Untungnya pesawat terbang yang jatuh tadi mendarat pada lapangan bola dekat dengan taman, tak ada pemukiman disana dan dalam keadaan sepi.
Dari area dipenuhi api di TKP pesawat itu jatuh dan meledak, seseorang kemudian menjauhi area itu.
Ia nampak mengepalkan tangannya dengan dahi berkerut serta rahang yang mengeras. Dia adalah Raja Arthur.
Perjalanannya sempat terganggu oleh SCP berukuran besar hampir mirip seperti sebuah pulau yang melayang di udara.
Sebuah anomali pun terjadi dikala pesawat masih di atas ketinggian, dan berakibat serius pada pesawat yang ditumpanginya hingga mengalami malfungsi dan berakhir tragis.
Raja Arthur marah bukan karena perjalanannya terganggu sampai-sampai dirinya harus melawan maut, bukan itu.
Tapi karena sebuah hadiah khusus miliknya yang kini sudah dipastikan lenyap di dalam pesawat itu. Padahal ia berniat akan memberikannya kepada adiknya sebagai hadiah ulang tahun.
"Akan ku bunuh makhluk SCP disela perjalanan ku menuju titik tujuan!" ketus Raja Arthur nampak sangat marah seraya berjalan meninggalkan TKP kejadian pesawat jatuh tersebut.
•••
Pagi harinya Adam terbangun pagi-pagi sekali guna mempersiapkan diri untuk misi, dirinya beranjak dari tempat tidur kemudian menuju ruang perlengkapan yang dikatakan oleh wakil pemimpin kemarin malam.
Ia juga sempat berselancar di internet, lebih tepatnya pada laman berita terkini peristiwa yang menurutnya sangat menjengkelkan ini.
Flashback on
Di saat pembicaraan penting pertemuan orang-orang pilihan di ruangan khusus.
Wal'er menyarankan agar wakil pemimpin langsung menjelaskan tentang misi mengambil DNA SCP yang diketahui adalah imitasi kepada mereka, orang-orang pilihan di ruangan ini.
Lantaran pada saat itu Juro sempat berdebat dengan Andi kembali. Dan suasana semakin memanas ketika Demon memanas-manasi mereka berdua.
Wakil ketua pun mengikuti saran Wal'er ia kemudian menjelaskan misi yang akan dilakukan oleh mereka besok, sebuah misi terdengar mudah namun membahayakan bagi kebanyakan orang.
Usai menjelaskan hal itu ia lalu membagi tim terdiri dari tiga orang, dan karena mereka sekarang berjumlah enam. Maka tim dibagi menjadi dua regu.
Regu pertama diisi oleh Demon, Wal'er, dan Andi. Wal'er di tunjuk sebagai ketua di regu ini. Sedangkan regu dua Adam, Juro, dan Carolus. Tidak ada yang di tunjuk sebagai ketua di regu ini entah kenapa.
Flashback off.
Jam menunjukkan pukul 06.30 kini mereka dari regu dua bergegas pergi terlebih dahulu dengan tumpangan sebuah pesawat non pilot milik Asosiasi.
Mendarat di halaman milik bangunan dari sebuah perusahaan besar yang kini sudah porak poranda, hampir sama rata dengan tanah.
Tes...
Pintu pesawat itu terbuka mereka pun keluar sembari mengamati sekitaran yang nampak berbeda 180° derajat dari sebelumnya.
Kota Y benar-benar dalam keadaan hancur-sehancurnya.
"Sangat kejam, makhluk itu bahkan sempat menyiksa orang-orang," ujar Carolus saat mendapati mayat dua orang dalam kondisi tubuh bagian bawah tercabik-cabik tergeletak di tanah tak rata.
Kondisinya parah, deskripsinya berupa luka-luka gigitan seperti tindak kanibalisme.
"Dasar makhluk sialan. Mereka harus aku bunuh!" umpat Carolus dengan otot-otot mulai mengeras saat tangannya terkepal. Ia marah karena mayat itu adalah mayat anak-anak. Mengingat dirinya memiliki dua anak yang mungkin seumuran dengan kedua mayat itu.
Adam mendekat dan sempat melihat kedua mayat tersebut dari dekat.
"Luka ini berasal dari gigi dan kuku manusia," ujar Adam setelah mengamati luka pada kedua mayat itu sembari berjongkok.
"Apa!? Bukannya makhluk itu yang telah membunuh mereka?" pekik Carolus tak percaya. Ia yakin sekali hal ini adalah perbuatan makhluk SCP.
"Kesimpulan anda tidak sepenuhnya salah, hanya beda persepsi."
"Memang benar hal ini adalah perbuatan dari makhluk sialan itu. Tapi untuk luka pada kedua mayat, seratus persen dilakukan oleh manusia. Dalam arti mereka yang sudah gila dan menjadi Zombie!" ucap Adam mengungkap kematian tragis dua mayat itu.
Mendengar penuturan barusan membuat Carolus tercengang dan berpikir kedua kali.
Mereka berdua kemudian berjalan menuju titik SCP yang akan dijadikan target, keduanya tak mengurusi rekan satunya yang kini menghilang entah kemana.
Lagipula mereka telah dipasangi alat pelacak oleh pihak Asosiasi. Sehingga keberadaan mereka setiap saat bisa dipantau dan diketahui.
Terdengar sebuah lagu berkumandang di tengah rusaknya kota dan tak jauh dari mereka berdua terlihat kerumunan orang-orang tengah menari dengan kondisi yang berbeda-beda.
Ada yang menari dalam keadaan diri acak-acakan bahkan penuh keringat, wajah sangat lelah dan kondisi tak enak untuk dilihat. Sampai-sampai di bawah mata mereka telah menghitam.
Bahkan ada mayat tergeletak di sekitar tempat mereka menari seakan mabuk itu.
"Ada apa dengan mereka, apa mereka ini sudah menjadi gila oleh semacam kemampuan pencuci otak salah satu SCP?" ucap Carolus asal menebak, bingung.
"Bukan, lebih tepatnya mereka kehilangan akal sehatnya. Dahulu pernah ada sebuah wabah misterius terjadi pada tahun 1518 dengan korban jiwa mencapai 400 orang lebih.
Tepatnya di Strasbourg, Alsace, pada bulan Juli. Wabah yang membuat banyak orang menari selama berhari-hari tanpa istirahat, bahkan sampai sebulan!" jelas Adam panjang lebar.
Carolus pun memahami apa yang anak muda ini maksudkan, dengan kata lain wabah di masa lalu terulang kembali.
Namun dengan jumlah korban jauh lebih banyak dibandingkan masa itu.
•••
Sedangkan Juro menuju titik target SCP yang akan di ambil DNA nya untuk kepentingan pihak Asosiasi, atas keinginan seorang dokter disana.
Ia memilih bekerja sendiri tanpa dibantu oleh dua orang rekannya.
Wuss...
Suara angin berhembus membuat Juro menghentikan langkah, dirinya seolah menyadari kedatangan sesuatu yang sedang mengintainya.
Ia berada di area bangunan-bangunan setengah rusak, jarak pandangnya minim dikarenakan banyak rumah-rumah maupun gedung-gedung di sekitarnya.
Dirinya diam untuk beberapa saat ketika telinganya mendengar derap suara langkah kaki menuju ke arahnya. Namun tak sampai memperhatikan wujudnya.
Di pastikan ada banyak sekali suara langkah kaki yang terdengar seperti orang tengah berlarian secara bergerombol. Tercium pula bau anyir berkat penciuman tajam Juro.
Seketika Juro memercikkan botol kecil berisi cairan berwarna merah dikala suara langkah kaki tadi tak terdengar lagi.
Hingga keluar banyak orang bertampang mengerikan dari reruntuhan bangunan dan gedung-gedung.
Sekujur tubuh mereka terdapat luka-luka di balut pakaian yang mereka kenakan, bahkan darah turut menghiasi tampang tak enak dilihat itu.
Mereka adalah orang-orang yang berubah menjadi zombie.
Serentak para zombie menuju ke arah Juro dan mengepungnya dari berbagai arah.
Juro nampak tersenyum lebar dari balik topengnya merespon para zombie yang menuju kearahnya, seakan dirinya sedang menunggu.
Lalu ketika para zombie hampir menyentuhnya...
Wos.
Juro menghilang dalam sekejap meninggalkan tanda tanya yang kini dirasakan oleh mereka, para zombie. Sembari saling menatap.
Darr!
Sebuah ledakan berasal dari atas tertuju pada tempat Juro sebelumnya, yang kini menjadi titik baginya untuk melempar sebuah bola ledak seukuran kelereng guna membunuh para zombie sekaligus.
Sebelumnya Juro melakukan tolakan dengan gerakan cukup cepat seraya melesat ke atas. Lalu saat di dirinya berada di udara ia melakukan lemparan.
Tap.
Ia pun mendarat dengan sempurna sembari membelakangi arah ledakan. Juro kemudian berbalik menyambut kedatangan para zombie yang kini menuju ke arahnya kembali.
Jumlah mereka memang berkurang banyak, tapi mereka masih menang jumlah.
Sementara itu.
"Kita harus melakukan sesuatu, mereka sepertinya masih terlihat seperti manusia pada umumnya. pasti bisa disembuhkan!" ucap Carolus dengan jari jemarinya di bawah dagu sedang mengamati dari kejauhan orang-orang yang sedang menari sampai gila itu. Ia merasa tak tega.
Adam tidak menjawab tapi dirinya beralih pandangan ke arah seseorang yang nampak aneh, pakaiannya serba hitam. Terdapat moncong pada area mulutnya.
Dan berjalan menuju ke arah mereka berdua.
Siapakah dia?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 38 Episodes
Comments
Kroos ♥️ Modric
wabah itu ya, aku inget, tapi kalo gak salah wabah menari itu cuma menjangkiti wanita kan?/Slight//Slight//Slight/
2023-11-14
0
Kroos ♥️ Modric
SCP-169 kah?, setahuku cuma SCP-169 aja yang sebesar itu /Slight//Slight//Slight/
2023-11-14
1
AGDHA LY
ka semangat nulisnya, gift meluncur biar tambah semangat
2023-06-22
1