MW14

MW14

Setelah menunggu 5 menit di depan mansion dan mencoba memesan taksi online yang tak kunjung ia dapatkan. Akhirnya Celline kembali masuk ke mansion

"Nggak jadi ketemu klien nya?" Ucap Niko saat celline berdiri di hadapan dan menarik tangan Niko agar ikut dengannya

"Eh, mau kemana?" Ucap Niko binggung

"Gue nggak dapat taksi. Dan gue udah telat, lho harus anterin gue ke kantor" ucap celline.

Sementara Zhea, exsel,Rio, Rere dan Tasya hanya menatap kepergian mereka.

"Buruan nyalain motornya. Gue udah telat ini"

"Nggak mau naik mobil aja? Dingin lho malam-malam kayak gini" ucap Niko. Dia tahu Celline punya trauma tapi traumanya itu hanya menyetir mobil

"Motor aja lebih cepat. Lho harus ngebut pokoknya, keluarin tuh kehebatan balapan lho. Kalo bisa 5 menit udah sampai di kantor!"

"Hahaha. Sehebat apapun orang, nggak bisa sampai ke kantor itu dalam waktu 5 menit Cell. Apalagi waktu normalnya sampai di tempat lho itu setengah jam"

"Berarti lho nggak terlalu hebat kalo kayak gitu"

"Gue pastiin deh, 10 menit lagi kita udah sampai di kantor Zein"

Niko melajukan motornya, dan benar saja dalam waktu sepuluh menit mereka sampai di kantor. Celline langsung turun dari motor dan berlari masuk ke perusahaan.

"Celline, tunggu dulu" ucap Niko mengejar Celline

Celline menghentikan larinya. "Apa sih nik, gue lagi buru-buru. Kalo lho mau pulang ya pulang aja. Lagian masih ada sahabat-sahabat lho itu kan di mansion"

"Helmnya di lepasin dulu. Nanti orang-orang pada heran liat kamu meeting pakek helm" ucap Niko melepaskan helm celline.

"Gue tunggu lho di motor. Semangat kerjanya" sambumg Niko sambil membenahi rambut Celline yang berantakan

"Eh tunggu dulu. Lho ikut gue deh keatas" ucap celline menarik tangan Niko masuk ke lift

"Ngapain gue ikut ke atas"

"Dari pada lho di bawah, entar lho di usir satpam"

"Gue kan bilangnya nunggu di parkiran"

"Diam deh. Lagian kalo nanti Zein marah gue bisa bilang ke dia gue telat gara-gara lho yang nggak becus bawa motor. Katanya pembalap, bisa-bisanya buat orang telat. Sekalian biar dia mutusin kontrak kerja sama lho" ujar Celline asalan berucap. Padahal, dengan menggunakan nama nikolah Zein menerimanya di perusahaan.

"Lho duduk di sini aja, dan jangan kemana-mana. Gue masuk dulu" ucap celline Sebelum masuk keruang meeting.

Niko hanya menuruti ucapan Celline. Dia mengirim pesan ke sahabat-sahabatnya itu untuk meminta maaf karena pergi begitu saja meninggalkan mereka.

1 jAM BERLALU.....

Celline, Zein, Raka, dan klien mereka keluar dari ruang meeting

"Tuan hwall, saya harap kerja sama kita terus berlanjut kedepannya" ucap Zein

"Seharusnya saya yang bilang seperti itu ke anda tuan muda. Ah, anda benar-benar beruntung memiliki dua asisten yang hebat-hebat saya jadi iri. Awalnya saya kira Celline ini calonnya tuan muda saat dia memasuki ruangan"

"Dia sudah menikah tuan hwall"

"Oh iya? Dengan siapa? Orang pintar tidak mungkin menikah Dengan sembarangan ornag dong"

"Sudah selesai meetingnya?" ucap Niko menghampiri Celline

"Lho dari mana?" Bisik Celline

"Kamu Niko? Pembalap hebat itu" ucap hwall

"Ah, ya. Tapi saya tidak sehebat itu tuan" ucap Niko merendah

"Tidak hebat apanya. Bahkan seluruh dunia tahu siapa kamu"

"Tuan bisa aja"

"Kenapa kamu bisa ada di sini. Apa ada pekerjaan sama tuan muda?"

"Saya hanya menjemput Celline tuan"

"Kamu suaminya?". Niko menoleh ke Celline ragu untuk menjawab

"Ya, kebetulan dia suami saya tuan" ucap Celline

"Wah beruntung sekali jika begitu. Sudah saya bilang kan, orang pintar pasangannya pasti bukan sembarangan orang"

Setelah berbincang-bincang sebentar dengan hwall, akhirnya Celline dan Niko berada di parkiran Sekarang.

"Lho belum jawab pertanyaan gue tadi. Lho dari mana?" Ucap celline memasang helm

"Ngambil jaket. Baru ingat ada jaket di dalam jok. Terus Tiffany juga telpon tadi"

"Bilang aja telponan Sama Tiffany, make alasan ngambil jaket segala"

"Kita ngebahas soal pembukaan kelas balap. Lho bisa datangkan?"

"Lho ngundang gue?"

"Lho itu nggak perlu undangan, karena lho itu istri gue"

"Jangan berlebihan. Kita akan bercerai setelah 3 bulan"

"Nggak apa-apa kalo lho nggak mau. Lho juga sibuk kan. Nanti juga wartawan nanyain lho, gue akan jawab lho di luar negeri, nggak apa-apa kan" ucap Niko yang sebenernya kecewa

"Terserah lho deh"

Niko memasangkan jaket ke Celline. "Udah malam entar masuk angin. Oh iya, soal mobil sorry gue benar-benar nggak tahu" ucapnya

"Gue ngerti kok niat lho baik sama gue. Tapi, jangan berkorban banyak buat gue, gue nggak suka"

"Kenapa? Jika lho nggak bisa bawa mobil, Tasya yang akan antar jemput lho pakai mobil itu nanti. Dan jika ada waktu, gue yang bakal Jemput"

"Masalahnya, lho udah terlalu banyak ngeluarin uang buat gue, gue nggak suka"

"Gue rasa wajar, karena lho istri gue. Itu udah kewajiban gue"

"Usia pernikahan kita baru 2 bulan, dan 3 bulan lagi kita akan bercerai. Kita hanya menikah 5 bulan, lho udah habisin banyak uang dari usaha lho selama ini. Lho beliin gue mansion dan mobil. Lho juga ngasih gue uang bulanan tiap bulannya, dan lho juga bayar wartawan buat nggak nyebarin foto gue. Lho bakal rugi nik. Lebih baik lho simpan uang buat istri yang benar-benar lho cintai di masa depan. Gue nggak suka lho berperan sebagai suami yang baik kayak gini"

Niko terdiam kemudian berucap "bukankah kita teman? Anggap saja itu pemberian dari gue sebagai seorang teman bukan suami"

"Tetap aja nik, gue nggak suka"

"Ya udah, nanti setelah kita bercerai apapun yang gue kasih, yang lho nggak suka lho bisa balikin lagi ke gue" ucap Niko mengalah dan Terpaksa menggunakan itu karena tidak ingin berdebat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!