kelahiran kelurga baru

Hari ini jadwal periksa kandungan Salsa, pagi sebelum Edro berangkat kerja, Salsa mengingatkan Edro bahwa hari ini jadwal periksa kendungannya. Tapi Edro tidak menggubrisnya sama sekali.

Salsa berangkat ke rumah sakit seorang diri tanpa ditemani keluarganya.

"Panggilan kepada Ibu Salsa?" Pihak Administrasi memanggilnya. 

Di ruang pemeriksaan,

"Ibu apakah tidak ada yang mengantar? Kehamilan ibu sudah besar , seharusnya ada yang menemani" tanya dokter Riva.

"Suami saya kerja, Dok … jadi tidak bisa menemani saya," jawab Salsa berbohong di hadapan Dokter yang sedang memeriksanya.

Dokter menjelaskan diagnosa kandungan Salsa, dan karena usia kehamilannya sudah memasuki usia tiga puluh tujuh Minggu, dengan diagnosa sungsang, maka Salsa harus melakukan operasi seksio sesarea atau sering disebut operasi Caesarea.

Salsa pun mengabari suami dan Ibu mertuanya.

****

Terdengar suara tangisan bayi dari balik ruangan operasi

"Oak ... oak ... " begitu keras suara tangisannya 

Alhamdulillah anak kedua dari Edro dan Salsa lahir dengan selamat, sehat, dan berjenis kelamin laki-laki. Kelurga pun tampak bahagia. Tapi, bukan karena kelahiran Cucunya yang mertuanya permasalahkan, melainkan pembiayaan lahiran Salsa yang ditanggung oleh mertuanya.

Baru dua hari Salsa lahiran, tapi Salsa sudah disuruh membersihkan pekerjaan rumah. Padahal, ada Bi Surti asisten rumah tangga di rumah itu.

"Sapu, ngepel, cuci baju,cuci piring, bersihkan rumah" bentak Rahmi menyuruh Salsa yang saat itu sedang beristirahat di kamar.

"Tapi Bu, luka Salsa saja belum kering Salsa belum bisa melakukan pekerjaan rumah" cetus Salsa 

"Anak jaman sekarang memang manja-manja, saya dulu sehari sehabis lahiran, saya langsung beresin rumah" celetuk Rahmi dengan nada tinggi. 

Sontak saja suaranya membangunkan bayi Salsa,-Putra yang lagi tertidur lelap. Dalam hati Salsa ingin sekali membela dirinya namun apalah daya, Salsa tidak sanggup melakukannya, karena Salsa masih menghormati ibuu mertuanya,-Rahmi.

Dengan jalan yang masih terpayang-payang Salsa terpaksa menuruti perintah dari mertuanya.

belum ada satu Minggu, Salsa harus rajin setiap hari mengerjakan pekerjaan rumah. Padahal, luka operasinya belum pulih. Hal itu dilakukannya, karena dirinya tidak mau jika harus disebut menantu yang tidak berguna lagi. padahal, butuh waktu dua Minggu agar Luka operasi mengering.

"Mbak sini biar sama Bi Surti saja!" mengambil Sapu dari tangan Salsa.

Namun, ketika Bi Surti hendak membantu Salsa, lagi-lagi sang mertua memarahi Bi Surti.

Salsa pun terpaksa membersihkan rumahnya, walupun lukanya masih terasa sakit. Sebab kalau Salsa tidak bekerja, mertuanya akan lebih memarahinya.

Kini tidak hanya Salsa yang mengalami perlakuan buruk oleh mertuanya, tapi anaknya yang masih bayi pun ikut mendapatkan perlakuan buruk oleh Neneknya,-Rahmi. 

" Raka tolong jagain adik kamu ya! Ibu memasak dulu sebentar. " Perintah Salsa kepada snak sambungnya,Raka yang sedang bermain ponsel.

Raka tidak begitu bahagia atas kehadiran adiknya. Bahkan Raka merasa tersaingi oleh adiknya, Putra. Raka tidak menghiraukan parintah Ibu untuk menjaga adiknya. Dia hanya memainkan ponselnya, walaupun Putra menangis.

"Astagfirullah, Raka ... Apa kamu tidak mendengar tangisan Putra disampingmu?" Tanya Salsa melotot kepada anak sambungnya itu.

"Dia bukan adik aku!" dengan nada tegas menunjuk kepada Putra.

Raka belum bisa menerima adiknya, karena Raka pun belum bisa menerima Salsa sebagai ibu sambungnya.

Setelah kejadian itu, Salsa selalu berhati-hati jika Raka yang menjaga Putra.

Edro pun tidak begitu bahagia atas kelahiran Anak keduanya. Setiap kali Salsa meminta bantuan kepada Edro untuk menjaga anaknya, Edro selalu menghindar. Salsa pun semakin merasa sedih.

"Sampai kapan aku bisa sabar, bukan cuma Aku saja yang mendapatkan perlakuan buruk dari keluarga ini, bahkan anakku pun nasibnya sama sepertiku" gumam Salsa dalam hati. 

Tidak hanya terhadap Salsa, Edro juga membenci keluarga Salsa yang berada di kampung. 

Ketiak sedang mengobrol bersama keluarga lewat ponsel, tiba-tiba

"Kalau sampai Orangtuamu berkenjung ke sini, Aku haramkan mereka menyentuh anakku, Putra" tegas Edro.

Edro membenci keluarga Salsa di kampung, Karena menurut Edro, keluarganya hanya bisa menyusahkan Salsa. Tidak seperti ibunya yang banyak memberikan jasa buat Salsa. Menurutnya.

Terpopuler

Comments

Asep Prayoga

Asep Prayoga

kenapa si Edro kaya bukan lelaki.

2023-07-10

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!