Bab 4 Bergabung

Trending topik dunia mengenai makhluk SCP kini ramai menjadi perbincangan para warga dunia. Banyak dari mereka yang mengucapkan belasungkawa atas kematian ribuan orang di negara tempat kemunculan makhluk itu.

Begitupun dengan bala bantuan dari negara lain terus berdatangan silih berganti membantu negara malang tersebut dalam keadaan krisis kemanusiaan itu.

Bencana tersebut bahkan tak menimpa di satu negara saja. Dua hari ini semenjak kemunculan makhluk aneh di zona publik, tepatnya hanya di satu negara.

Negara-negara lain juga terjadi bencana serupa, yaitu invasi dari makhluk yang sudah diketahui entitasnya oleh banyak orang sekarang.

Mereka mengenal makhluk tersebut dengan sebutan SCP. Karena Entitas makhluk itu mulai banyak diketahui SCP Foundation juga terkena imbasnya. Dituduh sebagai dalang di balik kemunculan makhluk berbahaya tersebut.

***

Di sebuah pusat kepimpinan suatu negara "Inggris" tepatnya di singgasana, seorang Raja tengah diliputi rasa bosan terhadap kewajibannya.

Dia dikenal dengan sebutan Raja Arthur Barnett dengan kemimpinan nya yang sangat lama hingga beberapa dekade.

Mendengar berita dari orang yang dituntut untuk selalu berada di sisinya mengenai bencana besar di negara lain, ia hanya merespon dengan helaan nafas panjang, malas.

Namun ketika mendengar adiknya diundang oleh sebuah Asosiasi rahasia ia tertarik untuk ikut pergi dan meninggalkan negaranya.

Tentu saja hal itu di tolak mentah-mentah oleh beberapa orang. Sayangnya mereka tak bisa membantah perintah sang Raja.

"Sepertinya aku akan menyerahkan kepemimpinan ku ini untuk sementara waktu kepadamu, Leonard!"

"Tapi Yang Mulia ... kita membutuhkan anda saat ini."

"Dengar, aku ini percaya kepadamu, jadi bisakah kau urus dengan baik selama aku pergi, hanya untuk beberapa hari saja di negara itu. Aku ingin membunuh rasa bosan ini dengan segala pencapaian yang pernah aku raih, paham!"

"Ba-baik Yang Mulia, saya usahakan."

"Bagus, kalau begitu atur perjalanan rahasia menuju Jepang."

Sementara Adam masih berkeliling dikala senja, yang sebentar lagi akan lenyap dengan cahayanya perlahan mulai memudar.

Terus mencari petunjuk mengenai keberadaan adiknya yang masih hilang belum dipastikan keberadaannya. Meskipun sudah mengetahui kabar bahwa adiknya itu diculik. Namun Adam masih minim akan informasi.

Sementara itu seorang perempuan berambut pirang menghampiri Adam dengan senyum merekah di wajahnya.

Kedatangannya sempat tertutupi oleh redupnya cahaya matahari senja.

Ternyata ia ditugaskan untuk menyampaikan pesan ajakan dari sebuah Asosiasi kepada orang-orang pilihan. Dan Adam salah satunya.

Hanya saja Adam menolak mentah-mentah dan bilang itu bukan urusannya.

"Aku tidak ada waktu sama sekali, apalagi untuk bermain-main dengan kalian. Lebih baik cari orang lain saja," sambung Adam kembali seraya pergi. Ia malas untuk sekedar meladeni.

Perempuan itu menoleh lalu menegaskan sambil mengeraskan suara tentang imbalan yang bisa didapat jika bergabung dalam Asosiasi tempat dirinya tinggal itu.

Dan masih sama saja, Adam tetap acuh kemudian melanjutkan langkah meninggalkan perempuan itu.

"Baik ... kalau cara lembut tidak berhasil aku akan menggunakan cara keras untuk membawanya ke markas, apapun itu," gumam perempuan itu memasang wajah cemberut, serta menatap tajam punggung targetnya.

Woosh...

Dalam sekejap ia seakan menghilang pada satu gerakan lalu dari arah belakang ia muncul hendak melakukan aksi meringkus target.

Grep.

"Ergg!!!"

Perempuan itu membulatkan mata menatap targetnya yang kini sudah mencekiknya.

"Apa ini cara kalian mengundang orang-orang pilihan untuk bergabung di Asosiasi itu, cih," ucap Adam ketus sembari mencekik leher perempuan itu hingga tubuhnya tak menyentuh tanah. Tatapan Adam seolah mengekpresikan kebencian sepihak.

"Eegh ... kalau begini terus aku akan mati ditangannya, tapi bagaimana bisa dia mengetahui arah dari gerakan jurusku tadi?" ucap perempuan itu di dalam hati bertanya-tanya, merasa heran serta ngeri.

Adam memperkuat cengkraman tangannya hingga wajah perempuan itu membiru.

Namun melihat raut wajah perempuan itu seolah pasrah dengan keadaannya membuat Adam melunak.

Ia melepaskan cengkraman tangannya kemudian pergi meninggalkan perempuan itu yang dalam keadaan tertunduk dan terbatuk-batuk.

Sebenarnya perempuan itu mengingatkannya kepada seseorang.

"Ck, dia hanya beruntung, karena aku mengingat dirinya," ucap Adam melirik sekilas perempuan itu, lalu melangkahkan kaki.

•••

Malam ini Adam kembali tidur di tempat yang sekiranya tidak dihuni lagi. Semua orang di kota ini mulai jarang terlihat.

Serta aktivitas biasa tak ada sama sekali, suara dari kendaraan dan lainnya pun ikut lenyap akibat pengaruh bencana ini.

Yang ada hanyalah suara amukan serta senjata, ledakan, bangunan yang hancur, dan pengerakan dari mahluk SCP. Meskipun

sudah memasuki waktu di malam hari.

Sementara di markas Asosiasi beberapa orang pilihan sudah memenuhi undangan.

Diantaranya ada dari kalangan masyarakat kelas atas, kriminal, masyarakat kelas bawah, bangsawan, pengabdi negara, orang-orang bawah, dan lainnya.

Mereka sengaja dikumpulkan untuk dibentuk sebuah tim khusus dan akan dibagi sesuai tugas mereka dengan bayaran mahal sebagai kompensasi waktu yang mereka habiskan.

Dan tenaga yang dicurahkan. Hal itu sebanding dengan resiko di lapangan.

Bagi mereka yang memiliki catatan kriminal akan di tanggung kan dan bagi mereka orang-orang dari wilayah bawah akan dirahasiakan.

Karena negara-negara lain membutuhkan bantuan elite guna mengatasi masalah yang timbul dari makhluk-makhluk SCP.

Tak peduli bantuan itu berasal dari orang jahat, gila, kejam, berpengetahuan luas, dan lainnya sekalipun.

Kali ini orang-orang seperti mereka dibutuhkan untuk melawan maupun membasmi makhluk meresahkan itu dari muka bumi.

Adam yang baru selesai mandi langsung meminum susu hangat sebagai pelengkap untuk tidur nyenyak nya, ia benar-benar tak peduli dengan kondisi di luar.

Baginya mengistirahatkan diri adalah hal utama di waktu pencarian adiknya ini.

Namun siapa sangka susu itu telah di beri obat tidur dengan dosis tinggi oleh seseorang sebelumnya. Dikala Adam tengah mandi.

Kini orang itu tengah bersembunyi di bawah ranjang tempat tidur, sembari memastikan keadaan target setelah meminumnya.

Merasa minuman yang diberi obat tadi sudah di minum oleh target, ia begitu kegirangan serta tersenyum simpul, bahwa rencananya telah berhasil dan akan segera menyelesaikan misi sebentar lagi. Hanya tinggal menunggu waktu saja.

Kini Adam merebahkan tubuhnya kemudian memejamkan mata di ranjang milik salah satu empunya rumah.

Beberapa menit kemudian, perempuan itu akhirnya keluar dari tempat persembunyiannya. Dirasa target benar-benar sudah tak sadarkan diri.

Tapi alangkah terkejutnya ia saat melihat targetnya tengah menatapnya bak predator hendak menerkam mangsa.

"Eee ... um ... aku...."

"Sepertinya perbuatan yang kulakukan waktu itu tak membuatmu jera. Jadi jangan harap kali ini kamu akan selamat!" ucap Adam terlihat dengan tatapan mata tak senang. Ada makna di balik tatapannya itu.

Perempuan itu langsung bersimpuh dan bersujud memohon maaf. Ia sebenarnya merasakan aura membunuh begitu kuat dari pria yang baru pertama kalinya ia temui itu.

Serta beranggapan dirinya tak mampu melawan pria itu, meskipun pengalamannya sangat mumpuni selama ini.

Adam berkacak pinggang dan bilang "Pergilah, sebelum aku berubah pikiran. Dalam tiga detik kamu harus hilang dari hadapan ku. Atau ... aku akan membunuhmu!" ancam Adam menekan kalimatnya di akhir.

Tentu saja ancaman barusan mengejutkan perempuan itu hingga membulatkan matanya lebar-lebar, namun ia memiliki sesuatu yang harus ia lindungi.

"Tapi ... tuan, aku mengajakmu untuk bergabung satu kali lagi ke Asosiasi. Bila perlu anda bebas melakukan apa saja padaku agar tuan mau bergabung, apa saja boleh."

"Menjijikkan. Perempuan sepertimu pasti sudah..."

"Tidak tuan, aku masih perawan. Tuan boleh mengeceknya hiks..."

"Pergilah. Aku tetap menolak!" Kali ini penolakan Adam penuh penekanan.

Saat Adam akan keluar dari kamar, kakinya di tahan oleh perempuan itu yang sembari menangis sesenggukan terus memaksa agar Adam mau ikut dengannya.

Hingga Adam berbelas kasih lantaran kembali mengingat perkataan adiknya agar tidak menyakiti perempuan dan jangan sampai membuatnya menangis. Ia pun menghela nafas panjang lalu bertanya.

Bahkan sempat menepuk dahinya.

"Begini, apa untungnya diriku jika bergabung. Selain yang kau maksudkan waktu itu?" Nada bicara Adam mulai melembut. Ia akhirnya melunak.

"Mmm tuan bisa minta apa saja kepada pemimpin kami," jawab perempuan itu cepat sembari menghapus air mata, masih bersimpuh.

Adam kemudian membantu perempuan itu berdiri seraya membantunya menyeka air mata dan membenarkan rambut orang yang kekeh untuk mengajaknya bergabung dengan suatu Asosiasi.

Sementara reaksi perempuan itu takjub serta tak menyangka berada di jarak sedekat ini dengan orang yang menurutnya jago dalam segala hal dan keras kepala ini. Entah dari mana ia bisa berkesimpulan seperti itu.

Tak lama Adam memutuskan untuk bergabung lantaran perempuan itu melihat selembar foto seorang gadis berseragam sekolah.

Ia kemudian bertanya dan Adam mengatakan siapa sebenarnya perempuan di foto itu, yang tak lain adalah adiknya. Dia hilang dan masih dalam pencarian.

"Kalau begitu aku bakal bantu kamu mencari adikmu, um... pihak Asosiasi juga bisa membantu, jadi kamu bakal cepat bertemu dengannya..." ucap perempuan itu berseri-seri.

"Oke. Aku ikut."

Terpopuler

Comments

Firenia

Firenia

harusnya bilang dari tadi, ga perlu banyak drama pasti Adam langsung setuju 😭

2023-06-23

1

Gomen nasai

Gomen nasai

Yang bikin penasaran apa mungkin adiknya Adam di culik buat jadi tebusan gitu

2023-06-20

1

Gomen nasai

Gomen nasai

Ada typo disini

2023-06-20

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!