Pacar diam-diam

Di dalam mobil mereka saling berpegangan tangan.

Kring ...

Suara panggilan dari Salsa masuk di ponsel Edro.

Monic segera mematikan ponsel Edro. Tanpa bicara sepatah katapun, Edro tidak melarang Monic untuk menyentuh ponselnya, itu artinya Monic bebas memeriksa ponsel Edro kapanpun.

Sementara Salsa, untuk melihat ponsel suaminya saja, harus mengendap-endap mencurinya. Sepertinya suami Salsa lebih nurut kepada wanita lajang itu.

****

Edro dan Monica pun bersenang-senang menonton film di bioskop

Tok ... Tok ...

"Assalamualaikum" ucap seseorang di balik pintu.

"Waalaikusalam" jawab Salsa

"Eh, Mas sudah pulang" tanya Salsa sambil tersenyum.

Rupanya, Edro pulang sendirian tidak bersama Monica. Salsa pun menanyakan hal itu kepada Suaminya.

"Mas, Monicanya mana kok sendiri?" Tanya Salsa heran kepada suaminya.

Tanpa ada jawaban, sang suami tidak menghiraukan pertanyaannya, dia langsung jalan menuju kamarnya.

Sebenarnya perasaan sakit menyelimuti Salsa, bagaimana tidak sakit, menyaksikan suami sendiri jalan bersama wanita lain. Tapi, Salsa tidak bisa berbuat apapun. Sejatinya hanya keluarga inilah, keluarganya di sini.

"Makasih ya, Mas!" sebuah pesan mendarat di ponsel sang suami.

Ternyata pesan itu dari Monica yang berterima kasih kepada Edro, rupanya jalan bersama tadi sangat terkesan buat Mereka. Edro tidak pernah memperlakukan istrinya seperti si wanita penggoda itu.

"Sama-sama Monic, kalau ada waktu nanti kita nonton bareng lagi, ya!" Ajak Edro dalam balasan pesannya.

Mereka jadi sering insten berkomunikasi, Edro tidak pernah memikirkan perasaan Salsa setiap hari. Ternyata semakin Salsa diam semakin lancang mereka menunjukan kedekatannya.

Pagi hari seperti biasa Mas Edro mandi pagi-pagi buta, sudah rapi dan wangi, kemana lagi kalau bukan menjemput Monica.

"Mas, apa kamu setiap hari akan seperti ini? Setiap hari menjemput Monica?" Tanyanya penuh sabar terhadap sang suami.

"Dia itu orang baru di daerah sini, dia tidak tahu jalan, tidak tahu arah, apa harus aku biarkan dia nyasar? Dia itu teman kantorku bukan orang lain." Dalihnya sambil berjalan hendak berangkat.

"Tunggu, Mas!. Kamu tadi bilang dia tidak tahu jalan dan arah, Mas, sekarang itu jaman canggih kenapa dia tidak menggunakan google map atau gojek online?" Tanya Salsa sambil bergegas menghampiri Suaminya, sebelum dia pergi jauh. 

"Sudah lah banyak tanya kamu, yang pasti aku hanya kasihan kepada Monica" sambil berlalu meninggal Salsa

Kring ...

Pesan video masuk ke dalam ponsel Salsa, entah itu dari siapa, Salsa melihat pesan video itu, dan ada dua orang berlainan jenis sedang bermesraan di bioskop, ya itu sanh suami dan Monica. 

"Astagfirullah, Mas!" sontak Salsa terkejut melihatnya. Entah disengaja atau tidak, nomor asing itu sudah memperlihatkan kelakuan mereka berdua.

Seketika matanya membersar melihat sang suamisedang bermesraan bersama wanita itu, di pesan video. Hatinya sakit, nafas sesak, dan tak terasa air mata menjatuhi pipinya.

Salaa bergegas berlari menuju kamar sang mertua, maksud hati ingin menunjukkan pesan itu, dan melihat bahwa anaknya sudah salah dalam menjalin pertemanan.

Tok ... Tok ...

"Bu ... Bu ...' Sahut Salsa mengetuk pintu kamar sang mertua.

"Ada apa?" Jawab mertuanya ketika membuka pintu kamar.

"Bu coba lihat ini!" Salsa menunjukan isi video yang dikirim orang asing tersebut.

"Oh itu, kamu lihat anaku memang pantas bersanding dengan orang kantoran lagi, gak seperti kamu" ucapnya menyindir Salsa.

Bukan hanya Edro yang membela Monica, sang mertua puun nampaknya menyukai wanita penggoda itu.

"Loh ... Bu, ini Mas Edro sudah kelewatan Bu. Salsa sudah sering kali mengingatkan tapi tidak pernah didengar sama sekali oleh Mas Edro. Mungkin sama Ibu Mas Edro akan mendengarkan." jelas Salsa.

"Buat apa menasehati mereka? Toh aku senang mereka bisa dekat seperti itu. Lihatlah Salsa, Monic itu wanita karir dia punya segalanya yang tidak kamu bisa." Jelasnya menyindir Salsa sambil menutup pintu kamarnya kembali.

Salsa balik ke kamar mandi sambil menangis, rupanya Bi Surti mendengar tangisannya dari luar kamar mandi.

"Sabar Mbak! selidiki aja dulu, kalau benar suami Mbak selingkuh, baru Mbak bisa ambil tindakan" nasehatnya kepada Salsa.

Salsa pun mendekap Bi Surti. 

****

Di luar, ...

"Assalamualaikum" Salam Edro

Salsa pun segera membukakan pintu untuk suaminya.

"Waalaikum salam, tumben pulang telat, Mas?" Tanya Salsa sambil membukakan jas kantornya.

"Iya aku ada meeting dulu di kantor" jawabnya. 

Ketika Salsa membuka jas Kantornya, ada wangi parfum yang ia cium. 

"Mas, kamu kok pulang-pulang wangi parfum. Parfum siapa Mas? Tanya Salsa, Salsa mengernyitkan mengetahui sang suami wangi parfum yang berbeda.

"Oh, ta ... tadi ada teman yang membeli parfum baru, terus iseng menyemprotkan parfumnya ke bajuku." Jawab mas Edro gugup.

Salsa menaikan kedua bahunya. Memilih untuk percaya pada suaminya. 

"Oh, iya Mas, ada yang ingin aku pertanyakan?" sambil menunjukan ponsel miliknya.

"Ini maksudnya apa? Kamu bermesraan dengan Monic?" Tanya Salsa kembali sambil duduk di samping suaminya, dan menunjukan isi video itu.

"Oh, itu Monic lagi latihan jadi artis sinetron" jelas Edro berbohong.

"Maksud kamu apa, Mas aku tidak becanda, ini serius menurutku" ucap Salsa berdiri dan dengan nada sedikit tinggi.

Salsa memang tidak bisa menahan emosi bila persoalannya dengan wanita penggoda itu.

"Kalau kamu tidak percaya, kamu hubungi tuh, Monica. Bila perlu kirim video itu ke Monica, aku cape ngeladenin kamu yang terus menerus tidak percaya dengan suami sendiri, Bi tolong bawakan tas aku ke dalam kamar!." Pamit Edro masuk ke dalam kamarnya.

Lagi-lagi Salsa tidak mendapat jawaban yang puas dari Suaminya tentang kedekatan ia dengan Monica.

"aku harus mendapatkan informasi lebih lagi tentang mereka berdua" gumamnya dalam hati.

Salsa mengikuti suaminya ke kamarnya, Edro membaringkan tubuhnya di ranjang, kemudian diikuti Salsa. Salsa tersenyum mengingat sudah lama suaminya tidak menyentuhnya, sebagai wanita normal tentu saja Salsa menginginkan kehangatan bersama sang suami. Kemudian ia bergerak memeluk sang suami. Berharap hal yang ia lakukan bisa membangkitkan gairah suaminya, namun sang suami malah menolaknya.

"Jangan ganggu aku, aku cape mau istirahat" balas sang suami, memilih memejamkan matanya dan tidak menghiraukan Salsa.

Raut wajah Salsa berubah menjadi kecewa. ia mengerutkan keningnya. sudah lama suaminya menolak kewajiban Salsa untuknya. Salsa menggelengkan kepala dan berjalan ke kamarnya untuk memejamkan mata.

****

Keesokan harinya, Edro baru saja sampai di ruang kantornya. Saat Edro masuk, seorang wanita sudah duduk di kursi kerjanya.

"Monic apa yang sedang kamu lakukan? Bagaimana jika staff yang lain tahu?" tanya Edro terkejut.

Bibir Monic mengerucut ia bangkit dari kursinya kemudian menghampiri Edro.

"Aku kangen sama kamu, Mas" ucap Monica memeluk manja kepada Edro.

"Tapi dengan cara seperti ini nanti kita akan ketahuan sama semua orang di kantor ini, gimana Kalau bos tahu? Jangan lagi kamu berbuat seperti ini, Monica!." Tanya Edro melihat ke arah kaca.

Ya, begitulah setiap hari perbuatan Edro dan Monica, mereka diam-diam menjalani hubungan ... dan membohongi Salsa setiap hari.

****

"Aku harus mencari informasi lagi lebih dalam tentang mereka berdua" gumam Salsa dalam hati.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!