Adu domba anak tiri

Saat pagi hari ketika libur.

"Raka belajar dulu yu, Nak!" ajak Salsa kepada anak sambungnya, Raka.

Raka melirik ibunya dengan tatapan tajam dan ******. "kamu bukan Ibuku! gak berhak memerribtah aku!."

"Gurumu mengatakan agar kamu rajin belaja … supaya nilai kamu lebih baik untuk kedepannya" nasehat Salsa.

Tiba-tiba, Raka menghampiri Rahmi Neneknya, sambil terisak tangis dan berkata " Nek aku di pukuli Ibu karna aku tidak mau belajar" tuduh Raka jahat terhadap Salsa.

Mendengar tuduhan tersebut, Rahmi sontak marah dan berjalan ke arah Salsa.

"Saya sudah bilang jangan beraninya membentak apalagi memukul Cucuku" ucap Rahmi, terdengar lantang ketika memarahi Salsa.

"Salsa tidak melakukan itu Bu!" timbal Salsa meyakinkan.

Dan seperti biasa ketika Edro pulang dari kerjanya, Ibu Rahmi mengadu terhadap Edro suami Salsa.

"Edro mending Kamu tinggalkan Salsa. Salsa sudah berani memukul anakmu!" meyakinkan Edro agar percaya terhadapnya.

Edro pun sedikit tidak percaya tapi dengan seribu kata yang diucapkan ibunya, akhirnya Edro percaya terhadap omongan ibunya dan Edro pun ikut memarahi Salsa.

Dan lagi-lagi anak itu senang sekali melihat ibu sambungnya, dimarahi keluarganya.

Raka tertawa terseringai jahat "ha ha ha"

Raka belum bisa menerima Ibu sambungnya sehingga, dia terus menerus mengadu domba Salsa, bahkan sang mertua pun mengadu domba Salsa kepada suaminya. 

Lalu mengapa Salsa masih bertahan dengan perkawinannya ? 

****

Pada siang hari ketika Salsa terdiam dalam lamunannya, tiba tiba ada seseorang mengetuk pintu.

" Tuk, ... tuk, ... permisi?" sahut seseorang dari balik pintu.

Ternyata itu adalah teman ibu Rahmi, mertuanya. Kemudian mereka duduk saling mengobrol.

"Salsa, ... tolong bikinkan minum buat tamu ibu!" suruh sang mertua terhadap Salsa

Di tengah-tengah pembicaraan, sang mertua menjelekan memantunya Salsa, kepada temannya. Sontak pembicaraan itu terdengar ditelinga Salsa karna, mereka berbicara sangat keras, seakan-akan tidak memperdulikan objeknya.

"Astagfirullah ... ya Allah, sabarkan hamba dalam menghadapi semuanya" doa Salsa sambil mengelus dada.

Ketika Salsa mengantarkan minumnya, sang mertua mempermalukan Salsa di depan temannya, dan berucap,

"Ini menantuku, tapi dia tidak berguna di keluarga ini" celetuknya sembari melihat Salsa seperti membenci.

Dan Salsa hanya bisa mengelus dada sambil berbalik ke dapur. 

"Yang sabar ya mbak" ucap Bi Surti menguatkan Salsa.

"Iya bi" jawab Salsa.

Sore hari ketika suaminya, Edro pulang kerja. 

"Salsa, tolong bikinkan teh hangat!" suruh Edro.

Namun, katika mimuman itu telah sampai di meja Edro, seketika Edro marah dan menyiram air teh hangat kepada Salsa.

Byurrrr…

"loe gak tahu rasanya teh manis hangat? Loe emang istri tidak ada gunanya" bentak Edro.

"Ta, ... Tadi manis kok!" Jawab Salsa dengan nada bergetar 

Tidak hanya mertua dan anak sambungnya, bahkan sang suami pun, tidak memperlakukan Salsa dengan baik. Edro tidak peduli sama sekali dengan kandungan Salsa.

"Hiks hiks" tangisan Salsa sembari berlari ke kamarnya. 

Salsa menangis di kamar sejadi-jadinya, karna Edro yang Salsa kenal dulu bukanlah seperti itu.

"Mbak yang sabar ya" Bi Surti lagi-lagi menguatkan Salsa.

Salsa memeluk Bi Surti dengan terisak tangisan. 

"Terima kasih Bi" ujar Salsa.

Salsa tidak bisa berkata-kata lagi selain tangisan yang mampu dia keluarkan. 

Setiap kesalahan yang Edro perbuat, Edro tidak pernah meminta maaf terhadap Salsa. 

****

Pagi pagi buta sang mertua berteriak memanggil Salsa.

"Salsa, ... tolong, berbelanja ke pasar ya!" perintah mertua.

"Tapi kan Bu ada Bi Surti, lagian Salsa perutnya sakit takut terjadi kontraksi" jawab Salsa.

"Baru hamil segitu aja sudah manja, orang-orang dulu walaupun hamil tua tetap masih bekerja ke sana ke mari, kamu baru disuruh belanja saja manja" jelas sang mertua melirik dengan kebencian.

"Sudah Bu ... sama saya saja belanjanya!" timbal Bi Surti karna merasa kasihan terhadap Salsa yang sedang hamil besar.

"Bi Surti jangan ikut campur! Kamu mau gajihnya saya potong?" ancaman sang mertua kepada asisten rumah tangga itu.

"Sudah Bi, biar saya saja yang belanjanya tidak apa apa kok" sahut Salsa meyakinkan Bi Surti.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!