Usai melakukan pembicaraan penting bersama dengan wakil pemimpin dan orang-orang pilihan, Adam lalu pergi dari ruangan tersebut tanpa perintah.
Ia kemudian menuju ke suatu ruangan dimana seorang pria bernama Daen Yong Staff khusus pengamatan dibuat tercengang lantaran dirinya terkejut atas kedatangan seseorang.
Bagaimana tidak, pintu masuk ruangan itu terkunci dari dalam dan membutuhkan persyaratan ketat untuk dapat memasukinya.
Sedangkan seorang pelajar dengan begitu mudahnya memasuki tanpa gangguan sama sekali.
"Kau!? Bagaimana bisa masuk kemari. Harusnya dirimu tidak bisa karena belum terdaftar. Atau mungkin dirimu menggunakan ijin khusus dari anggota staf lain?" cecar pria itu sembari menyelidik, tatapannya terfokus pada perangai pelajar tak jauh didepannya. Ia sebenarnya ingin memastikan suatu hal.
"Cukup buang-buang waktunya. Aku kemari hanya ingin menggunakan teknologi ini sebentar."
Mendengar penuturan pelajar ini yang begitu dingin dengan tatapan mata kosong membuat Daen Yong mengalah.
Karena bisa saja keluarga dari pelajar ini terkena musibah dari bencana yang sedang melanda hingga terjadi di malam hari sekalipun.
Hanya dari ekspresi dan perangai Daen Yong dapat menebak, jika pria ini telah mengalami hari yang buruk belakangan ini.
"Apa yang ingin kau lakukan?" tanya Dae Yong bersedia membantu.
"Mengecek setiap pantauan dari tempat adikku terakhir menghilang!" Adam memberitahu.
"Tunggu, kau sedang mencarinya? Apa kau sudah melaporkan hal ini kepada pihak kepolisian?"
"Tch," Hanya decakan dari sudut mulutnya sebagai sahutan kepada staf itu.
Daen Yong kemudian memilih diam sembari memperhatikan apa yang akan dilakukan oleh pelajar sepertinya.
Ia tahu beberapa informasi berkaitan dengannya, karena pekerjaannya berhubungan dengan identitas, informasi, dan jejak digital.
Beberapa saat Adam berkutat di depan monitor hingga layar berukuran besar tak jauh didepannya dipenuhi oleh beberapa layar kotak kecil menampilkan berbagai sudut dari suatu tempat. Video serta gambar yang bisa diambil dari berbagai perangkat.
Sepertinya Adam begitu mahir menggunakan teknologi tersebut.
Sebuah gang menunjukkan seorang pria berpakaian serba hitam serta memakai masker diantara kerumunan orang-orang yang berlarian, terlihat mencurigakan
Tangkapan itu diambil dua hari yang lalu, sejak hari terakhir Adam kehilangan jejak adiknya.
Bagi Dae Yong ia menganggapnya biasa, namun bagi Adam hal itu membuat emosinya menggebu, pasalnya pria itu membawa seorang siswi perempuan di punggungnya. Tengah dalam keadaan pingsan.
Lalu setiap sudut diambil dari berbagai perangkat terus mengikuti langkah pria itu seakan ditargetkan untuk diketahui kemana perginya.
Sampai keberadaannya tidak diketahui lagi oleh berbagai pantauan perangkat lunak.
Catatan: Pantauan di ponsel pintar terlihat pada kamera depan dan belakang, lalu pantauan CCTV bisa terekam meskipun telah rusak, serta perangkat lain.
Pria itu menghilang di celah gedung berhimpitan dimana kamera pengawas disana tidak terpasang.
Sebenarnya bukan karena Adam kekurangan setiap sudut yang dapat menyorot keberadaan pria itu, bahkan ia sampai memeriksa sudut di ujung celah itu secara keseluruhan meliputi pula area yang terekam di kedua gedung, lebih tepatnya di dalamnya.
Seharusnya pria itu muncul jika memang melewati celah itu, karena keberadaanya akan tersorot oleh kamera CCTV dan beberapa sorotan dari perangkat lunak di tempat berbeda.
Dan jika memasuki salah satu gedung pun keberadaan pria itu akan meninggalkan jejak oleh sorotan CCTV di dalam.
Begitupun dengan jalur rahasia misalnya saja pria itu melewati jalur bawah, namun tetap saja keberadaannya tak terdeteksi.
Adam sempat memeriksa secara menyeluruh tempat terakhir mengenai petunjuk adiknya menghilang.
Dan yang menjadi misteri adalah pria itu seakan lenyap begitu saja bersama dengan seorang siswi.
"Sigh, pria itu rupanya mempunyai trik yang belum ku ketahui. Ada kemungkinan jika melakukan teleportasi!" gumam Adam bisa didengar oleh Dae Yong.
"Menarik," ucapnya lagi.
"Teleportasi? Sepertinya aku sempat merekam kejadian semacam itu, berhubungan dengan kemunculan makhluk-makhluk SCP. Hanya saja ada yang luput dalam penyelidikan ku, merujuk pada kecepatan menghilangnya sebuah portal, yang lenyap dengan kecepatan tak mampu diperlambat dengan teknologi perlambatan sekarang!" ujar Dae Yong panjang lebar. Agak terkejut dengan penuturan pria lebih muda darinya tadi.
"Begitu ya, aku mengerti sekarang," Terlihat sebuah senyuman di sudut bibir Adam, ia seperti memahami sesuatu.
"Apa itu?" timpal Dae Yong langsung bertanya, ia begitu penasaran. Apakah pelajar ini memiliki asumsi dan deduksi mendekati realita yang saling berkaitan. Guna menguak misteri kemunculan makhluk SCP.
Tapi mungkinkah berhubungan dengan hipotesa hilangnya jejak pria misterius itu. Dae Yong masih menerka-nerka.
Mengingat ia pernah mencari tahu setiap orang-orang pilihan yang diundang oleh pemimpin untuk bergabung ke Asosiasi, entah itu sementara maupun tetap. Termasuk pelajar tersebut. Diketahui olehnya sungguh pintar dalam urusan akademik.
"Teori Ilmuwan itu, yang mengatakan adanya multiverse." Adam memberi petunjuk.
Sontak Daen Yong terkejut sampai dirinya terdiam dalam diam, matanya membulat sempurna. Selepas mendengar penuturan barusan dari pelajar bernama Adam itu.
Dari tatapannya saat mengucapkan hal tadi disertai lirikan, menurut Dae Yong begitu menyakinkan.
"Jadi seperti ini rasanya tertekan oleh fakta yang sepertinya mustahil, namun diucapkan oleh seseorang dengan IQ tinggi!" ucap Dawn Yong dalam hati.
"Lalu bisakah kau menjelaskan kepada kami semuanya, tentang pernyataan mu tadi menganggap multiverse lain memang ada? Sekiranya hal itu bisa meringankan beban kami dalam menyelidiki asal makhluk itu."
Adam memahami betul bahwa makhluk-makhluk SCP yang kini membuat kerusakan bukanlah SCP aslinya, dalam kata lain bisa itu imitasi, clone, penciptaan SCP serupa, dan kemungkinan mengejutkan bahwa SCP - SCP itu berasal dari dunia paralel.
Sementara organisasi bernama SCP Foundation hanya dijadikan kambing hitam.
Hanya saja Adam tak menjelaskan peryataannya secara terperinci kepada Staf yang bertanya dan bermaksud ingin mengetahuinya demi keperluan penyelidikan.
Dikarenakan sebuah deduksi sekalipun harus berkaitan dengan sebab dan akibat secara menyeluruh hingga terkesan logis.
"Kalau begitu aku akan membayar mu untuk setiap deduksi yang belum seratus persen terbukti kebenarannya itu!" tukas Dae Yong dengan tatapan mata seriusnya. Ia akhirnya mengambil tindakan jalur iming-iming.
"Aku menolak. Bukannya kalian memiliki seorang ilmuwan begitu luar biasa dengan segala prestasi dan terobosannya selama beberapa tahun ini," jawab Adam menekan ucapannya di penghujung akhir. Seperti mengingatkan kepada Dae Yong akan keluputan Asosiasi.
"Ya, kau benar. Aku hanya penasaran dengan pernyataan mu tadi, karena dirimu adalah orang terpintar melebihi IQ beberapa ilmuwan di masa lalu," jelas Daen Yong nampak kecewa. Wajahnya seakan memelas.
"Ya, baiklah. Aku akan menyampaikan inti dari pernyataan tadi. Sedangkan untuk bagian terperinci kalian bisa tanyakan kepada Ilmuwan itu." Daen Yong pun mengangguk. Ini lebih baik daripada tidak mendapatkan informasi penting sama sekali.
Adam kemudian menjelaskan anomali berhubungan dengan teleportasi.
Apa kau ingat Einstein dan perwira AL Amerika pernah mengemukakan bahwa gravitasi dan elektromagnetik memiliki korelasi, sama dengan korelasi massa dan energi.
"Ya. Aku mengerti. Perkataan mu ini berhubungan dengan sebuah eksperimen, yang terjadi pada tanggal 28 Oktober 1943, di atas sebuah kapal. Sebuah percobaan Sains yang dikenal dengan 'eksperimen Philadelphia' yang membuat awak kapal mengalami hal tak masuk akal saat ekperimen itu dilangsungkan!"
Beberapa saat hingga Adam beralih pada pembahasan lain mengenai multiverse secara rinci, kemudian langsung menghubungkannya dengan pernyataan tadi yang menurutnya mendekati 100 persen fakta. Dengan tesis begitu kompleks.
•••
Langit malam yang di penuhi oleh bintang-bintang mendadak terlihat kotor karena terdapat asap tebal berjejak di langit disertai oleh percikan api membara. Sebuah pesawat terbang dimana penumpang didalamnya adalah penumpang VIP. Seorang Raja dari Inggris.
Pesawat yang ia tumpangi diketahui mengalami malfungsi hingga terjadi hal tak diinginkan.
Pesawat itu jelas terlihat meluncur dan diperkirakan dalam beberapa detik lagi akan hancur saat menyentuh tanah.
Darrr!
Ledakan itu menimbulkan kegaduhan beberapa detik di malam hari, hingga menyatu dengan kegaduhan yang ditimbulkan oleh makhluk SCP dan aksi perlawan manusia, dalam pertempuran yang mungkin akan disebut Human Vs SCP.
Yang akan menjadi peristiwa kelam di masa depan dan bersejarah.
Akankah Raja Arthur selamat dari kecelakaan yang dialaminya?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 38 Episodes
Comments
Gomen nasai
Gimana ya cara Adam bisa masuk ke ruangan itu, masih menjadi misteri hehe
2023-06-20
0
AGDHA LY
ini maksudnya ade adam dibawa ke dunia lain? universe berbeda?
2023-06-18
1
AGDHA LY
percayalah itu sudah aku coba ingetin adam dari beberapa chapter lalu 😅
2023-06-18
1