikan kelanjutanya🤗😻🌹

2023-07-10

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!