Project bersama

Di depan teras rumah

"Mas, apakah tidak masuk kerja hari ini?" Tanya Salsa 

"Pihak kantor menyuruhku untuk mengerjakan project bersama seseorang yang ahli dalam bidangnya, mereka mengirimkan orang supaya aku bisa mengejakan project itu bersamanya" begitu jawab Edro.

Tiga puluh menit Edro menunggu temanya, akhirnya temannya datang

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh" salam Monica.

"Waalaikusalam warahmatullahi wabarokatu" jawab Edro.

Monica adalah teman sekantornya yang berbeda devisi. Mereka tidak akrab namun mengenal satu sama lain.

Hari itu Monica diperintah atasannya untuk mengerjakan project bareng bersama  Edro, karena Edro belum menguasai project yang diberikan atasan terhadapnya .

Monica gadis yang pintar dan karyawan teladan di kantornya, rupanya sangat cantik. Siapapun yang melihatnya pasti terpincut dengan kecantikannya. Hari itu Edro diajarkan tugas kantor oleh Monica mereka seperti teman kantor pada umumnya. Salsa pun mengetahui hal itu.

"Gimana Edro sudah paham, kan?" Tanya Monica 

"Sepertinya aku kurang paham Mon, bisakah kamu memberiku waktu agar aku lebih paham dengan tugas ini?" timbal Edro.

Bos memberi Edro waktu kepada mereka untuk mengerjakan projeck bareng yang seharusnya projeck itu berlangsung selam 3 hari. Berhubung Edro belum paham, bos memberi Edro waktu sampai 1 Minggu. 

Setelah satu Minggu mereka bersama, Monica dan Edro sering makan siang bareng ketika istrirahat di kantor. Keduanya saling berbincang-bincang, nampaknya mereka sudah saling akrab. Monica juga sering kerumah Edro untuk mengerjakan projeck bareng, hubungan keduanya semakin intens, Salsa pun tidak cemburu sama sekali karena dia tahu kalau itu hanyalah pekerjaan kantor. Sang ibu mertuapun sudah kenal dekat dengan Monica. 

Kedekatan Monica tidak hanya bersama Edro, Rahmi, mertuanya Salsa, juga dekat dengan Monica. Namun sekali lagi Salsa tidak berprasangka buruk terhadap keduanya.

Suatu hari, Monica berkunjung lagi ke rumah Edro untuk membicarakan project bersama.

"Kita Minggu depan ada project di Semarang, kayanya kita nginep gak mungkin kita bolak balik." Tawar monica

Monica Adalah janda, dan belum mempunyai anak. Ia pernah menikah namun pernikahannya hanya berlangsung selama enam bulan. 

Keduanya tampak asik berbincang-bincang seraya menikmati teh hangat buatan Salsa. 

Edro pun mengIya-kan tawaran Monica

"Boleh nanti kita bermalam disana, kita atur hotel yang mana yang dekat sama project kita" Papar Edro. 

Salsa mendengarkan pembicaraan mereka di balik pintu. 

"Apakah mereka akan bermalam dalam satu kamar ... Berdua?" Tanya Salsa dalam hati menebak-nebak.

Salsa mulai memikirkan hal buruk, tapi seketika hal buruk itu ditepis olehnya karena memang tidak ada bukti perselingkuhan di antara mereka. 

"Mana mungkin mereka sekamar berdua. Mas Edro kan sudah berkeluarga" menepis pikiran buruknya.

Setelah Monica pulang, Salsa bertanya kepada Edro.

"Mas, aku dengar kalian ada project di Semarang dan akan bermalam di sana?" tanya Salsa kepada suaminya.

Edro tahu apa maksud dari pertanyaan Salsa. Edro pun meyakinkan Salsa bahwa mereka tidak ada hubungan yang lebih, hanya sebatas teman kerja.

"Memang aku ada project bersama Monica, kita akan bermalam di sana selama satu Minggu, dan kita tentu berbeda kamar." Dalihnya.

Edro dan Monica akan menyelesaikan projectnya dalam Kurun waktu lebih kurang satu Minggu. Memang tidak ada hubungan pribadi di antara mereka.

Mereka dekat hanya sebatas kerjaan. Namun, akankah mereka kuat, dan tidak akan terjebak cinta lokasi semenjak mereka bersama-sama?

Bagaimana mungkin Salsa punya pikiran buruk terhadap Edro, ia bekerja keras demi menghidupi keluarganya, tidak mungkin terjadi sesuatu terhadap Edro dan Monica.

Tiba saatnya Edro dan Monica pergi ke Semarang untuk mengerjakan projecknya.

Ada perasaan gundah gulana yang dirasakan Salsa ketika suaminya akan mengerjakan projecknya ke Semarang. 

"Mas, hati-hati ya, jangan lupa shalat lima waktunya dikerjakan" nasehat Salsa

Edro bersalaman kepada Rahmi, Salsa, Raka, tapi Edro tidak sama sekali menyentuh Putra bahkan untuk mengucapkan salam perpisahan pun tidak ia berikan. Ada perasaan sakit dihati Salsa, tapi Salsa memendam semua itu.

"Assalamualaikum warahmatullahi" salam perpisahan Edro.

"Waalaikusalam warahmatullahi, hati-hati selamat sampai tujuan" jawab semuanya.

Project bersama di Semarang dikerjakan oleh mereka berdua tidak ada orang lain dalam project tersebut selain, Edro dan Monica. 

Sesampainya di Semarang, mereka langsung mencari perhotelan yang dekat dengan projecknya…

Sesampainya di Favehotel mereka langsung memesan kamar. Kamar Edro no E.101 dan nomor kamar Monic E.102 bersebelahan dengan Edro.

"Pagi…!" Sambut Monica

"Pagi juga" sambut Edro balik 

Keduanya makan pagi bersama di hotel. Setelah makan baru mereka menyelesaikan projectnya. 

"Assalamualaikum, mas? Bagaimana kabarnya ? project barengnya lancar? Anak-anak kangen katanya sama kamu, mas" begitu jelas Salsa dalam telephonnya.

"Alhamdulillah mas baik-baik saja, projectnya pun alhamdulilla lancar. Raka bagaimana kabarnya, sehat?" Tanyanya 

Hanya Raka yang ditanyakan Edro, hati Salsa merasakan sakit hati..

Kemudian Salsa menutup telponnya.

"Sudah dulu ya ,mas assalamualaikum" 

"Waalaikusalam"

Karena mereka sering bertemu akhirnya, Raka dan Monic saling memendam perasaan terhadap masing-masing. Tidak bisa di pungkiri perasaan itu timbul karena mereka sering bertemu. Namun mereka tidak bisa mengungkapkan hal itu karena mereka saling sadar diri. 

Malam itu Edro menelpon Monic 

"Mon malam ini kamu jangan makan di hotel, ya! Kita makan malam bersama di luar  " Ajak Edro kegirangan.

"Ok, aku tunggu di lobi bawah" menyetujui tawarannya. 

Ternyata hati Monic pun kegirangan mendengar Edro mengajaknya makan malam bersama

Dua insan yang sedang kasmaran itu, makan malam berdua tanpa memikirkan keluarganya…

Kringgggg

Telepon dari Salsa membubarkan tatapan  mereka.

"Halo apa lagi,...?" Tanya Edro yang terlihat terganggu Salsa menelponnya.

"Aku tadi lupa menanyakan kapan kamu pulang dari Semarang? Biar nanti aku masakan makanan kesukaanmu, Mas" 

"Aku berangkat hari Minggu, aku bilang 1 Minggu aku berada di Semarang, artinya aku pulang Minggu pekan. Jangan menghubungi aku lagi, aku lagi kerja" Edro tampak berbohong terhadap Salsa. Ia tidak ingin kesempatan berduaan bersama Monic malam ini, hancur hanya karena Salsa terus menghubunginya.

Monic mendengar kebohongan Edro tetapi, karena Monic juga tidak ingin melewatkan malam bersama Edro, ia pura-pura tidak mendengar percakapan dengan istrinya.

Mereka menikmati makan malam bersama, di tengah pantai, di temani Lilin dan juga Angin yang berhembus kencang, seperti perasaannya terhadap orang yang berada di depannya…

"Mon,..." Ucap Edro sambil menghela nafas. Ia gugup hatinya tidak karuan saat bersama gadis cantik di depannya. Ia ingin Monic tahu akan perasaannya, sesaat ia sadar ada keluarga yang menantinya di rumah.

"Iya, Edro ada apa, apa yang ingin kamu katakan dari tadi kok melamun aja" tanyanya.

"A…anu se.. sebenarnya bos menyuruh kita agar mempercepat kinerjanya" ujar Edro dengan gelagapan.

Sebenarnya Monic tahu bukan itu yang ingin ia bicarakan.

"Ya, saya tahu akan hal itu besok pagi kita bicarakan soal pekerjaan" jelasnya ketus. 

Mereka pulang masing-masing ke hotel…

Edro menyenderkan badannya yang cape dan lelah itu di atas kasur tempat ia tidur, cape karena ia tidak bisa mengucapkan apa yang dirasakan hatinya saat itu.

"Aku bingung kenapa perasaan ini ada terhadap Monic, sementara aku sendiri sudah berkeluarga." 

Ia belum bisa dan belum berani menduakan Slasa.

Edro semakin tersiksa dengan perasaannya dia ingin memiliki keduanya tapi itu tidak mungkin terjadi, karena Salsa tidak akan pernah mau dimadu olehnya. Tapi ia juga tidak bisa menyembunyikan perasaannya terhadap Monic. Gadis cantik yang memikat hatinya. Dia berhasil membuat Edro jatuh cinta lagi selain terhadap Salsa.

Malam itu Edro tidak bisa tidur memikirkan tentang perasaannya… ada perasaan takut, ada juga perasaan cinta. Edro takut jika Istrinya tahu tentang perasaannya terhadap Monic. Pasti Salsa meninggalnya kan tanpa harus berpikir seribu kali. Edro tidak bisa jika Salsa benar meninggalkannya, sebab dia tahu tidak ada tidak akan pernah menemukan wanita seperti Salsa, jika ia perpisah dengannya. Tapi ia juga tersiksa akan perasaan terhadap Monic. Pikiran itu semakin menyelimuti Edro, sehingga malam itu, ia tidak bisa tidur semalaman.

Keesokan harinya, dipagi hari.

"Pagi,..." Seperti biasa Monica menyambut Edro.

"Pagi juga" Sambutnya.

Waktu mereka mengerjakan project di Semarang tinggal satu hari lagi. Besok, Edro dan Monica harus kembali pulang.

"Tinggal satu hari lagi di sini" telunjuknya menunjuk ke arah tanggal yang dipasang di dinding tembok..

"Setelah di kantor aku dan Monica pasti jarang bertemu, aku bisa bertemu hanya ketika makan siang, dan itupun kalau monicnya tidak sibuk dan mau" gumamnya.

Di dalam kamar, Monica sedang melamun.

"Apa mungkin aku berbicara tentang perasaanku terhadapnya…sekarang? Mana mungkin bisa dia sudah berkeluarga dan jika mengatakan perasaanku yang sebenarnya, aku akan dicap sebagai Pelakor artinya aku merusak hubungan orang."

Tok…tok..

Seseorang di luar sana membuyarkan lamunannya.

"Iya, sebentar" jawab Monic bergegas membuka pintu.

Suara yang mengetuk pintu itu adalah Edro…

"E….Edro" tergugup memanggilnya

"Kenapa, Mon ? Seperti melihat syetan aja begitu syok" ujar Edro tertawa kecil.

"Eh hari ini kita cek out ya?" tanyanya mengalihkan pembicaraan.

"Iya, aku samperin takut kamu lupa harus cek in hari ini" Edro mengingatkan.

"Ya sudah aku siap-siap dulu, ya" Monica menyiapkan barang-barangnya.

Mereka pulang menaiki kereta api. Di dalam kereta api mereka saling bertatapan. Ketika satu sama lain tertangkap basah sedang melihatnya, mereka memalingkan muka.

"Mmmm…" senyum Edro kepada Monica

Monik pun membalas senyuman Edro mereka saling berkata dalam hati. Edro dan Monica menikmati lempar senyuman bersama Edro..ia tidak ingat bahwa Edro adalah suami orang.

"Dah, Edro sampai jumpa di kantor" salam perpisahan.

"Sampai jumpa lagi di kantor, Monic…Dah" Edro melambaikan tangannya.

Mereka berdua berpisah dan pulang ke rumah masing-masing.

Di dalam rumah keluarga Edro sudah menanti kedatangannya.

Sesampainya di rumah

"Assalamualaikum warahmatullahi" salamnya

Waalaikusalam warahmatullahi" semua orang rumah menjawab salam Edro.

Raka langsung memeluk Edro begitu kangen terhadap ayahnya.

"Mas,... Mau aku bikinin teh hangat atau mah langsung makan? Aku udh siapkan makanan kesukaanmu…" menawarkan Edro penuh semangat.

"Mas…mas…" tangannya melambai-lambaikan dimuka Edro.

Rupanya ketika Salsa menawarkan makanan terhadapnya, Edro sedang melamun dan tidak mendengar tawaran Salsa.

"Hah… apa tadi bilang" tanya Edro seperti linglung

"Salsa menawarkan, mau dibikinkan teh hangat atau mau makan? Salsa sudah mempersiapkan makanan kesukaanmu" ucapan Salsa diulang kembali oleh Rahmi, mertua Salsa.

"Kamu kenapa sih, Mas pulang-pulang malah melamun kaya gitu" cemberutnya..

"Aku lagi mikirin project mudah-mudahan pak bos memberiku penghargaan" dalihnya.

"Mas apa tidak ingin tahu kabar Putra? Putra juga anakmu, Mas"

Pertanyaan Salsa membuat Edro tidak semangat makan…

"Aku bilang kamu jujur dulu siapa ayah biologisnya Putra" ketus Edro

Bu Rahmi mengingatkan Edro untuk segera menghabiskan makanannya. Sepertinya, Bu Rahmi tidak mau melihat mereka bertengkar atau karena ia merasa terganggu.

Di sebelah sebelah makan meja kanan Raka tersenyum jahat melihat Ibu sambungnya adu mulut dengan ayahnya.

Kring…..

Suara telepon berbunyi di handphonenya Edro. Edro segera menghabiskan makanannya dan berdiri berjalan ke luar rumah untuk mengangkat telepon.

Salsa yang berada di meja makan curiga terhadap suaminya, karena tidak pernah Edro mengangkat telepon sembunyi-sembunyi seperti itu…

Salsa melirik ke arah Bu Rahmi dan mereka saling melirik. Seolah bertanya siapa yang menelepon Edro sampai-sampai dia bersembunyi untuk menjawab teleponnya.

"Siapa, Mas…? Tanya Salsa ingin tahu.

"Nggk, itu tadi bosku nanyain maslaha projek" jawabannya lagi-lagi berbohong

Edro bergegas masuk ke dalam kamarnya

Tapi Salsa merasa ada sesuatu yang disembunyikan Edro dari dirinya.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!