Melalui pantauan drone, Dae Yong selaku staff pengamatan dan data statistik Asosiasi kini terlihat mencemaskan seseorang yang dilihatnya pada layar monitor.
Seseorang itu tak lain adalah anak sekolahan bernama Adam dan berada dalam situasi kritis diambang kematian. Sebab tubuhnya penuh luka dan keluar tetesan darah akibat pisau bedah menancap pada tubuhnya.
Dokter wabah kemudian mulai melakukan gerakan hendak menyuntikan sesuatu kepada subjek yang ia akui adalah miliknya itu.
Tidak menyangka bahwa subjek tersebut sangatlah tangguh dikala pertarungan.
Slash...
Namun belum sempat mendaratkan sebuah alat suntik kejadian tak terduga terjadi. Di saksikan juga oleh Dae Yong pada layar monitor hingga membuatnya melongo untuk sesaat.
Daen Yong membulatkan matanya lebar-lebar dikala menangkap momen tidak terprediksi itu, ia bahkan merasa ngeri sampai membuatnya tak percaya jika hal itu benar-benar terjadi.
Bagaimana tidak, sebuah momen mengejutkan sebut saja perlawanan Adam begitu tiba-tiba itu mampu membalikkan keadaannya.
Sebuah kepala melayang di udara dengan tatapan mata kosong pada celah topeng. Beserta darah segar bercucuran begitu kental.
"Dia barusan menebas kepala SCP 049 dalam sekali serang, i-itu sangat cepat sekali... bahkan ... dengan hanya menggunakan belati," ucap Daen Yong sempat terbata menanggapi aksi perlawanan salah satu anggota pilihan Asosiasi. Yang menurutnya sulit untuk dipercaya. Aksinya benar-benar membuatnya takjub dan ngeri.
Mengingat kembali flashback momen tadi begitu cepat seperti halnya selisih milidetik.
Begitulah gambaran kecepatan serangan Adam dalam waktu singkat.
"Akan sulit membunuhmu jika kau terus berlarian, sialan!" umpat Adam dengan senyum mengejeknya.
Sebelumnya ketika SCP 049 berjongkok tepat di depan kepala Adam dimana pada saat itu tengah dalam kondisi tubuh tengkurap penuh luka, dan dikala SCP itu hampir saja mendaratkan suntikkan di tangannya pada tubuh subjek manusianya, tiba-tiba.
Adam melakukan perlawanan tak terduga dengan mengambil sebuah belati dari dalam baju parkanya, lalu dalam sekejap menebas leher dokter wabah dihadapannya sembari lehernya sedikit menengadah di posisinya yang rawan itu.
Hingga tak sempat suntikkan itu mendarat pada tubuh Adam lantaran berhasil di cegah.
Bruk.
Kepala itu membentur tanah tak jauh dari posisi tubuhnya.
Adam kemudian beranjak lalu mengambil senjata Laras panjang di samping mayat anggota militer. Yang tubuhnya sudah melebur habis menyatu dengan tanah.
"Keke.. barusan sangat mengejutkan, kau sama sekali tidak mati. Apa kau ini manusia?" ucap kepala tanpa tubuh itu yang nyatanya masih bisa berbicara, bahkan melontarkan pertanyaan menekan kepada Adam.
Yang di tanya tidak menjawab malah menodongkan senjata Laras panjang itu pada kepala dokter wabah. Adam sengaja menodongkannya pada bagian pipi.
Tentu saja dengan senyuman yang bisa membuat miliaran orang kesal. Senyuman angkuh.
Ia sebenarnya tahu jika dokter wabah tidak mudah untuk dibunuh, sama halnya dengan tiruan SCP itu sendiri. Sama-sama memiliki kemampuan serupa dan wujud yang seratus persen mirip.
"Aku memiliki banyak cara agar dirimu mau mengaku, keji seperti di neraka. Katakan siapa yang mengendalikan mu?!" tanya Adam dengan nada menekan, sorot matanya tertuju pada kepala tanpa tubuh itu.
"Kau tau, itu percuma. Orang sepertiku tidak akan mudah diancam meskipun kau ingin benar-benar melakukannya," jawab dokter wabah tenang, sementara darah kental mulai mengotori sebagian wajahnya yang menyentuh tanah.
...
Wuss...
Tak disangka dua pisau sebelumnya diketahui telah rusak, yaitu pisau yang mampu melayang di udara. Kini aksi dari senjata tajam tersebut terulang kembali. Anehnya beraksi bagaikan mati suri.
Mulai menyerang Adam, bahkan barusan secara secara diam-diam menyerbu seperti pecundang dari arah belakang
Harusnya pisau itu tidak bisa lagi bergerak lantaran si pengguna minim pergerakan.
Adam melirik, ia mendapati tubuh tanpa kepala SCP 049 tengah berdiri dibelakangnya tengah menodongkan sebuah pistol.
"Aku akui dirimu begitu hebat, sampai bisa bertahan dari tusukan beberapa pisau bedah yang kini menancap lumayan dalam di tubuhmu. Luar biasa sekali. Padahal ... pisau itu terdapat racun mematikan!" ucap kepala tanpa tubuh itu menyanjung Adam sembari memberitahu. Kesannya seperti Adam akan mati saja menurutnya, hanya tinggal masalah waktu.
Dor!
Lagi-lagi sesuatu tidak terprediksi terjadi. Tubuh tanpa kepala itu menembak kepalanya sendiri hingga tembus di pelipis.
"Heh.. sepertinya memang benar teori ku jika makhluk-makhluk SCP itu dikendalikan," gumam Adam sembari tersenyum miring. Masih belum beranjak dari tempatnya.
Menyadari tubuh tanpa kepala di belakangnya tidak bereaksi untuk menembaknya atau dengan kata lain berpihak kepadanya, Adam lalu berdiri seraya berbalik menghadap sosok tubuh milik dokter wabah itu.
Siapa sangka pistol itu tidak lagi di todongkan pada Adam seperti halnya wujud perdamaian dan semacamnya. Di jatuhkan begitu saja.
Kepala dan tubuh dokter wabah Adam simpulkan memiliki kontrol sendiri-sendiri. Dan hal itu menjadi tanda tanya?
"Oke. Jika kau berniat untuk bersekutu aku terima, tapi dengan syarat harus mematuhi semua perintah ku! Jawab dengan kepalan tangan jika iya!" seru Adam dengan nada tegas mengajak bersikukuh lawannya sembari memastikan anggapan teorinya, apakah benar tubuh dokter wabah "SCP 049" mempunyai dua kontrol tubuh berbeda. Serta hipotesa mengapa tubuh humanoid tersebut memilih untuk bersekutu dengannya. Apa alasannya?
Seperti yang di lihat sekarang maupun kejadian penembakan sebelumnya. Kepala dan tubuh dokter wadah yang terpisah tidak sinkron satu sama lain.
"Ya. Mari kita bersekutu." Dokter wabah memberi kode jika dirinya setuju mengenai syarat yang dikatakan oleh Adam sebelumnya. Sebagai wujud hubungan kerjasama. Maka Adam berjabat tangan dengan lawannya itu.
Senyum licik menghiasi wajah Adam, entah tertuju kepada siapa.
Tak lama bantuan datang, beberapa pesawat tempur milik organisasi mulai merendah setelah bermanuver pada ketinggian tertentu. Lalu menuju ke area zombie bermutasi dan wabah menari.
Saat ini mutasi zombi di area itu sudah memasuki fase 4, mutasi berbahaya selain fase 2 dan 3. Dimana dapat menyebabkan kematian dari bau darah yang sudah tercerai-berai akibat tubuh zombie yang meledak di fase 3.
Sebenarnya alasan mengapa wabah menari tidak cepat ditangani merujuk pada orang-orang yang terkena wabah tersebut, dikarenakan area itu berpotensi menularkan wabah.
Buktinya ada dari mereka yang terkena wabah kebanyakan adalah anggota militer divisi tiga dan tim medis, bahkan pihak kepolisian.
Namun penularan itu pengecualian bagi Carolus. Ia benar-benar kebal terhadap wabah zombie sekaligus wabah menari.
Pesawat tempur melakukan penyerangan menggunakan senjata mesin secara terus menerus mengincar sekumpulan zombie yang kini sedang menuju ke arah Carolus.
Sebuh misil pun dilepaskan hingga meledak tepat di area zombie bermutasi.
Lalu keluar dari pesawat itu orang-orang yang mengenakan pakaian khusus anti wabah, terdapat masker gas diwajahnya juga. Serta mereka bergerak dengan sigap sembari membawa senjata ditangannya.
Sampai zombie-zombie di area itu sudah berhasil di tangani hingga tuntas.
Orang-orang berpakaian anti wabah kemudian menyuntikan sesuatu kepada warga sipil yang menjadi korban wabah menari.
Sebuah suntikan berisi cairan mampu menetralisir wabah abad pertengahan itu hingga lenyap, dan baru diciptakan penawarnya oleh dokter Dae Jung.
Sementara penawar wabah zombie masih belum ditemukan.
"Adam!!!" Aria memekik dengan ekspresi khawatir sembari berlarian sekuat tenaga. Hal itu ia lakukan setelah turun dari pesawat, dan melihat kondisi seseorang.
"Hei! Jangan mendekat dulu!!!" titah rekan Aria memperingati, namun tidak di gubris. Walaupun sempat menahan bahu Aria, tapi ia tidak bisa menahannya.
Adam yang melihatnya hanya menunjukkan tampang biasa setelah melirik sekilas, pandangannya lalu acuh tak acuh. Tidak ada ekspresi terkejut sama sekali, ia hanya sibuk menarik pisau pada tubuhnya.
Sementara tubuh dokter wabah berada di sampingnya. Hal itu membuat Aria salah paham.
"Makhluk itu ... pasti dia yang telah membuat Adam terluka begini!" Kemarahannya menggebu drastis dalam waktu singkat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 38 Episodes
Comments