Bab 16 Siapa Pria Bertopeng Itu?

"Kamu itu sebenernya ... hmph!!!" belum selesai mengucapkan kata sekiranya mengungkapkan identitas pria yang menculiknya, Hana malah dibungkam secara paksa oleh tangan pria itu dalam sekejap.

"Sudah. Kita bahas hal itu di lain waktu. Ada sesuatu yang ingin aku tunjukkan kepadamu," ujar pria itu sembari berdiri dari duduknya. Ia masih mengenakan topeng dengan mulut terbuka, meskipun di waktu makan sekalipun.

"Apa...? Pokoknya kamu harus keluarin aku dari sini. Kalau gak, aku bakalan marah sampai kamu merasa sangat jengkel!" ancam Hana mendengus kesal sembari menatap tajam pria dihadapannya ini.

Pria itu sebenarnya tersenyum hangat dibalik topengnya, hanya saja tidak dengan ucapannya.

"He ... dikira mudah membuatku jengkel,.kalau begitu aku tunggu upaya mu itu." Setelah membalas pria itu langsung pergi meninggalkan Hana yang tengah termenung merendahkan wajah. Ia kemudian tersenyum.

Hana masih saja memikirkan bagaimana caranya untuk keluar dari tempat ini, meskipun seribu satu cara telah ia lakukan.

Tak tahu harus berbuat apa agar dirinya bisa keluar dari penjara kenikmatan ini. Ia sebut begitu lantaran tempat ini begitu menyiksa baginya, di satu sisi ia mendapati posisi seperti ratu. Dan hal itu membuatnya bimbang serta penasaran.

Dua pilihan adalah spekulasi sekaligus keputusan penting yang harus ia ambil.

Keluar, karena menganggap pengalamannya ini bukanlah sandiwara seperti yang ia kira. Atau bertahan dan sangat nyakin jika hal ini adalah sebuah bibit kejutan yang belum matang.

"Apa dia memberiku kejutan sampai tahap seperti ini? Kalau iya ... jujur aku merasa sangat senang. Tapi entah mengapa hatiku terasa sakit serta tidak sinkron dengan anggapan ku itu ya. Malahan aku merasa bahwa dia bukanlah dirinya yang biasa," gumam Hana kemudian memutuskan untuk pergi meninggalkan meja makan terdapat hidangan beraneka macam itu. Ia hanya memakan makanan secukupnya.

Selama dua hari ini hingga sekarang sudah memasuki tiga hari, masihlah Hana terkurung, ia sama sekali tidak melakukan aktivitas normal seperti biasa yang sering ia lakukan saat di rumah.

Bahkan hal biasa itu membuatnya rindu.

Malah kehidupannya sekarang berubah drastis hanya tidur, makan, membersihkan diri, lalu menyusun rencana untuk kabur dari tempat ini. Walaupun gagal untuk kesekian kalinya.

Terkadang ia makan hati menerima segala hal yang dialaminya.

Sebenarnya Hana mengira jika tempat ini adalah tempat khusus untuknya, dan tujuan dirinya di bawah kemari karena untuk merayakan ulang tahunnya atau memberi kejutan, dipadukan dengan sebuah drama dan game.

Hana sebut bersembunyi dan lari. Karena selama beberapa hari ini ia fokuskan untuk pergi. Rencana demi rencana ia susun sedemikan rupa, bahkan seserius mungkin.

Namun pada akhirnya aksinya selalu digagalkan maupun ketahuan di tengah jalan oleh Maid bersifat dingin dan seadanya itu.

Sepertinya halnya ada CCTV yang terpasang secara sembunyi di rumah ini.

Maid itu Hana gambarkan adalah orang yang menurutnya pada saat bertindak harus sekiranya penting, apabila tidak. Maka lain cerita.

Contohnya, ketika Hana mengajaknya berbicara sekedar berkenalan, reaksi maid itupun seperti acuh padanya.

"Hmmm, jadi ... siapa sebenarnya pria bertopeng itu? Aku masih belum yakin seratus persen jika itu adalah dia. Malah.. aku menolak mentah-mentah jika dia sesuai seperti prediksi ku," Kembali Hana menebak sosok dibalik topeng raut ekspresi itu. Yang setiap hari selalu berbeda tampilan ekspresi.

•••

Di ruang persis seperti di laboratorium, seorang pria bertopeng mengamati layar monitornya dan menampilkan keadaan kota-kota di Jepang. Serta ada negara tetangga juga yang mengalami bencana invasi.

Dimana keadaan kota-kota terdapat makhluk SCP bertipe susah untuk dikendalikan dengan ukurannya yang jumbo sudah menelan korban jiwa begitu banyak.

Di tambah kehadiran wabah aneh menambah penderitaan manusia di kota yang terdampak semakin memperburuk keadaan.

"Untungnya sebelum pion berhargaku terbunuh dia sudah meninggalkan jejak mengerikan," gumam pria bertopeng yang kini melihat sorotan SCP 049 telah dikalahkan oleh seorang remaja. Ia kemudian tersenyum licik.

Disebelahnya terdapat pula monitor lain, menampilkan kota Y, kota D, Kota C sedang terjadi wabah.

Kota C tengah menghadapi wabah zombie, kota Y meminimalisir wabah zombie serta wabah menari, dan kota D wabah yang masih belum diklarifikasikan.

Apakah pria bertopeng itu ada hubungannya dengan kemunculan makhluk SCP?

A. Ya

B. Tidak

C. Masih misteri

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!