Bab 5 - Marah-marah di pagi hari

Pagi harinya, Ziana bangun pagi dan membantu Bi Nana di dapur untuk menyiapkan sarapan. Bi Nana sudah menolak bantuan dari Ziana, tapi wanita muda itu tetep kekeh ingin membantu.

"Tugas kamu itu cuma jaga Oma, bukan memasak. Jadi tidak usah bantu bibi lagi di lain waktu."

"Tapi, tugas menjaga Oma itu terasa ringan sekali Bi, lagipula menyiapkan makanan yang bergizi pun jadi tugas aku sebagai pengasuh Oma. Jadi untuk hari ini aku ingin memasak makanan untuk Oma. Boleh ya Bi?"

Bi Nana tampak menghela napasnya. Ia benar-benar tak bisa menolak permintaan Ziana yang terlihat tulus ini. Tapi, ia pun jadi takut juga jika makanan yang dibuat Ziana tidak sesuai dengan selera nyonya besar.

"Kalau nanti makanan yang kamu buat tidak disukai nyonya besar. Jangan bawa-bawa bibi ya?"

"Beres Bi. Bibi tidak perlu khawatir. Aku jago masak kok. Aku bahkan pernah membuka jasa catering. Jadi apa yang bibi khawatirkan itu tidak akan kejadian."

Bi Nana hanya berharap apa yang diucapkan oleh Ziana memanglah kenyataan supaya semuanya aman terkendali.

Di pagi itu, Ziana mengambil alih dapur untuk membuat soto ayam dari resep pribadinya. Ia sengaja membuatkan itu spesial untuk Oma Rasti. Sementara untuk sarapan Saka, Bi Nana lah yang menyiapkan.

Selesai memasak, Ziana pergi ke kamar Oma Rasti untuk membangunkan wanita tua itu. Ia bermaksud ingin membuat Oma Rasti jadi lebih sehat dan produktif setiap harinya.

"Oma! Bangun Oma!" teriak Ziana.

Oma Rasti menutup telinganya dengan bantal karena tidak kuat dengan suara teriakan Ziana. Tapi Ziana ya g orangnya pantang menyerah, mempunyai cara lain untuk membangunkan Oma Rasti. Ia malah berteriak semakin kencang sampai mendapatkan lemparan bantal dari Oma Rasti.

Oma Rasti pun terbangun dari tidurnya dan duduk dengan mata yang masih mengerjap-ngerjap dengan kantuknya.

"Kita harus produktif Oma. Ayo cepat mandi dan sarapan Oma."

"Kamu ini, belum juga sehari disini, sudah banyak mengatur-atur!"

"Itu tandanya saya perhatian Oma. Cepat mandi Oma!"

Oma Rasti mendengus sebal tapi ia tetap melakukan apa yang diperintahkan oleh Ziana.

Ziana pun mengambil pakaian Oma di dalam lemari, ketika melihat pakaian olahraga, senyumnya langsung berkembang. Kemudian, ia mengetuk pintu kamar mandi dan memberikan pakaian yang ia pilihkan.

Dari dalam Oma Rasti tampak marah-marah karena Ziana memilihkan pakaian olahraga. Padahal dirinya tak berniat untuk berolahraga.

"Sudah pakai saja Oma."

Tak berselang lama Oma Rasti keluar memakai pakaian olahraga. Ziana tampak tersenyum senang.

"Perfect! Nanti setelah Oma sarapan kita jalan-jalan di sekitar kompleks."

"Whatt!!!" Oma Rasti tampak begitu terkejut.

"Supaya tulang Oma tidak keropos. Oma tahu kan kalau sinar matahari pagi itu adalah vitamin D? Itu bagus sekali untuk tulang Oma."

"Kamu pikir aku sudah tua renta?"

"Saya tidak berpikir begitu, Oma sendiri yang mengatakannya. Ayo turun Oma."

Pagi-pagi Oma Rasti sudah dibuat kesal oleh Ziana. Ia bahkan berada di meja makan dengan wajah kusutnya itu.

Saka yang sudah lebih dulu disana dibuat heran dan terkejut dengan pakaian yang dikenakan oma nya juga wajah kusut oma nya itu.

"Semua itu karena pengasuh baru itu! Pagi-pagi sekali dia sudah membangunkan Oma dengan suara berisiknya. Ia bahkan menyuruh Oma untuk memakai pakaian seperti ini!"

"Oma kan biasanya suka menolak apapun yang tidak Oma sukai, kenapa Oma tidak melakukan itu?" ucap Saka yang malah menyadarkan Oma Rasti.

Oma Rasti pun seakan bingung. Ia merasa apapun yang diucapkan Ziana tak bisa ia bantah. Meski kesal, ia tetap menurut saja. Jadilah, Oma Rasti hanya diam tak menjawab ucapan Saka.

Makanan pun dihidangkan di meja makan. Oma Rasti agak terkejut ketika melihat menu makannya dan Saka berbeda. Ia langsung marah-marah ke Bi Nana.

"Nana! Kenapa kamu membuat menu makan yang berbeda! Dan apa ini? Makanan sederhana seperti ini! Aku tidak berselera! Buatkan aku makanan lain atau yang sama dengan Saka!"

"Maaf Nyonya, itu masakan Zia, katanya dia ingin Oma makan makanan yang bergizi," ucap Bi Nana.

"Panggil Zia!" ucap Saka dengan keras. Ia merasa kesal karena wanita itu sudah berada di luar batas. Belum juga sehari bekerja, ia sudah melakukan banyak hal yang tidak disukai Oma nya.

"Baik Tuan Muda."

Tak lama kemudian, Ziana pun datang menghadap ke Saka dan Oma Rasti. Saka menatap Ziana dengan tatapan yang tajam. Hal itu berhasil membuat Ziana merinding.

"Siapa yang mengizinkan kamu seenaknya masak di dapur dan menyiapkan sarapan untuk Oma? Tugasmu hanya menjaga Oma dan menemaninya. Urusan makanan sudah ada orang lain yang menjalankan!"

"Maaf Tuan, saya hanya ingin menjadi pengasuh dan merawat Oma dengan baik dengan menyiapkan makanan yang bergizi dan banyak sayurnya. Maaf kalau memang saya lancang. Saya janji hal seperti ini adalah yang pertama dan terakhir kalinya. Tapi setidaknya, Oma bisa cicipi dulu rasanya. Meskipun terlihat sederhana. Tapi kita tidak boleh menilai sesuatu dari sampulnya saja. Saya permisi."

Ziana pergi dari sana dengan mengelus dadanya. Ia tadi benar-benar gugup dan takut dipecat karena sebenarnya. Tapi ia juga yakin kalau Oma Rasti pasti akan menyukai masakannya yang sederhana itu.

"Gimana Oma? Oma mau memakannya? Atau mau dibuang saja? Kalau Oma tidak mau memakannya, Oma bisa makan makanan milikku. Kita bertukar saja," saran Saka yang tidak mau Oma nya tidak sarapan.

Kata-kata Ziana selalu saja terpikir di kepala Oma Rasti. Oma Rasti pun memutuskan untuk mencicipi dulu makanan yang dibuat oleh Ziana. Ia memasukan suapan pertamanya ke dalam mulut. Setelah mengunyahnya, ia tampak terdiam.

"Gimana Oma? Kenapa Oma malah diam?" tanya Saka yang khawatir Oma nya diracuni oleh Ziana.

Sebuah cairan bening keluar dari mata Oma Rasti. Ia menyiapkan lagi makanan itu ke dalam mulut.

"Oma, Oma kenapa lagi sekarang ini? Oma rindu kita berkumpul lagi?"

Oma Rasti malah menggeleng.

"Rasa masakan ini, mirip sekali dengan rasa masakan almarhum Opa mu. Oma berasa bernostalgia."

"Lalu apa aku harus memecat Zia saja Oma? Dia sudah lancang sekali."

Oma Rasti menggeleng.

"Bilang ke dia, dia boleh memasak untuk Oma. Oma tidak akan protes dengan makanan yang akan dia buat lagi."

Saka pun menurut saja meskipun ia masih kesal dengan Ziana yang sudah membuat pagi harinya jadi berbeda. Biasanya rumah akan sepi, tapi kali ini berbeda. Pagi-pagi Ziana sudah berbuat ulah dan menurunkan suasana hatinya.

Sebelum berangkat kerja, Sama terlihat memberitahukan apa yang dikatakan Oma Rasti ke Ziana.

"Lain kali kamu jangan berbuat seenaknya. Ini bukan rumah kamu."

"Iya saya tahu Tuan. Sekali lagi saya minta maaf. Harusnya saya meminta izin dahulu."

"Hm, jaga Oma saya dengan baik. Jangan buat dia kesal dan kamu harus turuti semua keinginannya."

"Baik Tuan."

Saka pun pergi ke kantor setelah menceramahi Ziana.

*

*

TBC

Terpopuler

Comments

Alejandra

Alejandra

Kalau nanti Tuan Muda ini jatuh cinta ke Zia, semoga tidak gampang untuk mendapatkan Zia...

2023-12-05

0

Nar Sih

Nar Sih

mampir kakk,seperti nya bagus

2023-08-12

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Dipecat
2 Bab 2 - Mendapat pekerjaan baru
3 Bab 3 - Saka Anggoro
4 Bab 4 - Ziana Anastasia
5 Bab 5 - Marah-marah di pagi hari
6 Bab 6 - Jalan-jalan pagi
7 Bab 7 - Tertawa Kecil
8 Bab 8 - Bicara Soal Teman
9 Bab 9 - Meminta Izin
10 Bab 10 - Kedekatan Oma Rasti dan Ziana
11 Bab 11 - Kepulangan Riki
12 Bab 12 - Oma Sedih
13 Bab 13 - Keributan di pagi hari oleh Om Hendri
14 Bab 14 - Apa itu bahagia?
15 Bab 15 - Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya
16 Bab 16 - Ucapan Terima Kasih
17 Bab 17 - Siap-siap cari kerja lagi
18 Bab 18 - Oliv kesal
19 Bab 19 - Mulai timbul benih
20 Bab 20 - Cemburu
21 Bab 21 - Pergi
22 Bab 22 - Kembali
23 Bab 23 - Kesal
24 Bab 24 - Susah makan
25 Bab 25 - Kesepian
26 Bab 26 - Bicara
27 Bab 27 - Belanja
28 Bab 28 - keputusan
29 Bab 29 - Rahasia
30 Bab 30 - Bersama
31 Bab 31 - Cerita
32 Bab 32 - Takut dimanfaatkan
33 Bab 33 - Kembali
34 Bab 34 - Berdua
35 Bab 35 - Marah
36 Bab 36 - Terkabul
37 Bab 37 - Jalan-jalan
38 Bab 38 - Bersatu
39 Bab 39 - Sedih
40 Bab 40 - Cemburu
41 Bab 41 - Bahagia
42 Bab 42 - Terungkap
43 Bab 43 - Dilema
44 Bab 44 - Janji
45 Bab 45 - Cahaya
46 Bab 46 - Dua
47 Bab 47 - Cinta
48 Bab 48 - Ceria
49 Bab 49 - Bersatu
50 Bab 50 - Kamu
51 Bab 51 - Tawanan
52 Bab 52 - Cinta yang membara
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
Episodes

Updated 80 Episodes

1
Bab 1 - Dipecat
2
Bab 2 - Mendapat pekerjaan baru
3
Bab 3 - Saka Anggoro
4
Bab 4 - Ziana Anastasia
5
Bab 5 - Marah-marah di pagi hari
6
Bab 6 - Jalan-jalan pagi
7
Bab 7 - Tertawa Kecil
8
Bab 8 - Bicara Soal Teman
9
Bab 9 - Meminta Izin
10
Bab 10 - Kedekatan Oma Rasti dan Ziana
11
Bab 11 - Kepulangan Riki
12
Bab 12 - Oma Sedih
13
Bab 13 - Keributan di pagi hari oleh Om Hendri
14
Bab 14 - Apa itu bahagia?
15
Bab 15 - Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya
16
Bab 16 - Ucapan Terima Kasih
17
Bab 17 - Siap-siap cari kerja lagi
18
Bab 18 - Oliv kesal
19
Bab 19 - Mulai timbul benih
20
Bab 20 - Cemburu
21
Bab 21 - Pergi
22
Bab 22 - Kembali
23
Bab 23 - Kesal
24
Bab 24 - Susah makan
25
Bab 25 - Kesepian
26
Bab 26 - Bicara
27
Bab 27 - Belanja
28
Bab 28 - keputusan
29
Bab 29 - Rahasia
30
Bab 30 - Bersama
31
Bab 31 - Cerita
32
Bab 32 - Takut dimanfaatkan
33
Bab 33 - Kembali
34
Bab 34 - Berdua
35
Bab 35 - Marah
36
Bab 36 - Terkabul
37
Bab 37 - Jalan-jalan
38
Bab 38 - Bersatu
39
Bab 39 - Sedih
40
Bab 40 - Cemburu
41
Bab 41 - Bahagia
42
Bab 42 - Terungkap
43
Bab 43 - Dilema
44
Bab 44 - Janji
45
Bab 45 - Cahaya
46
Bab 46 - Dua
47
Bab 47 - Cinta
48
Bab 48 - Ceria
49
Bab 49 - Bersatu
50
Bab 50 - Kamu
51
Bab 51 - Tawanan
52
Bab 52 - Cinta yang membara
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!