Bab 10 - Kedekatan Oma Rasti dan Ziana

Ziana kembali ke rumah Saka dengan perasaan senangnya. Ia juga pulang dengan tepat waktu bahkan ia sampai beberapa menit sebelum pukul 7 malam.

Biasanya pukul 7 malam, Oma Rasti dan Saka pasti tengah bersiap untuk makan malam, Ziana pun melihat kresek yang dibawanya. Ia membawakan makanan yang dibuatnya bersama anak panti tadi. Ia ingin Oma Rasti merasakan makanan yang dibawanya.

Ketika sampai di meja makan, Ziana menyapa Oma Rasti dan Saka lalu mengeluarkan makanan yang dibawanya.

"Apa itu?" tanya Oma Rasti yang keheranan.

Ziana pun membuka kotak makan itu dan memperlihatkan capcay, ayam goreng kremes dan sayur kangkung.

"Dimakan ya Oma. Enak kok, pasti Oma akan suka rasanya. Ini masakan yang dibuat aku sana anak-anak di panti."

Saka yang sedari tadi cuma diam, tampak melihat Ziana dengan penuh curiga.

"Tenang aja Tuan Saka, semuanya dijamin higenis, bersih dan sayurnya juga organik kok. Soalnya kami nanam sayur sendiri di halaman rumah," ucap Ziana.

"Kalau Tuan mau, Tuan juga bisa mencicipinya," tambah Ziana lagi.

Oma Rasti tanpa ba-bi-bu langsung mengambil satu ayam gorengnya dan capcay ke dalam piringnya.

Ziana tak beranjak dari sana karena penasaran dengan respon keduanya. Tapi tatapan tajam dari Saka membuatnya mau tak mau harus segera undur diri.

Satu suapan telah masuk ke dalam mulut Oma Rasti. Setelah merasakan nikmatnya makanan itu, Oma Rasti langsung melahapnya tanpa henti. Saka pun jadi penasaran dan ikut mencobanya juga. Ternyata memang seenak itu. Padahal mungkin bumbu yang digunakan sama.

*

*

Saka kembali pada rutinitasnya di kantor. Ia sibuk berurusan dengan laporan dan laporan serta dokumen yang harus ia tandatangani. Tak lama kemudian ia mendapatkan lagi video dari Bi Nana tentang kegiatan Oma Rasti dan Ziana.

Saka menyempatkan waktunya untuk menonton video itu.

Disana terlihat Ziana yang sedang mendandani Oma Rasti supaya terlihat lebih muda dan cantik.

"Apa tidak usah dipakaikan segala! Oma juga bisa sendiri. Dulu waktu muda Oma juga pandai merias wajah. Dandanan kamu ini terlalu sederhana, tidak cocok dengan image Oma," kesal Oma Rasti ketika akan dipakaikan lipstik ke bibirnya oleh Ziana.

Riasan yang dibuat Ziana tampak natural tapi tetap cantik dan cocok untuk Oma Rasti yang sudah berumur. Tapi emang dasarnya Oma Rasti orangnya, nggak bisa menerima dengan mudah, ia harus banyak bicara dulu. Ia bahkan memakaikan eyeshadow sendiri dengan menimpa hasil buatan dari Ziana.

Tapi ternyata hasilnya lebih hancur dari dugaan Ziana. Ziana malah tertawa terbahak-bahak karena dandanannya kini terlihat menor sebelah.

"Apa ini Oma? Katanya pandai merias wajah? Tapi kenapa jadi kaya ondel-ondel begini? Oma ini selalu aja ngaku-ngaku bisa semuanya. Padahal mah nggak bisa apa-apa kan Oma? Oma cuma takut saya ledek, iya kan?"

Oma Rasti mendengus kesal. Meski tertawa, Ziana menghapus riasan mata yang rusak itu dan diperbaiki sampai kembali cantik.

"Sudah selesai, ayo kita foto Oma. Nanti Oma bisa kasih liat ke Tuan Saka."

"Nggak mau! Riasan kamu jelek!"

"Jika dibandingkan dengan riasan Oma tadi, riasan saya jauh lebih bagus. Sudahlah Oma mengalah saja."

Dengan terpaksa kedua pun berfoto bersama menggunakan ponsel Oma Rasti yang kameranya bagus. Ziana juga meminta Oma Rasti untuk bergaya banyak pose, dan dengan polosnya, Oma Rasti mengikuti semua arahan yang diberikan oleh Ziana.

Video pun selesai. Saka tidak sabar untuk melihat hasil fotonya. Ia bahkan tanpa sadar selalu tersenyum tiap kali melihat interaksi antara Ziana dan Oma Rasti.

Tanpa Saka sadari, Oliv masuk ke ruangan dan melihat Saka yang tersenyum. Waktu lalu, ia melihat saka tertawa kecil, kini tersenyum. Wanita itu jadi curiga ada sesuatu yang terjadi dengan Saka.

"Sak," panggil Oliv.

"Eh, kok udah ada di ruangan? Kapan masuknya?" tanya Saka yang terheran-heran.

"Aku tadi udah ketuk pintu tapi kakinya nggak dengar, jadi aku masuk aja ke dalam. Kamu keliatan berbeda beberapa hari terakhir. Suka senyum dan tertawa. Ada apa? Apa ada sesuatu yang kamu sembunyikan?"

Saka refleks langsung menggeleng.

"Nggak ada apapun."

"Oke, sepertinya kamu emang belum mau cerita. Aku biarkan untuk kali ini. Ini aku bawakan berita acara dari meeting Jumat lalu. Tolong segera diproses supaya mereka bisa segera memulai pembangunan gedungnya."

"Baiklah, apa ada lagi yang lainnya?" tanya Saka.

Oliv menggeleng, lalu permisi keluar dari ruangan Saka.

Setelah menutup pintunya, Oliv berdiam diri disana. Ia benar-benar penasaran dengan peribahasa sikap Saka akhir-akhir ini. Apa jangan-jangan Saka menyukai seseorang? Atau Saka sudah memiliki pacar? Ia benar-benar tidak rela jika hal itu benar terjadi. Lantas apa artinya pengorbanannya selama ini yang sengaja ingin didekat Saka terus sampai menolak perusahaan besar yang merekrut dirinya.

"Tidak boleh, dan tidak mungkin Saka punya pacar tapi dia tidak cerita."

*

*

Sore harinya, Oliv mengantarkan Saka pulang ke rumahnya. Ia mampir sebentar disana sambil meminta minum ke dapur. Tapi ia dibuat penasaran dengan suara gelak tawa dari teras samping rumah. Oliv pun berjalan kesana dan melihat Oma Rasti bersama seorang wanita muda yang tak dikenalinya tertawa dengan sangat lepas. Ada rasa cemburu di hatinya, apalagi ia yang sudah lama berteman dengan Saka saja tidak bisa sedekat itu dengan Oma Rasti meski Oma Rasti baik padanya.

"Siapa wanita itu? Apa jangan-jangan dia pengasuh yang dimaksud Saka itu?"

Karena tak ingin melihat kedekatan mereka, Oliv pun membawa minumnya ke ruang tamu. Ia langsung duduk dan bertanya pada intinya ke Saka.

"Wanita yang bersama Oma itu pengasuhnya?"

Saka langsung mengiyakan.

"Iya, dia pengasuh yang aku maksud waktu itu. Ternyata setelah aku lihat-lihat dia tak semenyebalkan yang aku kira. Dia tampak ahli dalam hal membujuk Oma."

"Tapi di antara majikan dan pengasuh, seharusnya mereka tidak sedekat itu Saka. Apa kamu tidak takut kalau dia memiliki niatan buruk?"

"Aku rasa dia tidak seperti itu Liv," ucap Saka yang tidak setuju dengan ucapan Oliv. Oliv jadi kesal sendiri.

"Yah, mungkin aku hanya takut, Oma dimanfaatkan dan terlalu dekat dengan pengasuhnya. Aku takut ketika nantinya Oma kamu ditinggal lagi oleh pengasuh barunya, akan seperti kemarin lagi. Yang berbuat ulah di rumah sampai kamu kelabakan sendiri."

Mendengar ucapan Oliv tersebut, ia pun sadar, kalau memang Ziana dan Oma nya memang tak boleh terlalu dekat. Harus aja jarak diantara pengasuh dan majikan.

"Ya, nanti aku akan bicarakan itu ke Zia."

Oliv mengangguk. Kemudian ia pun pamit untuk pulang dan menitipkan salam untuk Oma Rasti serta minta maaf tak bisa mampir lebih lama. Saka pun tak mempermasalahkan itu.

*

*

TBC

Terpopuler

Comments

Aidah Djafar

Aidah Djafar

olive propokator 🤦😠

2024-02-20

0

Alejandra

Alejandra

Emang nggak peka atau gimana jadi cow, soal keluarga kenapa orang lain harus ikut campur...

2023-12-05

0

LENY

LENY

oliv mulai meracuni Saka

2023-11-20

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Dipecat
2 Bab 2 - Mendapat pekerjaan baru
3 Bab 3 - Saka Anggoro
4 Bab 4 - Ziana Anastasia
5 Bab 5 - Marah-marah di pagi hari
6 Bab 6 - Jalan-jalan pagi
7 Bab 7 - Tertawa Kecil
8 Bab 8 - Bicara Soal Teman
9 Bab 9 - Meminta Izin
10 Bab 10 - Kedekatan Oma Rasti dan Ziana
11 Bab 11 - Kepulangan Riki
12 Bab 12 - Oma Sedih
13 Bab 13 - Keributan di pagi hari oleh Om Hendri
14 Bab 14 - Apa itu bahagia?
15 Bab 15 - Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya
16 Bab 16 - Ucapan Terima Kasih
17 Bab 17 - Siap-siap cari kerja lagi
18 Bab 18 - Oliv kesal
19 Bab 19 - Mulai timbul benih
20 Bab 20 - Cemburu
21 Bab 21 - Pergi
22 Bab 22 - Kembali
23 Bab 23 - Kesal
24 Bab 24 - Susah makan
25 Bab 25 - Kesepian
26 Bab 26 - Bicara
27 Bab 27 - Belanja
28 Bab 28 - keputusan
29 Bab 29 - Rahasia
30 Bab 30 - Bersama
31 Bab 31 - Cerita
32 Bab 32 - Takut dimanfaatkan
33 Bab 33 - Kembali
34 Bab 34 - Berdua
35 Bab 35 - Marah
36 Bab 36 - Terkabul
37 Bab 37 - Jalan-jalan
38 Bab 38 - Bersatu
39 Bab 39 - Sedih
40 Bab 40 - Cemburu
41 Bab 41 - Bahagia
42 Bab 42 - Terungkap
43 Bab 43 - Dilema
44 Bab 44 - Janji
45 Bab 45 - Cahaya
46 Bab 46 - Dua
47 Bab 47 - Cinta
48 Bab 48 - Ceria
49 Bab 49 - Bersatu
50 Bab 50 - Kamu
51 Bab 51 - Tawanan
52 Bab 52 - Cinta yang membara
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
Episodes

Updated 80 Episodes

1
Bab 1 - Dipecat
2
Bab 2 - Mendapat pekerjaan baru
3
Bab 3 - Saka Anggoro
4
Bab 4 - Ziana Anastasia
5
Bab 5 - Marah-marah di pagi hari
6
Bab 6 - Jalan-jalan pagi
7
Bab 7 - Tertawa Kecil
8
Bab 8 - Bicara Soal Teman
9
Bab 9 - Meminta Izin
10
Bab 10 - Kedekatan Oma Rasti dan Ziana
11
Bab 11 - Kepulangan Riki
12
Bab 12 - Oma Sedih
13
Bab 13 - Keributan di pagi hari oleh Om Hendri
14
Bab 14 - Apa itu bahagia?
15
Bab 15 - Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya
16
Bab 16 - Ucapan Terima Kasih
17
Bab 17 - Siap-siap cari kerja lagi
18
Bab 18 - Oliv kesal
19
Bab 19 - Mulai timbul benih
20
Bab 20 - Cemburu
21
Bab 21 - Pergi
22
Bab 22 - Kembali
23
Bab 23 - Kesal
24
Bab 24 - Susah makan
25
Bab 25 - Kesepian
26
Bab 26 - Bicara
27
Bab 27 - Belanja
28
Bab 28 - keputusan
29
Bab 29 - Rahasia
30
Bab 30 - Bersama
31
Bab 31 - Cerita
32
Bab 32 - Takut dimanfaatkan
33
Bab 33 - Kembali
34
Bab 34 - Berdua
35
Bab 35 - Marah
36
Bab 36 - Terkabul
37
Bab 37 - Jalan-jalan
38
Bab 38 - Bersatu
39
Bab 39 - Sedih
40
Bab 40 - Cemburu
41
Bab 41 - Bahagia
42
Bab 42 - Terungkap
43
Bab 43 - Dilema
44
Bab 44 - Janji
45
Bab 45 - Cahaya
46
Bab 46 - Dua
47
Bab 47 - Cinta
48
Bab 48 - Ceria
49
Bab 49 - Bersatu
50
Bab 50 - Kamu
51
Bab 51 - Tawanan
52
Bab 52 - Cinta yang membara
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!