Bab 4 - Ziana Anastasia

Ziana mulai mendekati Oma Rasti lagi. Ia bahkan langsung duduk di sebelah Oma ketika dia duduk di ayunan rotan.

"Siapa sih kamu!? Ngapain dekat-dekat terus! Pergi sana!" usir Oma Rasti yang tidak suka dengan Ziana.

"Tadi kan saya sudah memperkenalkan diri Oma. Nama Saya Ziana Anastasia. Oma bisa panggil Zia saja. Saya pengasuh Oma yang baru pengganti Susi."

Oma Rasti langsung menoleh ke Ziana dan menatapnya dengan sangat intens. Ziana merasakan aura di dekatnya jadi mencekam dan merinding seketika.

"Tidak ada yang bisa menggantikan Susi. Suruh Saka untuk mengganti kamu dengan Susi lagi!" pinta Oma Rasti yang membuat Ziana menghela napasnya.

"Oma, Oma tahu kan di setiap pertemuan pasti ujungnya adalah perpisahan. Seperti itulah yang terjadi antara Oma dan Susi. Jadi, Oma harus berhati lapang. Penerimaan diri itu memang susah Oma. Tapi, saya yakin Oma akan bisa dekat dengan saya."

"Cih! Sok tahu kamu. Banyak bicara pula!" balas Oma Rasti.

"Kalau saya diam terus, sama aja Oma akan kesepian. Bukannya Oma membutuhkan teman untuk bercerita?" ucap Ziana yang membaut Oma langsung memalingkan wajahnya.

Ziana tersenyum. Ya, walaupun agak jutek, cuek, dan bicara kasar seperti ini, tapi Oma Rasti masih bisa diajak bicara.

"Masuk ke dalam yuk Oma. Hari sudah mulai petang. Kata orang-orang jaman dulu pamali Oma. Terus juga banyak setan yang keluar kalau di jam-jam seperti ini."

"Saya tahu, kamu jangan sok berasa lebih tua dan tahu dari saya!"

"Maaf Oma, cuma mengingatkan saja."

Di saat Ziana ingin membantu Oma dengan meraih tangannya. Oma Rasti sudah menepisnya lebih dulu.

"Emangnya aku anak kecil apa?!"

Oma Rasti pun berjalan lebih dulu untuk masuk ke dalam rumah. Sementara Ziana mengikuti dari belakang. Kalau dipikir-pikir mah Oma Rasti itu masih sehat dan masih bisa berjalan normal, tapi kenapa harus dijaga. Memang orang kaya, apapun bisa mereka lakukan.

Ziana mengikuti Oma Rasti sampai ke kamarnya. Disana banyak sekali koleksi desain pakaian yang terpajang di kamar Oma Rasti. Ziana menebak kalau Oma Rasti memang dulunya adalah seorang desainer.

"Saya bantu untuk mandi ya Oma."

"Tidak usah! Saya bisa sendiri," tolak Oma Rasti.

"Kalau begitu, saya bantu ambilkan pakaian ya Oma."

"Tidak usah!" tolak Oma Rasti lagi.

"Kalau seperti itu, saya makan gaji buta dong Oma," ucap Ziana yang sedikit melirihkan suaranya.

"Bukannya orang-orang lebih suka seperti itu. Makan gaji buta, tapi apa yang mereka kerjakan cuma sedikit."

"Ya, itu mereka bukan saya Oma. Saya punya prinsip harus jujur dan bekerja keras, lalu mendapatkan upah yang sesuai dengan kinerja saya."

Ucapan Ziana itu sedikit membuat Oma Rasti melihat Ziana dengan cara pandang yang berbeda.

"Duduk saja di sofa. Aku mau mandi dulu."

"Baiklah Oma."

*

*

Jam makan malam telah tiba. Oma Rasti sudah berada di meja makan bersama dengan Saka. Ya, cuma berdua. Karena memang yang tinggal di rumah sebesar itu hanya mereka. Sementara pekerja di rumah tersebut sangatlah banyak mungkin ada sekitar 6 ART, 1 tukang kebun, 1 tukang bersih-bersih kolam, 2 satpam untuk bergantian shift dan ada 2 supir juga.

"Gimana pengasuh Oma yang baru, apa Oma suka?"

"Suka dari mananya? Dia berisik sekali. Beda dengan Susi yang kalem dan jadi pendengar yang baik. Zia itu sudah seperti alarm berjalan, baru pertama kerja udah nyuruh-nyuruh Oma."

"Sebenarnya aku juga tidak suka sih Oma sama dia! Tapi aku sudah berjanji akan mempekerjakannya sebulan dulu baru setelah itu memutuskan apa dia akan lanjut bekerja atau tidak. Tapi kalau memang Oma tidak suka. Aku bisa kok memecatnya sekarang juga."

"Tidak usah," larang Oma Rasti.

"Baiklah, bilang saja kalau Oma tidak suka."

Oma Rasti mengangguk kemudian menaruh nasi di piringnya dan mengambil lauk disana.

Suasana makan selalu tampak sepi ketika hanya mereka berdua, berbeda sekali dengan dulu saat ia bersama dengan anggota keluarga lainnya. Tanpa sadar, Oma Rasti malah meneteskan air matanya saat makan. Hal itu membuat Saka panik dan langsung menghentikan makannya dan menanyakan apa yang terjadi.

"Hiks, kapan keluarga kita berkumpul lagi seperti dulu?"

Saka tak menjawabnya karena ia pun tak tahu. Ia sudah berusaha untuk menyatukan keluarga mereka kembali tapi sepertinya akan susah.

"Aku janji Oma, aku akan membuat semua kembali seperti dulu. Sekarang Oma makanlah dengan tenang dan berhentilah menangis."

Oma Rasti pun menuruti perkataan cucunya. Ia menghentikan tangisnya dan mencoba menikmati makanan yang disediakan di depan matanya.

Selesai makan malam, Oma Rasti pergi ke ruang keluarga. Disana ia ditemani oleh Ziana. Wanita itu duduk tepat di samping Oma Rasti.

"Oma mau nonton apa?"

"Nonton yang bisa ditonton," jawabnya dengan ketus.

Oma Rasti pun menonton acara sinetron tentang perselingkuhan. Ia bahkan jadi ikut emosi ketika menontonnya.

"Hih! Bodo banget istrinya! Sudah tahu suaminya selingkuh, masih aja dipertahankan! Harusnya minta cerai aja!"

"Tidak semudah itu Oma. Meski hatinya sakit karena dikhianati, dia pasti memikirkan kebahagiaan anaknya. Atau mungkin dia juga ingin menghabiskan rasa cintanya sampai tak bisa merasakan cinta itu lagi. Baru dia akan pergi dari suaminya itu."

"Hih! Sok tahu banget kamu! Nikah aja belum!" Oma tidak terima ucapannya tadi dibantah oleh bocah ingusan yang belum berpengalaman soal pernikahan.

"Aku memang belum menikah Oma. Tapi, aku sering menjumpai hal seperti itu. Tetanggaku, sahabatku, bahkan orang yang tak aku kenal dipinggir jalan tiba-tiba bertengkar karena dikhianati. Biasanya mereka akan sadar setelah merasakan apa yang namanya kehilangan."

Oma Rasti menatap ke Ziana. Ucapkan wanita muda ini, selalu saja membuatnya terasa lebih dewasa dan tahu banyak hal. Oma Rasti jadi penasaran bagaimana latar belakangnya.

"Kamu bergaul dengan siapa sih? Kenapa rasanya hidupmu sedih sekali?"

"Dengan ibu-ibu dan anak-anak. Saya adalah anak yang dibesarkan di panti asuhan Oma. Saya tidak tahu siapa orang tua saya karena saya ditemukan di depan pintu panti asuhan ketika malam hari di saat hujan sedang deras-derasnya. Sampai sekarang saya masih bertanya-tanya alasan kenapa saya dibuang. Tapi tak bisa menemukan alasan itu, karena tak ada petunjuk," ucap Ziana sambil tersenyum kecut.

"Oma beruntung, masih punya keluarga, punya cucu dan anak-anak. Bahkan Oma punya harta yang berlimpah. Tapi, kenapa yang aku lihat, justru Oma lebih bersedih daripada aku yang tidak punya apa-apa. Lantas kebahagian seperti apa yang Oma inginkan?"

Seketika Oma Rasti terdiam. Mendengar kejujuran dari Ziana ia merasa tertampar. Wanita muda ini memang pandai sekali bicara sampai ia dibuat mati kutu.

*

*

TBC

Terpopuler

Comments

Aidah Djafar

Aidah Djafar

bener tuh kata ziana omah 🤔

2024-02-19

0

NOiR🥀

NOiR🥀

setuju

2023-10-22

0

Aiko_azZahwa

Aiko_azZahwa

banyak banget bawangnya....
lanjut kak,msh banyak teka teki,,

2023-06-19

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Dipecat
2 Bab 2 - Mendapat pekerjaan baru
3 Bab 3 - Saka Anggoro
4 Bab 4 - Ziana Anastasia
5 Bab 5 - Marah-marah di pagi hari
6 Bab 6 - Jalan-jalan pagi
7 Bab 7 - Tertawa Kecil
8 Bab 8 - Bicara Soal Teman
9 Bab 9 - Meminta Izin
10 Bab 10 - Kedekatan Oma Rasti dan Ziana
11 Bab 11 - Kepulangan Riki
12 Bab 12 - Oma Sedih
13 Bab 13 - Keributan di pagi hari oleh Om Hendri
14 Bab 14 - Apa itu bahagia?
15 Bab 15 - Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya
16 Bab 16 - Ucapan Terima Kasih
17 Bab 17 - Siap-siap cari kerja lagi
18 Bab 18 - Oliv kesal
19 Bab 19 - Mulai timbul benih
20 Bab 20 - Cemburu
21 Bab 21 - Pergi
22 Bab 22 - Kembali
23 Bab 23 - Kesal
24 Bab 24 - Susah makan
25 Bab 25 - Kesepian
26 Bab 26 - Bicara
27 Bab 27 - Belanja
28 Bab 28 - keputusan
29 Bab 29 - Rahasia
30 Bab 30 - Bersama
31 Bab 31 - Cerita
32 Bab 32 - Takut dimanfaatkan
33 Bab 33 - Kembali
34 Bab 34 - Berdua
35 Bab 35 - Marah
36 Bab 36 - Terkabul
37 Bab 37 - Jalan-jalan
38 Bab 38 - Bersatu
39 Bab 39 - Sedih
40 Bab 40 - Cemburu
41 Bab 41 - Bahagia
42 Bab 42 - Terungkap
43 Bab 43 - Dilema
44 Bab 44 - Janji
45 Bab 45 - Cahaya
46 Bab 46 - Dua
47 Bab 47 - Cinta
48 Bab 48 - Ceria
49 Bab 49 - Bersatu
50 Bab 50 - Kamu
51 Bab 51 - Tawanan
52 Bab 52 - Cinta yang membara
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
Episodes

Updated 80 Episodes

1
Bab 1 - Dipecat
2
Bab 2 - Mendapat pekerjaan baru
3
Bab 3 - Saka Anggoro
4
Bab 4 - Ziana Anastasia
5
Bab 5 - Marah-marah di pagi hari
6
Bab 6 - Jalan-jalan pagi
7
Bab 7 - Tertawa Kecil
8
Bab 8 - Bicara Soal Teman
9
Bab 9 - Meminta Izin
10
Bab 10 - Kedekatan Oma Rasti dan Ziana
11
Bab 11 - Kepulangan Riki
12
Bab 12 - Oma Sedih
13
Bab 13 - Keributan di pagi hari oleh Om Hendri
14
Bab 14 - Apa itu bahagia?
15
Bab 15 - Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya
16
Bab 16 - Ucapan Terima Kasih
17
Bab 17 - Siap-siap cari kerja lagi
18
Bab 18 - Oliv kesal
19
Bab 19 - Mulai timbul benih
20
Bab 20 - Cemburu
21
Bab 21 - Pergi
22
Bab 22 - Kembali
23
Bab 23 - Kesal
24
Bab 24 - Susah makan
25
Bab 25 - Kesepian
26
Bab 26 - Bicara
27
Bab 27 - Belanja
28
Bab 28 - keputusan
29
Bab 29 - Rahasia
30
Bab 30 - Bersama
31
Bab 31 - Cerita
32
Bab 32 - Takut dimanfaatkan
33
Bab 33 - Kembali
34
Bab 34 - Berdua
35
Bab 35 - Marah
36
Bab 36 - Terkabul
37
Bab 37 - Jalan-jalan
38
Bab 38 - Bersatu
39
Bab 39 - Sedih
40
Bab 40 - Cemburu
41
Bab 41 - Bahagia
42
Bab 42 - Terungkap
43
Bab 43 - Dilema
44
Bab 44 - Janji
45
Bab 45 - Cahaya
46
Bab 46 - Dua
47
Bab 47 - Cinta
48
Bab 48 - Ceria
49
Bab 49 - Bersatu
50
Bab 50 - Kamu
51
Bab 51 - Tawanan
52
Bab 52 - Cinta yang membara
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!