"Salsa ..." Teriak sang mertua.
Terdengar suara panggilan dari mertua untuk Salsa. Salsa yang sedang di kamar dari tadi langsung ke luar menghampiri mertuanya.
"Iya, Bu kenapa?" Tanya Salsa.
"Tolong bereskan belanjaan ibu" suruh sang mertua kepada Salsa.
Rupanya, itu semua belanjaan yang dibeli sang mertua bersama Monica.
"Tapi, Bu kan ada Bi Surti, Putra terbangun sendiri di kamarnya" timbal Salsa kepada mertuanya.
"Kamu emang banyak alasan, ya, setiap kali di suruh ibu. Menantu durhaka kamu!" sumpahnya kepada Salsa dengan suara lantang.
Sumpah-serapah yang sang mertua berikan terhadapnya, sudah menjadi makanan sehari-hari bahkan, sudah seperti nyanyian yang Salsa dengar setiap hari. Setiap kali ia membalas perintahnya pasti mulut mertunya mengeluarkan seribu sumpah untuk dirinya, tidak sering sang mertua mengucapkan sumpah terhadap Putra, anak kandung Salsa.
"Salsa ..." Lagi-lagi sang mertua memanggil Salsa.
"Tolong kamu berbelanja ke pasar membeli bahan-bahan masakan sesuai yang ibu catat!" suruh mertua memberi catatan belanja kepada Salsa.
Salsa pun mengangguk di hadapan sang mertua. Entah mau masak apa atau ada acara apa catatan belanja yang mertua kasih, begitu banyak.
Salsa pergi ke dapur hendak menanyakan kepada Bi Surti mengenai pembelanjaan yang mertua suruh kepadanya.
"Bi, coba lihat Ini, ibu menyuruhku berbelanja segitu banyaknya, Bibi tahu tidak ada acara apa atau ada kedatangan tamu?" Tanya Salsa sambil menunjukan catatan belanjanya kepada Bi Surti.
"Oh, itu. Bibi dengar sih akan ada acara syukuran Mbak. Tadi pagi Bibi gak sengaja mendengar percakapan ibu dengan Tuan Edro" jelas Bi Surti kepada Salsa.
"Oh, tapi acara apa yah, kok ibu tidak ngasih tahu aku" ucapnya heran.
"Biar sama Bibi aja, Mbak belanjanya!" sahut Bi Surti kepada Salsa.
"Tidak apa-apa Bi, ibu menyuruhku buat belanja, jadi aku yang harus berbelanja. Aku titip Putra ya, Bi! Putra lagi tidur kalau bangun kasih susu aja" jelas Salsa memberi perintah kepada Bi Surti.
Salsa bergegas pergi ke pasar untuk berbelanja sesuai apa yang mertuanya suruh.
Sepulang dari pasar, Salsa sudah disibukkan dengan kegiatan di hari Minggu yaitu, memasak untuk acara yang dia sendiri tidak tahu.
"Salsa ..." Salsa menolehkan kala mendengar suara sang mertua memanggilnya.
"Iya, Bu" Salsa menghentikan kegiatan mengaduk kuah yang sedang dimasak, lalu bangkit mendekati perempuan paruh baya itu. Ya, itu adalah mertuanya.
"Cemilannya kamu taroh dulu di toples lalu tata di ruang tamu, dan di teras sana!" Sang mertua memberi perintah dengan menunjuk ke arah ruang tamu.
"Iya, Bu" Salsa mengangguk dan langsung melaksanakan apa yang mertuanya perintah. Salsa membongkar kardus yang berisikan toples yang ia beli tadi pagi di pasar.
Satu persatu ia keluarkan dan ia bersihkan menggunakan kain bersih. Tak perlu dicuci lagi karena sebelumnya toples ini sudah dicuci. Salsa mulai masukan beberapa macam-macam kue kering ke dalam toples, dan membawanya ke ruang tamu juga langsung menatanya.
Di teras rumah, Salsa mlihat Edro sedang bermain ponsel sambil tersenyum melihat ponselnya, sepertinya sang suami sedang membaca pesan yang masuk ke dalam ponselnya.
Salsa menghampiri suaminya dan bertanya perihal acara hari ini.
"Mas aku dengar dari Bi Surti, hari ini ada acara? Kok kamu gak ngasih tahu aku? Memangnya acara apa, Mas? Tanya Salsa penuh antusias kepada suaminya.
"Nanti kamu juga tahu acara apa. Tunggu saja acaranya mulai" jelas Edro, suaminya.
Salsa pikir, mungkin mereka sedang memberi kejutan kepadanya, karena Mereka selalu menyakiti hatinya.
Salsa melanjutkan masak di dapur bersama Bi Surti, hatinya senang karena ia pikir, ini kejutan bahagia buat dirinya.
"Mbak, kenapa kok senyam-senyum dari tadi, awas masakannya gosong Mbak" sindir Bi Surti tersenyum.
Salsa pun tak memperdulikan omongan Bi Surti, ia melanjutkan masak sambil membayangkan sang suami dan mertuanya memberkan ia kejutan.
Satu persatu masakan beres. Hidangan disajikan di meja ruang tamu.
Salsa dan Bi Surti segera membersihkan badan kita yang seharian masak di dapur dan mengganti pakaian dengan pakaian rapi dan bersih.
Ketika Salsa mandi, terdengar suara berisik, dan setelah ia lihat rupanya sudah banyak tetangganya yang berdatangan.
"Mungkin benar kata Bi Surti, Mas Edro dan ibu akan mengadakan syukuran" ucapnya mengintip di balik pintu kamar mandi.
Kemudian Salsa pergi ke dalam kamar, hendak memakai baju, dan Putra ia titipkan kepada Bi Surti yang kebetulan dia tidak ikut dalam acara tersebut.
Betapa syoknya hati Salsa ketika ia berbaur dengan ibu-ibu pengajian, ia lihat ada tamu yang datang terakhir ke acara tersebut, dan itu adalah Monica beserta keluarga besarnya.
"Monica ... mau ngapain dia ke sini memboyong keluarganya, lagi?" Gumam Salsa dalam hati.
dirinya segera mendekati sang suami dan bertanya, ...
"Mas, kok Monica membawa keluarga besarnya?" Tanyanya penuh keheranan melirik sang suami.
"Ini sebenarnya acara apa sih, Mas? Tanya Salsa kembali.
Edro tidak menjawab pertanyaan Salsa ia malah menghampiri Monic beserta keluarganya, kemudian mempersilahkan mereka untuk duduk di kursi ruang tamu.
Nampak sang mertua juga menghampiri Monica dan keluarganya, sang mertua menyambutnya dengan ramaha. Salsa tidak tahu acara apa ini? Kenapa ada Monica juga keluarganya?
Pikirannya masih penasaran, Salsa lihat di pojok kanan pintu ada seorang laki-laki menggunakan peci seperti Ustadz.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh" ucap salam dari pak Ustadz.
Setelah membaca doa dan pembukaan, pak Ustadz pun langsung membacakan ke acara inti yang mana membuat Salsa begitu kaget dan hancur seperti disambar petir di siang bolong.
"Sodara-sodara sekalian maksud dan tujuan diadakannya acara ini, yaitu silaturahmi antara keluarga Edro dan keluarga Monica." Jelas pak Ustadz.
"Loh, kenapa silaturahmi kok sampai mengadakan acara syukuran seperti ini? Tanya Salsa dalam hati.
Di Tengah-tengah acara, sang suami dan Monica saling mengeluarkan cincin yang berada di saku celananya masing-masing.
Salsa pun semakin terkejut saat mereka bertukar cincin dan memasangkannya kepada jari manis pasangannya.
"Loh, ini kan acara tunangan?" Hatinya semakin hancur melihat acara tunangan suaminya sendiri.
Salsa tidak tahan lagi, ia bergegas masuk ke dalam kamar.
Di kamar ada Bi Surti yang sedang menjaga Putra, Bi Surti kaget kenapa Salsa menangis tersedu-sedu seperti itu.
"Mbak, kenapa kok menangis ?" Tanya Bi Surti kepadanya.
Salsa tidak bisa menjelaskan apapun selain, menangis.
"Bibi lihat saja ke ruang tamu acara apa sebenarnya!" Ujar Salsa.
Bi Surti yang penasaran langsung menghampiri acara tersebut dan begitu syoknya asisten rumah tangga itu, rupanya majikannya, Edro sedang bertunangan dengan Monica.
"Astagfirullah, Tuan Edro keterlaluan terhadap Mbak Salsa, bagaimana mungkin seorang suami tega menduakan istrinya, bahkan di hadapan istrinya langsung, Bibi tidak habis pikir apa yang ada dikepala Tuan Edro?" Ucap Bi Surti ketika melihat acara itu.
Bi Surti lalu mengahampiri Salsa yang berada di kamar, lalu mengusap air matanya. Dan Bi Surti pun ikut menangis bersama Salsa.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 32 Episodes
Comments
Evvy Agus
mending salsa pergi, tinggalkan suami yg namanya endro begitu begonya, karma pasti ada, tunggu z endro
2023-08-18
0