Beberapa jam sebelumnya.
Di sebuah rumah berisi sepasang suami istri.
"Pa sebaiknya kita mengungsi daripada tetap berada di rumah Pa... " gerutu sang istri mengajak suaminya untuk mengungsi. Ia khawatir jika pada akhirnya ia dan suaminya akan mati.
"Belum saatnya sayang, bala bantuan pasti akan datang. Kita tunggu saja mereka kemari," jawabnya enteng seraya bersandar pada sofa. Tangannya mengibas ke arah istrinya.
Padahal siaran televisi sedang memberitahukan keganasan para makhluk SCP di luaran sana hingga banyak korban berjatuhan.
Di siaran itu juga tertera anjuran tegas agar kepala keluarga maupun masyarakat sipil pergi menuju pos evakuasi segera, disana ada petugas yang akan mengantar mereka ke sebuah fasilitas aman milik negara.
"Ayo Pa ... apa ga takut sama makhluk itu...?" ucap sang istri kekeh seraya menarik lengan suaminya, ia juga bergidik ngeri. Namun ditahan oleh kekasihnya.
"Aku, tidak tidak. Hmm ... bukannya makhluk itu ada di daerah jauh dari sini?"
"Iya, tapi kan..." Suaminya itu menyela dan berkata "Tidak usah takut sayang, kan ada aku. Kamu tenang saja. Lebih baik kamu masak buat makan malam kita, aku lagi kepengin makan ayam saus tiram!" titahnya tidak ada sedikitpun rasa was-was dalam dirinya untuk menanggapi kondisi yang dialami negaranya ini. Ia lalu mengibaskan tangan setelah memeluk istrinya agar cepat-cepat pergi ke dapur. Namun...
Brakkk!
Sesuatu berukuran besar mirip tubuh ayam tanpa bulu melubangi rumah sepasang kekasih itu hingga sampai memasuki ruang keluarga.
Tepat berada di depan kepala keluarga tersebut dan membuatnya tersentak ngeri, ia pun beranjak dari sofa. Begitupun istrinya yang kembali dari arah dapur setelah mendengar suara gaduh.
Ia terkejut.
Tap.. tap.. tap..
"Ah, maaf. Sepertinya saya telah merusak rumah anda," ucap seorang pria berwajah tampan dengan rambut peraknya ramah, tersenyum hangat dengan ekspresi bersalah kepada si empunya rumah.
Si empunya rumah dibuat melongo maupun menganga dalam waktu singkat, bagaimana tidak. Raja Inggris sedang menginjakkan kakinya di rumah sederhananya ini.
Sayangnya pertemuan mereka ini berlangsung pada keadaan tidak terduga dan tidak menyenangkan. Pasalnya objek mirip daging "tubuh ayam" itu tergeletak tepat di dekat mereka.
"Ti-tidak apa tuan, mak-maksud saya Yang Mulia..." jawab si empunya rumah tergagap seraya merendahkan tubuhnya di depan raja Inggris, setelah beranjak dari sofa. Ia sempat mengucek mata jika saja sekarang ini ia sedang bermimpi. Tapi nyatanya hal ini memanglah nyata.
"Terimakasih, kalau begitu saya akan membayar kerugian anda. Dengan satu syarat jangan beritahu kepada siapa-siapa kedatangan saya ini ke Jepang, mengerti!!" seru Raja Arthur menekan kata terakhir ucapannya. Ia kini berada tepat di depan wajah si empunya sembari tersenyum manis, namun terkesan seperti orang yang mengancam.
"Ba-baik, saya akan jaga rahasia."
"Bagus, hubungi saja nomor ini untuk dimintai ganti rugi. Dan untuk ini, dia adalah makhluk SCP. Aku akan mengurusnya. Oh ya, kalian berdua lebih baik segera pergi ke pos keamanan segera!" titah raja Arthur benar-benar membuat si empunya rumah patuh dengan lirikan matanya. Ia kemudian pergi sembari menyeret tubuh SCP 3199, yang disebut ayam raksasa.
Bergegaslah sepasang suami istri itu bersiap-siap untuk pergi meninggalkan rumahnya.
"Hueeekk.."
Sementara makan malam mereka di tunda, bahkan pria paruh baya itu muntah tak mau makan ayam masakan istrinya, dikarenakan mengingat wujud mahluk SCP itu.
Sebelumnya raja Arthur sudah membunuh tiga SCP dikala perjalanannya menuju titik pertemuan penjemputan, ia pada akhirnya memilih untuk menelpon adiknya dan bilang dirinya sedang membutuhkan bantuan.
Tanpa harus pergi menuju markas lain Asosiasi.
Tiga SCP yang ditaklukkan raja Arthur diantaranya SCP 4666, SCP 3199, dan SCP 087-B.
•••
Setengah jam yang lalu.
Juro berhasil mengambil beberapa kulit bagian dalam target dari misinya yang seharusnya diurusi oleh tiga orang sekaligus. Tapi Juro memilih untuk menyelesaikannya sendiri.
SCP tidak diketahui berwujud kelabang raksasa dibunuhnya lantaran telah membuatnya emosi.
Flashback on.
Di area taman kota.
Kelabang raksasa terlihat sedang melilit bangunan berlantai tujuh itu. Diketahui adalah Perusahaan Green Company.
Beberapa pihak sedang berusaha keras menaklukkan makhluk titan itu. Sayangnya tindakan mereka tidak membuahkan hasil, mahluk itu malah semakin liar dan menjadi.
Makhluk itu langsung turun lalu mengincar sekumpulan anggota militer di darat. Membunuh dan memakannya sekali lahap.
Peluru tank sama sekali tidak menembus tubuh keras kelabang raksasa itu.
Sampai Juro turun tangan setelah berdiri cukup lama tanpa raut ekspresi melihat pembantaian keji tersebut.
Menggunakan banyak jurus ninjutsu dan taijutsu, pada akhirnya SCP menyusahkan itu tumbang dengan tubuh terbelah, tertusuk besi panjang besar, dan tertimpa bangunan tinggi.
Walaupun aksi penaklukan makhluk SCP itu sangat merugikan negara dan beberapa fasilitas serta infrastruktur. Juro sendiri tidak peduli.
•••
Kemarin malam raja Arthur tiba di markas besar Asosiasi. Bahkan kehadirannya di sambut hangat disana.
Bersamaan dengan itu robot milik organisasi membawa tubuh tiga SCP diketahui telah mati untuk dijadikan subjek penelitian.
***
Dan di waktu normal sekarang ini temuan mengejutkan didapatkan dari dalam tubuh makhluk SCP tersebut.
Sebuah chip menyatu pada organ tubuh makhluk SCP, serta ditemukan pula di dalam otak dan tubuh tiga SCP yang dibunuh oleh raja Arthur.
Dokter Dae-Jung saat melakukan pembedahan bersama Profesor Smith, bahkan sampai terperangah.
•••
"Dia adalah sekutu!" ucap Adam penuh penekanan dikala menangkap lengan Aria yang hendak menyerang tubuh tanpa kepala dokter wabah.
Aria sempat tersentak atas aksi Adam tersebut.
"Apa!? Bagaimana bisa. Dia kan iblis yang sudah membuat banyak manusia menjadi zombie dan terkena wabah aneh..." sungut Aria menatap Adam intens.
Adam kemudian menghempaskan tangan Aria dari genggamannya.
"Akan aku ceritakan nanti, yang pasti kalian harus membawanya ke pusat. Atau diriku akan keluar dari Asosiasi!" tegas Adam membuat Aria menciut serta tak habis pikir.
Pengamanan pun dilakukan pada tubuh SCP 049 hingga tubuh itu memasuki pesawat. Begitupun dengan kepala dokter wabah yang ikut dibawa, namun dimasukkan kedalam wadah khusus.
Sementara Aria berjalan mengekori Adam lantaran khawatir pada lukanya.
Hari ini niatnya Adam ingin beristirahat terlebih dahulu sembari menyembuhkan luka. Baru kembali melakukan pencarian terhadap adiknya maupun menyelesaikan misi yang sebelumnya tertunda.
"Berhenti! Biar kami saja yang membawamu ke pesawat!" ujar Aria penuh penekanan, namun siapa sangka. Kekhawatiran dirasakan olehnya.
"Dasar cerewet. Lebih baik kau diam saja. Luka ini tidak akan membuatku mati," sahut Adam sambil berhenti sesaat lalu melirik. Di sela langkahnya ia memang berani mencabut pisau di tubuhnya.
"Hiks...."
"Huh...?" Adam berbalik badan.
"Kamu kenapa susah sekali untuk menurut, padahal luka di tubuhmu sangat parah hiks ... orang biasa pasti kehilangan nyawa jika mendapatkan luka seperti itu!!" tangis Aria pecah.
"Hei bung, kamu sudah membuatnya menangis. Ini pertama kalinya bagi Aria seorang agen khusus yang terlatih sampai mengkhawatirkan seseorang. Aku jadi iri padamu. Dan jangan menyia-nyiakan kepeduliannya...!" ucap pria yang satu pesawat dengan Aria tertuju kepada Adam. Ia memberi saran dan nasehat.
"......"
Adam masih terlihat acuh belum melanjutkan langkahnya.
"Hiks...."
"Oh ya, di kota C sekarang sedang terjadi serbuan para zombie. Parahnya lagi beberapa SCP diketahui mengincar kota kecil itu!" ujar pria itu lagi sembari memberitahu.
Mendengarnya membuat Adam berlari menuju Aria, ia lalu menggendongnya. Sampai memasuki pesawat.
"Kyaa lepaskan, aku!!"
"Cepat obati aku! Kita akan berangkat menuju ke kota C!"
"Apa!?"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 38 Episodes
Comments
Kroos ♥️ Modric
SCP tu, rada-rada nyebelin tu SCP
2023-11-14
0