Bab 2 - Mendapat pekerjaan baru

Saka pulang ke rumahnya diantarkan oleh Oliv menggunakan mobil Saka. Ia ikut masuk ke dalam rumah tersebut, tapi dikagetkan dengan ruang tamu yang sudah berantakan.

Saka yang sudah tahu siapa pelakunya hanya bisa menghela napasnya. Sementara Oliv menganga tidak percaya.

Laki-laki itu berjalan ke teras samping rumah dan mendapati Oma Rasti yang sedang membuat ulah disana dengan membuang daun ke dalam kolam renang. Maklum saja semakin tua, sikap Oma Rasti seperti anak kecil yang suka cari perhatian.

"Astaga Oma!" Saka segera berlari dan menghentikan apa yang sedang Oma Rasti lakukan dan menyeretnya untuk menjauh dari kolam renang.

"Apa sih! Kamu ganggu kesenangan Oma tahu!" tutur Oma Rasti yang jadi ikut kesal ke cucunya.

Saka berusaha untuk sabar menghadapi Oma nya.

"Kalau Oma terus melakukan itu, kasian orang yang membersihkan kolam nantinya pasti kecapean Oma. Jangan terus bertingkah seperti ini Oma."

Oma Rasti menatap tajam ke arah Saka. Lalu berucap, "Makanya bawa Susi kemari lagi! Cuma dia yang bisa Oma ajak bicara! Kamu, Riki, mamamu dan pamanmu. Kalian tidak pernah peduli ke Oma!"

Saka mengacak-acak rambutnya frustasi. Sangat tidak mungkin ia membawa Susi, pengasuh Oma sebelumnya untuk kembali, wanita itu berhenti bekerja karena akan menikah. Mungkin sekarang dia sudah menikah dan ikut bersama suaminya.

"Oma dengarkan aku! Susi tidak bisa kembali lagi kesini. Dia sudah menikah dan ikut suaminya."

"Pokoknya bawa Susi ke sini! Kalau bisa, suruh suaminya kerja juga di rumah ini!"

Hal itu membuat Saka semakin pusing. Ketika melihat ART yang lewat ia memberikan kode untuk membawa Oma Rasti masuk ke dalam rumah. Setelahnya, Saka berjalan sambil menaruh jari tangannya di pelipis saking pusingnya. Padahal Susi baru resign dari pekerjaannya sebulan lalu, Saka berharap Oma Rasti tidak bertingkah seperti ini setelah Sisi pergi, tapi ternyata. Dugaannya salah.

Laki-laki itu menjatuhkan tubuhnya di atas sofa ditemani Oliv yang sedari tadi terus memperhatikan Oma dan Saka.

"Aku pusing Liv, kalau setiap hari Oma terus begini! Dia susah banget diaturnya. Kalau sudah nyaman dan deket sama orang, pasti nggak mau jauh. Sebenarnya aku nggak ingin Oma lebih dekat ke orang lain, yaitu pengasuhnya. Tapi gimana lagi? Huh! Tapi setelah pengasuhnya pergi, aku sendiri yang pusing!"

Olive menepuk pundak Sama untuk menenangkan laki-laki itu.

"Wajar saja, pasti dia seperti itu untuk cari perhatian cucu dan anak-anaknya Sak. Kalian semua sibuk bekerja, tak ada yang memperdulikannya di rumah. Oma kamu itu butuh teman untuk mengobrol."

Saka tahu apa yang dibilang Oliv memang ada benarnya. Ia pun sadar diri karena tak bisa terus menemani Oma nya. Padahal ia sangat menyayangi Oma nya itu. Ia terus berpikir, apa yang harus ia lakukan supaya Oma nya tidak bertingkah lagi.

Sampai akhirnya, Saka memutuskan untuk mencari pengasuh baru untuk Oma nya. Ia berharap dengan begitu, Oma nya bisa lebih tenang dan kelakuannya bisa terkontrol dengan baik. Ia menelpon agen penyalur kerja untuk meminta seorang pengasuh dari sana. Untungnya, ia orang kaya ponsel satunya rusak ia bisa beli lagi yang baru.

"Tolong carikan aku pengasuh yang pengalaman, cekatan dan tahan akan tekanan. Mau muda atau tua itu terserah yang penting tugasnya bagus. Segera datangkan ke rumahku. Kamu pasti sudah paham akan ucapanku. Cari yang bisa menginap."

"Baik Tuan Saka, akan saya Carikan yang sesuai kriteria."

"Bagus, aku tunggu segera."

Saka langsung mematikan ponselnya.

"Pada akhirnya kamu membutuhkan pengasuh lagi untuk menjaga Oma kamu."

"Mau gimana lagi? Aku tidak tahan, pulang kerja rumah selalu berantakan. Kasihan juga para ART yang harus bekerja berulang kali membereskannya."

"Tapi kalau semisal nantinya, pengasuh itu pergi, kamu akan kerepotan sendiri lagi Sak."

"Itu mah dipikir nanti saja. Yang penting Oma ada penjaganya dulu."

Oliv pun mengangguk. Ia akan pulang ke apartemennya. Saka pun menyuruh Oliv untuk membawa mobilnya saja daripada Oliv pulang naik taksi. Dengan senang hati Oliv menerima itu, lumayan irit ongkos.

*

*

Hari telah berganti, Ziana yang kini pengangguran tak pergi kemana-mana. Ia membantu orang-orang panti saja di rumah dari menyiapkan makanan, membersihkan panti juga mengantarkan anak-anak ke sekolah.

Ia menunggu kabar baik dari agen penyalur kerja. Ia berharap segera mendapatkan pekerjaan lagi. Ketika Ziana sedang mengemudikan mobil pick up nya, ia mendapatkan telepon dari agen penyalur kerja. Ziana pun sengaja memberhentikan laj weu mobilnya dan mengangkat panggilan tersebut.

"Mba Zia, ini ada lowongan jadi pengasuh seorang nenek di rumah keluarga kaya raya. Alamatnya tak jauh dari sini. Dilihat dari data diri dan pengalaman yang Mba tulis kemarin, sepertinya Mba akan cocok. Apa mau diterima? Kalau tidak, akan saya berikan ke orang lain. Untuk lebih jelasnya, Mba bisa datang ke kantor kami lagi."

"Eh, saya terima. Jangan dilemparkan ke orang lain," ucap Ziana yang tidak mau kehilangan kesempatan bagus itu.

"Baiklah, saya tunggu di kantor ya Mba untuk penjelasan lebih detail nya."

"Baik ibu, saya akan kesana segera."

Sambungan telepon itu pun tertutup. Ziana langsung melajukan mobilnya ke arah tempat agen penyalur itu berada. Di perjalanan, ia tak berhenti untuk tersenyum. Setidaknya ia bukan lagi pengangguran.

Mobilnya sudah berhenti di agen penyalur. Ziana langsung menemui Ibu Erni yang menelponnya tadi. Ibu Erni menjelaskan apa-apa saja yang diminta dari pihak sana.

"Seorang nenek yang kamu jaga nantinya itu banyak tingkahnya, kalau kamu mau bekerja disana. Kamu harus siap mental dan tekanan yang akan terjadi. Belum lagi, cucu sang nenek yang galak dan tidak suka dengan keributan dan kinerja pekerja nya yang buruk. Namanya Tuan Saka Anggoro, saya harap kamu siap."

"Saya sudah siap dengan semuanya Bu."

"Satu lagi, Tuan Saka mencari yang bisa menginap disana. Apa kamu bisa?"

Ziana tampak berpikir sejenak. Rasanya agak sulit.

"Tapi, bisa pulang di akhir pekan kan Bu?" tanya Ziana ingin memastikan.

"Kalau untuk masalah itu, kamu bisa bicarakan langsung dengan Tuan Saka nantinya."

"Baiklah."

"Kalau kamu sudah siap, kamu bisa datang langsung kesana. Saya akan konfirmasikan juga ke Tuan Saka."

Ziana mengangguk. Ia keluar dari agen penyalur itu lalu pulang ke rumahnya untuk mengemasi pakaian dan sedikit barang-barang yang ia butuhkan.

Sesampainya di dalam rumah, Ibu Farah, salah satu orang yang membantu Ibu Hesti di panti, terlihat kebingungan dengan Ziana yang mengemasi pakaiannya.

"Bu, aku akan kerja jadi pengasuh seorang nenek. Alamatnya tidak jauh kok. Tapi aku memang harus menginap. Jadi, aku minta maaf karena belum bisa membantu ibu di panti."

Ibu Farah mengerti.

"Iya tidak apa-apa. Lagipula, kamu bekerja banting tulang pun untuk memenuhi kebutuhan panti. Ibu akan menjaga mereka dan bilang ini ke Ibu Hesti di rumah sakit."

"Makasih ya Bu."

Ibu Farah pun mengangguk. Tak ada lagi obrolan di antara keduanya, karena Ibu Farah sudah tak ada lagi disana.

*

*

TBC

Terpopuler

Comments

Aiko_azZahwa

Aiko_azZahwa

masih penasaran hub. oliv sma saka????

2023-06-19

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Dipecat
2 Bab 2 - Mendapat pekerjaan baru
3 Bab 3 - Saka Anggoro
4 Bab 4 - Ziana Anastasia
5 Bab 5 - Marah-marah di pagi hari
6 Bab 6 - Jalan-jalan pagi
7 Bab 7 - Tertawa Kecil
8 Bab 8 - Bicara Soal Teman
9 Bab 9 - Meminta Izin
10 Bab 10 - Kedekatan Oma Rasti dan Ziana
11 Bab 11 - Kepulangan Riki
12 Bab 12 - Oma Sedih
13 Bab 13 - Keributan di pagi hari oleh Om Hendri
14 Bab 14 - Apa itu bahagia?
15 Bab 15 - Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya
16 Bab 16 - Ucapan Terima Kasih
17 Bab 17 - Siap-siap cari kerja lagi
18 Bab 18 - Oliv kesal
19 Bab 19 - Mulai timbul benih
20 Bab 20 - Cemburu
21 Bab 21 - Pergi
22 Bab 22 - Kembali
23 Bab 23 - Kesal
24 Bab 24 - Susah makan
25 Bab 25 - Kesepian
26 Bab 26 - Bicara
27 Bab 27 - Belanja
28 Bab 28 - keputusan
29 Bab 29 - Rahasia
30 Bab 30 - Bersama
31 Bab 31 - Cerita
32 Bab 32 - Takut dimanfaatkan
33 Bab 33 - Kembali
34 Bab 34 - Berdua
35 Bab 35 - Marah
36 Bab 36 - Terkabul
37 Bab 37 - Jalan-jalan
38 Bab 38 - Bersatu
39 Bab 39 - Sedih
40 Bab 40 - Cemburu
41 Bab 41 - Bahagia
42 Bab 42 - Terungkap
43 Bab 43 - Dilema
44 Bab 44 - Janji
45 Bab 45 - Cahaya
46 Bab 46 - Dua
47 Bab 47 - Cinta
48 Bab 48 - Ceria
49 Bab 49 - Bersatu
50 Bab 50 - Kamu
51 Bab 51 - Tawanan
52 Bab 52 - Cinta yang membara
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
Episodes

Updated 80 Episodes

1
Bab 1 - Dipecat
2
Bab 2 - Mendapat pekerjaan baru
3
Bab 3 - Saka Anggoro
4
Bab 4 - Ziana Anastasia
5
Bab 5 - Marah-marah di pagi hari
6
Bab 6 - Jalan-jalan pagi
7
Bab 7 - Tertawa Kecil
8
Bab 8 - Bicara Soal Teman
9
Bab 9 - Meminta Izin
10
Bab 10 - Kedekatan Oma Rasti dan Ziana
11
Bab 11 - Kepulangan Riki
12
Bab 12 - Oma Sedih
13
Bab 13 - Keributan di pagi hari oleh Om Hendri
14
Bab 14 - Apa itu bahagia?
15
Bab 15 - Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya
16
Bab 16 - Ucapan Terima Kasih
17
Bab 17 - Siap-siap cari kerja lagi
18
Bab 18 - Oliv kesal
19
Bab 19 - Mulai timbul benih
20
Bab 20 - Cemburu
21
Bab 21 - Pergi
22
Bab 22 - Kembali
23
Bab 23 - Kesal
24
Bab 24 - Susah makan
25
Bab 25 - Kesepian
26
Bab 26 - Bicara
27
Bab 27 - Belanja
28
Bab 28 - keputusan
29
Bab 29 - Rahasia
30
Bab 30 - Bersama
31
Bab 31 - Cerita
32
Bab 32 - Takut dimanfaatkan
33
Bab 33 - Kembali
34
Bab 34 - Berdua
35
Bab 35 - Marah
36
Bab 36 - Terkabul
37
Bab 37 - Jalan-jalan
38
Bab 38 - Bersatu
39
Bab 39 - Sedih
40
Bab 40 - Cemburu
41
Bab 41 - Bahagia
42
Bab 42 - Terungkap
43
Bab 43 - Dilema
44
Bab 44 - Janji
45
Bab 45 - Cahaya
46
Bab 46 - Dua
47
Bab 47 - Cinta
48
Bab 48 - Ceria
49
Bab 49 - Bersatu
50
Bab 50 - Kamu
51
Bab 51 - Tawanan
52
Bab 52 - Cinta yang membara
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!