Beberapa jam kemudian.
"Adam!?" Seorang gadis seumuran Adam memekik dari kejauhan memanggil si pemilik nama.
Ia kemudian melambai, namun ekspresinya sekejap berubah, ketika melihat dengan jelas orang yang dipanggilnya sedang dalam keadaan terluka parah.
Adam sebelumnya terluka akibat kecelakaan pesawat yang dialaminya, saat hendak menuju fasilitas rahasia bernama SCP Foundation.
Kejadian itu hanya berselang beberapa menit setelah ia menaklukkan dokter wabah. Kemudian setelah itu ia membawa Aria dan menjadi pilot pesawat tempur milik Asosiasi.
Dan ada kejadian buruk yang terjadi.
"Adam ... hiks kenapa kamu jadi begini..." Lirih gadis itu melihat dari dekat orang yang dikenalnya.
Saat ini Adam maupun gadis itu berada di markas besar Asosiasi pelindung dunia, bertempat di dalam lorong menuju tempat medis.
"Catlin." Hanya satu kata yang Adam ucapkan, ekspresinya terkejut melihat gadis tersebut. Yang rupanya adalah teman sekelasnya.
Tapi satu pertanyaan yang kini bersarang di benaknya, bagaimana bisa dia ada di tempat seperti ini?
Kemungkinan yang Adam percayai adalah Catlin seorang putri pemilik Asosiasi. Ia hanya asal menebak.
Gadis itu adalah Catlin, gadis populer yang satu sekolah dengan Adam. Beberapa hari lalu ia sempat menembak seseorang untuk yang pertama kalinya, namun sayangnya ia di tolak mentah-mentah.
Akan tetapi hal itu tidak membuatnya menyerah, masih ada waktu baginya untuk membuat seseorang itu mencintainya.
Segeralah Adam dibawa menuju ruangan perawatan. Catlin dan juga Aria mengikuti.
Flashback on
Beberapa jam yang lalu.
"Kyaa!!! Cepat lepaskan aku!!" pinta Aria memaksa, ketika Adam membawanya menuju pesawat tanpa pilot.
Meskipun kini Adam sedang terluka parah, akan tetapi ia tetap bergerak seperti halnya orang tidak terluka.
Bagi orang-orang Asosiasi yang kini bertugas memusnahkan zombie, melihat aksi gegabah anak muda itu hanya menanggapinya sambil terperangah dan terkekeh. Merasa takjub dan terkejut.
Entah apa tujuannya Adam bergegas pergi meninggalkan bala bantuan yang hendak menolongnya, yang bahkan sudah ada tim medis hendak melakukan pertolongan secara menyeluruh.
Di dalam pesawat tanpa pilot itu Adam menganti kendali pilot menjadi manual.
Aria kemudian beranjak mendekati kursi pilot dengan hati was-was. Pasalnya orang ini "Adam" nekat sekali sampai mengubah kendali pesawat.
Bukannya untuk menerbangkan pesawat ini butuh seseorang yang terlatih dan mahir, minimal dua tahun latihan penuh. Serta mendapatkan lencana pilot tingkat menengah.
Dan Aria sendiri baru memasuki 3 tahun bergabung dengan pihak Asosiasi, namun sampai sekarang pun ia masih kesulitan menerbangkan pesawat kebanggaan ini.
Aneh saja jika Adam seorang remaja yang masih bersekolah bisa menerbangkannya, kecuali saat ini Aria tengah melamun.
"Eh!? Bagaimana bisa kamu...."
"Aku hanya membaca buku panduan tentang pesawat ini, itu saja. Lebih baik kamu cepat obati aku, didalam pesawat ini pasti ada kotak P3K kan?" sahut Adam menyela ucapan Aria seraya melirik.
"Huh ... kenapa harus aku? Kamu kenapa tadi malah membawaku kesini, bukannya di rawat oleh tim medis? Kamu malah sedang bermain-main, dan merencanakan apa hmm? cecar Aria dengan ekspresi cemberutnya. Sebenarnya ia masih bingung alasan Adam membawanya masuk kedalam pesawat.
Pesawat itu terbang ke arah selatan. Meninggalkan kota Y serta Carolus dan misi mengambil DNA makhluk SCP.
Apa yang sebenarnya tengah Adam rencanakan?
Pertanyaan itu terus terulang di kepala Aria.
"Baiklah, jika kamu tidak mau ... aku akan menurunkan mu."
"Eh? Kamu ... lagi-lagi egois, ada apa sih sebenarnya, ceritakan saja. Lagian kita kan sangat dekat umh..."
"Apa kamu bilang?" tanya Adam seraya melirik Aria disampingnya. Barusan Aria seperti mengatakan sesuatu. Tapi sempat ia tunda. Wajahnya sedikit merah merona.
"Enggak kok! Bukan apa-apa," seloroh Aria sembari mengibas kedua tangan. Ia kemudian mengobati luka Adam.
Tak lama guncangan dirasakan oleh keduanya di dalam ruang kendali. Saat ini Aria masih mengobati luka tusukan di tubuh Adam, meskipun baginya hal ini bukanlah tugasnya.
"Kok bisa ya ... pesawat ini berguncang, padahal kan ada sistem gravitasi?" gumam Aria bingung, masih bisa di dengar oleh Adam.
"Ckk, itu pasti ulah SCP!" tutur Adam kesal.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 38 Episodes
Comments