Bab 3 Ambisi

Para staff Asosiasi di buat terkejut setelah mendengar kabar bahwa makhluk-makhluk SCP yang berkeliaran bebas di zona publik bukanlah berasal dari SCP Foundation.

Dengan kata lain di lepaskan!

"Mungkinkah mahluk itu adalah imitasi dari wujud aslinya?" ucap Ichihada mengomentari Informasi barusan. Dirinya berasumsi.

Seorang staf penyelidik itu bahkan bersumpah jika dirinya menemukan dan sudah mengecek seluruh ruangan fasilitas SCP Foundation, sehingga langsung menginformasikan kebenaran tentang kejadian yang terjadi tanpa menunda lagi.

"Mungkin saja. Sebab, kedua makhluk itu memang sangat mirip jika diperhatikan dengan sesama dan jelas memiliki tingkat kemiripan seratus persen, lihat baik-baik! Sama-sama SCP yang sama," sahut Dandelion serius sembari melihat ke arah layar hologram tak jauh di depannya. Menampilkan potret SCP 682 di tempat yang berbeda.

"Imitasi atau bukan, kurasa kita harus cepat-cepat menangani masalah ini. Banyak korban jiwa yang berjatuhan. Bahkan kerusakan yang ditimbulkan sudah sangat parah hingga detik ini. Dan untuk urusan berhubungan dengan teori kemunculan makhluk itu kita bisa menyerahkannya kepada dokter Dae-Jung!" timpal Rudolf memberi usulan. Dia adalah wakil ketua di Asosiasi.

Dokter Dae-Jung sendiri berasal dari Korea Selatan negara dengan fasilitas kesehatan terbaik di dunia.

Serta peraih Nobel Fisiologi dokter terbaik di dunia.

***

Adam kemudian menyerahkan anak itu kepada orangtuanya yang bergegas menghampiri sembari mewanti-wanti agar lari sejauh mungkin.

Hingga di detik berikutnya sebuah tentakel milik SCP itu mendadak mengengam perut Adam dari arah belakang. Kemudian melempar Adam sampai tubuhnya memasuki toko perkakas dengan sangat keras.

Bahkan pecahan kaca dari toko itu berserakan dan terdengar suara gaduh dari dalam sana.

Tak diketahui bagaimana keadaannya sekarang, sementara orang-orang yang menyaksikan hanya bisa berdoa untuk keselamatan pria muda itu.

"Monster i-itu membunuhnya..." Salah satu anggota angkatan darat menatap getir momen tadi.

Perempuan paru baya itu kemudian lari histeris ketakutan sembari mengendong anaknya, sementara beberapa anggota angkatan darat di lokasi mulai menembaki makhluk SCP itu.

Berharap dapat menahannya agar tak bisa melukai perempuan paruh baya itu yang kini menarik perhatiannya.

Tentu saja makhluk itu marah dikala tubuhnya penuh akan peluru. Sebagai balasan monster itu membalas dengan serangan tentakel banyak sekaligus, dimana lima tentakel menuju ke arah penembak dengan kecepatannya yang gesit.

Bisa dipastikan kecepatan itu bisa menembus tubuh manusia dewasa dalam sekejap. Dan juga melubangi bangunan kokoh.

Sampai-sampai beberapa anggota militer meremang saat fokus menembaki. Ada dari mereka yang mundur, namun tak beranjak pergi, dan ada pula yang lari.

"Sial! Tentakel itu sangat cepat, kita tak sempat untuk lari."

Crak.

Tak disangka lima buah pisau besar melesat dari arah samping memutuskan lima tentakel SCP tak diketahui itu dengan mudahnya. Yang hendak menargetkan orang-orang.

Kelima pisau berukuran besar tadi memotong bagian kelima tentakel tadi hingga tak bisa menggapai incarannya. Seolah melesat dengan kecepatan tinggi.

Pelakunya tak lain adalah Adam yang kini tengah berdiri tegak dan berada di depan toko perkakas sedang menatap ke arah makhluk SCP berwujud gurita dengan tatapan tajam.

Seragamnya terlihat lusuh serta ada noda darah membekas di bagian dada dan perut, namun luar biasanya Adam tidak mengalami cidera sama sekali.

Harusnya mengingat kembali kejadian tadi, ketika tubuhnya terlempar sangat keras sampai memecahkan kaca kemudian memasuki toko dan terdengar suara gaduh memekakkan telinga. Dirinya sudah dipastikan mati.

Hanya saja anggapan orang-orang itu bagaikan dongeng.

Hal itu menimbulkan berbagai macam reaksi dari orang-orang yang melihatnya. Tak menyangka jika pria muda disana masih bisa bertahan setelah mendapati serangan sangat keras sebelumnya.

Semua orang yang menyaksikan menyuruh Adam untuk menjauh dari makhluk berbahaya itu. Mereka kekeh mewanti, karena merasa kasian dengan pria muda itu.

Saat ini posisi Adam tak jauh dari SCP berwujud gurita itu.

Sayangnya ucapan mereka diabaikan oleh Adam, bak angin lalu. Ia begitu acuh dan hanya tersenyum miring sembari mengepalkan satu tangannya menatap makhluk SCP yang tak kalah menyorot tajam padanya. Ingin mencincang, merobek, mencabik, hingga menguliti makhluk yang mengusik ketenangannya.

Flashback on.

Selama di Sekolah Adam selalu menjaga emosinya hingga dirinya naik ke kelas 12 SMA. Dia sebenarnya adalah siswa yang malas, bahkan beberapa kali di tegur oleh guru karena ketahuan tidak memperhatikan selama jam pelajaran.

"Huh..." Adam menghela nafas malas saat memperhatikan guru di depan.

Hobinya hanyalah membaca, dan itu menjadi sumber bakat terpendamnya. Adam mengaku jika dirinya malas memperhatikan karena setiap materi yang disampaikan oleh gurunya sudah pernah ia pelajari.

Bahkan jauh sebelum dirinya memasuki SMA, dan Adam adalah siswa dengan ingatan yang sangat kuat.

Namun bakatnya itu benar-benar dianggap remeh hanya dipandang sebelah mata dan cuma diartikan sebagai dalih oleh beberapa guru.

Hal baiknya Adam adalah orang yang selama beberapa tahun terakhir tidak menunjukkan emosinya kepada siapapun, kecuali adiknya.

Flashback off.

Kini SCP itu beralih target sembari mengerakan sisa tentakel tak terpotong ke arah pelajar tedapat luka itu. Tersisa 5 tentakel utuh di tubuhnya.

Blush.

Blush.

Dua serangan tentakel dibuat mis lantaran Adam berhasil mengelak dari dua serangan tajam nyaris saja mengarah pada titik vital bagian dada.

Brak × 4

Dilanjutkan dengan mobil yang terlempar secara bertahap bak mainan ke arah target.

Gerakan tubuh Adam yang atletis mampu menerobos celah putaran mobil, dikala mobil tersebut berguling-guling menuju ke arahnya.

Di sebelah kanan dan kiri diapit oleh gedung-gedung, makhluk SCP itu bahkan memanfaatkan gedung tersebut sebagai objek penambah serangan tempur.

Meskipun demikian, tindakan barusan tidak berefek pada target.

Crak.

Di saat tentakel lain keluar dari dalam tanah Adam bahkan memprediksinya, sehingga timing perlawanan balik malah menjadi bumerang bagi makhluk itu.

Ia barusan mengelak lalu mencabik dengan ganas satu tentakel makhluk itu hingga si empunya mengerang kesakitan.

Sampai SCP itu mendapatkan luka secara terus-menerus hingga keadaannya terlihat sangat memprihatikan.

Tubuhnya seperti di kuliti lantaran Adam menarik paksa dan mencakar daging SCP itu, di waktu dirinya berdekatan.

Sisa dari tentakel pada makhluk SCP itu juga terkoyak. Serta luka fatal lainnya di tubuh. Adam bisa saja disebut sebagai personifikasi dari hewan buas sesungguhnya.

Ia kemudian pergi begitu saja setelah melawan makhluk SCP yang telah dibunuhnya.

Tentu saja aksi dan perbuatannya sudah terekam oleh sebuah drone dan diawasi oleh seseorang dari staf Asosiasi, dia ditugaskan untuk menyampaikan pesan.

•••

Waktu asli.

Sudah memasuki hari ke dua Adam mencari, namun tidak ada hasil sama sekali. Hal itu membuatnya frustasi.

Keberadaan adiknya seakan tak dapat terdeteksi hilang karena diculik. Padahal ia sudah mencari dan mencari di seluruh penjuru kota.

Sampai timbul niatan untuk mendatangi organisasi SCP yang sudah diketahui keberadaannya untuk dimintai pertanggungjawaban.

Dan bila perlu membunuh orang-orang disana.

Dirinya kini berada di sebuah rumah sepasang kekasih yang diketahui melakukan aksi bunuh diri.

Disebabkan oleh sebuah SCP yang memengaruhi perangkat lunak. Berbeda dengan Adam yang memanfaatkan SCP itu untuk menemukan keberadaan sebuah lokasi.

Terpopuler

Comments

💞Amie🍂🍃

💞Amie🍂🍃

Keknya bener dugaanku

2023-11-17

0

Kroos ♥️ Modric

Kroos ♥️ Modric

curiga Adam ini adalah SCP

2023-11-09

1

Gomen nasai

Gomen nasai

Semangat selalu thor, fav sama votenya mendarat

2023-06-20

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!